Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

HAKIKAT HARTA


Kajian WA Hamba الله SWT
Selasa, 10 Februari 2015
Ustadz Robbin (Hakikat Harta)
Editor: Wanda Vexia
Grup Nanda M106 (Meydillah Cahyawati & Nadya Nawaf)
Notulen: Welly

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh..
Mari kita mulai majelis ilmu kita dengan membaca basmallah. Bismillahirrahmaanirrahiim...

Saya masih akan sharing tentang hakikat harta
Ukhtifillah, dalam firmanNya, Allah katakan bahwa fungsi harta adalah sebagai pokok kehidupan, dan Allah hidupkan manusia untuk beribadah. Sehingga tidak salah jika disimpulkan bahwa harta adalah alat bagi manusia untuk dapat maksimal beribadah.

Namun kenyataannya saat ini cara pandang itu hampir tidak ada. Yang ada ada tujuan hidup adadalah mencari sebanyak-banyak harta, karena sukses adalah mereka yang berharta banyak. Sehingga hidup sepenuh waktunya disibukkan dengan mencari harta sebanyak mungkin. Begitu harta didapat, mereka asyik untuk menghabiskan hartanya, dan seperti itu seterusnya.

Maka tak heran bukannya harta memaksimalkan ibadah pemiliknya, meninggikan kehormatan dan kemuliaan mereka di depan Allah, tetapi malah membenamkan mereka dalam kehinaan.

Itu sebabnya banyak ulama menasehatkan kezuhudan, yaitu akhlak bersahaja dalam berharta. seorang ulama menyebutkan zuhud itu bukan saat dimana diri tidak memiliki apa-apa. Namun apa-apa itu tidak menguasai hatimu dan dirimu. Mereka itulah yang sejatinya "hidup karena kematian" bukan "mati karena kehidupan"

"hidup karena kematian" yaitu mereka yang hidup dengan ibadah yang maksimal, bermanfaat bagi manusia lain, menjaga diri dan keluarga dari dosa karena tidak ingin merugi nanti setelah kematian datang.

"mati karena kehidupan" yaitu mereka yang sejatinya mati karena tidak ada nilai yang bermanfaat pada dirinya akibat terbuai oleh megahnya kehidupan yang fana.

Itu mengapa Nabi berkata orang yang cerdas adalah orang yang selalu mengingat kematian. Dan orang kaya itu bukan lah mereka bertumpuk hartanya tapi yang melimpah kemanfaatan dari setiap harta yang dimilikinya.

Maka mari terus berjuang untuk fokus pada misi menjalani kehidupan ini. Jauhi maksiat dari berharta karena sesungguhnya kita hanya menumpuk ketakutan menghadapi mati. Sebaliknya, berfoya-foyalah amal shaleh dengan harta kita, karena sesungguhnya itu sedang menumpuk kerinduan pada kematian kaerna dibaliknya sudah menanti Surga untuk kita tunaikan zakat, perindah dengan infak dan sedekah, raih kehangatan dengan saling memberi hadiah, ringankan saudara dengan pinjamanmu yang juga mudah menjadi sedekah, semoga Allah mudahkan semua tekad kita.

Wallahu a'lam bish showab..

TANYA JAWAB

1. Ustadz, kalau misalkan orang tidak punya ilmu agama, kewajiban sholat saja masih bolong-bolong, tetapi sangat kaya dan selalu menginfakkan harta di berbagai lembaga sosial, bagaimana kaitannya dengan agamanya, baikkah itu dan bagaimana pertimbangan dengan sholat-sholat bolongnya?

Jawab :  Tidak ada suatu dosa yang dapat mengugurkan amal shaleh, kecuali tidak bersyahadat. Jika tidak bersyahadat maka tdiak ada nilai amal shaleh sebesar apapun yang ada hanya amal shaleh dapat menggugurkan dosa, itu mengapa Nabi menasehati, ikutilah perbuatan burukmu dengan perbuatan baik. Karena perbuatan baik akan menghapus perbuatan buruk, kecuali dosa besar.

Nah masalahnya yang dilakukan adalah tidak menunaikan shalat, dimana dosanya lebih besar dari dosa besar. Jadi intinya orang ini mdapat pahala sedekah jika ia tulus dengan pemberiannya itu, tapi dia juga harus sadar, ketika ia tidak shalat maka nanti diakhirat amalnya dapat saja rusak karena tidak terjaga. Kita doakan semoga beliau dapat menjalankan shalat ya


2. Ustadz, ada orang yang mengolok-ngolok atau meremehkan pekerjaan penyalur donasi, karena itu dinilai tidak mandiri, bagaimana ya ustadz bersikap dengan orang seperti itu ?

Jawab:  Meremehkan pekerjaan apapun yang halal sesungguhnya tidak baik, karena orang yang mencari nafkah itu sama dengan berjihad dan Nabi banyak menyebut kemuliaan orang yang mencari nafkah. Terlebih lagi sebagai penyalur donasi, dalam islam disebut Amil. Pada masa Nabi dan sahabat orang yang diangkat menjadi amil adalah mereka yang paling shaleh, karena mreka amanah. Dan bagi orang yang meremehkan, kita doakan saja agar Allah berikan kesadaran.


3. Ustadz, kalau kita baru mampu memberi kepada orang tua (mengingat, lebih utama memberi kepada orang terdekat), namun belum sanggup bersedekah harta kepada orang lain, apakah tergolong kita telah menunaikan sedekah?

Jawab : Betul mbak Yanti, dalam Qur'an makna sedekah pada dasarnya meliputi semua pemberian, bahkan termasuk zakat. Namun ada ulama yang mengkhususkan makna sedekah pada pemberian karena Allah atas motif belas kasihan. Hal ini merujuk pada kisah Salman Al Farisi yang menguji kenabian dari Rasulullah dengan mengatakan memberikan sedekah berupa makanan, dan Nabi tidak menyentuhnya, tapi di lain waktu beliau katakan hadiah maka Nabi memakannya. Karena Nabi tidak memakan harta dari motif belas kasihan.


4. Ustadz, bisakah kita bersedekah pada orang tertentu-tentu saja ? Kalau yang peminta-minta biasanya saya ga ngasih. Kalo pengamen biasanya sering, karena masih ada usahanya. Tapi kalau pengamen yang suaranya jelek, saya males ngasih. Bisa ga bersedekah seperti itu ?

Jawab :  Sedekah itu hukumnya sunnah, jadi tidak memberi juga tidak apa-apa. Yang pasti banyak sedekah banyak pahala, dijauhkan dari musibah, dilipat gandakan rezekinya. Hanya mungkin saya meluruskan saja, pemberian karena Allah dengan motif karena telah mendapatkan manfaat dikategorikan sebagai infak, seperti infak titipan sepatu di masjid. Itu beda infak dan sedekah.

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Amiin....

Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum...