Ketik Materi yang anda cari !!

BAHAYA MAKSIAT

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, March 10, 2015

Kajian Online WA Hamba اَللّه  Taala
(Ayah 305)

Hari / Tanggal : Selasa, 10 Maret 2015
Narasumber : Ustadz Atieq
Admin : Fuad Adi N
Editor : Ana Trienta


Pertemuan keempat
•Bahaya Maksiat•
Saudaraku, barangkali kita pernah merasakan betapa kuatnya hafalan kita disaat belajar atau menghafal sesuatu?! Atau pernah mencapai suatu masa dimana kita sangatlah semangat hadir di majlis ilmu?! Azam untuk beribadah yang memuncak?!

Tapi kini yang dirasakan malah justru jauh berbeda rasanya??! Sulit menghafal? Kehilangan ide yang cemerlang? Tidak betah lagi hadir di majlis kajian ilmu? Atau bahkan semangat untuk beribadah itu kian redup?!! Jika itu yang sudah kita rasakan, maka kita harus waspada. Bisa jadi hal itu karena faktor maksiat yang sudah menggerogoti iman kita dalam hati. Sehingga dampak dari dosa itu pun menyebabkan pantulan cahaya iman meredup.

Maksiat itulah yang disebut oleh para ulama sebagai salah satu penyakit hati, yang akibatnya bagi seseorang yang akrab dengan maksiat itu bisa merabunkan cahaya imam dalam hati. Dan yang perlu kita pahami, bahwa maksiat itu bisa jadi dalam hal tarkul waajib (meninggalkan sebuah kewajiban) atau fi'lul munkaraat (mengerjakan sebuah kemungkaran).

Berikut ini sebuah goresan indah yang ditulis oleh sosok ulama nan agung, yang namanya kerap mengisi hati para penitu jalan taubat kepada Allah, yaitu Ibnul Qayyim Rahimahullah.

Beliau merangkum sedikitnya ada 19 dampak buruk akibat maksiat. Diantara dampak dari perbuatan maksiat itu adalah:
1. Sedikitnya Taufiq (bimbingan) dari Allah.
2. Ide yang tak lagi cemerlang.
3. Kebenaran yang tak lagi dirasa.
4. Rusaknya hati.
5. Malas untuk berdzikir pada Allah Ta'ala.
6. Banyak waktu yang terbuang dengan sia-sia.
7. Banyak kehilangan sahabat.
8. Merasa asing dikala beribadah.
9. Doa yang tak kunjung mustajab.
10. Hati yang mengeras.
11. Hilangnya keberkahan usia dan rejeki.
12. Sulit mendapatkan ilmu.
13. Merasakan kehinaan.
14. Dianggap kerdil oleh musuh.
15. Sulit untuk bersikap lapang dada.
16. Diuji dengan banyaknya teman yang buruk yang kerap menghabiskan waktu bersamanya dalam mensia-siakan waktu dan membuat hati makin keras.
17. Rasa gundah dan resah yang tak kunjung reda.
18. Penghasilan hidup yang sulit.
19. Mudah pikun dan sering lupa, hal ini disebabkan karena jauh dari pada berdzikir pada Allah dan ta'at pada-Nya. Sebagaimana layaknya kebun yang jauh dari air, ia pun mudah rusak dan terbakar.

Saudaraku, itulah tadi hal-hal yang terlahir dikala kita jatuh dalam jurang kemaksiatan, bergelimang dalam dosa. Karena pilihan bagi kita adalah hanya 2 ; sibuk dengan amal kebajikan atau lebur dengan maksiat.

اللهم إِنَا نَسْأَلُكَ فِعْلَ الخَيْرَاتِ وَتَرْكَ المُنْكَرَاتِ وَحُبَّ المَسَاكِيــن

Ya Allah, kami meminta kepada-Mu amal kebaikan, dan meninggalkan kemungkaran serta cinta pada kaum miskin.

اللَّهمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ الإِيْماَنَ وَزَيِّنْهُ فىِ قَلْبِى وَكَرِّهْ إِلَيَّ الكُفْرَ وَالفُسُوْقَ وَالعِصْياَنَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الرَّاشِدِيْنَ

Ya Allah, cintakanlah kami pada iman dan hiaskanlah hati kami dengan iman, bencikanlah kami pada perbuatan kufur, fasiq, maksiat, dan durhaka, serta masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
Abu Ikrimah

Pertanyaan dan Diskusi

1. Bagaimana menimbulkan kembali semangat beramal / semangat berdakwah yang saat ini meredup dalam diri kita?seperti tadarus berkurang, berkurangnya rasa percaya diri dalam menyampaikan kebaikan kepada orang lain sehingga kita cepat bangkit kembali. Syukron
Jawab
Bismillah washsholaatu wassalaamu 'alarasuulillah
Semangat yang pasang surut dalam berdakwah sama saja kita membahas tentang iman kita yang kadang naik turun. Iman akan naik dan menguat dengan amal kebajikan, sementara ia akan turun atau melemah akibat dosa dan maksiat.

Akhii fillah...
Disaat kita mulai melemah dan tergoda untuk surut dalam jalan dakwah ini. Ketahuilah bahwa itu adalah sebuah tantangan agar kita harus tetap menjadi sosok yang tsabat/kokoh dalam jalan dakwah ini. Agar tsabat/kokoh dalam jalan dakwah ini hendaklah antum menjaga beberapa hal berikut ini ;
Pertama : rentaslah jalan taqwa. Jaga ibadah wajib dan lengkapi dengan amalan sunnah. Hindari maksiat dan perbanyak amal shaleh.

Kedua : jangan pernah berhenti mencari ilmu, bekali diri dengan ma'rifatullah, basahi lisanmu dengan dzikrullah

Ketiga : dekatilah dirimu dengan orang-orang shaleh, yang pernah menjadi tauladan terbaik dalam dakwah ini. Dan tidak ada sosok terbaik kecuali ; Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Perbanyak sholawat atasnya, kajilan lembaran siroh-nya.

Keempat : mintalah nasihat dari orang-orang sholeh yang masih hidup, datangi majlis mereka, kunjungi rumah mereka agar Allah memberikan cahaya kebaikan kepadamu sebab keshalihan dan ketakwaan yang ada pada mereka.

Terakhir : hindarilah maksiat secara diam-diam, karena ia akan mmbunuh hati dan menggelapkan pikiran kita. Sebaliknya jika ibadah diam-diam, maka ia akan menghidupkan haji dan menjadi penerang pikiran dan pengobar semangat

Baiklah kita tutup dengan Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.   

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment