Home » , » SADAQAH - SYAKHSYATUL ISLAMIYAH

SADAQAH - SYAKHSYATUL ISLAMIYAH

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, January 27, 2015


Kajian WA Hamba  الله SWT

Selasa, 27 Jan 2015
Pemateri: Ummi Pipit
Tema: Sadaqah
Editor : Wanda Vexia
Grup Nanda M104 & Ummi M7

Assalamu'alaikum wr.. wb..
Kaifa haalukuna Ikhwati fillah shalihah wa jamilah ??
Ba'da tahmid washalawat, semoga kita senantiasa dalam balutan iman dan kekuatan Istiqomah fii sabilillah..
PRIORITAS PEMBERIAN SHADAQAH
1. Kerabat Dekat
"Sedekahmu kepada sesama muslim adalah bernilai sedekah, sementara kepada kerabat bernilai sedekah dan ikatan tali persaudaraan". (HR. At-Tarmidzi)

2 Fakir Miskin yang berJihad di jalan Allah
"Berinfaklah kepada orang-orang fakir yang terikat oleh jihad dijalan Allah; mereka tidak dapat berusaha dibumi. Orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara memaksa. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (dijalan Allah), sesungguhnya Allah maha mengetahui. Orang-orang yang menafkahkan hartanya dimalam dan disiang hari secara tesembunyi dan terang-terangan, mereka mendapat pahala disisi tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati". (QS.AlBaqarah:273)

3. Orang mukmin yang shaleh
Dari Abu Sa'id Al-Khudri ra,Nabi SAW bersabda,
"Perumpamaan mukmin dan iman, seperti kuda pada tiang pengikatnya. Dia berkelana kemudian akan kembali ke tiang ikatannya. Dan sesungguhnya, seorang mukmin kadang lupa kemudian dia akan kembali kepada keimanan. Maka, berikanlah makanan kamu kepada orang bertakwa dan orang-orang mukmin yang baik (saleh)". (HR. Ahmad)


4. Dahulukan Gharim (Orang yang terlilit Utang)
"Abu Sa'id Al-Khudri berkata, seseorang tertimpa musibah pada zaman Rasul lalu dia menjual kebunnya. Namun, utangnya masih banyak. Rasul berkata,'kalian berilah dia sedekah'. Maka, orang-orang bersedekah dan itupun belum cukup untuk membayar utang-utangnya. Rasul berkata kepada pemiutangnya, 'ambillah apa yang kalian dapatkan dan itulah bayaran kalian (HR. Muslim)

5. Shadaqah pada Non Muslim
"Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk memberi taufik siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan dijalan Allah maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan)" (QS. Al-Baqarah:272)

KEUTAMAAN SHADAQAH
Suatu saat seseorang sedang berjalan di sebuah padang yang luas tak berair, tiba-tiba dia mendengar suara dari awan (mendung), “Siramilah kebun si fulan!” Maka, awan itu menepi (menuju tempat yang ditunjukkan),lalu mengguyurkan air di tanah bebatuan hitam. Ternyata ada saluran air dari saluran-saluran itu yang telah penuh dengan air. Maka, ia menelusuri air itu.

Ternyata ada seorang pria yang berada di kebunnya sedang mengarahkan air dengan cangkulnya. Kemudian dia bertanya, “Wahai hamba Allah, siapakah nama anda?” Dia menjawab, “Fulan”.

Sebuah nama yang didengar dari awan tadi. Kemudian orang itu balik bertanya, “Mengapa anda menenyakan namaku?” Dia menjawab, “Saya mendengar suara dari awan yang ini adalah airnya, mengatakan “Siramilah kebun si fulan!” Yaitu nama anda. "Maka, apakah yang telah anda kerjakan dalam kebun ini?” Dia menjawab, "Karena anda telah mengatakan hal ini, maka akan saya ceritakan bahwa saya memperhitungkan (membagi) apa yang dihasilkan oleh kebun ini; 1/3 saya sedekahkan; 1/3 saya makan bersama keluarga; 1/3 saya kembalikan lagi ke kebun (ditanam). (HR. Muslim, dari Abu Hurairah).

Hadits di atas adalah contoh kisah nyata dari salah satu keutamaan bersedekah, yaitu Allah SWT tidak akan kurangi rezeki yang kita
sedekahkan, dan bahkan Allah SWT akan mngganti dan melipatgandakannya.

1) SHADAQAH TIDAK MENGURANGI RIZKI
“Katakanlah: Sngguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba2-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezki yang sebaik2nya.” (Q.S. Saba 34:39)
“Ada tiga perkara yang saya bersumpah atasnya dan saya beritahukan kepadamu semua akan suatu Hadits, maka peliharalah itu: Tidaklah harta seorang itu akan berkurang sebab disedekahkan, tidaklah seseorang hamba dianiaya dengan suatu penganiayaan dan ia bersabar dalam menderitanya, melainkan Allah menambahkan kemuliaan padanya, juga tidaklah seseorang hamba itu membuka pintu permintaan, melainkan Allahmembuka untuknya pintu kemiskinan.” (HR Tirmidzi, dari Abu Kabsyah, yaitu Umar bin Sa’ad al-Anmari ra)

2) SHADAQAH MEMBUKA PINTU RIZKI
Rasulullah SAW bersabda:
“Turunkanlah(datangkan lah) rezekimu(dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah.” (HR. Al-Baihaqi)

Dalam salah satu hadits Qudsi, Allah Tabaraka wataala berfirman:
“Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (H.R. Muslim)

Dalam hadits lain yang dinarasikan oleh Abu Hurairah r.a., Nabi SAW bersabda:
“Tidak ada hari yang disambut oleh para hamba melainkan di sana ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata: “Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang-orang yang berinfaq.” Sedangkan (malaikat) yang lainnya berkata: “Ya Allah berikanlah kehancuran kepada orang-orang yg menahan (hartanya).” (H.R. Bukhari – Muslim)

Ada satu kisah pada zaman Nabi SAW saat seseorang yang banyak hutang berdiam di masjid di saat orang2 bekerja. Ketika ditanya oleh Nabi SAW, orang tersebut menjawab bahwa ia sedang banyak hutang. Yang menarik adalah Nabi SAW mengajarkan beliau sebuah doa, yang tidak menyebut sama sekali “Bukakanlah pintu rezeki” atau “Perbanyaklah rezeki saya sehingga bisa membayar hutang.” Tetapi doa yang diajarkan oleh Nabi SAW adalah minta berlindung dri rasa malas dan bakhil.

Doa tersebut adalah:
“Ya Allah! Aku berlindung padaMu dari gundah dan sedih, dari lemah dan malas, dari sifat pengecut dan bakhil, dari kesempitan hutang dan penindasan orang.”

3. SHADAQAH MELIPAT GANDAKAN RIZKI
Rasulullah SAW bsabda:“Barangsiapa brsedekah dengan sesuatu senilai satu buah kurma yang diperolehnya dari hasil kerja yang baik, bukan haram dan Allah itu tidak akan menerima kecuali yang baik. Maka, sesungguhnya Allah akan menerima sedekah orang itu dengan tangan kanannya, sebagai kiasan kekuasaanNya, kmudian mengembangkan pahala sedekah tersebut untuk orang yang melakukannya, sebagaimana seseorang dari engkau semua memperkembangkan anak kudanya sehingga menjadi seperti gunung, yakni memenuhi lembah gunung karena banyaknya.” (Muttafaq ‘alaih, dari Abu Hurairah r.a.)

Janji Allah SWT dalam Al-Qur’an akan melipat-gandakan sedekah
kita menjadi 700x lipat:
“Perumpamaan (nafkah yg dikeluarkan oleh) orang2 yg menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah 2:261)

4. SHADAQAH MENJAGA WARISAN
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang yang bersedekah dengan baik kecuali Allah pelihara kelangsungan warisannya.” (H.R. Ahmad)

Di dalam Surat Al-Kahfi ada kisah perjalanan Nabi Musa AS dan Khidir. Di dalam kisah tersebut Khidir memperbaiki diding rumah dua anak yatim, dan menjelaskan bahwa di bawahnya ada harta warisan dari orang tua mereka yg soleh. Khidir memperbaiki dinding tersebut agar harta warisan tersebut tetap pada tempatnya sampai sang anak menjadi dewasa. Demikianlah salah satu contoh bagaimana Allah SWT melindungi warisan seseorang.

5.  SHADAQAH JADI NAUNGAN DI HARI KIAMAT
Rasulullah SAW bersabda
“Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya.” (HR. Ahmad)

Dalam hadist lain, Rasul bersabda tentang tujuh orang yang diberi naungan oleh Allah SWT pada hari yang mana tidak ada naungan kecuali naungan dari-Nya. Salah satu orang yang diberi naungan pada hari itu adalah orang yang bersedekah dengan tangan kanan, tetapi tangan kirinya tidak mengetahuinya.

6.  SHADAQAH MENJAUHKAN API NERAKA
Rasulullah SAW bersabda:
“Jauhkan dirimu dari api neraka, walau hanya dengan (sedekah) sebutir kurma.” (Mutafaqalaih)

Allah SWT berfirman bahwa salah satu ciri dari orang bertaqwa yg
akan masuk surga adalah orang yang bersedekah di waktu lapang maupun sempit.
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang2 yg bertaqwa, (yaitu) orang-orang yg menafkahkan(hartanya),  diwaktu lapang maupun sempit dan orang2 yg menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran 133-134).

7. SHADAQAH KURANGI KESAKITAN SAKARATUL MAUT
Dalam buku Fiqh-Us-Sunnah karangan Sayyid Sabiq, Rasulullah SAW bersabda:
“Sedekah meredakan kemarahan Allah dan menangkal (mengurangi) kepedihan saat maut (Sakratulmaut).”

Rasulullah SAW juga pernah bersabda,
“Sedekah dari seorang Muslim menigkatkan (hartanya) dimasa kehidupannya. Dan juga meringankan kepedihan saat Sakratulmaut dan melauinya (sedekah) Allah menghilangkan perasaan sombong dan egois. (Fiqh Sunnah vol.3, hal 97)

8. SHADAQAH MENGOBATI ORANG SAKIT
Sabda Rasulullah SAW:
“Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang2 sakit (dari kalanganmu) dengan bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.” (HR. At-Thabrani)

9. FAEDAH BERSHADAQAH PADA JANDA MISKIN
Sabda Rasulullah SAW
“Orang yang mngusahakan bantuan bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tidak merasa lelah dan ia juga ibarat orang berpuasa yang tidak pernah berbuka.” (H.R. Bukhari)

QUALITY adalah lebih baik dari QUANTITY

Rasulullah SAW pernah bersabda,
“Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana itu?” Nabi SAW menjawab, “Seorang memiliki (hanya) dua dirham. Dia mengambil satu dirham dan bersedekah dengannya, dan seorang lagi memiliki harta benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disedekahkannya. (H.R. An-Nasaa’i)

Maka mulai saat ini marilah kita perbanyak sedekah kita, berapapun jumlahnya. Jangan sampai kita menunggu kaya raya atau hidup berlebih untuk bersedekah karena hal tersebut adalah bisikan syetan belaka. Terlebih lagi, jangan sampai kita menunggu sampai ruh kita berada di tenggorakan, karena pada saat itu harta kita sudah dipastikan bukan milik kita lagi tetapi sudah menjadi milik ahli waris.

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW,
“Sedekah yang bagaimana yang paling besar pahalanya?” Nabi SAW menjawab, “Saat kamu bersedekah hendaklah kamu sehat dan dalam kondisi pelit (mengekang) dan saat kamu takut melarat, tetapi mengharap kaya. Jangan ditunda sehingga ruhmu di tenggorokan baru kamu berkata untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian.” (H.R. Bukhari)
TANYA JAWAB M104 Nanda
1. Umi, mohon penjelasan yang dimaksudkan pada poin No. 9 QUALITY adalah lebih baik dari QUANTITY

JAWAB: Nanda Dahlia, Quantity itu maksudnya jumlah, Quality maksudnya kualitas atau pemaknaannya. Lebih baik shadaqah sedikit tapi berkualitas (ikhlas dan rutin) dari pada banyak tapi tidak berkualitas karena tidak ikhlas. Tapi yang paling baik ya shadaqah yang banyak, ikhlas dan rutin

2. Umi, kalau niat sodaqoh buat almarhum boleh gak?

JAWAB: Nanda Ria. Niat shadaqah  nya atas nama kita karena kata mamah dedeh "Yang masih bisa ibadah hanya yang masih hidup" Tapi pahalanya diniatkan untul Almarhum/ah yang sudah meninggal ya. Masalah diterima atau tidak biarlah menjadi hak Allah. Wallahualam bishowab

3. Umi, Kemarin rumah dan toko fiet kemalingan. Ada beberapa barang dan sepatu yang hilang :(  So so so, ketika kita tidak mempermasalahkan kehilangan tersebut, dan iklas karena mungkin ada jatah-jatah orang lain yang luput/lupa diberikan. Apakah barang-barang yang hilang tersebut bisa kita niatkan sebagai sadaqah? Jazakillah Umi

JAWAB: Nanda Fiet, pada barang-barang yang hilang itu bisa jadi ada hak orang lain yang belum sempat kita berikan. Jadi benar sekali di ikhlaskan saja mudah-mudahan bisa bernilai sadaqah di sisi Allah.

4.Umi, dapat curcol dari teman. Kenpa orang meninggal hadir di mimpi? Lha aku pengen di mimpiin abi kok gak mimpi umi? Terus yang hadir di mimpi teman ku apakah abi nya beneran ya umi ? Atau semacan jin setan atau apa umi?

JAWAB: Nanda Ria, untuk orang yang sudah meninggal dan sepertinya hadir di mimpi kita bisa jadi hanya lintasan perasaan, atau qarin nya yang hendak sampaikan amanat dari beliau (misal utang dan lain-lain) atau bahkan jin yang hendak mengganggu. Senantiasalah berta'awudz mohon perlindungan Allah.

5. Umi, kalau kita bersedekah berupa barang. Nah barang yang kita sedekahkan itu ga di pakai sama orang yang kita beri sedekah, terus kita ngerasa kesal karena barang yang kita sedekahkan itu ga di pakai. Kita salah ga umi, jika ngerasa kesal seperti itu?

JAWAB: Nanda Desy, jika sudah kita sadaqahkan maka ikhlaskanlah sebenar-benarnya. Apakah mau dipakai atau dibuang, dipuji atau dicaci sudah tidak perlu kita pikirkan yaaa...

6. Umi, saya ada keingiinan atau nadzar  ingin sedekah ke anak yatim piatu. Tapi saudara saya lebih membutuhkan. Dan niat saya ingin mengalihkan sedekah  kesaudara saya itu. Boleh gak umi?

JAWAB: Nanda Susi, Nadzar kan kewajiban kita pada Allah, waktunya disegerakan namun tidak terikat. Kalau bantu saudara yang kesusahan merupakan syariat islam untuk saling ta'awanu alal birr wataqwa, jika kebutuhan saudara lebih mendesak atau darurat yang berhubungan dengan kelangsungan agama atau jiwa maka dahulukanlah itu dan sesegera mungkin jika sudah ada kemampuan, tunaikan kembali nadzarnya.

7. Bunda, misalkan kita punya bainah (harta) seperti sepetak tanah dan rumah. Terus, kalau kita mau sedekahkan ke saudara atau anak itu kira-kira berapa persen dari harta tersebut? Bisakah kita sedekahkan semua?

JAWAB: Dalam hukum faraidh (warisan) setahu saya orang yang meninggal maksimal diperbolehkan mewakafkan atau shadaqahkan 1/3 hartanya. Nah, kalau untuk yang masih hidup tidak ada batasan jumlahnya. Jika memang ingin, mampu, dan tidak mendzalimi hak nafkah orang-orang yang menjadi tanggungan kita ya silakan saja harta berupa tanah itu kita shadaqahkan.

Memang biasanya barang-barang yang hilang dari kita itu adalah bentuk teguran atau hukuman (iqab) atas kelalaian kita menjaga kebersihan harta selama ini. Namun karena ini termasuk perkara yang ghaib (tidak terukur perhitungannya), maka tidak ada salahnya kita niatkan untuk sadaqah agar tiap perkara kehidupan ini ada maknanya. Wallahu'alam bishowab

TANYA JAWAB M7 UMMI
8. Assalamualaikum.. Ustadzah, kalau mau shadaqah lebih diutamakan mana antara saudara sendiri atau anak yatim? Dan Apakah boleh zakat yang 2,5% kita berikan pada saudara sendiri yagn termasuk golongan tidak mampu? Syukron ustadzah.

Jawab : Bunda, shadaqah terbaik adalah pada yang lebih membutuhkan. Jika yang lebih membutuhkan adalah saudara sendiri tentu pahala shadaqahnya ditambah dengan pahala silaturahim juga. Tapi jika yang jauh lebih butuh adalah anak yatim tentu pahalanya pun bertambah dengan kecintaan dari Rasulullah karena kita memelihara anak yatim.

9. Ustazah, kalau shadaqahnya diberikan pada orang tua gimana? Mengingat ayah saya hanya sendiri sudah usia lanjut dan tidak punya penghasilan? Dan apakah betul seorang suami punya hak penuh untuk memberikan nafkah pada orang tuanya dan istrinya tidak punya hak untuk memberikan sedekah pada orang tua walaupun orang tua sang istri jauh lebih membutuhkan? Syukron ustadzah.

Jawab : Bunda,  zakat tdak boleh diberikan pada keluarga dari si Muzakki. Salah satu kaidah yang berlaku terkait penerima zakat,
“Tidak boleh memberikan zakat kepada orang yang wajib dinafkahi oleh muzakki”

Penjelasannya:
Ketika kita memberikan zakat kepada orang yang wajib kita nafkahi, seperti anak, istri, atau orang tua, maka mereka menjadi tidak butuh nafkah dari kita. Sehingga ada sebagian harta kita yang seharusnya menjadi jatah nafkah untuk anak atau orang tua, tidak jadi kita berikan, karena mereka sudah memegang harta dari zakat kita. Dengan demikian, ada manfaat dari zakat yang kita bayarkan, yang kembali kepada kita sebagai muzakki.

Kesimpulan di atas merupakan kesepakatan ulama, ditegaskan oleh Ibnul Mundzir. Dalam bukunya Al-Ijma’ (Kumpulan konsensus ulama), beliau mengatakan,
“Para ulama sepakat bahwa zakat tidak boleh diberikan kepada kedua orang tua, pada keadaan dimana zakat itu akan menutupi kewajiban muzakki untuk memberikan nafkah kepada mereka.” (Al-Ijma’, hlm. 48)

10. Kalau untuk kakak yang tidak mampu gimana ustadzah? Apa masih termasuk orang yang wajib dinafkahi oleh muzakki?

Jawab : Istri tunduk pada suami dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Kalau bertentangan ya jangan tunduk "Laa tha'atan fii makhluq fii ma'shiyatillah - Tak ada ketaatan pada makhluk dalam bermaksiat pada Allah.  Sama dengan kewajiban tunduk pada orang tua harus yang sesuai dengan syariat. Untuk kasus suami istri di atas perlu dikomunikasikan pake ilmu syariat. Masing-masing pihak jangan sampai langgar syariat. 

Istri tidak wajib menafkahi orang tua tapi anak-anak sampai kapanpun berdosa jika menelantarkan orang tua. Istri wajib taat pada suami hanya untuk melakukan hal-hal yang tidak bertentangan dengan syariat.

> Suami berhak atas ketundukan istri tapi wajib menafkahi istri lahir dan bathin. Suami wajib menjadi teladan dunia akhirat dan sebagai anak dia brdosa jika telantarkan orangtua.

> Orang tua atau mertua sama saja statusnya sebagai orang tua dari pasangan suami istri. Mereka berhak atas nafkah dan bakti dari anak-anaknya (birrul walidain) tapi buruk sekali jika sampai membebani kehidupan anak.

Jadi saran saya sebainya semua anak-anak Ibu si istri kumpul rembukan musyawarah untuk bantu menafkahi Ibu mereka. Jangan lupa uang istri adalah milik istri dan uang suami adalah milik suami-anak-istri. Maka tuntunan syariat seorang Istri memang wajib punya kemampuan menjaga amanah atau memanage harta suami (ada haditsnya lho). Nah jika istrinya jago atur keuangan untuk kebaikan bersama seluruh keluarga besar, tentu suaminya akan ridho.

~Jika kakak sangat tidak mampu, wanita dan belum menikah maka ia masih tanggung jawab nafkah dari anggota keluarga termasuk suami kita karena laki-laki Jika tidak maka kita shadaqah saja untuk beliau.

Tentu Bunda  kami selalu ingin membantu untuk mewujudkan syiar Islam demi tercapainya Bi'ah yang islami bagi generasi penerus kita. Innamal a'malu binniyaat...

11. Ummi, jika ada suami yang suak membanding-bandingkan istrinya dengan orang lain bahkan dengan ibunya sendiri bagaimana umi? Syukron umi atas pencerahanya.

~ Ustadzah apa hukumnya kalau seorang suami meminta semua kebutuhan rumah (sandang,pangan dajmn papan) dibagi 2 dengan sang istri karena istri bekerja? Terima kasih ustadzah..

Jawab : Bunda, hukum dasar muamalahnya Mubah (boleh) kalau istrinya ridha, tapi jadi makruh jika ada unsur pemaksaan dan bahkan jadi dosa kalau dilakukan tanpa keridhaan istri. Karena kewajiban nafkah lahir bathin adalah tanggung jawab suami, tidak ada kewajiban bagi istri. Tapi seperti yang selalu saya singgung, berkeluarga itu kan seni membangun imperium cinta yang bermanfaat dunia akhirat. Jika dengan berbagi tanggung jawab keuangan keluarga (tanpa ada yang mendzalimi atau terdzalimi) bisa membuat perjalanan berkeluarga kita jadi lebih bermanfaat dan berkah ya mengapa tidak?

Saya dan suami juga melakukan pembagian itu sesuai kemampuan masing-masing. Gaji kami berdua saya yang kelola, jika ada kebutuhan pribadi silakan ajukan proposal apakah bisa dieksekusi bulan ini atau di bulan-bulan mendatang. Fleksible saja. Wallahu alam.

"Laa insyakartum laa azidannakum, walaa inkafartum inna adzabi lasyadiid"
“Tidaklah pada seorang hamba yg pandai bersyukur maka Allah akan tambahkan nikmatnya, dan pada hamba yg kufur maka siksa Allah begitu pedih.  Jika suami pandai mensyukuri keberadaan istrinya maka Allah tanamkan cinta tulus yg insyaAllah baik utk mereka dunia akhirat.

Hati-hati jika suka membanding-bandingkan istri dengan Ibunda bisa membuat istri terluka. Padahal hukumnya pernikahan yang ditujukan untuk menyakiti salah satunya adalah Haram. Na'udzubillahi mindzaalik...

Jika memang istri banyak kekurangan maka solusinya adalah dididik, dibina, tentunya bilhikmah wal mauidzah hasanah, tambah ramuan cinta juga supaya makin mudah ya...

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Amiin....

Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum... 

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT