Ketik Materi yang anda cari !!

TAHNIK DAN IMUNISASI

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, February 25, 2015


Kajian Online Telegram Hamba اَللّٰه Ta'ala

Hari / Tanggal : Rabu, 25 Februari 2015
Narasumber : Ustadz Dian Alamanda
Tema : Kesehatan
Notulen : Ana Trienta


Assalamu'alaikuum
Bismillahirrohmanirrohim,

Saya mencoba sedikit mengupas tentang broadcast yang banyak beredar tentang tahnik dan imunisasi, dengan redaksi seperti ini:

Imunisasi yang BENAR adalah TAHNIK Dengan MADU atau KURMA
July 26, 2011 at 8:18am
Asalamuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kepada saudara ku sesama muslim, Sampai saat ini masih banyak saudara kita sesama kaum muslim yang belum mengetahui dan menerapkan metode ‘imunisasi’ sesuai tuntunan Islam. Padahal sejak dini Rasulullah SAW telah mengajarkan “Tahnik” sebagai metode imunisasi yang sesungguhnya dengan mengandalkan kurma sebagai media utama. Dengan demikian Islam tidak pernah mengajarkan bahkan melarang penggunaan bahan-bahan berbahaya, haram, najis dan subhat untuk dikonsumsi, pengobatan maupun dimasukkan (disuntikkan) lewat pembuluh darah Dan sekarang imunisasi / vaksin banyak mengadung bahan HARAM , Dan Zat berbahya.

Imam Bukhori meriwayatkan, Abu Musa r.a berkata:

وُلِدَ لِى غُلاَمٌ فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ وَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ.

“(Suatu saat) aku memiliki anak yang baru lahir, kemudian aku mendatangi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau memberi nama padanya dan beliau mentahnik dengan sebutir kurma.”

Dari ‘Aisyah, beliau berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُؤْتَى بِالصِّبْيَانِ فَيُبَرِّكُ عَلَيْهِمْ وَيُحَنِّكُهُمْ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam didatangkan anak kecil, lalu beliau mendoakan mereka dan mentahnik mereka.”

An Nawawi menyebutkan dua hadits di atas dalam Shahih Muslim:

استحباب تحنيك المولود عند ولا دته وحمله إلى صالح يحنكه وجواز تسميته يوم ولا دته واستحباب التسمية بعبدالله وإبراهيم وسائر أسماء الأنبياء عليهم السلام

”Dianjurkan mentahnik bayi yang baru lahir, bayi tersebut dibawa ke orang sholih untuk ditahnik. Juga dibolehkan memberi nama pada hari kelahiran. Dianjurkan memberi nama bayi dengan Abdullah, Ibrahim dan nama-nama nabi lainnya.”

Rasulullah SAW bersabda: “Kurma itu menghilangkan penyakit dan tidak membawa penyakit, ia berasal dari surga dan di dalamnya terkandung obat.”

Sa’ad mendengar Rasulullah SAW bersabda : ”Barangsiapa memakan tujuh buah kurma ajwa di pagi hari, maka racun dan sihir tidak membahayakannya pada hari itu.” (HR Bukhari & Muslim)

Salamah binti Qais meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Berikanlah kurma kepada wanita yang akan melahirkan, agar anaknya menjadi murah hati, itu adalah makanan Maryam saat akan melahirkan Isa. Sekiranya Allah mengetahui ada yang lebih baik dari itu, tentu Dia telah memberikannya.”

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW menganjurkan bagi para istri-istri kamu yang sedang hamil untuk makan buah kurma, niscaya anak yang akan lahir kelak akan menjadi anak yang penyabar, bersopan santun serta cerdas. (HR Bukhari).

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Abu Musa berkata: “Seorang anakku lahir, akupun membawanya kepada Nabi SAW, beliau menamainya Ibrahim, beliau melolohkan dengan sebutir kurma, memohon berkah baginya lalu menyerahkannya kepadaku.”

SUBHANALLAH…! Hikmah dari Hadits di atas sangatlah bagus dan patut kita yakini serta terapkan, selain dari sisi kandungan kurma yang sangat besar kandungan gizinya dan manfaatnya untuk menjaga kesehatan serta obat. Ternyata buah kurma memiliki hikmah lain yang sangat special bilamana sejak awal dicekoki pada bayi yang baru lahir (Tahnik).

Disinilah perlunya kita ketahui makna dan manfaat Tahniq yang diajarkan Islam melalui Nabi Muhammad SAW. Tahnik adalah melolohkan kurma yang sudah dikunyah oleh orang tuanya dengan menggerak-gerakkan dari kiri ke kanan hingga merata di langit-langit mulut bayi dengan lembut seraya berdoa dan berzdikir.

Ayo Tunggu apa lagi, BERGABUNG DENGAN FARMASI ISLAM HPA KURNIATI dan pesan produk ini sekarang dengan menghubungi kontak Kurniati Ash-Shobur atau Bekamers Samarinda ANDA AKAN MENDAPATKAN: Staterkit Produk Herba HPA Lengkap, Kertu Member Cantik seumur Hidup, diskon produk-produk HPA hingga 30% , Info Produk HPA, konsultasi kesehatan dan pengobatan, Pelatihan BEKAM/HIJAMAH GRATIS dan pengobatan sunnah Nabi lainnya hanya dengan mendaftar keanggotaan HPA - biaya pendaftaran Rp 25.000,-.

Kunjungi Alamat Rumah Sehat Bekamers - HPA Kurniati : Jl. Abdul Mutolib Gg.Sederhana di samping PAUD AR RIDHO Sungai Pinang Luar (SPL) Samarinda.

Hp. 0899 1450 028 / 0899 1417 873, fb/ema@il: bekam_samarinda@yahoo.co.id

Melolohkan (memasukkan) buah kurma ke dalam mulut bayi adalah sebuah perkara menakjubkan karena di dalamnya terdapat manfaat kesehatan yang besar. Terbukti buah kurma mengandung unsur-unsur penting yang dapat melindungi bayi dari penyakit dan menguatkan daya tahan tubuh. Kurma juga berkhasiat melindungi dan membentengi anak sepanjang hidupnya, terlebih dari itu hikmah melolohkan (memasukkan) kurma ke dalam mulut bayi berguna untuk menguatkan saraf-saraf mulut bayi berguna untuk menguatkan saraf-saraf mulut dan gerakan lisan beserta tenggorokan dan dua tulang rahang bawah dengan jilatan sehingga anak siap untuk menghisap air susu ibunya dengan kuat dan alami.

Kurma yang diberikan bayi dengan proses pengunyahan dari mulut kedua orang tuanya juga mengandung makna yang special dalam menjalin ikatan batin kepada anaknya. melalui air liur kedua orang tuanya akan mengikat hati bayi dengan cinta mereka kepada mereka dan mengalirkan kepadanya fitrah islam mereka yang suci. Anak akan tumbuh dengan baik dan bersih dan juga dapat merasakan manisnya iman, sebagaimana manisnya buah kurma yang bercampur air liur,yang bersamaan lidah selalu dibasahi dengan dzikir kepada Allah Ta’ala.

Melolohkan (memasukkan) kurma ke dalam mulut bayi adalah sebuah Ritus yang dapat menanamkan dalam jiwa kedua orang tua kasih sayang yang tulus kepada anak-anak mereka,sehingga keluarga muslim ini keluarga muslim ini akan hidup dalam keharmonisan, kedamaian dan cinta kasih.

Manfaat Buah Kurma Untuk Kesehatan

1. Menguatkan imunity
2. Mencerdaskan otak
3. Meningkatkan daya tahan (antibody)
4. meningkatkan Hemoglobin (Baik untuk penderita animea)
5. Meningkatkan jumlah trombosit
6. Sebagai multivitamin
7. Anti bakteri dan virus
8. Baik untuk masa pertumbuhan
9. Mengatur kepadatan tulang
10. Meningkatkan nafsu makan
11. Memelihara ketajaman mata dan pendengaran
12. Menenangkan dan menguatkan syaraf
13. Menstabilkan kejiwaan anak
14. Melancarkan BAB
15. Mengobati cacingan
16. Mengobati panas (demam), flu, batuk
17. menghaluskan kulit

Solusi Bagi Mereka yang terlanjur memberikan vaksin & imunisasi pada anak-anaknya

1. Perbanyak istighfar

Karena kewajiban selaku orang tua dituntut dan diminta pertanggungjawannya oleh Allah Ta’ala dalam hal memberi nama pada anak, bersikap adil dalam memberikan kasih sayang, memeberikan nafkah dari rizki dan barang yang halal dan pendidikan moralnya.

Dalam Surat Al Baqarah : 168 Allah Ta’ala berfirman:

“Hai sekalian manusia makanlah yang halal dan baik apa yang terdapat di bumi, dan jangan mengikuti langkah-langkah syetan karena sesungguhnya syetan adalah musuh yang nyata bagimu.”

Dalam Surat Al Baqarah : 173 Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang (yang ketika disembelih) disebut nama selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang.”

2. Berdoa kepada Allah dengan tujuan diampuni dosa-dosa

Mohon petunjuk, ketetapan iman dan dilindungi dari gangguan dan kejahilan orang-orang kafir. Doanya terdapat dalam Surat Al Baqarah: 201:

 “Ya Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”

Juga terdapat dalam Surat Ali Imran: 147 :
 “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami. Dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum kafir.”

3. Untuk membantu mengeluarkan unsur racun dari imunisasi/vaksinasi sekaligus meningkatkan antibodinya

Yaitu dengan memberikan Al Habbatus sauda (jintan hitam), madu, kurma, zaitun dan air kelapa.

4. Selalu mendoakan anak-anaknya dengan doa yang disyariatkan Rasulullah SAW

Seperti : “Rabbana hablana min azwajina wa min zdurriyatina qurrota a’yunin waj’alna lil muttaqiina imama.” Wallahu A’lam Bishawab

Coba ya kita uraikan satu persatu broadcast diatas...

Kutipan pertama:
Kepada saudara ku sesama muslim, Sampai saat ini masih banyak saudara kita sesama kaum muslim yang belum mengetahui dan menerapkan metode ‘imunisasi’ sesuai tuntunan Islam. Padahal sejak dini Rasulullah SAW telah mengajarkan “Tahnik” sebagai metode imunisasi yang sesungguhnya dengan mengandalkan kurma sebagai media utama. Dengan demikian Islam tidak pernah mengajarkan bahkan melarang penggunaan bahan-bahan berbahaya, haram, najis dan subhat untuk dikonsumsi, pengobatan maupun dimasukkan (disuntikkan) lewat pembuluh darah Dan sekarang imunisasi / vaksin banyak mengadung bahan HARAM , Dan Zat berbahya.

Alinea diatas membahas tentang tahnik sebagai "imunisasi sesuai tuntunan islam". benarkah demikian? yang kedua, dikatakan vaksinasi haram dan berbahaya. benarkah demikian? Untuk point pertama telah dijawab dengan lugas dalam artikel disini: http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/benarkah-tahnik-termasuk-imunisasi-islami.html

Dari beberapa  penjelasan ulama disimpulkan bahwa ternyata pernyataan “tahnik adalah imunisasi dalam islam” tidak tepat.

Mengenai hukum tahnik sendiri adalah sunnah dan tidak menjadi amalan khusus untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena asalnya amalan yang beliau lakukan adalah untuk umatnya kecuali jika ada dalil yang mengkhususkannya pada beliau. Di antara hikmah dilakukannya tahnik supaya yang paling pertama masuk di perut bayi adalah sesuatu yang manis, ditambahkan saat itu ada do’a untuk mengharapkan keberkahan. Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid hafizhohullah menjelaskan,

وأما الحكمة من التحنيك بالتمر، فقد كان العلماء قديما يرون أن هذه السنة فعلها النبي صلى الله عليه وسلم ليكون أول شيء يدخل جوف الطفل شيء حلو ، ولذا استحبوا أن يحنك بحلو إن لم يوجد التمر

“Adapun hikmah dari tahnik menggunakan kurma maka para ulama terdahulu berpendapat bahwa ini adalah sunnah yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar yang paling pertama masuk ke perut bayi adalah sesuatu yang manis. Oleh karena itu, dianjurkan mentahnik dengan sesuatu yang manis jika tidak mendapatkan kurma.”

Dr. Faruq Musahil dalam majalah Al-Ummah Al-Qathariyah volume 50 dalam artikel yang berjudul "Perhatian Islam terhadap Nutrisi", ketika menjelaskan hadits ttg tahnik mengatakan, “tahnik dengan timbangan apapun merupakan sebuah mujizat kedokteran Nabi yang telah berlalu sejak 14 abad yang lalu, agar manusia mengetahui tujuan dibalik itu.”

Berdasarkan ilmu kedokteran, bayi yang baru lahir rentan mengalami kematian jika terjadi dua hal:

1. Kadar gula dalam darah berkurang,
2. Jika suhu tubuh menurun jika terkena udara dingin.

Dengan mentahnik, secara kedokteran dua resiko ini bisa ditekan. Di artikel tersebut juga disampaikan penjelasan dari penelitian dokter spesialis, dr. Muhammad Ali Al Baar:
“Sesungguhnya kandungan zat gula “glukosa” dalam darah bayi yang baru lahir adalah sangat kecil. Jika bayi yang lahir beratnya lebih kecil maka semakin kecil pula kandungan zat gula dalam darahnya. Oleh karena itu, bayi prematur (lahir sebelum dewasa), beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, di mana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/ 100 mL darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg, maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 mL.

Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 mL darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit:
>Bayi menolak untuk menyusui,
>Otot-otot melemas,
>Berhenti secara terus-menerus aktivitas pernafasan dan kulit bayi menjadi kebiruan;
>Kontraksi atau kejang-kejang

Setelah mengetahui hikmah tahnik melalui penjelasan para ulama, maka kita dapati tidak ada yang menyatakan bahwa hikmah tahnik adalah sebagai imunisasi alami, atau semisal meningkatkan kemampuan tubuh untuk untuk melawan penyakit. Apalagi menyatakan bahwa tujuan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah imunisasi, maka ini perlu dalil dan kita tidak mendapati dalil tersebut. Kita seharusnya berhati-hati karena berkata dusta atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terdapat ancaman keras.

Point yang kedua: benarkah vaksin itu haram dan berbahaya?

Ada penjelasan yang bagus dari ust sarwat tentang hal ini.

A. Perbedaan Pendapat

Suka tidak suka memang harus kita akui bahwa di tengah dunia Islam, berkembang dua pendapat yang saling berbeda tentang hukum imunisasi ini. Sebagian mengharamkan imunisasi dan vaksinasi dan sebagian yang lain menghalalkannya. Tentunya masing-masing datang dengan segenap argumen dan alasannya yang dianggap kuat dan dijadikan pegangan. Yang kasihan adalah kalangan awam dari umat Islam, mereka jadi terombang-ambing di tengah pusaran ajakan dari masing-masing pihak. Lalu bingung harus bagaimana dan bersikap apa.

1. Kelompok Yang Mengharamkan

Kelompok pertama adalah kelompok yang mengharamkan imunisasi dan vaksinasi. Alasan keharamannya cukup panjang, mulai dari alasan yang bersifat mendasar atau subtantif, hingga alasan-alasan penunjang dan tambahan.
Di antara alasan yang sering digunakan untuk mengharamkan misalnya karena menggunakan zat yang haram atau najis, ada efek samping, lebih besar madharatnya, melawan kodrat Allah, bahkan hingga tuduhan adanya konspirasi dan bisnis besar di balik gerakan vaksinasi.

2. Kelompok Yang Menghalalkan

Di sisi lain, kita juga menemukan kalangan ulama kontemporer dan ternama yang tidak mengharamkan imunisasi dn vaksinasi. Dalam pandangan mereka, imunisasi justru lebih utama untuk dilakukan, karena halal dan banyak sekali manfaatnya buat kemanusiaan. Sedangkan alasan-alasan pengharaman yang diajukan oleh pihak yang mengharamkan, satu per satu dijawab dengan argumentasi yang ternyata juga kuat.

Dengan adanya kedua kubu yang mengharamkan dan menghalalkan ini, kita bisa buat kesimpulan sementara bahwa paling tidak memang ada khilafiyah atau perbedaan pendapat dalam hukum kehalalan imuniasi. Sebenarnya kalau kita kumpulkan masih ada banyak lagi argumentasi yang dikemukakan oleh pihak yang mengharamkan imunisasi dan vaksinasi anak. Tetapi kita cukupkan dulu sampai disini dan mari kita lihat argumentasi dan jawaban dari kalangan yang menghalalkan.

B. Dalil Yang Mengharamkan

Ada begitu banyak argumentasi dari kalangan yang mengharamkan, diantaranya :

1. Mengunakan Zat Yang Najis

Vaksin haram karena menggunakan media ginjal kera, babi, aborsi bayi, darah orang yang tertular penyakit infeksi yang notabene pengguna alkohol, obat bius, dan lain-lain. Ini semua haram dipakai secara syari’at.

2. Banyak Efek Samping

Efek samping yang membahayakan karena mengandung mercuri, thimerosal, aluminium, benzetonium klorida, dan zat-zat berbahaya lainnya yang akan memicu autisme, cacat otak, dan lain-lain.

3. Lebih Besar Madharatnya

Meski imunisasi dan vaksinasi ada manfaatnya, tetapi ada banyak kerugiannya. Dan kalau kalau dilihat secara keseluruhan, tertanya jauh lebih banyak bahayanya dari pada manfaatnya, banyak efek sampingnya. Dan oleh karena itu logika hukumnya menyebutkan bahwa kita harus menolak manfaat karena adanya mafsadat yang lebih besar.

4. Tiap Manusia Sudah Punya Kekebalan Tubuh Alami

Kekebalan tubuh sebenarnya sudah ada pada setiap orang. Sekarang tinggal bagaimana menjaganya dan bergaya hidup sehat. Tidak perlu kecil-kecil sudah diberi vaksin dan obat-obatan kimiawi yang hanya akan merusak jaringan yang alami.
Justru kekebalan yang alami yang lebih diprioritaskan dan bukan kekebalan yang bersifat kimiawi. Di beberapa negara barat yang sudah maju, justru vaksinasi ini sudah ditinggalkan dan tidak lagi digunakan.

5. Konspirasi Yang Terstruktur, Sistematis dan Masif

Di balik adanya gerakan imunisasi dan vaksinasi pada bayi, ternyata terindikasi adanya konspirasi dan akal-akalan negara barat untuk memperbodoh dan meracuni negara berkembang dan negara muslim dengan menghancurkan generasi muda mereka. Agenda terselubung ini memang tidak nampak secara kasat mata, namun dipastikan keberadaannya secara tersturktur, sistemtis dan masif. Umat Islam harus jauh lebih waspada dan hati-hati terhadap tipu daya yahudi zionis international. Sebab mereka tidak akan rela dengan umat Islam sehingga kita mengikuti millah mereka, sesusai dengan surat Al-Baqarah ayat 120.

6. Bisnis Besar di Baliknya

Selain adanya tujuan untuk merusak dan menguasai umat Islam, ternyata ada indikasi bahwa di balik program imunisasi ada bisnis raksasa mahabesar yang menggurita.  Ternyata terindikasi bahwa di balik program imunisasi yang masif dan internasional ini, ada pihak-pihak yang menangguk keuntungan berlimpah, yaitu pihak produsen yang nota bene adalah perusahan milik non muslim. Dengan ikut program imunisasi sesungguhnya kita umat Islam telah dengan rela dan sengaja menyumbangkan uang untuk kalangan musuh-musuh Islam, yang tentunya kentungannya dimanfaatkan untuk menghancurkan agama Islam di muka bumi.

7. Menyingkirkan Pengobatan Nabawi

Pada akhirnya semua bentuk imunisasi dan vakisinasi tidak lain adalah produk kedokteran barat yang semata-mata hanya disandarkan pada akal dan logika semata. Sementara kita sebagai umat Islam sebenarnya sudah diberikan anugerah berupa pengobatan ala nabi (tibbun-nabawi) yang turun lewat wahyu, seperti minum madu, minyak zaitun, kurma, dan habbatussauda dan sebagainya. Tentunya akan jauh lebih berkah karena merupakan bagian dari mukjizat Rasulullah SAW. Maka kalau umat Islam masih saja mengunggulkan penggunakan produk kedokteran barat itu sama saja dengan menyingkirkan metode pengobatan nabawi.

8. Ada Ilmuwan Yang Menentang

Kalau diteliti dengan cermat, sebenarnya ada banyak dokter, ahli medis dan ilmuwan dari kalangan barat sendiri yang menentang teori imunisasi dan vaksinasi. Hanya saja karena ada kepentingan bisnis dan modal dari pengusaha kapitalis itu, akhirnya yang lebih dominan adalah para pendukung bisnis vaksin itu sendiri.

9. Walau Sudah Imuniasi Tetapi Tetap Tidak Menjamin

Adanya beberapa laporan bahwa anak mereka yang tidak di-imunisasi masih tetap sehat, dan justru lebih sehat dari anak yang di-imunisasi.

C. Dalil Yang Menghalalkan

Meski di internet dan media sosial banyak berkembang diskusi yang menggiring opini ke arah pengharaman imunisasi dan vaksinasi, namun kalau kita bersikap lebih adil dan objektif, ternyata ada juga argumentasi dari kalangan yang menghalalkannya. Dari sekian banyak argumentasi penghalalan itu antara lain adalah sebagai berikut :

1. Mencegah Lebih Baik Dari Mengobati

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena telah banyak kasus ibu hamil membawa virus Toksoplasma, Rubella, Hepatitis B yang membahayakan ibu dan janin. Bahkan bisa menyebabkan bayi baru lahir langsung meninggal. Dan bisa dicegah dengan vaksin. Vaksinasi penting dilakukan untuk mencegah penyakit infeksi berkembang menjadi wabah seperti kolera, difteri, dan polio. Apalagi saat ini berkembang virus flu burung yang telah mewabah. Hal ini menimbulkam keresahan bagi petugas kesahatan yang menangani. Jika tidak ada, mereka tidak akan mau dekat-dekat. Juga meresahkan masyarakat sekitar.

2. Rendahnya Standar Kesehatan

Walaupun kekebalan tubuh sudah ada, akan tetapi kita hidup di negara berkembang yang notabene standar kesehatan lingkungan masih rendah. Apalagi pola hidup di zaman modern. Belum lagi kita tidak bisa menjaga gaya hidup sehat. Maka untuk antisipasi terpapar penyakit infeksi, perlu dilakukan vaksinasi. Lalu mengapa beberapa negara barat ada yang tidak lagi menggunakan vaksinasi tertentu atau tidak sama sekali?
Jawabannya karena memang standar kesehatan mereka sudah lebih tinggi, lingkungan bersih, epidemik (wabah) penyakit infeksi sudah diberantas, kesadaran dan pendidikan hidup sehatnya tinggi. Mereka sudah mengkonsumsi sayuran organik. Kalau bangsa Indonesia sudah sampai taraf itu, tentu kita pun bisa meninggalkan vaksinasi itu. Namun sayangnya, sebagai negara berkembang yang tingkat kesadaran kesehatannya masih rendah, kita masih membutuhkan vaksinasi. Dan jangan salah persepsi, ternyata di negara yang sudah tidak lagi menjalankan vaksinasi itu kalau sampai ada orang asing yang datang dari negeri yang masih belum steril, maka dia justru wajib divaksin dengan vaksin jenis tertentu terlebih dahulu. Karena mereka juga tidak ingin mendapatkan kiriman penyakit dari negara lain. Intinya mereka tetap memberlakukan vaksin juga.

3. Minimnya Efek Samping

Tidak bisa dipungkiri bahwa semua jenis obat pasti ada efek samping. Namun efek samping itu tidak seberapa dibandingkan dengan resiko yang harus diderita suatu bangsa akibat wabah penyakit yang berjangkit. Efek samping tentu bisa diminimalisasi dengan tanggap terhadap kondisi ketika hendak imunisasi dan lebih banyak cari tahu jenis-jenis merk vaksin serta jadwal yang benar sesuai kondisi setiap orang.

4. Korban Isu

Seringkali argumentasi yang dibangun untuk mengharamkan imunisasi tidak tepat dan lebih merupakan permainan isu tidak berdasar, atau sekedar pengelabuhan logika serta hoak di media sosial. Contohnya vaksinasi MMR yang diisukan menyebabkan autis. Padahal hasil penelitian lain yang lebih tersistem dan dengan metodologi yang benar, kasus autis itu ternyata banyak penyebabnya. Penyebab autis itu multifaktor (banyak faktor yang berpengaruh) dan penyebab utamanya masih harus diteliti.

5. Bukan Konspirasi

Teori konspirasi memang termasuk 'makanan' empuk bagi banyak kalangan. Walaupun bukan berarti terori ini keliru semua, tetapi yang namanya teori itu masih sulit dipertanggung-jawabkan secara ilmiyah. Jika ini memang konspirasi atau akal-akalan negara barat, mereka pun terjadi pro-kontra juga. Terutama vaksin MMR. Disana juga sempat ribut dan akhirnya diberi kebebasan memilih.  Sampai sekarang negara barat juga tetap memberlakukan vaksin sesuai dengan kondisi lingkungan dan masyarakatnya.

6. Banyak Fatwa Yang Membolehkan

Ada beberapa fatwa halal dan bolehnya imunisasi. Ada juga sanggahan bahwa vaksin halal karena hanya sekedar katalisator dan tidak menjadi bagian vaksin. Contohnya Fatwa MUI yang menyatakan halal. Dan jika memang benar haram, maka tetap diperbolehkan karena mengingat keadaan darurat, daripada penyakit infeksi mewabah di negara kita. Harus segera dicegah karena sudah banyak yang terjangkit polio, Hepatitis B, dan TBC.

7. Banyak Ulama Dan Lembaga Fatwa Yang Membolehkan

Sebenarnya cukup banyak ulama kontemporer yang menghalalkan imunisasi ini. Di antaranya adalah Syeikh Abdullah bin Baz, mufti Kerajaan Saudi Arabia di masanya. Dan ada juga Syeikh Shalih Al-Munajjid, yang juga salahs satu ulama besar di Saudi Arabia. Dan beberapa lembaga fatwa baik di dalam negeri dan luar negeri pun banyak yang menghalalkannya. Termasuk di dalamnya adalah Majelis Ulama Eropa, Lembaga Bahtsul Matsail Nahdlatul Ulama dan Majelis Tarjib Muhammadiyah.

a. Syeikh Abdullah Bin Baz

Asy-Syaikh Abdullah bin Baz pernah ditanya : “Apa hukum berobat sebelum terjadinya penyakit, seperti imunisasi atau vaksinasi?” Beliau menjawab bahwa tidak mengapa berobat bila dikhawatirkan terjadinya penyakit karena adanya wabah atau sebab-sebab yang lain yang dikhawatirkan terjadinya penyakit karenanya. Maka tidak mengapa mengkonsumsi obat untuk mengantisipasi penyakit yang dikhawatirkan. Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW dalam hadist yang shahih :

“Orang yang di waktu pagi memakan tujuh butir kurma Madinah, maka tidak akan mencelakakan dia sihir ataupun racun.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ini termasuk dalam bab menghindari penyakit sebelum terjadinya. Demikian pula bila dikhawatirkan terjadi sebuah penyakit lalu dilakukan vaksinasi atau imunisasi untuk melawan penyakit tersebut yang terdapat di suatu negeri atau negeri manapun, tidak mengapa melakukan hal demikian dalam rangka menangkalnya. Sebagaimana penyakit yang telah menimpa itu diobati, maka diobati pula penyakit yang dikhawatirkan akan menimpa. Akan tetapi tidak boleh memasang jimat-jimat dalam rangka menangkal penyakit, jin atau bahaya mata dengki. Karena Nabi SAW melarang hal tersebut. Nabi SAW telah menerangkan bahwa hal itu termasuk syirik kecil, maka wajib berhati-hati darinya.

b. Syeikh Muhammad Shalih Al-Munajjid

Muhammad Shalih Al-Munajjid adalah seorang imam masjid dan khatib di Masjid Umar bin Abdul Aziz di kota Al-Khabar Kerajaan Saudi Arabia. Beliau juga bekerja sebagai dosen ilmu-ilmu keagamaan dan pengasuh situs www.islam-qa.com

Mengenai imunisasi dengan menggunakan bahan yang haram tetapi memberi manfaat yang lebih besar, tokoh ini berfatwa :

“Vaksin yang terdapat didalamnya bahan yang haram atau najis pada asalnya. Akan tetapi dalam proses kimia atau ketika ditambahkan bahan yang lain yang mengubah nama dan sifatnya menjadi bahan yang mubah. Proses ini dinamakan “istihalah”. Dan bahan mempunyai efek yang bermanfaat. Vaksin jenis ini bisa digunakan karena “istihalah” mengubah nama bahan dan sifatnya. Dan mengubah hukumnya menjadi mubah atau boleh digunakan.”

c. Majelis Ulama Eropa

Fatwa Majelis Majelis Ulama Eropa untuk Fatwa dan Penelitian (المجلس الأوربي للبحوث والإفتاء) memutuskan dua hal:

Pertama :
Penggunaan obat semacam itu ada manfaatnya dari segi medis. Obat semacam itu dapat melindungi anak dan mencegah mereka dari kelumpuhan dengan izin Allah. Dan obat semacam ini (dari enzim babi) belum ada gantinya hingga saat ini.
Dengan menimbang hal ini, maka penggunaan obat semacam itu dalam rangka berobat dan pencegahan dibolehkan. Hal ini dengan alasan karena mencegah bahaya (penyakit) yang lebih parah jika tidak mengkonsumsinya.

Dalam bab fikih, masalah ini ada sisi kelonggaran yaitu tidak mengapa menggunakan yang najis (jika memang cairan tersebut dinilai najis). Namun sebenarnya cairan najis tersebut telah mengalami istihlak (melebur) karena bercampur dengan zat suci yang berjumlah banyak. Begitu pula masalah ini masuk dalam hal darurat dan begitu primer yang dibutuhkan untuk menghilangkan bahaya. Dan di antara tujuan syari’at adalah menggapai maslahat dan manfaat serta menghilangkan mafsadat dan bahaya.

Kedua :
Majelis merekomendasikan pada para imam dan pejabat yang berwenang hendaklah posisi mereka tidak bersikap keras dalam perkara ijtihadiyah ini yang nampak ada maslahat bagi anak-anak kaum muslimin selama tidak bertentangan dengan dalil yang definitif (qoth’i).

d. Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU)

Kesimpulan sidang Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menindak lanjuti hasil sidang Lembaga Bahtsul Matsail NU (LBM-NU) menyatakan secara umum hukum vaksin meningitis suci dan boleh dipergunakan.
Namun PBNU merekomendasikan ke pemerintah agar melakukan vaksinasi kepada para jamaah haji dengan memakai vaksin yang halal berdasarkan syari’i. Hal ini penting, agar jamaah haji mendapat rasa nyaman dan kekhidmatan beribadah.

Selain itu, masyarakat dihimbau tidak terlalu resah dengan informasi apapun terkait vaksin meningitis yang belum jelas. Ketua LBM-NU, Zulfa Musthafa, mengemukakan berdasarkan informasi dan pemaparan sejumlah pakar dalam sidang LBM-NU diketahui bahwa semua produk vaksin meningitis pernah bersinggungan dengan enzim babi. Termasuk produk yang dikeluarkan oleh Novartis Vaccine and Diagnostics S.r.i dan Meningococcal Vaccine produksi Zheijiang Tianyuan Bior Pharmaceutical Co. Ltd. Akan tetapi, secara kesuluruhan hasil akhir produk-produk tersebut dinilai telah bersih dan suci. Zulfa menuturkan, dalam pembahasannya, LBM-NU tidak terpaku pada produk tertentu. Tetapi, pembahasan lebih menitik beratkan pada proses pembuatan vaksin. Hasilnya, secara umum vaksin meningitis suci dan boleh dipergunakan. ”Dengan demikian, vaksin jenis Mancevax ACW135 Y, produksi Glaxo Smith Kline (GSK), Beecham Pharmaceutical, Belgia pun bisa dinyatakan halal,” tandas dia

e. Majelis Tarjih & Tajdid PP Muhammadiyah

Tim Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjawab pertanyaan dari Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Majelis Kesehatan dan Lingkungan Hidup, tentang status hukum vaksin, khususnya untuk imunisasi polio yang dicurigai memanfaatkan enzim dari babi : Sebagai kesimpulan, dapatlah dimengerti bahwa vaksinasi polio yang memanfaatkan enzim tripsin dari babi hukumnya adalah mubah atau boleh, sepanjang belum ditemukan vaksin lain yang bebas dari enzim itu.

Sehubungan dengan itu, kami menganjurkan kepada pihak-pihak yang berwenang dan berkompeten agar melakukan penelitian-penelitian terkait dengan penggunaan enzim dari binatang selain babi yang tidak diharamkan memakannya. Sehingga suatu saat nanti dapat ditemukan vaksin yang benar-benar bebas dari barang-barang yang hukum asalnya adalah haram.

Kesimpulan

1. Kalau dikatakan bahwa hukum imunisasi dan vaksinasi multak haram, tentu tidak benar. Tetapi bahwa ada sebagian kalangan yang mengharamkan, itu memang benar.

2. Namun di balik mereka yag mengharamkan, ternyata ada banyak juga ulama dan lembaga fatwa kelas dunia yang menghalalkannya.

3. Perbedaan pendapat dalam masalah ini adalah sesuatu yang lazim dan biasa terjadi dalam disiplin ilmu fiqih. Tidak perlu ada saling caci dan saling hujat untuk urusan seperti ini. Masing-masing kita dipersilahkan untuk memilih pendapat mana saja yang dia merasa yakin dan nyaman.

4. Kebenaran yang sesungguhnya hanya milik Allah. Para mujtahid dipersilahkan berijtihad, siapa yang benar ijtihadnya akan mendapatkan dua pahala dan yang salah tidak berdosa dan masih tetap mendapatkan satu pahala.

5. Orang-orang awam seperti kita dipersilahkan berittiba' kepada para ulama dan mujtahid. Tidak boleh menghina dan menjelek-jelekknya hasil ijtihad ulama yang bukan pilihannya. Dan haram bersikap merasa paling benar sendiri, takabbur, ujub dan mendominasi kebenaran.

Lalu terkait pengobatan nabawi, apakah itu sebuah keharusan?

Berikut beberapa pertimbangan dalam bersikap:

1. Tidak mengingkari adanya pengobatan Nabi SAW, selama haditsnya shahih dan bisa diterima.

2. Ada pesan khusus di balik tiap jenis obat yang disebutkan beliau SAW, sebagai bagian dari bahan eksperimen untuk zaman kita.

3. Tidak semua jenis obat yang ada di hadits Nabi SAW itu cocok untuk setiap tempat dan lingkungan. Bahkan belum tentu cocok untuk para shahabat yang hidup di masa itu.

4. Maka hukumnya bukan merupakan kewajiban yang bersifat mutlak untuk menggunakan obat-obatan sesuai hadits Nabi SAW.

5. Kalau pun menggunakan obat-obatan yang disebutkan dalam hadits, tetap harus dengan lewat orang yang ahli (dokter). Sebab jumlah jenis penyakit itu sangat beragam, dan tiap satu penyakit ada pecahan-pecahannya lagi. Dan tiap detail penyakit harus diobati sesuai dengan jenis penyakitnya dengan dosis dan takaran yang pas.

6. Obat-obat yang banyak beredar di masa sekarang banyak yang diklaim sebagai obat dari nabi. Namun dalam prakteknya, semua hanya klaim dan tidak ada yang 100% memastikan keasliannya.

7. Selain itu kita tetap harus tetap hati-hati dalam memilihinya. Periksa dulu kadarnya, kandungan, zat-zat tambahan, campuran, cara pengolahan, pengemasan, dosis, serta tanggal kadaluarsanya.

Sedangkan untuk bagian yang ini:

Solusi Bagi Mereka yang terlanjur memberikan vaksin & imunisasi pada anak-anaknya

1. Perbanyak istighfar

karena kewajiban selaku orang tua dituntut dan diminta pertanggungjawannya oleh Allah Ta’ala dalam hal memberi nama pada anak, bersikap adil dalam memberikan kasih sayang, memeberikan nafkah dari rizki dan barang yang halal dan pendidikan moralnya.

Dalam Surat Al Baqarah : 168 Allah Ta’ala berfirman: “Hai sekalian manusia makanlah yang halal dan baik apa yang terdapat di bumi, dan jangan mengikuti langkah-langkah syetan karena sesungguhnya syetan adalah musuh yang nyata bagimu.”

Dalam Surat Al Baqarah : 173 Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang (yang ketika disembelih) disebut nama selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak pula melampaui batas maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang.”

2. Berdoa kepada Allah dengan tujuan diampuni dosa-dosa

mohon petunjuk, ketetapan iman dan dilindungi dari gangguan dan kejahilan orang-orang kafir. Doanya terdapat dalam Surat Al Baqarah: 201: “Ya Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”

Juga terdapat dalam Surat Ali Imran: 147 : “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebihan dalam urusan kami. Dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum kafir.”

3. Untuk membantu mengeluarkan unsur racun dari imunisasi/vaksinasi sekaligus meningkatkan antibodinya yaitu dengan memberikan Al Habbatus sauda (jintan hitam), madu, kurma, zaitun dan air kelapa.

4. Selalu mendoakan anak-anaknya dengan doa yang disyariatkan Rasulullah SAW

seperti : “Rabbana hablana min azwajina wa min zdurriyatina qurrota a’yunin waj’alna lil muttaqiina imama.” Wallahu A’lam Bishawab

Ayo Tunggu apa lagi, BERGABUNG DENGAN FARMASI ISLAM HPA KURNIATI dan pesan produk ini sekarang dengan menghubungi kontak Kurniati Ash-Shobur atau Bekamers Samarinda ANDA AKAN MENDAPATKAN: Staterkit Produk Herba HPA Lengkap, Kertu Member Cantik seumur Hidup, diskon produk-produk HPA hingga 30% , Info Produk HPA, konsultasi kesehatan dan pengobatan, Pelatihan BEKAM/HIJAMAH GRATIS dan pengobatan sunnah Nabi lainnya hanya dengan mendaftar keanggotaan HPA - biaya pendaftaran Rp 25.000,-.

Itu adalah kutipan di bagian akhir di broadcast yang beredar...
Bagaimana kita menyikapinya?

Sebagian besar dari point-point di atas tidak ada hubungannya dengan tahnik dan vaksin. klaim medis yang disampaikan juga tidak memiliki dasar ilmiah. Silahkan dicerna baik-baik apa yang bisa kita tarik sebagai kesimpulan dari kutipan diatas. Mohon maaf, ada benarnya pada point di atas, itu yang tidak semua pengobatan dari nabi cocok untuk tempat, lingkungan, dan para sahabat. Maksud saya point yang ada dalam kutipan broadcast
DISKUSI

1. Tujuan tidak benar contohnya pak?
Jawab
Ini lebih berbahaya ketimbang para penyebar hadits palsu tentang terong obat segala penyakit.  Kalau ini dalilnya kita tau maudhu, misalnya untuk tujuan ekonomis.

>Ohhh,, tujuan bisnis begitu ya pak?
Jawab
Betul. Oleh karena itu tidak selayaknya kita membenturkan pengobatan di zaman nabi dengan pengobatan modern

>Ya pak yang modern banyak yang claim. Nachh,, kita yang ga tau apa-apa malah bingung

>Awalnya oke-oke saja, sekarang pengobatan katanya banyak yang subhat

>Tidak dibentur benturkan setau saya tahnik bukan vaksinasi.

>Pastikan kita cerdas dalam mensikapi pengobatan. Karena dulu banyak beredar hadits palsu dengan motif ekonomis. Kini banyak beredar hadits shohih namun dengan penafsiran yang masih shorih dan dzonni digunakan untuk motif ekonomis. Sekarang banyak macam obat untuk bisnis meskipun untuk perkara niat kita kembalikan kepada diri masing-masing.

2. Sudut sudut ekstrim itu kurang bagus ya stadz?
Jawab
Ekstrim kiri maupun ekstrim kanan walaupun posisi kita dikanan

>Maksudnya ekstrim kanan itu apa pak?
Jawab
ekstrim: menolak sama sekali pengobatan ala nabi atau menolak sama sekali pengobatan kedokteran modern

>Berarti kita harus seimbang ya? Ikut sunah nabi juga tapi tidak menolak kedokter juga
Kan dokter ahlinya dibidang kesehatan.
Jawab
Serahkanlah urusan kepada ahlinya, misalnya jangan konsultasi kedokteran kepada pilot pesawat tempur yang gak pernah belajar medis. Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya. Kan dokter ahlinya dibidang kesehatan. Ada dokter ala barat. Ada dokter ala thibbun nabawi. Semua ada +/- nya

3. Pak kalo pendapat bahwa dokter barat mengobati penyakit tok (resep obat). Dokter tb mengobati sampai keakarnya, itu bagaimana ?
Jawab
Nggak juga menurut saya. Dari cerita teman di barat malah jarang dokter langsung kasih obat,  edukasi diutamakan.

4. Pic dari grup tb, air putih masak sendiri lebih bagus.
Tanggapan
Kalau air tergantung sumber airnya bunda dan pengolahannya

TAMBAHAN DARI dr. CHEVI

Maaf ikutan ustad Dian ya...
Manusia ini Allah berikan 3 potensi.
>Jasad
>Akal
>Ruh.

Dalam pengobatan sememangnyalah harus menyentuh dan memperbaiki ketiga hal itu.
Ini juga tergantung kepada personal masing masing. Untuk jasad aja kan banyak spesialis nya, ada penyakit dalam, paru, jantung dsbnya. Lebih khusus dan mendalam juga lama pendidikannya. Jangan juga dikotomi bahwa ilmu kedokteran tidak islami, bahkan saya berani mengatakan ilmu kedokteran itu islami. Justru yang bukan kedokteran dipertanyakan. Afwan Kalo orang kena infeksi bakteri. Ada cara diagnosanya. Cara diagnosa mulai dari sebelum anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang dst. Beda penyakit beda prosesnya. Sesuai islam artinya sesuai ilmiah

Terus obatnya harus ilmiah. Berdasar ilmu dan kaidah-kaidah keilmuan. Ini sesuai Islam. Bukan coba-coba. Kasihan masyarakat kita. Berobatlah ke pengobatan bla...bla...bla... dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Ternyata tidak mengikuti kaidah ilmiah (islami). Mereka berobat, malah kena tipu. Dikatakanlah dapat menyembuhkan bla..bla..bla..pake testimoni segala. Bahkan diiklankan di tv. Ternyata penipuan. Bisa macam macam namanya klinik tong fang salah satunya dan sudah dikenai pasal penipuan kalo nggak salah. Korbannya banyak. Namanya bisa tong fang. Bisa juga mengatasnamakan pengobatan cara nabi dst

Demikian sharing dari ana, jika ada kesalahan mohon dimaafkan.

Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment