Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

SIKAP TERHADAP MUSIBAH

Kajian On Line Telegram Akhwat Hamba الله Ta’ala

Hari / Tanggal : Senin, 16 Februari 2015
Narasumber : Ustadzah Laksmini Pratiwi
Tema : Kajian Umum

Editor : Ana Trienta

Bismillahirrahmanirrahiim
Hari ini saya akan share hal yang berkaitan dengan sikap kita terhadap musibah. Biasanya kalo kita mengalami musibah entah banjir, kebakaran, kehilangan barang dll, sikap kita pertama kali adalah protes, mengeluh, marah. Dah hal-hal negatif lainnya yang keluar dari lisan ataupun dalam hati kita tidak menerima dengan musibah tersebut. Padahal terkait sikap itulah makna musibah itu sebenarnya.

Ada beberapa kategori musibah yang terkait dengan sikap kita. Yang pertama musibah adalah sebagai ujian apabila sikap kita :

>Pasrah: menerima kenyataan bahwa musibah adalah kehendak dan ketentuan dari Allah yang terjadi semata-mata karena pasti ada keteledoran manusia

>Khusnudzon: tetap berprasangka baik dibalik musibah pasti ada hikmahnya

>Bersabar: menahan diri dari tindakan yang kurang terpuji

>Taqarrub: menjadikan musibah sebagai wasilah agar kita kembali kepada Allah

Kategori kedua sebagai peringatan apabila sikap kita :

>Khauf: meyakini bahwa Allah berkuasa untuk menjatuhkan atau melumatkan apapun dan siapapun yang dikehendakinya

>Taubat: menyesal dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama sehingga musibah tidak menimpa kita

>Ishlah: memperbaiki dan memperbanyak amal sholih

>Ihsan: memperbanyak amalan yang bermanfaat untuk banyak orang

Kategori ketiga adalah musibah sebagai azab kalo sikap kita :

>Tidak bisa menerima musibah

>Kecewa
>Mengeluh
>Suudzon
>Kufur

Wallahu a'lam

TANYA JAWAB

1. Manusia kan sangat pelupa, saat baru menerima musibah mungkin sikap kita seketika protes, marah/mengeluah. Beberapa saat kemudian kita langsung ingat bagaimana sikap kita seharusnya dalam menghadapi musibah, kemudian kita berubah menjadi pasrah, khusnuzdon, sabar dll. Nah ini termasuk yang kategori mana ya?
Jawab
Ya itu tadi, kategori sebagai ujian. Banyak istighfar kalo sikap awal kita begitu

2. Saya mau tanya di luar materi boleh? Bagaimana hukumnya ketika kita membantu atau memberi sesuatu kepada orang yang non muslim dari segi hukum islam? contohnya memberi uang pada anak teman kita yang ayahnya sudah tidak ada, bagaimana hukum islam, boleh, mubah atau makruh?
Jawab
Boleh, dalam hal muamalah berbuat baik kepada siapa saja termasuk terhadap noni

Oke akhwat kalo tak ada yang mau didiskusikan

Do'a Rabithah :


اَللّهُمَّ إِنَّكَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذِهِ الْقُلُوْبَ , قَدِ اجْتَمَعَتْ عَلَي مَحَبَّتِكَ وَالْتَقَتْ عَلَى طَاعَتِكَ, وَتَوَحَّدَتْ عَلَى دَعْوَتِكَ وَتَعَاهَدَتْ عَلَى نُصْرَةِ شَرِيْعَتِكَ فَوَثِّقِ اللَّهُمَّ رَابِطَتَهَا, وَأَدِمْ وُدَّهَا، وَاهْدِهَا سُبُلَهَا وَامْلَأَهَا بِنُوْرِكَ الَّذِيْ لاَ يَخْبُوْا وَاشْرَحْ صُدُوْرَهَا بِفَيْضِ الْإِيْمَانِ بِكَ, وَجَمِيْلِ التَّوَكُّلِ عَلَيْكَ وَاَحْيِهَا بِمَعْرِفَتِكَ، وَأَمِتْهَا عَلَى الشَّهَادَةِ فِيْ سَبِيْلِكَ إِنَّكَ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرِ اَللَّهُمَّ أَمِيْنَ وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Terjemahan: 
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahawa hati-hati ini, telah berhimpun di atas dasar kecintaan terhadapmu, bertemu di atas ketaatan kepada-Mu dan bersatu bagi memikul beban dakwah-Mu, hati-hati ini telah mengikat persetiaan untuk menolong meninggikan syariat-Mu. Oleh itu, Ya Allah, Engkau perkukuhkan ikatannya dan Engkau kekalkan kemesraan hati-hati ini, tunjukilah hati-hati ini akan jalan yang sebenar, serta penuhkanlah (piala) hati-hati ini dengan cahaya Rabbani-Mu yang tidak kunjung malap, lapangkanlah hati-hati dengan limpahan keimanan serta keindahan tawakkal kepada-Mu, hidup suburkanlah hati-hati ini dengan makrifat (pengenalan yang sebenarnya) tentang-Mu. (Jika Engkau takdirkan kami mati) maka matikanlah hati-hati ini sebagai para syuhada dalam perjuangan agama-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.  Ya Allah perkenankanlah doa kami..." 
Aamiinnn... 

PENUTUP
Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa'atubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
(HR. Tirmidzi, Shahih).