Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

PRIORITAS KEBUTUHAN DUNIAWI

Kajian Online WA  Hamba الله SWT

Selasa, 3 Februari 2015
Narasumber : Ustadzah Pipit
Rekapan Grup Nanda M104 (Ria)
Tema : Syakhsiatul Islamiyah
Editor : Rini Ismayanti


PRIORITAS KEBUTUHAN DUNIAWI

Assalamu'alaikum.wr.wb
Ba'da tahmid wa shalawatu Rasulillah, semoga kita semua tergolong hamba-hambaNya yang istiqomah dan layak mendapat Jannah
Kaifa haalukuna Nanda-nanda Smart-Sehat-Sholihat? Kita berlanjut mengkaji Manajemen Keuangan Keluarga (part 6) dengan fokus pada:
Memang ini bukanlah keharusan sebagaimana urusan ibadah yang mengikat tiap muslim, tapi jika ingin punya syakhsiyah islamiyah yang baik, strategi-strategi yang direkomend oleh pakar Ekonomi Syariah ini tidak ada ruginya untuk diterapkan.

PERLU TINGKATKAN PENGHASILAN.
Rasulullah dan para Ummahatul mukminin adalah pengusaha (berkemampuan berusaha untuk hasilkan harta). Alangkah baiknya muslim yang kaya, karena dengan kekayaan Halal wa Barokah nya akan menguatkan kedudukannya di mata manusia dan memudahkn dakwahnya diterima masyarakat. Milikilah pekerjaan/investasi halal sebagai tambahan.

BAYAR PAJAK
Perintahnya amat jelas di QS.AnNisaa:59 "Hai orang2 yang beriman, ta'atilah Allaah dan RasulNya dan Ulil Amri (pemimpin pemerintahan) di antara kamu. Kemudian jika kamu brlainan pndapat ttg sesuatu maka kembalikanlah ia pada Qur'an dan Sunnah jika kamu benar2 beriman pada Allaah dan hari kemudian..."
Pajak adalah kewajiban kita dalam rangka taat pada UlilAmri dan Zakat adalah bentuk ketaatan pada Allaah. Penggunaan pajak sangat penting untuk mengelola negara&mensejahterakan masyarakat agar tidak tercerai berai. Bahkan Khalifah selembut Abu Bakar asy shiddiq pun memerangi orang-orang yang menolak bayar pajak apalagi zakat.

MENABUNG untuk DARURAT dan PERSIAPAN MASA DEPAN
Perintahnya jelas kan dalam kisah Nabi Yusuf as yang terkenal itu, menabung sangat dianjurkan. Nominalnya tidak harus banyak, yang penting adalah keistiqomahannya. Kalau bisa ubahlah paradigma "Menabung sedikit di awal, jangan menunggu ada sisa"

BATASI KEBUTUHAN RUMAH TANGGA
Pertama dan paling utama, sadarilah untuk bergaya hidup Zuhud (sederhana). Rasulullah dan para sahabat yang kaya raya bisa saja bergaya hidup mewah tapi mereka takut hatinya dipenuhi cinta dunia. Kita yang diberi kelebihan harta pun bisa meniru mereka, biasakan merasa CUKUP dengan yang tidak membahayakan kita. Beli pakaian brdasarkn kebutuhan bukan model, gaya apalagi merk. Saya trmasuk yang merasa rugi jika beli sesuatu lebih tinggi dari harga kepuasan minimal pasar, karena kita akan tergolong konsumen Irrasional (Bodoh). Jika orang-orang umumnya nyaman dan tetap cantik dengan gamis seharga 135rb, alangkah malangnya kita yang baru nyaman setelah pakai jilbab 250 rb. Maka mulai sekarang perhatikan LIFESTYLE (gaya hidup) kita.

HATI-HATI atau USAHAKAN HINDARI PENGGUNAAN KARTU KREDIT
Bahkan untuk yang menawarkn fasilitas rendah bunga atau kalaupun suami brsedia menanggung semua tagihan apalagi yang memang sulit mengontrol keinginan belanja. Pakar-pakar ekonomi konvensional pun menyarankan untuk sangat hati-hati dalam penggunaan kartu kredit? Masih ingat kasus Melinda Dee kan?

ASURANSI JIWA/KEMATIAN
Perintahnya di QS.An-Nisaa : 9 agar kita jangan sampai meninggalkan generasi yang lemah dan kita khawatirkan kesejahteraannya. Jadi saat terima gaji dari suami cobalah membagi-bagi ke dalam pos-pos ini. Kalau sudah habis uangnya kan kita tidak tergoda untuk belanja lagi, hihihi.

SIAPKAN DANA PERNIKAHAN & KELAHIRAN
Agak ngacak saya menempatkannya, tapi memang pernikahan & melahiran adalah bagian dari tahap perkembangan fisik dan psikologi terpenting bagi manusia (apalagi muslim sperti kita), jika kita lalai mpersiapkannya bisa-bisa kita benar-benar dibuat melupakannya dan pada akhirnya benar-benar menyesalinya. Biaya pernikahan  terutama harus disiapkan oleh ortu mempelai wanita dan sang jejaka yang akan menikah (tergantung norma yang berlaku di masyarakatnya)

PERENCANAAN PENDIDIKAN SI BUAH HATI
Salah satu prioritas utama setelah kebutuhan pokok Sandang - Pangan - Papan adalah masalah Education(pendidikan).
Saran saya untuk keluarga baru mulailah menabung untuk biaya pndidikan tepat setelah anak lahir. Jumlahnya tidak harus besar/membebani pos APBK (APBKeluarga) tapi yang penting rutin. Karena pendidikan anak adalah investasi jangka panjaaaaang yang kadang kita abaikan padahal saat tiba waktunya kita bisa kelabakan untuk menyediakan dana yang relatif besar.
Ingatlah Bunda biaya pendidikan dasar (SD-SMU untuk songsong MEA 2015) cenderung semakin meningkat. Ilustrasinya jika saat ini biaya masuk SD swasta islam kelas menengah sekitar 9-10 juta, asumsi inflasi 7% setahun, bisa dihitung 6 tahun lagi saat anak kita masuk sekolah sudah mencapai 16 jutaan, Bagaimana dengan SMP dan SMUnya?
Nah, saran berikutnya adalah Membangun Budaya Membaca pada anak. Para pakar psikologi pndidikan Islam menyimpulkan bahwa IQRA' CULTURE (Budaya Cinta Baca) berkorelasi positif dengan kematangan psikologi, kedewasaan anak dan tentu saja kecerdasannya. Jangan lupa bahwa tiap muslim harus cerdas dan berwawasan luas (Syaksiyah Islamiyah point Mutdaqaful Fikr). Dan anak-anak yang cerdas mampu membaca fenomena sekelilingnya adalah efisiensi dalam investasi pendidikan. Maka selain menabung uang, orangtua wajib menabung cinta baca-kecintaan anak pada ilmu agar investasi pendidikannya tidak sia-sia.

TALI KASIH UNTUK ORANG TUA
Pernahkah nanda mghitung berapa biaya yang telah dikeluarkan orangtua untuk membesarkan kita saat kita belum berpenghasilan?
Meskipun orangtua mengatakan bahwa mereka ikhlas hanya mengharap ridho Allah, namun ada kewajiban yang melekat pada kita untuk memperhatikan bahkan gantian memenuhi nafkah mereka baik saat mereka masih brpenghasilan apalagi tidak berpenghasilan. Bukan hanya pada nominal balas jasanya tapi terutama islam juga menekankan pada balas kasihsayangnya.
Mampu atau tidak secara finansial (karena sifatnya relatif) sebaiknya kita tetap memberikan dukungan keuangan dalam jumlah yang sesuai kondisi kita sebagai bentuk perhatian.
Bahkan jika kita mampu maka memberikan nafkah secara rutin demi mendapat ridho' mereka adalah sangat utama. Aspek-aspek yang diprioritaskan terutama adalah kebutuhan makanan dan tempat tinggal yang aman serta kebutuhan-kebutuhan untuk mereka beribadah agar bisa menggapai khusnul khatimah.

MEMBIAYAI RUMAH IDAMAN
Di negara kita (Indonesia) keinginan untuk miliki rumah sangat besar peluangnya karena lahan masih luas tersdia. Tinggal kita pandai-pandai mengatur sumber pendanaannya. Saat baru menikah adalah saat yang tepat untuk memulai tabungan perumahan, karena belum terbebani dengan kewajiban anak dll, lawanlah godaan Pacaran Boros Setelah Nikah karena pacaran romantis tidak harus selalu menguras kocek. Hati-hati juga untuk memilih kontrakan yang terlalu nyaman sehingga enggan bersusah payah menabung karena kontrakan yang berkepanjangan adalah bentuk investasi sia-sia. Jangan lupa berdoa agar diberi kemudahan untuk segera miliki baiti jannati. Saya pernah dengar mufrodat arab bahwa rumah yang memiliki ruang pandang lapang juga memberi efek kelapangan jiwa bagi penghuninya.

BIJAK DENGAN KENDARAAN
Saat ini kendaraan selain sebagai kebutuhan bisa jadi juga merupakan simbol prestise dalam masyarakat. Namun orang-orang kadang kurang memperhatikan efeknya bagi kehidupan. Alih-alih memberi kemudahan, justru berkendaraan secara tidak bijak jadi menimbulkan eksternalitas (polusi udara, kemacetan, tingginya tingkat kecelakaan hingga stresssss akibat kemacetan dan cicilan kredit mobil yang juga macet).
Sebelum memutuskan untuk membeli atau bahkan mengganti kendaraan pribadi kita, pikirlah masak-masak. Jangan sampai demi kemudahaan sesaat (karena sekarang bawa mobil di Jakarta cukup menyiksa) apalagi demi imej di masyarakat, kita melalaikan pos2 kebutuhan yang lebih utama pada nomor-nomor di atas.

HATI-HATI DENGAN REKREASI
Bagi masyarakat prkotaan terutama yang pasangan suami istri bekerja, rekreasi seolah-olah jadi 'penebus dosa' kurangnya waktu brsama anak-anak. Sehingga seolah-olah jadi kebutuhan untuk tiap akhir pekan melancong atau wisata kuliner kemana-mana yang biasanya tidak jauh-jauh dari MALL .
Akhirnya rekreasi yang tujuan awalnya untuk refreshing mencari suasana baru, melemaskan otot yang tegang karena bekerja dan mendekatkan ikatan keluarga malah jadi menambah stres akibat kocek terkuras, lelah di perjalanan dan anak-anak ngambek karena tdak dipenuhi hasrat konsumsinya (rekreasi yang tidak bijak melahirkan gaya hidup konsumtif lho).
Maka dari itu kita perlu memperbaiki pola rekreasi agar tidak hilang arah. Aturlah jadwal, tempat dan agenda secara tepat agar rekreasinya bisa berbobot, menguatkan ikatan cinta dalam keluarga dan membentuk karakter tangguh dalam jiwa anak-anak.

PERSIAPAN PENSIUN - BAHAGIA DI HARI TUA
Umur manusia senantiasa meningkat, kian hari menuju tidak produktif, sebagai karyawan karena akan memasuki masa pensiun meski masih mampu bekerja, kecuali jika menjadi pemilik usaha. Dalam kondisi seperti inilah banyak orang mengalami 'Post power syndrome' ketika memasuki usia pensiun karena tidak persiapkan diri jauh-jauh hari...
Nah, untuk hadapi usia senja itu kita perlu prsiapkan kematangan finansial (dengan asuransi hari tua/tabungan pensiun) dan kematangan psikologi (dengan melakukan aktivitas yang membangun jiwa)

Sekian materi tentang Prioritas Kebutuhan Duniawi. Insya4WI pekan depan adalah pertemuan terakhir kita untuk membahas Prioritas Kebutuhan Ukhrawi.
Jika ada yang hendak didiskusikan tafadhal, dipersilakan.
Wallahu alam bishawab

TANYA JAWAB

Q : Berarti asuransi boleh yaa.. Sempet denger dari temen katanya asuransi termasuk mndahului taqdir Allah.. ga perlu dipersiapin kedepannya mau ada kecelakaan atau musibah karna ketentuan Allah kata temenku
A : Hehe..., Asuransi boleh koq. Dalilnya di Qur'an kisah Nabi Yusuf as saat mentakwil mimpi Raja dan menasehati untuk berjaga-jaga atas bencana paceklik di masa depan. Ada di Qur'an surat Yusuf.

Q : Bunda... gimana cara mengatur pengeluaran rumah tangga yang baik.. kadangkan perempuan klo lihat yang bgus pas lagi belanja tuh ga bisa nahan diri
A : Hihihi... Sama dong kita. Makanya kalo lagi 'insaf' di awal bulan pas gajian pasti saya n suami bikin planning alokasi keuangan. Mau bayar cicilan-cicilan, arisan-arisan, kasih ortu, beliin kebutuhan anak, transportasi n komunikasi. Klo ada sisa bikin planning bulan ini mau ada pencapaian apa, misal: nabung umroh/qurban, beli peralatan dapur, ngecat rumah, mau jalan-jalan kemana dll. Klo ga dibagi-bagi alokasinya pasti bakal ada uang nganggur yang melambai-lambai menggoda minta dibelanjain gamis-jilbab-tas-sepatu or aksesoris lainnya.

Q : Bun diatas kan yang harus mempersiapkan biaya pernikahan itu ortunya akhwat sama ikhwannya, trus akhwatnya ikut mempersiapkan juga apa nda ?
A : Tergantung pada Urf (latar budaya/kearifan lokal setempat) asal tidak langgar syariat. Misal: tdak memberatkan pihak ikhwan/akhwat "Fayassir walaa tu'atsir-Permudahlah jangan dipersulit", tidak berlebih-lebihan. "Alhaakumuttakaatsuur...". Pihak akhwat maupun ikhwan alangkah baiknya jika membantu orangtua dalam pendanaan, karena kewajiban nafkah ortu akhwat sebatas menghalalkan nikah bagi putrinya (akad), sisanya adalah tanda syukur pada Allah untuk penyelenggaraan walimatul ursy. Maka sejak jauh-jauh hari perlu juga dilakukan nashrul fikrah atau sharing pemikiran agar ortu tidak takut menikahkan putrinya karena faktor keuangan. Wallahu alam.

Q : Umi tanya.. Poin 9, kalau kedua orang tua masih bekerja dengan penghasilan lebih dari cukup, apa kita masih perlu menyisihkan gaji kita untuk orang tua?? Atau diganti dengan barang?
A : Setahu saya kaidahnya adalah memelihara (termasuk menafkahi) mereka di masa tuanya. Jadi yang paling urgen memang saat ortu sdah tidak mampu bekerja kita memenuhi nafkah hariannya, jika masih sanggup maka shadaqah pada ortu adalah sangat utama bernilai pahala shadaqah dan silaturahim. Jika ortu masih bekerja, saya pribadi prefer untuk berikan fasilitas ibadah/fasilitas untuk ortu bershadaqah kumpulkan pahala. Misal: tabungkan haji/umrah, belikan hewan qurban, alat ibadah dll. wallahu alam

Q : Bun mau tanya satu lagi  apakah boleh ortu memaksa putrinya bekerja dan memberikan sebagian gajinya u/ ortu ? Sebab kata temenku katanya orang tua tua itu ga boleh maksa putrinya buat kerja gtu, kewajiban org tua sampai menikahkan putrinya
Jawab :

Q : Umy bab 10 ada kata-kata  rumah yang memiliki ruang pandang lapang juga memberi efek kelapangan jiwa bagi penghuninya. Bisa dijelaskan artinya umy pipit?
A : Dulu saya dengar mufrodat (atau malah hadits ya?) dari Murabbiyah saya semasa kami kuliah.
Sabda Rasulullah :
"Termasuk kebahagiaan seseorang musim di dunia : Tetangga yang baik, rumah yang lapang dan kendaraan yang nyaman " (HR Ahmad).
Dengan rumah yang luas, hati kita menjadi lebih lapang. Akan banyak muncul inspirasi untuk lebih membahagiakan keluarga dan berbuat untuk umat. Anak-anak bisa leluasa bermain atau belajar tanpa saling mengganggu. Berbeda dengan rumah yang sempit, dengan penghuni yang berdesak-desakan, akan lebih banyak membuat hati menjadi sempit. Belum lagi jika ada sanak atau kerabat bertandang, maka amalan untuk memuliakan tamu menjadi tidak bisa dioptimalkan. Kalaupun bisa, maka biasanya akan kurang menjaga adab pergaulan dan pandangan seorang muslim. Selain itu, rumah yang lapang akan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan publik yang bermanfaat. Dari mulai taman baca, tempat pengajian, posyandu, atau rapat-rapat rutin yang menambah ukhuwah dan kedekatan antar warga. Bukankah seorang muslim terbaik adalah yang paling luas kemanfaataannya. Maka semestinya semakin luasnya rumah dan ditambah lapangnya hati, semakin menambah keberkahan dan kemanfaatannya.

Q : Umy curhat bila suami kita kerja malam terus siangnya usaha bagaimana apakah sbgai seorang istri mendukung aktivitasnya/menyarankan suami pindah kerja agar tidak kerja sip malam ...
A : Klo merujuk QS.Asy-Syams "Wannahaari idza jallaha... wallaili idza yaghsyaha..." Idealnya memang seorang muslim jemput rizki di siang hari, jemput surga dengan ibadah di malam hari. Jika memungkinkan ya coba diskusikan dengan suami untuk optimalkan waktu kerja di siang hari aja. Malamnya bisa untuk ibadah, interaksi dengan anak, pengabdian masyarakat n merajut cinta dengan belahan jiwa, eeeaaaah! Kan cinta mah kaya bibit pohon, kudu dirawat biar tumbuh sehat indah dan bermanfaat untuk umat. Ini niy yang sering ada salah kaprah di masyarakat, Ayah itu pembangun generasi sebagaimana para Nabi. Bukan mesin ATM yang cuma untuk ambil uang. Jadi ada batasnya juga dalam menjemput rizki.

Q : Satu lagi bila suami sudah memiliki kendaraan sendiri namun si istri minta kendaraan lagi dengan alsn buat sarana trnsportasi pergi belanja, main ke rumah mertua/nganterin anak sekolah, bolehkah umy? Sedangkan suami tidak setuju ...dengan pendapat istrinya. Apa yang harus dilakukan umy ....ngerayu suami/nurtin perintahnya?
A : Kebijakan berkendaraan tergantung urgensi (kepentingan) dan kondisi (keuangan) ya. Kalau memang Istri perlu  sekali kendaraan misal untuk kerja ya silakan, tapi klo hanya untuk sesekali saya koq lebih menyarankan pergi brsama suami atau muhrim yang lain. Biasanya suami punya prtimbangan yang insyaAllah berdasarkan kondisi istrinya. Wallahu alam

Q : Misal klu beli perabot rumah idaman pke uang suami/ istri umy
A : Beli perabot untuk rumah idaman sebelum nikah mah ga usah banyak-banyak. Idealnya pakai uang suami sebagai bentuk nafkah, atau klo dana kurang ya boleh pakai uang istri. Usahakan selalu ada diskusi dengan suami meskipun istri sudah diamanahi untuk kelola uang keluarga. Biasanya jika diskusi keuangan keluarga kurang baik, ada saja syak wasangka dari suami yang lama-lama bisa menjadi penyakit yang gerogoti pohon cinta kita. Saya kadang punya logika sederhana,
Fitnah wanita adalah harta-fitnah pria adalah wanita. Jika kita sebagai wanita mampu berhati-hati pada godaan harta, mudah-mudahan Allah jaga suami kita dari godaan wanita. Wallahualam

Q : Bunda mau tanya seandainya kita mau nikah. tapi kita belum punya bnyak modal untuk menikah ..  Apakah kita bisa menikah bund .. Afwan mngkin prtnyaannya membingungkan ..
A : Yang belum banyak persiapan apanya? Kata Ust.Anis Matta di buku "Biar Kuncupnya Mekar Jadi Bunga" persiapannya cukup 4. Apa saja hayoooo Nanda-nanda yang lain masih ingat tak?
1. Persiapan Ilmu
2. Persiapan Kejiwaan
3. Persiapan Fisik
4. Persiapan Keuangan

Q : Bunda seandainya belum cukup ilmu sama keuangan tidak bleh ya bund untuk menikah .. dan si ikhwannya ingin cepet menikah ??? Hihihi si ikhwannya ingin segera melamar mbak .. Tapi saya nya masih bingung belum cukup ilmu n finansial
A : Ga saklek juga Nanda. Kemampuan n kecepatan belajar tiap orang beda-beda lho, ada yang cepat ada yang alon-alon asal kelakon. Jika sudah datang lelaki shalih yang tidak diragukan agamanya dan kita pun yakin untuk menikah, silakan diproses saja. Sambil jalan kita intensifkan ilmu dan kesiapan finansial. Klo mau ngobrol boleh japri saya ya
Nanda sayang, sekarang usia berapa? InsyaAllah masih ada kesempatan untuk kejar persiapan Ilmu n Keuangan  Semangat ya! 
Q : 20 tahun bun
A : Alhamdulillah sudah cukup umur untuk menikah. Ayo Nanda semangat ya kejar persiapan ilmu n keuangannya

Q : Saya cuma punya mama bun... Sekarang lagi jauh sama mama karenaa kerja.Terus nanti klo misalkan udah nikah dibawa sama suami, bakal jauh lagi
A : Nanda sayang...jangan bersedih. Carilah suami yang bersedia jadi calon penghuni surga karena membahagiakan masa senja orang tua. Yang mau tinggal bersama Nanda dan mamah ikut serta juga.
Istri tunduk pada suami dalam hal2 yang tidak bertentangan dengan syariat Islam, klo bertentangan ya jangan tunduk "Laa tha'atan fii makhluq fii ma'shiyatillah - Tak ada ketaatan pada makhluk dalam bermaksiat pada Allah.
Sama dengan kewajiban tunduk pada ortu harus yang sesuai dengan syariat .
Untuk kasus suami istri di atas perlu dikomunikasikan pake ilmu syariat. Masing2 pihak jangan sampai langgar syariat.
Istri tidak wajib menafkahi orangtua tapi anak-anak sampai kapanpun berdosa jika menelantarkan orangtua. Istri wajib taat pada suami hanya untuk lakukan hal-hal yang tidak brtentangan dengan syariat.
Suami berhak atas ketundukan istri tapi wajib menafkahi istri lahir dan bathin. Suami wajib menjadi teladan dunia akhirat dan sebagai anak dia brdosa jika telantarkan orangtua.
Ortu/mertua sama saja statusnya sebagai orangtua dari pasangan suami istri. Mereka berhak atas nafkah dan bakti dari anak-anaknya (birrul walidain) tapi buruk sekali jika sampai membebani kehidupan anak. jika hidup sebatangkara tentu banyak mudharatnya. Tidak ada salahnya tinggal bersama anak-anak...
Berarti sudah sampai disini dulu ya kajian kita. InsyaALLAAH lain waktu disambung lagi. Semoga majelis ini dirahmati...

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ