Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , , » PERINTAH MENIKAH UNTUK PARA PEMUDA (HADIST)

PERINTAH MENIKAH UNTUK PARA PEMUDA (HADIST)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, February 26, 2015


Kajian Online Telegram Hamba اَللّٰه Ta'ala

Hari / Tanggal : Kamis, 26 Februari 2015
Narasumber : Ustadz Abdullah Haidir Lc & Ustadz Dodi Kristono
Tema : Hadist
Notulen : Ana Trienta

Assalamualaikum, kaifa haalukum ikhwati fillah....
Saya mau bahas hadits yang sudah masyhur. Moga ga bosan tapi memberi motivasi. Haditsnya tercantum sebagai hadits pertama dalam kitab bulughul maram dalam bab Nikah.

Bismillah....

1-  عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ لَنَا رَسُولُ اَللَّهِ : يَا مَعْشَرَ اَلشَّبَابِ ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اَلْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ , فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ , وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ , وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ ; فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ .  (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)1

- Dari Abdullah bin Mas’ud, beliau berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata kepada kami,
“Wahai para pemuda, siapa yang sudah mampu menafkahi biaya rumah tangga, hendaknya dia menikah. Karena hal itu lebih menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya. Siapa yang tidak mampu, hendaknya dia berpuasa, karena puasa dapat meringankan syahwatnya.” (Muttafaq alaih)

Hadits ini berbicara tentang perintah menikah bagi para pemuda yang sudah mampu menikah. Meskipun redaksi haditsnya bersifat perintah, namun jumhur ulama menghukumi pernikahan sebagai perbuatan sunah, bukan wajib. Kecuali orang yang apabila menunda pernikahannya dia akan terjerumus dalam perbuatan zina. Ketika itu, menikah dihukumi wajib baginya.

Makna (الباءة) asalnya adalah ‘jimak’. Akan tetapi yang dimaksud ‘istitha’ah’ (mampu) dalam hadits ini adalah ‘cukup bekal untuk pernikahan dan biaya rumahtangga.’ Karena redaksi hadits ini asalnya memang diarahkan kepada para pemuda yang notabene merupakan orang yang sudah mampu berjimak. Dengan bukti bahwa ketika mereka belum mampu menikah (belum cukup perbekalan), disarankan bagi mereka untuk berpuasa dengan pertimbangan bahwa puasa dapat mengurangi syahwatnya. Jika yang dimaksud (الباءة) pada hadits ini adalah ‘jimak’, maka anjuran ‘berpuasa’ bagi orang yang belum menikah karena belum mampu ‘berjimak’ menjadi tidak tepat.

Lebih lengkap lagi jika (الباءة) dalam hadits ini diartikan sebagai ‘mampu berjimak dan memiliki perbekalan cukup berumahtangga’. Karena bisa jadi (meskipun jarang) ada orang yang secara materi sudah cukup namun dia tidak mampu berjimak. Hal tersebut akan membuatnya tidak dapat memenuhi hak isterinya dan menzaliminya, kecuali jika sang isteri ridha dengan hal itu.

Khitab (pembicaraan) hadits ini diarahkan kepada para pemuda. Karena merekalah golongan yang paling berkepentingan dalam masalah pernikahan, sebab sedang berada dalam tuntutan puncak syahwatnya. Adapun kalau bukan pemuda, namun memiliki alasan yang sama, seperti orang tua misalnya, maka dia tetap masuk dalam makna hadits ini.

Hikmah pernikahan yang disebutkan dalam hadits di atas sebagai perkara yang dapat lebih menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan, menunjukkan diperintahkannya seseorang untuk menundukkan pandangan terhadap lawan jenis, sebagaimana dia diperintahkan menjaga kehormatannya. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala dalam surat An-Nur: 30 dan Al-Mukminun: 5.

Kecukupan materi bukan syarat sah pernikahan. Tapi dia merupakan sarana bagi terwujudnya  pernikahan yang harmonis. Karenanya, hadits ini tidak boleh menjadi penghalang para pemuda untuk menikah, jika diperkirakan bahwa dalam batas-batas wajar mereka dapat membiayai nafkah keluarga. Atau dengan kemampuan dan kepandaiannya, diperkirakan dia dapat mencari penghasilan untuk nafkah berkeluarga.  Apalagi Allah Ta’ala telah menjanjikan akan memberikan kecukupan bagi orang yang menikah jika mereka adalah orang-orang miskin (QS. An-Nur: 32).

Namun kalau memang benar-benar belum mampu secara finansial, juga tidak harus memaksakan diri, seperti dengan hutang sana hutang sini misalnya. Dalam hal ini orang seperti itu diharap menunggu, sambil menjaga kehormatan dirinya, sebagaimana disebutkan dalam surat An-Nur: 33. Atau berpuasa sebagaimana disebutkan dalam hadits ini.

Hadits ini memberi isyarat tentang kewajiban memberi nafkah bagi suami terhadap keluarganya. Karena arah pembicaraan hadits ditujukan kepada pemuda laki-laki. Hadits ini menjadi dalil dibolehkannya menyertakan niat lain dalam ibadah, jika niat tersebut juga bernilai ibadah. Sebab Rasulullah shallallahu memerintahkan orang yang belum memiliki bekal cukup untuk berkeluarga agar berpuasa, sementara berpuasa ibadah. Maksudnya adalah bahwa seseorang boleh berpuasa, selain dengan niat ibadah puasa, juga dengan niat agar semakin dapat mengendalikan syahwatnya. Kecuali kalau niat lain yang disertakan dalam ibadah adalah riya. Hal ini jelas tidak boleh dan dapat menggugurkan nilai ibadah itu sendiri. Adapun ibadah dengan niat lain yang mubah, seperti puasa dengan niat kesehatan, dapat dikiaskan dengan hadits ini dapat juga tidak. Wallahua’lam.

Hadits ini memberikan pelajaran agar mencari alternatif yang halal atas pemenuhan syahwat yang belum dapat disalurkan secara halal.   Belum mampu menikah, jangan sampai menggiring seseorang pada perbuatan yang haram, seperi pergaulan bebas, menonton film, atau melihat gambar-gambar yang merangsang dan lain-lain. Selain berpuasa, manfaatkan waktu-waktu yang ada dalam perkara-perkara positif, baik urusan dunia maupun akhirat.

Hadits ini juga menjadi penguat bagi para ulama yang mengharamkan masturbasi, disamping dalil lainnya. Karena jika hal tersebut dibolehkan, maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam akan memerintahkannya sebagai alternatif untuk meringankan tuntutan syahwatnya. Disamping perbuatan tersebut menurut catatan medis juga berdampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental.

Wallahua’lam bishshawab.....wa shallallahu alaa nabiyyinaa muhammad wa alaa aalihi wa shohbihi wa sallam...

TANYA JAWAB DAN DISKUSI

1. Ustadz, sudah boleh bertanya kah? Apakah ada amalan lain untuk mempermudah datangnya jodoh?
Jawab
Wallahu a'lam, tidak ada amalan khusus untuk mempermudah dapat jodoh doa dan ikhtiar saja sebanyak-banyaknya.

2. Usatd kalo puasa niat buat langsing boleh ndak?
Jawab
Puasa sekaligus niat untuk langsing, lebih hati-hati ditinggalkan nanti ga langsing-langsing puasnya berhenti....:)

3. Ustad jika  seseorang muslim tidak menikah, bolehkah?
Jawab
Tidak menikah apa sebabnya kedudukannya sangat terkait sebabnya kalau normal, minimal dia dianggap meninggalkan sunah nabi

>Kalau emang belum ada tanda-tanda jodohna piye tadz? ada temen udah 40 th belum menikah.kasihan.
Jawab
Kalo belom ada tanda-tanda jodoh terus berikhtiar, berdoa, dan sabar. Mohon kebaikan dari Allah selalu.

4. Ustadz. Kalo menikah dengan mahar hafalan qur'an boleh tidak? Dengan alasan financial misal.
Jawab
Mahar jika bentuknya membaca Alquran itu kurang tepat, meski ada ulama yang membolehkan. Yang ada haditsnya adalah mengajarkan Alquran. Intinya, mahar adalah sesuatu yang ada nilainya secara finansial tidak terlalu berlebih-lebihan, namun jangan terlalu murah, kecuali jika memang tidak mampu.

5. Nyambung pertanyaan bund lia, kalo dia sakit tadz yang kalo menikah malah menyakiti pasangannya. Gimana?
Jawab
Tidak menikah karena sakit khawatir menyakiti pasangannya boleh jadi merupakan alasan yang diterima. Konsultasikan kepada ahlinya dahulu

>Jika seorang dokter yang bilang ke pasiennya, gimana?
Jawab
Kalau dokter terpecaya yang bilang seperti itu, boleh dijadikan pedoman tapi juga harus ada usaha terapi penyembuhan..

6. Dikarnakan takut  tidak bisa memberi  nafkah ustad, karena harus menanggung keluarga menjadi tulang pungung keluarga
Jawab
Kalau takut tak dapat memberi nafkah, itu relatif dan subyektif sulit dihukumi

7. Kalo seorang laki-laki lebih memilih keluarganya untuk meninggalkan pasangan hanya karena beda latarbelakang keluarga, itu hukumnya gimana stadz?
Jawab
Beda latar belakang keluarga, bukan alasan yang benar untuk tinggalkan pasangan kecuali ada sebab-sebab lain yang prinsip

8. Kalo puasa tersebut diniatkan untuk mendatangkan jodoh bolehkah?
Jawab
Sama dengan melangsingkan tadi, kurang lebih niat ibadah saja seperti biasa berikutnya berdoa yang banyak, boleh bertawassul dengan amal-amal kita seperti puasa tadi.

9. Apa benar kalo dia sudah ikhtiar tapi jodoh tak kunjung tiba sampai dia meningga, jodohnya di akhirat nanti?
Jawab
Mba laksmi......insya Allah

10. Pak ustadz gimana kalo seandainya  masih dalam sekolah bagi wanitanya sementara sang pria sudah memenuhi syarat tadi?
Jawab
Masih sekolah bukan larangan untuk menikah selagi semua syarat-syarat terpenuhi

11. Tawassul itu seperti apa stadz bisa mohon djelaskan?
Jawab
Tawasul misalnya kita berdoa, “Ya...Allah, saya telah berpuasa sunah hari ini, maka dengan puasa ini saya mohon jodoh yang saleh”

12. Ustad kalo minta di jodohin boleh ndak? Terus pas dah nikah jodohnya ndak sesuai, boleh ndak marahin yang jodohinya
Jawab
Kalau minta dicariin jodoh, mbok ya diteliti dulu baik-baik kecocokannya kalau sudah jadi lalu memang tidak cocok ya dicocok-cocokin dulu

13. Pak ustadz seorang perempuan umur sudah tidak muda lagi, hidup mapan, berkecukupan malah, segala usaha telah dilakukan, ikhtiar, puasa dan ibadah lainya agar dia bisa mendapatkan jodoh tapi sampai sekarang belum mendapatkan jodoh sampai dia putus asa itu gimana pak ustadz?
Jawab
Jangan putus asa minta terus yang terbaik kepada Allah jangan juga fokus isi kehidupan dengan masalh ini, isi dengan berbagai agenda lain yang bermanfaat, perbaiki terus sikap kita, baik lahir maupun batin....

14. Ustadz bagaimana hukum islam tentang nazar?
Jawab
Soal nazar bisa baca tulisan saya ini...... http://chirpstory.com/li/222394

15. Pak Ustadz Mau tanya.. Apa ada hadist tentang larangan seorang istri mengambil uang di saku celana suami (dengan sepengetahuan suami/suami yang menyuruh)?
Jawab
Kalau suami yang menyuruh tidak ada larangan, wallahu a'lam kalau ada hadits larangannya.

16. Ustad mau tanya jika ada seorang suami yang menyuruh istrinya untuk bekerja dan si suami menikmati hasil dari kerja keras istri apa itu hukumnya tad?
Jawab
Kalau suami tidak tahu, tidak boleh, kecuali suami tidak memenuhi nafkahnya itupun secukupnya. Suami menyuruh istri kerja keras dan dia menikmati hasilnya...T E R L A L U

17. Sampai umur 30an tapi belum menikah juga bagaimana ustadz? Sedangkan syahwat tetap ada
Jawab
Ya nikahlah ryan. Hukum menikah tidak terkait umur tapi terkait dengan kemampuan dan akibat-akibatnya. Kalau ga nikah apa akibatnya? jadi maksiat ? Wajib kalau begitu....

18. Ustad kalo orang yang telah berjanji lalu ingkar boleh ndak kita sebel bos saya janji kalo pulang umroh saya dibeliin gelang tapi pas sampai jakarta saya malah dikasihnya cincin saya nerimanya sedikit kesal tadz karena saya ndk suka cincin meskipun saya pakai juga dosa ndak saya tadz?
Jawab
Sudah dikasih cincin terimakasih saja, urusan janjinya itu urusan dia mungkin ada alasan lain kamu lebih cocok pake cincin kali

19. Kalau misal jodoh tak kunjung datang, adakah masalah dalam diri kita ustadz?
Jawab
Ryan, Boleh jadi.... boleh jadi juga memang ujian dari Allah

20. Kalau orang tua bilang "jangan nikah dulu sampai adik mu lulus sekolah, dan kamu memiliki kerjaan tetap, karena kamu bagaimana pun anak laki-laki yang pertama jadi harus tanggung jawab sama adik-adik perempuan mu" nah kalau misal, si ikhwan tiba-tiba nikah, sedangkan amanah ibunda tidak di jalankan dahulu, dosakah aku terhadap ibuku?
Jawab
Secara prinsip tidak berdosa tapi secara moral, hendaknya dia perhatikan nasehat ibunya meski harus ada batas dan target

>Batas yang dimaksud seperti apa ustadz?
Jawab
Misalnya, jangan sampai karena pesan ibu tersebut dan sibuk ngurus adik-adiknya, dia tidak menikah hingga tua.

>Berarti penuhi dahulu nasihat bunda ya ustadz? Baru stlah itu, do it
Jawab
Sebatas dan sewajarnya..

21. Pak ustadz mau tanya, gimana caranya mempertahankan perkawinan?
Jawab
Ini sama aja mau tahu caranya merawat mobil, tapi mobilnya belum ada.
Step by step aja yaaa. Cari jodohnya aja dulu

>Pak ustadz, suaminya sudah ada. Cara mempertahannya gimana?
Jawab
Menikah itu kan bukan memperbanyak PERSAMAAN. Tetapi bagaimana menyikapi PERBEDAAN dari kedua belah pihak dan bersama sama mencapai Ridhonya اللّهُ Ta'ala. Dan ada hal hal yang Bunda Dany harus lakukan bersama pasangannya :
1. Berkompromi
2. BerSabar
3. Terbuka dan Toleransi
4. Saling menghormati
5. Dllnya

Jangan melihat pada sosok "suaminya" dahulu jika sudah ada sesuatu, tapi semata mata menjalankan oerintah اللّهُ Ta'ala dalam mencari Ridho dan Rahmat Nya.

22. Apa boleh pak berandai-andai calon pasangan?
Jawab
Kalo calon saja belum ada. Memangnya dengan berandai andai akan mempercepat datangnya jodohkah?

>Ya tidak pak, maksudnya membayangkan gambaran jodoh dan rumah tangga yang di ridhoi Allah begitu apa tidak boleh pak?
Jawab
Biasanya seluruh kelalaian meremehkan kebaikan dan kecenderungan kepada keburukan adalah panjang angan angan. Jadi panjang angan angan ini melalaikan manusia pada intinya.

Pemandangan yang paling saya suka dan sungguh menyejukkan adalah ketika menyaksikan dua sahabat bertemu dan saling bertukar sapa, "Assalamualaikum, wis suwe gak ketemu, yok opo kabarmu, cuk? Raimu sik pancet elek ae hahaha..." Saya membayangkan ketika itu dosa-dosa mereka menguap, rahmat Tuhan jatuh seperti hujan di tengah kerontang musim kemarau. Salam sahabat!....dan kadang saya....

Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment