Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

TERLALU SERING TERTAWA, SIAP-SIAP BERTAKBIR EMPAT KALI UNTUKNYA

Kajian Online Hamba WA الله Ta'ala
Ibnu 203

Hari / Tanggal : Selasa, 10 Februari 2015
Admin : M. Rasyid Ridho
Editor : Ana Trienta
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sebagaimana perkataan Imam Syafi’i bagi orang yang telah mati hatinya yaitu bertakbir empat kali (shalat jezanah) karena ia hanya menyeret jasad yang tidak memiliki hati di muka bumi. Sebenarnya bercanda  baik, akan tetapi ia sering kali berlebihan dan tidak melihat waktu yang tepat.

Sanguin harus sering-sering ingat sabda Rasulullaah Shallallaahu ‘alaihi wa sallaam :

وَلَا تُكْثِرِ الضَّحِكَ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ القَلْبَ

"Dan janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguhnya terlalu banyak tertawa dapat mematikan hati.”

Terlalu sering ketawa juga menunjukkan bahwa orang tersebut seperti lupa akhirat. Ia lalai dan tidak mencerminkan sikap seorang muslim yang berorientasi akhirat. Karena jika seorang muslim ingat akhirat maka ia akan sangat jarang tertawa, karena ia belum tentu masuk surga dan belum tentu dihindarkan dari siksa neraka yang kekal.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallaam bersabda :

عُرِضَتْعَلَيَّالْجَنَّةُوَالنَّارُفَلَمْأَرَكَالْيَوْمِفِيالْخَيْرِوَالشَّرِّوَلَوْتَعْلَمُوْنَمَاأَعْلَمُلَضَحِكْتُمْقَلِيْلاًوَلَبَكَيْتُمْكَثِيرًاقَالَفَمَاأَتَىعَلَىأَصْحَابِرَسُوْلِاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَيَوْمٌأَشَدُّمِنْهُقَالَغَطَّوْارُءُوْسَهُمْوَلَهُمْخَنِيْنٌ

“Surga dan neraka ditampakkan kepadaku, maka aku tidak melihat tentang kebaikan dan keburukan seperti hari ini. Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, kamu benar-benar akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”

Anas bin Malik –perawi hadits ini mengatakan, “Tidaklah ada satu hari pun yang lebih berat bagi para Sahabat selain hari itu. Mereka menutupi kepala mereka sambil menangis sesenggukan.”

Mengenai seringnya bercanda ini sebaiknya berhati-hati atau tepatnya bisa “mengerem” sedikit kebiasaannya ini. Karena selain bisa mematikan hati karena seringnya tertawa, ia juga bisa melanggar beberapa adab dan bisa merusak hubungan dg beberapa orang. Misalnya orang yg gampang sensitif atau beberapa orang yang memang tidak mempunyai jiwa humoris dan selalu agak serius.

Pertama:
Terkadang bercanda bisa membuat orang lain sakit hati padahal kita tidak berniat untuk menyakiti harinya, hanya sekedar bercanda. Karenanya harus berhati-hati. Sebagaimana kisah bercandanya Rasulallaah shallallaahu ‘alaihi wa salaam kepada seorang nenek tua, beliau mengatakan bahwa tidak ada nenek-nenek di surga, sehingga nenek tersebut pun pergi dengan sedih dan tentunya beliau segera memanggil dan menjelaskan yang sebenarnya. Bisa dilihat pada hadits berikut.

عَنِالْحَسَنِقَالَ: أَتَتْعَجُوزٌإِلَىالنَّبِيِّ-صَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَ-،فَقَالَتْ: (يَارَسُولَاللَّهِ،ادْعُاللَّهَأَنْيُدْخِلَنِيالْجَنَّةَ) فَقَالَ: يَاأُمَّفُلاَنٍ،إِنَّالْجَنَّةَلاَتَدْخُلُهَاعَجُوزٌ. قَالَ: فَوَلَّتْتَبْكِيفَقَالَ: أَخْبِرُوهَاأَنَّهَالاَتَدْخُلُهَاوَهِيَعَجُوزٌإِنَّاللَّهَتَعَالَىيَقُولُ: { إِنَّاأَنْشَأْنَاهُنَّإِنْشَاءًفَجَعَلْنَاهُنَّأَبْكَارًاعُرُبًاأَتْرَابًا}

Diriwayatkan dari Al-Hasan radhiyallaahu ‘anhu, dia berkata, “Seorang nenek tua mendatangi Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallaam. Nenek itu pun berkata, ‘Ya Rasulullaah! Berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkanku ke dalam surga!’ Beliau pun mengatakan, ‘Wahai Ibu si Anu! Sesungguhnya surga tidak dimasuki oleh nenek tua.’ Nenek tua itu pun pergi sambil menangis. Beliau pun mengatakan, ‘Kabarkanlah kepadanya bahwasanya wanita tersebut tidak akan masuk surga dalam keadaan seperti nenek tua.

Sesungguhnya Allah ta’ala mengatakan:
(35) Sesungguhnya kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung.
(36) Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.
(37) Penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS Al-Waqi’ah)

Kedua:
Hendaknya memperhatikan bahwa bercanda boleh saja akan tetapi jangan sampai berdusta. Di zaman sekarang bercanda terkadang keterlaluan, sampai berdusta dan mengarang cerita yang bohong. Ini sering dilakukan oleh pelawak-pelawak untuk melariskan “dagangannya”.  Ini ada ancamannya dari Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallaam, beliau bersabda :
وَيْلٌلِلَّذِىيُحَدِّثُفَيَكْذِبُلِيُضْحِكَبِهِالْقَوْمَوَيْلٌلَهُوَيْلٌلَهُ.

“Celakalah orang yang berbicara kemudian dia berdusta agar suatu kaum tertawa karenanya. Kecelakaan untuknya. Kecelakaan untuknya.”

Ketiga:
Tidak boleh bercanda dalam urusan agama khususnya mengolok-olok. Misalnya : ketika membaca Al-Fatihah “waladhoompet” di jawab “aambiill”
> “mengatakan kambing pada orang yang menjalankan sunnah memelihara jenggot”
> “mengatakan “ninja” pada wanita yang menerapkan sunnah cadar”

Ini yang paling berbahaya dalam bercanda atau bermain-main. Sebagaimana firman Allah,

وَلَئِنْسَأَلْتَهُمْلَيَقُولُنَّإِنَّمَاكُنَّانَخُوضُوَنَلْعَبُقُلْأَبِاللَّهِوَآيَاتِهِوَرَسُولِهِكُنْتُمْتَسْتَهْزِئُونَ لَاتَعْتَذِرُواقَدْكَفَرْتُمْبَعْدَإِيمَانِكُمْإِنْنَعْفُعَنْطَائِفَةٍمِنْكُمْنُعَذِّبْطَائِفَةًبِأَنَّهُمْكَانُوامُجْرِمِينَ

“(Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, Karena kamu kafir sesudah beriman. jika kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (At-Taubah : 65-66)

Keempat:
Tidak melakukan ghibah, membicarakan kejelekan orang lain ketika bercanda atau malah menggunakan kejelekan, cacat dan kekurangan orang lain untuk bercanda dan bahan candaan. Ini terkadang sudah lumrah, akan tetapi ini bukanlah ajaran dan adab Islam.

Allah Ta’ala berfirman :

يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُوالَايَسْخَرْقَوْمٌمِنْقَوْمٍعَسَىأَنْيَكُونُواخَيْرًامِنْهُمْوَلَانِسَاءٌمِنْنِسَاءٍعَسَىأَنْيَكُنَّخَيْرًامِنْهُنَّوَلَاتَلْمِزُواأَنْفُسَكُمْوَلَاتَنَابَزُوابِالْأَلْقَابِبِئْسَالِاسْمُالْفُسُوقُبَعْدَالْإِيمَانِوَمَنْلَمْيَتُبْفَأُولَئِكَهُمُالظَّالِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jgn pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiridan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.” (QS Al-Hujurat: 11)

Kelima:
Tidak boleh bercanda dengan mengambil barang, sekedar menyembunyikan agar dia takut, atau bercanda untuk menakut-nakuti orang lain. Ini juga sudah lumrah dan sudah dianggap biasa oleh masyarakat kita. Dan juga sudah banyaknya acara “mengerjai”, acara televisi untuk membuat seseorang dimain-mainkan bahkan ditakut-takuti. Ini semua dilarang dalam adab Islam. Walaupun orang yang “dikerjai” nampaknya senang , akan tetapi kita tidak tahu bagaimana kepanikannya dan kesusahannya ketika dikerjai.

Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallaam bersabda :

لاَيَأْخُذَنَّأَحَدُكُمْمَتَاعَأَخِيهِلاَعِبًاوَلاَجَادًّا

“Tidak boleh seorang dari kalian mengambil barang saudaranya, baik bercanda maupun serius.”

 Beliau juga bersabda,

لاَيَحِلُّلِمُسْلِمٍأَنْيُرَوِّعَمُسْلِمًا

“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain.”

Demikian semoga bermanfaat
______________________________
Kota Bima-NTB
Selasa, 10 Februari 2015
** AD-DIINU AN-NASHIIHAH **

TANYA JAWAB

Tanya:
Tanya tadz,  bagaimana sebaiknya agar kita tak mudah tertawa berlebihan  tadz,,mengingat kalau terlalu pendiam juga kadang malah dikatakan kurang gaul ..
Jawab:
Akh Sugeng... Allah dan Rosul tidak pernah melarang untuk tertawa tapi jangan berlebihan sehingga kita kufur dari Agama Allah

Tanya:
> Ustadz, ana nanya...Bagaimana dengan yang bekerja didunia hiburan, karena mereka kan memberikan hiburan yang membuat orang lain bahagia? Seperti pelawak
> Tanya tad,, bagaimana dengan profesi comic (seorang standUpComedy) yang mencari nafkah dengan cara seperti apa yang ustad jabarkan di atas? Meskipun di setiap materi standUp yang di sampaikan ada ilmu (yang bermanfaat) yang sebelumnya tidak saya ketahui
Jawab:
tidaak ada manfaatnya untuk akhirat. Ilmu bermanfaat bagi dunia tapi tidak ada manfaatnya bagi akhirat

PENUTUP
Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa'atubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
(HR. Tirmidzi, Shahih).