Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

SILATURAHIM



Kajian WA Hamba الله SWT
Selasa 10 Februari 2015
Narasumber: Ustadzah Fitri
Tema: Silaturrahim
Editor: Wanda Vexia
Grup Nanda M111

Makna silaturrahim menyambung hubungan silaturahim dengan kerabat dan orang lain dengan bijak. Baik dengan harta ataupun dengan pelayanan dan dengan berbagai bentuk silaturahim yang mengantarkan kita untuk taat dan terhindar dari perbuatan maksiat sehingga kita akan dikenang nilai kebaikan meskipun kita telah meninggal dunia, sebab orang yang dikenang kebaikannya oleh manusia setelah meninggal dunia merupakan umur kedua setelah kematiannya.

1. Keutamaan Silaturrahim

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ قَالَ مَا لَهُ مَا لَهُ وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَبٌ مَا لَهُ تَعْبُدُ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ ” .رواه البخاري

Dari Abu Ayyub Al-Anshori r.a bahwa ada seorang berkata kepada Nabi saw.,
“Beritahukanlah kepadaku tentang satu amalan yang memasukkan aku ke surga. Seseorang berkata, “Ada apa dia? Ada apa dia?” Rasulullah saw. Berkata, “Apakah dia ada keperluan? Beribadahlah kamu kepada Allah jangan kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, tegakkan shalat, tunaikan zakat, dan ber-silaturahimlah.” (Bukhari).

Penjelasan :
- Ar-Rahim : bermakna kerabat dekat. Mereka adalah yang memiliki nasab baik mewarisi atau tidak, memiliki hubungan atau tidak.

- Yang dimaksud menunaikan zakat adalah zakat wajib ini terbukti dengan dihubungkannya kalimat shalat dengan zakat.

- Yang dimaksud dengan silaturahim adalah kamu berbuat baik kepada kerabatmu sesuai dengan keadaanmu dan keadaan mereka baik berupa infak, menyebarkan salam, berziarah atau membantu kebutuhan mereka. Makna secara keseluruhan silaturahim adalah memberikan yang baik kepada orang lain dan menolak sedapat mungkin hal-hal yang buruk terhadap mereka sesuai kemampuan.

Digabungkan kata shalat dengan sesudahnya juga berarti menggabungkan kata khusus dengan umum, ini untuk menunjukkan perkataan baginda Rasulullah saw. mencangkup seluruh ibadah.

2. Berdosa bagi orang yang memutuskan tali silaturahim

عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ قَالَ إِنَّ جُبَيْرَ بْنَ مُطْعِمٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ رَحْمٍرواه البخاري ، ومسلم ، وأبو داود ، الترمذي .

Dari Jubair bin Muth’im ra. dari Rasulullah saw. Bersabda,
“Tidak masuk surga pemutus silaturrahim.” (Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan At-Tirmidzi).

Tidak masuk surga artinya surga yang Allah sediakan bagi orang-orang shalih di akhirat nanti. Yang dimaksud dengan pemutus silaturahim adalah pemutus hubungan kerabat.

Maksudnya, ia tidak akan masuk surga pertama kali bersama para pendahulunya bagi orang yang tidak menghalalkan pemutusan hubungan tali silaturahim. Adapun mereka yang meyakini dibolehkannya pemutusan silaturahim tanpa sebab padahal dia tahu keharamannya maka ia tidak berhak masuk surga selamanya dan hadits ini jelas-jelas menyatakan hal demikian.

3. Akan dilapangkan rezeki bagi orang yang menyambung tali silaturahim

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ  رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ (رواه البخاري ومسلم)

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda,
“Barangsiapa ingin dilapangkan baginya rezekinya dan dipanjangkan untuknya umurnya hendaknya ia melakukan silaturahim.” (Bukhari dan Muslim)

Penjelasan :
Dilapangkan bisa berarti juga di luaskan. Huruf ba’ dalam kata bisilaturahim adalah berarti sebab maksudnya dengan sebab silaturahim ia bisa berbuat baik dengan kerabat.

Silaturahim bisa juga berarti Al-Ihsan artinya dengan sebab silaturahim ia berbuat baik dengan kerabat seolah-olah orang yang berbuat baik dengan kerabat disambungkan kembali kebaikannya antar mereka. Oleh sebab itu kata ihsan boleh juga diartikan silaturahim. Dalam satu riwayat disebutkan man ahabba dan didalam riwayat lain disebutkan man sarrohu.

Dalam satu riwayat disebutkan fi atsarihi sementara dalam riwayat lain fi ajalihi.
Atsar juga bisa disebut ajal yang artinya jejak. Jadi arti secara keseluruhan adalah ajal dan jejak itu mengikuti umur manusia karena orang yang mati itu tidak ada gerak dan tidak ada jejak serta tapak di muka bumi.

Hendaknya kita menyambung hubungan silaturahim pada kerabatnya dengan bijak. Baik dengan harta ataupun dengan pelayanan dan dengan berbagai bentuk silaturahim yang mengantarkannya untuk taat dan terhindar dari perbuatan maksiat sehingga akan dikenang nilai kebaikannya setelah meninggal dunia, sebab orang yang dikenang kebaikannya oleh manusia setelah meninggal dunia merupakan umur kedua setelah kematiannya.

Firman Allah :
“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS: Al-A'raf Ayat: 34)

Allah berfirman,
“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha mengenal apa yang kamu kerjakan.” (QS: Al-Munaafiqun Ayat: 11)

Di sini menunjukkan bahwa dia selalu dikenang dengan kenangan yang indah bagi orang yang selalu menyambung hubungan tali silaturahim setelah dia meninggal seolah-olah dia itu tidak mati. Kenangan yang indah itu bisa didapat dan diperoleh dengan ilmu yang bermanfaat, sedekah, dan anak shalih.

Di dalam kamus Al-Mu’jam As-Shagir karya Thobroni disebutkan dari Abi Darda’ dari Rasulullah saw. bahwa barangsiapa yang menyambung hubungan tali silaturahim baginya akan diberikan anak cucu yang shaleh yang selalu mendoakannya setelah ia meninggal bukan artinya ditambahkan umur.

Pelajaran dari Hadits:
Bahwa dengan silaturahim akan mendatangkan kelapangan rezeki dan dikenang dengan baik yang dengan silaturahim akan memunculkan rasa kasih sayang dan akan dido’akan ketika meninggal

4.  Barangsiapa yang menghubungkan silaturahim, Allah akan menghubungkannya dan siapa yang memutuskannya Allah pasti memutuskannya.

Dari Abu Hurairoh ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda:
“Allah menciptakan semua makhluk hingga setelah selesai berdirilah rahim dan Allah bertanya, “Apa ini?” rahim berkata, “Ini adalah tempat orang yang berlindung kepadamu dari pemutus hubungan tali silaturahim” Allah pun berfirman “Ya, relakah kamu jika Aku menyambung orang yang menyambungmu dan Aku putuskan orang yang memutusmu” Rahim pun menjawab, “Mau, ya Rabbi” Kemudia Abu Hurairah berkata, “maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?” (QS: Muhammad Ayat: 22)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَلَقَ اللَّهُ الْخَلْقَ فَلَمَّا فَرَغَ مِنْهُ قَامَتْ الرَّحِمُ فَقَالَ مَهْ قَالَتْ هَذَا مَقَامُ الْعَائِذِ بِكَ مِنْ الْقَطِيعَةِ فَقَالَ أَلَا تَرْضَيْنَ أَنْ أَصِلَ مَنْ وَصَلَكِ وَأَقْطَعَ مَنْ قَطَعَكِ قَالَتْ بَلَى يَا رَبِّ قَالَ فَذَلِكِ لَكِ ثُمَّ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا 

Dalamsebuah hadist:
“Mereka Itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.” (Bukhari)

TANYA JAWAB
1.  Bedanya silaturahim sama silaturahmi apa ya?

Jawab: Telah lazim bagi kita sering mengucap kata “Silahturahmi” ketika berbicara tentang pentingnya hubungan kekeluargaan atau saling menjaga ikatan kekerabatan di antara sesama muslim. Nampaknya semua itu bila ditelaah lebih adalah tatanan kata yang tidak tepat. Bagaimana bisa dibilang tidak tepat?

Saya coba posting ulang tulisan di bawah.
Menurut para ulama, silaturahmi berasal dari dua suku kata, yaitu silah dan rahmi. Silah artinya menyambungkan, sedangkan rahmi artinya rasa nyeri luar biasa yg dirasakan ibu-ibu sebelum melahirkan anaknya. jadi tidak heran kalau banyak orang saling menyakiti karena selama ini pun salah menggunakan istilah silaturahmi.

Menurut para ulama lagi, yang benar adalah silaturahim. Silah yang berarti menyambungkan dan rahim artinya kekerabatan. Jadi silaturahim “menyambungkan kekerabatan ukhuwah diantara kita semua.”

Silaturahmi dan silaturahim, jika merujuk pada bahasa Arab, mempunyai huruf penyusun yang sama. Yang membedakan adalah akhirannya yang otomatis akan mempengaruhi artinya.

Silah itu berarti menyambungkan. Sementara rahmi mempunyai arti rasa nyeri yg timbul (dan diderita sang ibu) pada saat melahirkan. Adapun rahim adalah kasih sayang (ingat: Allah SWT mempunyai sifat Ar Rahim, Yang Maha Penyayang).

Dengan demikian, silaturahim = hubungan kasih sayang, sedangkan silaturahmi = penghubung uterus (tali pusar yang menghubungkan ibu dan anak).

2. Bagaimana cara menjaga hubungan antar tetangga mba? Karena saya jarang ngobrol sama tetangga, jadi kalau ketemu tetangga sendiri lebih suka diem.

Jawab: Mengacu kepada sebuah hadist dari Abdullah bin Umar, Rasulullah bersabda :
"Sebaik-baiknya orang yang bersahabat di sisi Allah adalah orang yang paling banyak sahabatnya, dan sebaik-baiknya tetangga di sisi Allah adalah orang yang paling baik kepada tetangganya".

Menjalin silaturrahim tidak hanya harus berkunjung, namum bisa juga dengan menyapa, menjenguk bila ada yang sakit, mengantarkan makanan, atau bisa juga dengan tersenyum. Pada intinya, menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.

3. Kan kita kenal sama orang dari masa ke masa. Yang dulu akrab banget tapi ga pernah ketemu dan ga pernah kontakan di dunia maya juga jadi ya seakan hilang ditelan bumi merekanya. Nah apakah ini termasuk memutuskan silaturahim?

Jawab: Yang dimaksud memutuskan hubungan silaturrahim adalah orang memutuskan tali silaturrahim. Karena  adanya sengketa pemahaman atau problem yang membuatnya terjatuh akan lembah kehinaan, jika di biarkan maka hal ini akan semakin berbahaya, tidak hanya untuk dirinya sendiri namun bisa berdampak kepada orang di sekitarnya.

Merasa paling benar dengan apa yang dilakukan tanpa melihat esensi yang sebenarnya. Orang yang memutuskan tali persaudaraan biasanya dirinya di kuasai nafsu yang bersarang di dalam hatinya, maka pada saat itu segala macam penyakit hati akan semakin bertumpuk berdatangan dan bersarang di dalamnya termasuk Merasa Paling benar, dan sungguh sangat membahayakan bagi dirinya juga orang (Jika lemah pemahaman) di sekitarnya. Mudah melupakan apa yang pernah terjadi kepada dirinya bersama saudaranya sesama muslim

4. Bagaimana jika ada orang yang membenci keluarga kita, sedang keluarga kita ingin menjalin silaturahim yang baik dengan mereka tapi mereka terus menghindar dan memutuskan hubungan. Kan ada hadits yang bilang orang yang lebih dari 3 hari putus silaturahim tidak saling bicara akan masuk neraka mba. bertegur sapa lebih dari tiga hari lalu ia mati maka ia masuk ke dalam api neraka.

“Tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot saudaranya lebih dari 3 hari. Siapa yang memboikot saudaranya lebih dari 3 hari, kemudian dia meninggal maka dia masuk neraka.” (HR. Abu Daud, Annasa’i)
Ini adalah perkara serius karena karena Allah paling tidak suka melihat sesama muslim saling bermusuhan. Tidak halal meninggalkan saudaranya baik itu saudara hubungan darah hubungan pernikahan, tetangga atau rekan kerja. Dan diperkuat pula dengan hadist berikut
“Tidak halal bagi seorang muslim memboikut saudaranya lebih dari tiga hari, sehingga bila bertemu saling memalingkan muka dan terbaik diantara keduanya adalah yang mendahului yang memberi salam. (HR. Bukhari Muslim)

Harus ada yang mengalah diantara keduanya, ucapkan salam terlebih dahulu. Dengan kita mengucapkan salam itu sudah bertanda bahwa kita memang mengajak berdamai. Sehari atau dua hari dimengertilah manusiawi namun jika sampai ke tiga, maka hentikanlah. Jika digambarkan dengan waktu sholat maka sebelum matahari terbenam atau saat ashar maka hentikanlah permusuhan.

Salam itu sebenarnya simple namun bisa memperbaiki hubungan yang putus supaya kita tidak kebabalasan memutuskan tali silahturahmi. Bahkan dalam riwayat sejarah Imam Syafi'i pernah selamat dari hukuman pancung karena mengucapkan salam.

Jadi saat Imam Syafi'i terkena fitnah dan dikenai hukuman pancung di zaman Khilafah Islamiyah ia ditanya terlebih ditanya, sebelum dihukum maka apa kata-kata terakhinya, maka ia pun mengucapkan salam pada kholifah dan sang kholifah pun menjawab. Dan Imam sangat gembira dan mengatakan berarti aku tak jadi dihukum pancung.

Khalifah kebingungan mengapa? Karena kamu tadi menjawab salam saya, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh artinya  semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa  dan kamu menjawab dengan waalaikumussalam warahamtullahi wabarakatuh yang artinya dan semoga kamu juga  terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa.  Sang khalifah pun mengakui itu, dan akhirnya Imam menceritakan kejadian sebenarnya bahwa ia difitnah. Sang khalifah akhirnya mengakaui bahwa  Imam tak bersalah dan ia juga mengakui kecerdasan Imam. Ia pun mengangkat Imam Syafi'i menjadi orang yang besar.

Lebih Dari Tiga Hari baru Berdamai
Bagaimana jika lebih dari tiga hari baru minta maaf? Ya.. sama saja dengan saat kita sholat yang menundanya padahal sudah dengar azan. Sholat Ashar yang harusnya dimulai diawal waktu malah dimulai dengan jam 3 menit sebelum masuk waktu magrib. Sholatnya diterima namun lebih utama yang tepat waktu. Dan jika sholat asharnya diwaktu magrib itu yang dosa. Begitu juga dengan yang cekcok, hari kelima baru berdamai, maka dosa memutus tali silahturahmi sudah terhapus, namun kena dosa yang menunda waktu berdamainya.

Diriwayatkan setiap hari Senin dan Kamis,
"Amal perbuatan kami akan dinaikkan syaratnya apabila tak melakukan perbuatan musyrik. Tapi jika sedang berkonflik maka Allah akan menunda menaikkannya" (HR. Imam Malik, Ahmad dan Muslim)

Pintu-pintu surga dibuka setiap hari Senin dan Kamis.  Lalu diampuni seluruh hamba yang tidak berbuat syirik (menyekutukan) Allah dengan sesuatu apapun. Kecuali orang yang sedang ada permusuhan dengan saudaranya.

Dikatakan: Tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai.

Terkadang gengsi mengalahkan semuanya, tak ada yang mau minta maaf  terlebih dahulu. Terkadang manusia suka menyimpulkan sendiri. Khawatir yang berlebihan konflik akan bertambah besar jika ia menegur sapa atau meminta maaf.  Coba dulu masalah tanggapannya belakangan. Yang penting kita sudah berusaha untuk meminta maaf dan malaikat akan mencatat usaha kita. Dosa memutus tali silahturahmi kita pun gugur. Yang penting itu kita meminta maaf dengan hati yang tulus insyaAllah hatinya akan tergugah.

5. Bunda, kalau ada yang udah bikin statement memutuskan tali silaturahim padahal udah dibilangin bahayanya memutuskan silaturahim itu ga baik eeh dianya masa bodo, piye? Kita yang digituin kena dampaknya juga kah?

Jawab: InsyaAllah tidak sayang.

6. Bunda, kalau ada orang yang seneng banget mutusin silaturahim, meski nanti nyambung tapi diputusin lagi, lebih baik gimana menyikapinya?

Jawab: Kalau type seperti ini, lebih ke arah karakter seseorang yang sensi, yang ego lah, yang mau menang sendiri atau apalah. Ketika ada sesuatu hal yang tidak sesuai dengan apa yang difikirkan atau tindakan dengannya, maka ia akan mudah marah atau ngmbek.

Yang diambil adalah memutuskan hubungan baik dengan orang lain atau tim. Nanti ketika semuanya mereda, ia bisa menjalin kembali. Nah inilah yang harus diperhatikan. Berapa lamakah memutuskan tali silaturahim tadi, 1 atau 2 hari masih wajar.

Tapi batasan yang Allah berikan adalah 3 hari. Dimaksudkan sudah dapat merenung dan memaafkan. 
Walau sakaitnya tuh disini.

Sikap kita bisa memberi nasehat atau kalau tidak mempan, yaa memahami sikap beliau. Karena kita sudah hafal dengan karakter beliau. (berulang kali).

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Amiin....

Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum...