URGENSI SIROH NABAWIYAH

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, February 5, 2015

Kajian Online Telegram Hamba اَللّٰه Ta'ala

Hari / Tanggal : Rabu, 05 Februari 2015
Narasumber : Ustadz Dian Alamanda
Tema : Siroh
Notulen : Ana Trienta

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
!صَبَاحُ الخَيْر

Hari ini temanya tentang siroh nabawiyah
siapa disini yang menganggap mempelajari siroh nabawiyah itu penting? kalau iya, bisa sebutkan alasannya?

Jawaban Member
Karena asal usul islam dan bisa buat dongeng cerita untuk anak-anak balita kebaikan perkembangan anak.

Ustadz
Bagus... ada yang lain? apa sih tujuan kita mempelajari siroh nabawiyah?

Jawaban Member
Penting tadz, kayak kata-kata kiasan gitu.. "jadikan kejadian masa lalu sebagai pembelajaran.." Gitu kali yakk..

Jawaban Member
Intinya dengan mempelajari siroh kita jadi tau bagaimana, Islam ini berkembang, kejadian-kejadian luar biasa terjadi yang bisa dijadiin motivasi terus. yaa gitu lahh yaa inti na


betul!
Tujuan kita belajar siroh nabawiyah adalah agar kita setiap muslim memperoleh gambaran tentang hakikat islam secara paripurna yang tercermin dalam kehidupan rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم yang dipahami secara konsep sebagai prinsip, kaidah dan hukum. Jadi agar kita bisa memahami islam secara utuh, memahami Qur'an dan Sunnah secara paripurna, kita sangat perlu mempelajarinya

Kita liat hari ini begitu banyak kader dakwah yang tidak bisa berdakwah dengan hikmah, qudwah dan kalimat yang baik dalam berdiskusi, karena minimnya pemahaman akan peri kehidupan rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم dalam berdakwah maka bisa kita katakan sirah nabawiyah adalah kelengkapan sumber dan pedoman keislaman kita. Ada beberapa urgensi dari mempelajari sirah nabawiyah ini

>yang pertama, untuk memahami kepribadian Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم

>yang kedua, agar manusia mendapatkan al-matsalul a'la (tipe ideal), sehingga kita memahami beliaulah tokoh yang paling layak kita idolakan

>yang ketiga, untuk memahami al-Qur'an dan spirit tujuannya

>yang keempat, meningkatkan Tsaqofah (wawasan) keislaman dan pengetahuan islam yang benar

>yang kelima, sebagai contoh hidup bagi para penyeru al-haq

Darimana saja sumber-sumber penyusunan sirah nabawiyah ini?

>yang pertama, sumber dari Al-Qur'an

>yang kedua, dari hadits-hadist shahih, yang penyusunannya cenderung lebih menggunakan pendekatan fiqih

Ada beberapa tabi'in yang pernah melakukan pencatatan terhadap perjalanan hidup beliau, antara lain: Urwah bin Zubair (92H), Aban bin Utsman (105H), Surahbil bin Sa'ad (123H), Wahab bin Munabbih (110H) dan Ibnu Syihab Azzuhri (124H)

Lalu kitab-kitab sirah apa saja setelahnya yang kita kenal? semisal, selama ini kita ketahui secara populer Khadijah menikah dengan Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم di usia 40 tahun, namun menurut ibnu ishaq, penghulunya para penulis sirah, adalah 28  tahun, maka kita mengenal beberapa penulis sirah setelah para tabi'in antara lain: Muhammad ibn ishaq, Imam alWaqidi, Muhammad ibn Sa'ad, Ibn Hisyam (yang paling populer), al-asfahani, AtTirmidzi (syamail muhammad), dan Ibn Qoyyim (Zad Al-Ma'ad)

Maka belum beriman seseorang yang belum mencintai Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم melebihi orangtuanya, anak-anaknya, bahkan dirinya sendiri...

Pertanyaan berikutnya, apa tugas Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم?

>Yang pertama adalah menyampaikan al-Haq
>yang kedua adalah mentarbiyah (mendidik dan membimbing)

Maka dakwah bukan hanya sekedar menyeru, tapi juga mendidik dan membimbing. Menuntun manusia untuk mengenal pencipta alam dan sifat-sifatnya. Menyeru manusia untuk mentauhidkan Allah. Memberi kabar gembira dan ancaman
“Dan tidaklah kami mengutus para Rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan. barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan[*], maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. (QS. Al-An’am: 48)
Mengadakan perbaikan berarti melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan. Menunjukkan manusia ke jalan yang lurus. Membersihkan jiwa dan meluruskannya dari hawa nafsu. Meluruskan aqidah yang menyimpang dari Islam
“Manusia itu adalah umat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (QS. Al Baqarah : 213)
Memimpin umat dengan metode dan sistem rabbani, itulah tugas-tugas Rasulullah

Lalu apa saja kewajiban kita kepada Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم? Kita sering ingin dipenuhi hak-haknya sebagai umat beliau, namun kadang kita melupakan kewajiban kita kepada beliau

>yang pertama adalah beriman kepadanya (asshaf:10-11)

>yang kedua, mencintainya. Apa saja indikator cinta:
1. selalu ingat dan menyebutnya
2. Selalu ingin dekat dan berjumpa
3. Mencintai apa dan siapa yang dicintainya
4. Membenci apa dan siapa yang dibencinya
5. mengikuti dan mengidolakannya

>yang ketiga, membelanya
Terutama dari mereka yang ingin mencela dan mengolok-ngoloknya atau mengkerdilkan sunnahnya

>yang keempat adalah menghidupkan sunnah-sunahnya

>yang kelima, mewarisi risalahnya
“Sesungguhnya orang-orang yang berilmu (ulama) merupakan pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, namun mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang besar.” (HR. Abu Daud)
Kita akan bersemangat bahkan berkelahi saat pembagian warisan dalam bentuk harta dunia
namun apakah kita bisa lebih semangat dalam memperebutkan warisan beliau? dan cara paling pokok dalam membela Rasulullah adalah dengan mengamalkan dan menghidupkan sunnahnya.

Demikian sharing pagi ini, jika ada kekurangan saya mohon dimaafkan.
Pamit mundur dulu karena harus mengantar anak istri dulu pagi ini ...
wassalamu'alaikum ....

Doa Kafaratul Majelis...

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT