Ketik Materi yang anda cari !!

BERANGAN ANGAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, March 11, 2015

Kajian Online WA Hamba اَللّه  Taala
(Ayah 305)

Hari / Tanggal : Rabu,  11 Maret 2015
Narasumber :  Ustadz Jumadi Toha
Admin :  Fuad Adi N
Editor : Ana Trienta

Setiap kita mungkin pernah berangan-angan tentang sebuah impian yang ingin dicapai. Saat berkumpul-kumpul dengan orang-orang kaya dan melihat gaya hidup mereka muncul angan-angan ingin seperti mereka. Atau ketika mendengarkan orang-orang pintar di negeri ini berbicara begitu memukau atau membaca karya para penulis terkenal angan-angan muncul seandainya "aku" bisa seperti mereka. 

Beragam angan-angan seringkali menghampiri benak setiap kita dalam keadaan sadar ataupun tidak sadat. Ini adalah hal yang wajar dan perkara mubah. Berangan menjadi orang kaya atau orang pandai tidak dilarang dalam agama kita. Bahkan disebutkan dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda 
"Berangan-anganlah kalian, sesunggahnya ia adalah sebaik-baik doa". 
Berangan-angan menjadi orang kaya yang dermawan atau orang pandai yang soleh justru mendatangkan pahala dari sisi Allah. Inilah jenis angan-angan dipuji. Disebutkan dalam hadits, bahwa manusia terbagi ke dalam empat kelompok. Kelompok pertama adalah orang kaya yang tidak berilmu tapi mendermakan hartanya di jalan Allah lalu berangan-angan menjadi seorang faqih yang mengamalkan ilmunya dan mengajarkan kebaikan kepada orang lain maka Nabi saw menyebutkan dia (orang kaya) seperti sama nilainya dengan orang faqih. 

Kedua adalah seorang faqih yang tidak berharta berangan angan menjadi orang kaya dengan mengatakan "seandainya saya menjadi orang kaya yang dermawan seperti dia, maka saya akan memperbanyak sedekah". Maka orang ini sama nilainya di sisi Allah. 

Ketiga adalah orang miskin yang berangan angan menjadi orang kaya dan faqih dengan mengatakan "seandainya saya kaya sepertinya maka saya akan berinfaq". Maka orang miskin ini sama nilainya dengan orang kaya tersebut. 

Ke empat adalah orang miskin yang berangan angan menjadi orang kaya, tapi dia hendak menggunakan hartanya di jalan maksiat. Maka orang miskin ini sama nilainya dengan orang kaya yang bermaksiat. 

Adapun berangan angan tanpa tujuan meraih ridha Allah, maka ini terlarang dan tercela. Iri melihat orang kaya yang bersedekah di jalan Allah siang malam adalah perkara mubah karena impianya ingin menginfakkan hartanya di jalan Allah. Demikian orang yang iri melihat orang lain faqih adalah perkara yang dipuji karena impianya ingin menjadi faqih yang mengamalkan ilmunya siang dan malam. Sehingga jelas lah bagi kita semua mana angan-angan yang dipuji dan yang dicela dalam agama kita. 

Adapun angan-angan untuk memenuhi hasrat dunia maka ini adalah perkara yang tercela dan yang paling banyak membinasakan manusia. Wallahu alam.

Pertanyaan dan Diskusi

1. Tanya tadz, Berangan-angan dan bermimpi itu beda ya tadz ? Bedanya di mana?
Jawab
Dalam bahasa Arab angan-angan itu disebut tamanni. Berandai andai yang tercela dan terlarang bila sekedar berorientasi memuaskan hawa nafsu. Adapun berangan menjadi sebaik orang yang dilihat (orang kaya dermawan/orang alim soleh) maka hal tersebut dipuji karena berorientasi pada kebaikan agama. Angan-angan seperti ini juga dapat memacu untuk bekerja dan membuang kemalasan karena islam mencela kemalasan dan angan-angan kosong. Wallahu alam

2. Angan-angan samakah dengan niat?
Jawab
Berbeda. Angan-angan muncul karena ada sesuatu yang dilihat dan seringkali tidak disertai tindakan. Sedangkan niat adalah dorongan hati untuk melakukan suatu amal dan lebih sering terwujud.
kaitan dengan "bila niat berbuat baik maka ditulis satu walau tidak dilakukan kalau dilakukan 2 tapi kalau niat berbuat buruk asal tidak dilakukan tidak ditulis. Ditulis juga 1 pahala. Ini sebagai tanda luasnya rahmat Allah. Allah tidak mencatatkan dosa bagi hamba sampai ia bener-benar melakukanya, namun untuk sebuah kebaikan meskipun belum berbuat Allah telah menuliskan baginya pahala selama diniatkan

Baiklah kita tutup dng Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.  
                          ​السَّلاَمُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment