Ketik Materi yang anda cari !!

ANJURAN MENIKAH (HADIST KEDUA)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, March 5, 2015


Kajian Online Telegram Hamba اَللّٰه Ta'ala

Hari / Tanggal : Kamis, 05 Maret 2015
Narasumber : Ustadz Abdullah Haidir
Tema : Hadist
Notulen : Ana Trienta

Assalamualaikum, saya ada jadwal ya jam 10 pagi ini?
Thayib kita mulai sebentar aja kok materinya ga banyak

وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ اَلنَّبِيَّ  حَمِدَ اَللَّهَ , وَأَثْنَى عَلَيْهِ , وَقَالَ : ” لَكِنِّي أَنَا أُصَلِّي وَأَنَامُ , وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ , وَأَتَزَوَّجُ اَلنِّسَاءَ , فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي .مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Anas bin Malik, sesungguhnya Nabi mengucapkan tahmid dan pujian kepada Allah, lalu bersabda, “… Akan tetapi aku shalat dan tidur, aku puasa dan berbuka, atau menikahi wanita. Siapa yang tidak menyukai sunahku, maka dia bukan golonganku.” (Muttafaq alaih)

Ini hadits ke 2 dalam bab nikah kitab bulughul maram. Hadits ini merupakan potongan dari hadits yang cukup dikenal, yaitu tentang kisah tiga orang shahabat yang mendatangi rumah isteri-isteri Rasulullah shallallahu alaihi untuk menanyakan tentang bagaimana ibadah beliau.

Ketika mereka beritahu, maka mereka menganggap apa yang mereka lakukan masih sedikit. Lalu mereka berkata, “Apalah kita dibanding Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Allah telah mengampuni dosanya yang lalu dan kemudian.”
Maka salah seorang dari mereka mengatakan, “Saya akan shalat malam selamanya.” Yang lain berkata, “Saya akan berpuasa sepanjang tahun dan tidak berbuka.” Yang lainnya berkata, “Saya akan menjauhi wanita, tidak menikah sama sekali.” Maka datanglah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan berkata, “Kaliankah yang mengatakan demikian dan demikian? Demi Allah, sungguh aku paling takut kepada Allah di antara kalian dan paling takwa. Akan tetapi aku berpuasa, juga berbuka…..dst.”

Hadits ini menguatkan tentang anjuran menikah dalam Islam dan bahwa meninggalkannya, walaupun dengan tujuan berkonsentrasi ibadah, bukan merupakan ajaran dan sunah Rasul. Bahkan dalam Al-Quran, Allah jelaskan bahwa semua Nabi, yang dikenal sebagai ahli ibadah,  menikah dan memiliki isteri.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلاً مِّن قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً .سورة الرعد: 38

“Sungguh, telah Kami utus para rasul sebelummu dan telah Kami jadikan bagi mereka isteri-isteri dan keturunan..” (QS. Ar-Ra’d: 38)

Maka logikanya adalah, jika tidak menikah karena alasan ibadah tidak dibenarkan, apalagi jika alasannya tidak ada kaitannya dengan ibadah dan ketaatan kepada Allah Ta’ala. Beragama tidak berarti menghalangi seseorang mendapatkan kesenangan dan nikmat dalam kehidupan selama hal itu masuk dalam perkara mubah dan tidak menghalanginya dari melaksanakan kewajiban atau terjerumus dalam kemaksiatan.

Tetapi beragama membimbing seseorang agar menggunakan fasilitas dan kenikmatan dalam kehidupan secara tepat dan berbuah baik bagi kehidupannya di dunia dan akhirat. Pemenuhan terhadap hak Allah, tidak boleh berakibat mengabaikan hak terhadap diri sendiri dan keluarga.

Kualitas keberagamaan tidak dilihat  dan sikap memberat-beratkan dan berlebih-lebihan seseorang dalam beribadah atau dari sekedar banyaknya. Tapi dinilai dari sejauhmana kesesuaiannya dengan petunjuk dan sunah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Bahkan, prinsip dasarnya, beragama dibangun dengan landasan kemudahan san memudahkan (QS. Al-Baqarah: 185).

Hadits ini merupakan salah satu dalil dan prinsip tentang prinsip wasathiyah (moderat), tidak terjebak pada ifrath (lalai, sembrono) dalam masalah ibadah dan ketaatan, tapi juga tidak tafrith (berlebihan dan melampuai batas) sehingga merusak hak-hak lainnya yang seharusnya dia penuhi.
Wallahu a'lam....

TANYA JAWAB

1. Sampe sekarang masih kurang faham bulughul maram itu apa sih? Apa bedanya sama kitab hadits yang lain?
Jawab
Bulughul maram adalah kitab yang mengumpulkan hadits-hadist tentang hukum, fiqih dari mulai thaharah, shalat, puasa, zakat, jual beli, munakahat, nikah, dll disusun oleh Ibnu Hajar Al Asqolani sangat dikenal di dunia Islam

Masih tentang bulughul maram, bedanya dengan kitab-kitab hadits lain, ada kitab-kitab hadits yang fokus haditnya adalah seputar akhlak, seperti riyadhusshalihin, adapula kitab hadits yang mencakup semua bab dalam agama dari masalah tauhid, fiqih hingga akhlak seperti kitab-kitab hadits utama semacam shahih Bukhari dan Muslim, sunan Abu Daud, dll. Kalau kitab hadits Arbain Nawawiyah, seperti kata pengarangnya Imam Nawawi, adalah membahas pokok-pokok agama

2. Ustad kalo saya sampe sekarang masih kurang jelas siapa jodoh saya
Jawab
Kurang jelas jodohnya terus berdoa dan berikhtiar

3. Mau nanya apa hukumnya minyak wangi yang ada alkholnya? Apa iya ndak boleh shalat? Soalnya saya suka sekali pakai minyak wangi
Jawab
Pertama kaum wanita diingatkan agar hati-hati menggunakan minyak wangi, khususnya jika kemungkinan berinteraksi dengan laki-laki karena ada larangan terkait hal tersebut. Gunakan secukupnya saja untuk terhindar dari bau badan. Adapun alkohol dalam parfum, hal ini diperdebatkan para ulama sekrang. Pertama, jika alkoholnya bersumber dari benda najis, hal itu disepakati keharamannya. Namun jika asalnya dari benda suci, sebagian ulam tetap melarangnya dengan alasan bahwa alkohol identik dengan khamar. Namun saya lebih memilih pendapat bahwa alkohol tidak identik dengan khamar tapi dia salah satu unsur yang dapat dibuat untuk khamar selama belum jadi khamar, maka masih dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.

أيما امرأة استعطرت ‏ثم خرجت، فمرت على قوم ليجدوا ريحها فهي زانية

"Wanita mana saja yang menggunakan wewangian, kemudian dia keluar lalu melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya, maka dia adalah 'pezina'.' (HR. Abu Daud, Tirmizi, dll)

Itulah dia, usahakan agar tujuannya untuk sekedar tidak bau badan saja.. wallahu a'lam.

4. Apakah di jaman rosul ada imam yang tidak menikah sampai akhir hayatnya?
Jawab
Bu Dyah... saya belum dapat informasi bahwa di zaman Rasul ada yang tidak menikah di akhir hayatnya. wallahua'lam..

Baik, saya pamit yak ga ada pertanyaan lagi kan?
wassalamualaikum..

Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment