TADABBUR AL- FATIHAH AYAT 3-4

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, February 11, 2015

Kajian Online Telegram Akhwat Hamba اَللّٰه Ta'ala

Hari / Tanggal : Rabu, 11 Februari 2015
Narasumber : Ustadzah Neneng Kusmayanti

Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Assalamu alaikum wr wb
innalhamda lillah nahmaduhu wa nasta'iinuh wa nastaghfiruh wa na'udzubillahi min syuruuri anfuusina wa min sayyiati amaalina mayyahdillah falaa mudhilallah ma wayyudlilhu falaa hadiiyallah

Segala puji milik Alloh swt  kepadaNya kita memuji dan berlindung dari segenap kelemahan diri kita dan beristighfar dari segenap kekurangan dan kesalahan amal ibadah kita astaghfiirulloh. Mudah mudahan Alloh memaafkan dan menyempurnakan pahalaNya secara penuh aamiin

Kita lanjut pada bahasan al fatihah lanjutan dari pekan lalu, sudah sampai di ayat 3 arrahmaanirrahiim.

Dengan hakikat yang paling dasar dari hubungan Rabb dengan makhluqNya yakni hubungan kasih sayang dari Sang Rabb kepada hambaNya. Kasih dan sayang dengan segala pengertian kasih sayang dan kemurahan SifatNya yang tidak bisa ditandingi siapapun di langit maupun di bumi dan hubungan yang ditegakkan atas ketenangan dan limpahan kasih sayang sehingga bisa kita lihat koneksinya dengan ayat pertama kedua dan diulang di ayat ke 3. Bagaimana hubungan ini bermuara pada kesadaran yang hakiki bahwa hidup hambaNya adalah limpahan kemurahan Alloh swt dan kasih sayangNya.

Lalu kita diajak untuk mengucap syukur atas kesadaran nikmat yang begitu besar inii dengan pujian yang Alloh sendiri ajarkan Alhamdulillahirobbil ..'alamiin. MemujiNya dengan sadar dengan kerelaan dengan keridhoan dan keikhlasan adalah hakikat dari ibadah kepada Alloh swt. Kalimat yang begitu ringan namun begitu besar dan berat timbangan disisiNya. Maka sesungguhnya Alloh mengarahkan nabi dan umatnya untuk sampai pada sebuah kesimpulan jikalah seluruh hidupnya adalah berkat dari kasihNya dan kemurahanNya maka kemanakah arah hidup mereka yang dikehendaki Alloh swt? maka sebaik baik petunjuk adalah wahyuNya dan tuntunan nabiNya dan mudah mudahan setiap kita sampai pada pemahaman bahwa hidupnya tidaklah sia sia dan hanya sekedar hidup akan tetapi kelak mereka akan dikembalikan kepada Alloh swt Sang Pemilik alam dan pemilik mereka dan hal ini ditegaskan dalam ayat ke 4# maaliki yaumid diin

Yang Menguasai hari pembalasan
bahwa kelak mereka akan kembali kehadapan Alloh swt untuk mempertanggungjawabkan nikmat kehidupan yg begitu murah Alloh curahkan kpd setiap makhliqNya di bumi ini dengan penegasan akan kekuasaan mutlak dari Alloh swt atas akhirat karena Malik adalah puncak dari kekuasaan orang orang kafir mereka beriman kepada Alloh atas kekuasaanNya di dunia akan tetapi mereka menolak mempercayai akan akhirat dan pembalasan sebaagimana bantahan dan keheranan keheranan mereka atas peringatan akhirat salah satunya dlm surah qaaf ayat 2-3
"bahkan mereka tecengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari kalangan mereka sendiri maka berkatalah orang orang kafir ini adalah sesuatu yang ajaib. Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah kami akan kembali lagi? itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin"
Ayat ini menegaskan kepada kita semua bahwa konsep islam tidak bersandar hanya pada pemikiran akan penciptaan alam akan tetapi juga hal ghaib di luar akal dan indera manusia maka islam tidak hanya berdiri tegak pada ibadah dan status islam tetapi juga berdiri atas iman dengan rukunnya yang enam

Sedang iman bukan sekedar dalam akal pikiran akan tetapi harus dijiwai oleh hati dan rasa dan muaranya adalah pembuktian dalam amal ibadah. Iman kepada hari pembalasan adalah pilar penting tentang muara kehidupan manusia yang dengan iman inilah baru kita akan masuk pada balasan-balasan perhitungan pahala surga dan neraka

Iman terhadap hari akhir juga menjadi pilar utama seorang hamba yg beriman untuk menisbatkan menempatkan harap dan gantungan kepada tali dan timbangan Alloh swt baginya yang paling penting adalah pandangan, timbangan, penilaian Alloh swt yang Maha Menguasai Hari Pembalasan. Satu satunya yang akan membalas di hari akhirat adalah Alloh swt, selainnya adalah peserta yang akan dibalasi baik kebaikannya ataukah keburukannya. Keimanannya ataukah kekufurannya. Kemuslimannya ataukah kekafirannya. Hingga manusia tidak mudah digoyahkan oleh kepentingan kepentingan duniawi dan saat itulah manusia akan sampai pada suatu derajat hakikinya sebagai manusia makhluq paling mulia

Mulia karena cara pandangnya bukan hanya sekedar terbatas indera penglihatannya, tapi jauh melewati cara pandangnya sebagai makhluq yang terbatas inderanya. Jauuuhhhh melampaui pemahaman picik akan dunia dan kehidupan ini, bahwa hidup bukanlah segalanya, bahwa timbangan dunia, ukuran alam bukanlah timbangan yang mutlak, hingga jiwa dan dirinya terbebas dari belenggu kesempitan dan keterbatasan dirinya terhadap alam semesta yang luas dan terhadap manusia lainnya

Kebergantungan diri dan jiwanya hanya dia ikatkan pada timbangan rabbaniyyah. Ikatan yang sudah dibuat kokoh oleh Alloh swt yang Maha Sempurna. Melepaskan diri dari ikatan ikatan manusia yang sempit dan tak adil. Lihatlah bagaimana Alloh swt berulang kali menegaskan bahwa tidaklah sama antara orang orang yang beriman kepada hari akhir dengan yang tidak baik dalam perasaannya, perilakunya, maupun amal tindakannya. bagi mereka yang meyakini akhirat, dan menjadikan tujuan hiudpnya adalah akhirat maka Alloh swt tidak akan pernah menyia nyiakan amal mereka sedikitpun. Mereka tidak sama tabiat dan pandangannya tidak pernah bertemu amalan di dunia maupun balsannya di akhirat. Orang kafir mereka tidak yakin bahwa ia layak memperjuangkan akhiratnya dan berkorban untuk kebenaran dan kebajikan karena mereka tidak berharap imbalan dan balasannya di sisi Alloh swt di akhirat.

Inilah persimpangan jalan yang memisahkan setiap manusia masing masing mendapat apa yang ia usahakan. Jika usaha sepanjang hidupnya adalah dunia maka dia dapatkan dunianya lalu bagiannya di akhirat adalah nol besar. Sia-sia amalnya di dunia tak menghantarkannya pada keselamatan di akhirat karena keraguan jiwanya. Sedang bagi mereka yang menyadari misi hidupnya adalah demi keselamatan dirinya di akhirat maka bagi mereka Alloh sediakan balasan sesuai apa yang mereka niatkan

Setiap kita tidak akan mendapat apa apa dari perbuatan kita jika tidak kita hubungkan dengan niat kepada Alloh swt. Belajar kita lelah, kita khidmat, kita pada orang tua atau keluarga, seluruhnya sia sia dan hampa tidak bernilai disisi Alloh swt karena dia melepaskan aktivitas hidupnya dari harap akan balas dari Alloh swt
wallohu'alam

Penutup
Doa Kafaratul Majelis...

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Semoga Bermanfaat

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT