Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , , » HARAPAN TIDAK TERWUJUD KEINGINAN TIDAK TERPENUHI

HARAPAN TIDAK TERWUJUD KEINGINAN TIDAK TERPENUHI

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, March 17, 2015

Kajian Online WA Hamba اَللّٰه Ta'ala
Link 1 Bunda

Hari / Tanggal : Selasa, 17 Maret 2015
Narasumber : Ustadz Umar Hidayat
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Bissmillahirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wb.
Saya share materinya dalam 8 tahap mudah-mudahan dapat dipahami dan dipahamkan.

Harapan tidak Terwujud Keinginan tidak Terpenuhi
Umar Hidayat, M.Ag

1.
Kegalauan jiwamu hanya lantaran imanmu tidak mampu memimpin nafsumu. Sedangkan hidayah hanya akan diterima di dinding jiwa yang tidak terpasung nafsu. Keinginan, begitupun harapan adalah kemungkinan yang terus diperjuangkan dan menanti pembuktian. Apa pun yang kita inginkan dan harapkan, buktikan ia pantas untuk diinginkan dan diharapkan serta kita mampu mendapatkannya. Jangan biarkan diri kita tersiksa dengan keinginan dan harapan besar yang tidak segera diikuti dengan kesibukan mewujudkannya. Ingatlah yang kita kerjakan itu bukan semata-mata sedang mencapai keduanya, tetapi agar kepribadian kita menjadi bernilai; kemuliaan dan keterhormatan kita.

Tapi hendak apa dikata bila harapan tidak terwujud dan keinginan pun tidak terpenuhi? Serasa hidup sebatang kara. Dunia menyempit, langit pun menciut. Hidup tak bergairah lagi. Sesat dan sempuit dada ini. Seolah aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Terlalu terluka teramat dalam. Lalu apa yang bisa kita lakukan di saat seperti ini?


2. 
Penyakit kronis itu sudah bertahun-tahun Muha rasakan. Demikian Kisah Sedih Si Gadis Miskin, yang saya baca dalam Serial Kisah Teladan, Muhammad bin Shalih al-Qahthani, seperti dinukilnya dari Mausuah al-Qishshash al-Waqiiyyah, lalu mengisahkannya begini. Apa yang menarik dari kisah ini. Ia seorang gadis remaja yang cantik. Sejak itu Muha tidak dapat hidup normal. Gadis itu tumbuh besar seiring dengan penyakit yang dideritanya. Selang beberapa waktu atas kehendak Allah seorang pemuda tampan datang meminangnya. Walaupun ia sudah mendengar mengenai penyakitnya, tetapi pemuda itu tetap mencintainya. Beberapa hari sebelum pesta pernikahan, sang pemuda itu pesan gaun pengantin di tempat penjahit. Dalam bayangannya, Muha pasti sangat bahagia saat malam pengantin bersamanya.

Waktu pun berlalu. Sampailah pada waktu yang ditunggu. Si pemuda satu jam sebelum pernikahannya pergi ke penjahit untuk mengambil gaun pengantin. Ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dengan harapan segera mendapatkan gaun itu. Lalu mobil tersebut keluar dari badan jalan dan terbalik berkali-kali. Ia dilarikan ke rumah sakit. Namun kehendak Allah berada di atas segalanya. Beberapa saat kemudian si pemuda pun meninggal dunia.

Akhirnya, setelah pemuda itu ditunggu tidak datang, terpaksa penjahit itu mengirim gaun di rumah calon pengantin wanita. Tidak masalah. Mereka berterima kasih, dan malah memintanya agar memberitahu si pemuda bahwa sakit Muha tiba-tiba kambuh dan sekarang sedang dilarikan ke rumah sakit. Kali ini sakitnya benar-benar membuat derita dan kesengsaraan yang sangat. Beberapa menit kemudian datang berita kematian si pemuda di rumah sakit dan setelah itu disusul pula berita meninggalnya sang calon pengantinnya.

Kisah kesedihan yang menimpa dua remaja, bagaikan bunga telah layu dan mati, burung-burung berkicau sedih dan menyambut duka mereka. Malam yang diangan-angankan akan menjadi paling indah dan berkesan itu, berubah menjadi malam kesedihan dan ratapan, malam pupusnya kegembiraan. Harapan tidak terwujud keinginan tidak terpenuhi.

Pepatah mengatakan sudah jatuh tertimpa tangga. Harapan tidak terwujud keinginan tidak terpenuhi adalah dua hal yang sangat menyakitkan kita ketika menemukan momentum yang sama pada orang yang sama. Bentuknya bisa berupa depresi, trauma, sakit jiwa, mendendam, dll. Ujung dari kesemuanya ini adalah perjuangan untuk memenuhi kepuasan.

3.
Galau Harapan dan Keinginan
Lalu bagaimana mengurainya? Harapan tidak terwujud keinginan tidak terpenuhi. Seandainya hal ini menimpa kita, apa yang kita rasakan? Sudah bisa ditebak. kita akan merasakan galau. kita akan merasakan putus asa yang menyengat. Kita dirundung kebingunan yang tidak berujung. Sebagian kita mungkin akan merasa dan mengatakan Tuhan tidak adil. Kenapa ini harus terjadi pada ku? Kadang seseorang mengobati rasa kekecewaannya ia mencari pelarian yang memungkinkan menenangkan jiwa.

Nangis, kesel, putus asa, kecewa, marah, patah hati, cemburu itu yang guwe rasain ke lo, satu di antara kata galau yang banyak meranjau remaja dan para pemuda kita, putus asa. Atau ada seorang remaja setengah dewasa menuliskan status galau dalam BB-nya Aku ingin menjaga hati ini agar tetap pada jalurnya. Ingin tetap baik walau hanya berpura pura. Toh, yang pentingkan dampaknya, soal sebab, itu nomer dua. Aku bukan sedang mencoba menjadi pahlawan, tetapi sesuai permintaanmu yang ingin aku penuhi. Yakni menjadi kakak yang baik.

4.
Apa si sebenarnya galau itu? Masing-masing orang boleh menerjemahkan dalam banyak versinya. Ada yang menyatakan galau itu keadaan dimana seseorang menjadi murung secara mendadak. Dalam kondisi seperti itu emosional seseorang akan turun dratis menuju titik kesedihan paling dasar. Ada juga yang mengartikan galau itu keadaan dimana kita jadi sedih dan murung karena memikirkan sesuatu. Melancholis deh, istilah kerennya. Galau adalah suatu perasaan dilema. Galau adalah sebuah pengambilan keputusan yang tidak pernah final. Galau adalah suatu fikiran jangka pendek yang berubah-ubah dalam waktu singkat, akibat rasa lelah, jenuh,bosan dll. Galau adalah sebuah fikiran yang tidak dapat dicerna otak, karena sifatnya yang berubah-ubah dan membuat otak yang lelah bertambah lelah. dll

Penyebabnya beragam. Tetapi kebanyakan diantaranya dikarenakan terlalu banyak memikirkan sesuatu yang tidak jelas. Sesuatu yang jauh dari kenyataan. Sesuatu yang tidak biasanya diinginkan. Terlalu banyaknya keinginan, sementara kemampuan untuk mencapainya tidak sebanding. Atau keinginan yang tidak terpenuhi. Jika keinginan itu berbasis nafsu belaka, maka akan berakhir kecewa dan putus asa.

Pernahkah kita mengalami? Sekarang kita semakin mengerti, bahwa kegalauan jiwamu hanya lantaran imanmu tidak mampu memimpin hawa nafsumu. Menempatkan iman menjadi makmum alamat hidup kita akan limbung. Menempatkan nafsu menjadi imam seperti rasa haus yang tidak berkesudahan. Seperti mengarungi samudra kepuasan yang tidak bertepi. Kedua-duanya akan bertemu pada titik kegalauan dan berhenti pada kebinasaan. Sedang pilihan seorang muslim selalu jatuh pada penempatan iman sebagai imam dalam kehidupannya. Dengan itu kedamaian, ketenangan dan kebahagiaan akan selalu mengiringi kehidupan kita.

5.
Mari kita coba bincangkan bersama tentang keinginan. Keinginan kita adalah sebuah kemungkinan yang terus diperjuangkan yang menanti pembuktian. Apa pun yang kita inginkan, buktikan ia pantas untuk diinginkan dan kita mampu mendapatkannya. Hanya saja, janganlah biarkan diri kita tersiksa dengan keinginan besar yang tidak segera diikuti dengan kesibukan mewujudkannya. Ingatlah yang kita kerjakan itu bukan semata-mata sedang mencapai keinginan, tetapi agar kepribadian kita menjadi bernilai. Apalagi dalam mewujudkan kemuliaan dan keterhormatan kita dihadapanNya.

Di antara kita seringnya terjebak oleh banyaknya keinginan dan sedikitnya tindakan. Seorang mukmin yang baik justru banyaknya tindakan sedikitnya keinginan. Amal atau tindakan bersumber dari dinding jiwa yang dipenuhi keyakinan iman. Sedang keinginan sebagian besar dikendalikan oleh nafsunya. Ketika nafsu menjadi imam dalam kehidupan kepuasan tidak akan berhenti di titik akhir. Begitu ia dapatkan satu akan mengejar dua. Begitu ia mendapatkan dua akan mengejar seribu. Begitu seterusnya. Bahkan seringnya ia melupakan yang sudah di tangan dan selalu ingin mengejar yang belum didapatkannya. Ia lupa. Ia menjadi murka.

Lewat Ali bin Abi Thalib sesungguh Nabi Saw bener-bener mengingatkan kita: Ada dua hal yang paling aku takuti menimpa kalian, yaitu: menuruti hawa nafsu dan banyak angan-angan. Sesungguhnya menuruti hawa nafsu itu dapat menghalangi dari kebenaran, dan banyak angan-angan itu sama dengan mencintai dunia.

Tidak perlulah kita banyak berangan-angan. Berandai-andai. Lantaran seringnya berandai akan berbuah kekecewaan. Dan karena kekecewaan itu akan membuka jalan kepada hasutan syaitan untuk mengelabui manusia. Seharusnya kita berusaha bersungguh-sungguh mencapai sesuatu dan meminta pertolongan Allah SWT. Bahkan kata Rasulullah orang yang sesungguhnya miskin adalah justru orang yang terlalu banyak keinginan. Rasulullah SAW juga menegaskan: 
"Orang mukmin yang kuat lebih baik di sisi Allah dan lebih dikasihi daripada orang mukmin yang lemah, sedangkan setiap seorang itu mempunyai kebaikannya; oleh karena itu hendaklah engkau bersungguh-sungguh berusaha memperoleh apa yang memberi manfaat kepadamu, serta hendaklah meminta pertolongan kepada Allah dan janganlah engkau bersikap segan dan malas; dan sekiranya engkau ditimpa sesuatu, maka janganlah engkau berkata: Kalaulah aku lakukan itu ini, tentulah akan terjadi begitu begini, tetapi katalah: Allah telah takdirkan, dan apa yang dikehendaki oleh kebijaksanaan-Nya Ia lakukan, kerana perkataan kalau itu membuka jalan kepada hasutan syaitan." (Hadis riwayat Muslim)
 6.
Begitupun harapan. Ia adalah energi baru yang akan memperpanjang usia kita. Kehidupan ini menghadiahkan keceriaan dan kesehatan kepada jiwa yang memiliki harapan. Harapan yang mendorong seseorang memiliki pertumbuhan pada jiwanya. Harapan yang akan mengantarkan seseorang untuk melihat pertumbuhan itu esok pagi, dan setiap hari setelahnya. Seperti seorang muslim yang senantiasa berharap pada sang Pencipta tanpa diikuti keputusasaan atas rahmatNya.

Cobalah renungkan seorang suami melakukan apa saja demi istrinya. Namun apa yang terjadi, istrinya tidak mencintainya. Sering kita dengar seorang sahabat berkorban apa saja demi sahabatnya, namun sahabatnya itu acuh padanya. Sementara seorang kerabat telah membantu menyelesaikan problem-problem keluarga saudaranya, ternyata saudaranya tidak sedikitpun berucap terima kasih. Apalagi membalasnya. Begitupun yang dilakukan seorang karyawan, melakukan kerja keras. Apa saja yang ia lakukan tidak mengenal waktu untuk majikannya, tapi sayangnya majikannya itu sama sekali tidak mempedulikannya. Hingga mereka pun lalu bingung dan bertanya-tanya, Apa yang mesti kulakukan lagi?

Dua perasaan yang hadir mendominasi orang-orang yang dirundung kegalauan. Mereka merasa khawatir dan ketakutan. Bagi mereka tidak ada pilihan untuk bersabar menjalankan hidup ini siapa tahu perahu harapan akan selamat saat ia berlabuh di pantai nanti. Terima apa adanya yang Allah kirim untuk kita. Yakinlah itulah yang terbaik untuk kita saat ini, betapa pun akal dan batin kita menolaknya.

 7.
Meniti menuju kesempurnaan
Faktanya, tidak semua yang kita inginkan bisa menjadi kenyataan. Tidak semua yang kita harapkan terwujud di hadapan kita. Semua bisa datang dan pergi pada saatnya. Di saat seperti ini betapa berharganya apa yang ada pada kita, apa yang Allah berikan untuk kita. Meski demikian saya yakin kita pernah mendapatkannya, atau suatu saat nanti kita meraihnya. Tetapi untungnya, satu saja dari semua keinginan kita itu tercapai dengan baik, akan memampukan kita mendapatkan banyak hal yang kita inginkan. Berfokuslah pada pencapaian satu keinginan, yang pencapaiannya memungkinkan kita mendapatkan semua yang kita inginkan. Fokuskan semua yang terbaik untuk mencapai yang terbaik!

Ini bukan kesombongan, tetapi menata hati meraih yang lebih baik. Kesalahan kita kadang terlalu berharap pada yang namanya manusia, dan lemahnya kita bersandar pada Allah Swt. Bila kita sandarkan semua pada Allah tidak perlu ada galau dan putus asa di antara kita. Lantaran sebelum terjadi kita memiliki keyakinan bahwa segala sesuatu telah Allah tentukan. Bahwa tugas manusia hanyalah berusaha, hasil itu hak prerogratif Allah. Hati menjadi lapang dan tetap optimis manapaki jalan kehidupan.

Kegalauan hanya lantaran iman tidak mampu memimpin nafsumu, nafsu yang menimbulkan keserakahan dan tidak pernah puas dengan yang telah ada. Rasulullah telah bersabda: Tidak sempurna iman seseorang di antara kamu sehingga hawa nafsunya tunduk kepada apa yang telah aku sampaikan. (Hadits hasan shahih)

Nafsu yang selalu mengejar keinginan-keinginan yang tidak bertepi. Jika kita turuti nafsu yang menggelora di dalam setiap keinginannya jauh lebih membahayakan lagi akibatnya. Lupa pada sang khaliqnya. Lalu akan menuntun orang tersebut sampai pada taraf hati yang keras. Efek domino berikutnya tidak sekadar keras hati, menjadi keras kepala. Nah, bukankah Allah juga telah mengingatkan kita "Dan Kami tidak akan memberikan pembalasan, melainkan kepada orang yang sangat keras kepala." (Saba' [34]: 17)

 8.
Setiap kita boleh berharap sepanjang kita memiliki kemauan yang kuat dan telah mengupayakan segalanya sampai titik darah penghabisan. Ini menyangkut kesediaan dan kesiapan. Kesediaan bersangkutan dengan cara yang kita tempuh secara manusiawi. Rasional. Sunatullah. Dan batas-batas kewajaran. Seperti kalau haus maka tidak ada cara lain kecuali minum. Sedang kesiapan menyangkut keyakinan kita atas semua kejadian yakinlah semua yang tejadi ada dalam kuasa kehendak Illahi. Sepanjang kedua hal ini telah kita lakukan, maka kita berhak berharap atas apa yang kita inginkan.

Siapapun kita jika telah sampai pada kesahajaan hidup, ia akan mengetahui nilai kehidupan. Seyogyanyalah orang-orang yang mengerti tentang nilai kehidupan itu sendiri, ia akan selalu memburu sesuatu yang paling utama di hari keabadian nanti. Ia selalu menjadikan umurnya sebagai lahan untuk menanam dan menuai keuntungan. Bukan diselimuti kegalauan akibat ketidak-mampuan mengelola keinginan dan harapan. Jatuh bangun itu sudah biasa. Bahkan setumpuk kegagalan bisa dijadikan modal meraih kesuksesan. Kadang juga kegalauan jiwa diperlukan untuk mengerti bahwa kita butuh titik pemberhentian sementara untuk mengatur nafas kembali. Mengevaluasi posisi kita telah sampai mana perjalanan dirinya, lantaran menyadari perjalanan masih jauh dan kesigapan diri menghadapi tantangan hidup yang lebih berat dan berarti. Ia kemudian tampil menjadi yang terbaik.

Mari kita memantaskan diri untuk menjadi pribadi yang menuju kesempurnaan. Satu sikap yang harus kita luruskan jangan pernah menempatkan iman dibelakang nafsumu. Iman itu imam, bukan makmum. Kita tahu nafsu tidak bisa dihabisi. Karena ia juga energi hidup manusia yang harus dikelola. Sedang ahsan, menjadi yang terbaik, adalah penangkalnya. Bagaimana meletakan ahsan dalam persoalan kegelisahan jiwa. Ketika banyak orang yang gagal, saat itu Anda berhasil mengatasi harapan tidak terwujud dan keinginan tidak terpenuhi, dan tidak menghanyutkan jiwamu itu pertanda kita termasuk minoritas terbatas. Inilah minoritas terbatas yang sanggup menghadapi perubahan. Tetaplah menjadi lebih baik, setelah jiwa Anda mengalami kegalauan. Yang perlu kita sesalkan adalah kenapa hidup kita makin jauh dari Nya?

Demikian share materi kajian sore hari ini moga aja ada manfaatnya. aamiin.

TANYA JAWAB

Pertanyaan M01

Ustadz ketika ada wanita mengharapkan suami untuk rajin beribadah di sela-sela kesibukannya, dan memiliki waktu untuk istri dan anaknya, namun belum terwujud dan dia gelisah bahkan akhirnya mudah emosi. Apa yang sebaiknya dilakukan istri? istri orang yang taat, alquran selalu dibaca dan mencoba menghafal tapi satu sisi galau pengin suami yang ngajak tilawah. Apakah tuntutan istri itu termasuk berlebihan ,dia mengharapkan kesempurnaan,bukankah hal wajar perintaan itu?
Jawab
Bersabar bunda. Ini lahan dakwah bunda. Sesuatu yang wajar bisa jadi tidak wajar jika waktunya tidak tepat. Sebagus apapun cara ajakan kita jika tidak pas juga tidak mengena. Bunda teruslah memulai dengan keteladanan untuk mengajak suami sesuai harapan, meski tidak harus terkesan mengurui suami lantaran jika mengurui yang terjadi emosional. Bunda makin dekatlah dengan suami. Kalo sudah dekat mendekat lagi sampe tanpa jarak. Mungkin ada sesuatu juga yang diharap suami tapi tak terkomunikasikan. Ajaklah bicara dari hati ke hati sekaligus mengajak memperbaiki; seperti berkonsultasi pada suami tapi sesungguhnya sedang berbagi menasehati. Misal "sayang, menurut ayah kalo anak kita masuk pondok agar menjadi hafidz gimana? saya pingin banget anak kita jadi imam sholat yang bacaannya bagus banget yah?" Ajaklah berkumpul suami dengan ahli ibadah atau jamaah orang-orang sholeh, tapi ngajaknya via temen dekatnya bukan bunda yang ngajak nanti suami tersinggung lagi. Jangan lupa doakan suami disetiap waktu, pasrahkan pada Allah. Semoga dimudahkan Allah.


Pertanyaan M02

1. Ustazd, adik saya minta cerai dengan alasan suami poligami tanpa seizin istri gimana?
Jawab
Hukum seorang laki-laki muslim ingin menikah lagi dengan wanita selain istrinya yang sudah ada adalah BOLEH selagi memenuhi Syarat-syarat dan Rukun Nikah, dan ia belum memiliki 4 istri dalam satu waktu. TAPI... perlu dipertimbangkan pula antara maslahat dan mafsadat yang ditimbulkan akibat nikah lagi. Jika maslahatnya lebih besar, maka silakan Laksanakan niat baik untuk nikah lagi. Namun jika mudhorot (bahaya dan keburukan) nya justru lebih besar bagi dirinya dan keluarganya, maka sepantasnya ia menghindari mudhorot tersebut demi mewujudkan maslahat yang lebih besar. Dengan alasan seorang istri belum siap dipoligami dan merasa tidak bahagia serta menduga kuat bahwa dirinya akan banyak berbuat zholim karena tidak sanggup menunaikan hak-hak suami, maka sang istri pada saat itu dibolehkan mengajukan khulu’ (minta cerai) kepada suaminya. Adapun jika yang ditanyakan tentang suami poligami tanpa ijin istri, maka secara syariah Islam boleh. dari segi hukum Islam, sebenarnya seorang laki-laki tidak perlu meminta izin kepada siapapun untuk melakukan pernikahan, baik pernikahan pertama, kedua, ketiga ataupun keempat. Keharusan meminta izin dari pihak lain dalam hal pernikahan hanya diberlakukan bagi wanita. Dalam hal ini, adalah izin dari pihak walinya, seperti ayah kandungnya yang merupakan wali mujbir baginya. Tapi secara negara tidak boleh artinya, tanpa ijin istri pertama, maka perkawinan tidak bisa didaftarkan ke KUA (Kantor Urusan Agama). Jadi hanya bisa dilakukan secara siri (secara agama tanpa pencatatan di kua).  

Dalam aturan hukum yang berlaku di Indonesia, ketentuan poligami telah diatur dalam UU No. 1/1974 tentang Perkawinan. Dalam Pasal 4 undang-undang tersebut disebutkan bahwa seorang suami yang akan berpoligami diwajibkan mengajukan permohonan ke pengadilan agama dengan syarat-syarat secara alternatif, yaitu : 
a. isteri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai isteri, 
b. isteri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan, dan 
c. isteri tidak dapat melahirkan keturunan. Dalam Pasal 5 menentukan syarat-syarat yang secara kumulatif harus dipenuhi seorang laki-laki yang akan mengajukan izin poligami, yaitu : 
  a. adanya persetujuan dari isteri/isteri-isteri, 
  b. adanya kepastian mampu menjamin keperluan hidup isteri-isteri dan anak-anaknya,
  c. adanya jaminan berlaku adil.

Ketentuan tersebut berlaku untuk seluruh warga negara Indonesia. Berdasarkan undang-undang tersebut, maka ibu boleh mengajukan gugatan cerai kepada pengadilan agama.

Pertanyaan M04 

1. Assalamualaikum...
Ustadz, apakah selalu teringat masalalu yang buruk dan dosa-dosa yang pernah dilakukan itu termasuk kegalauan dalam iman?
Jawab
Masa lalu yang buruk bukan tuk dipelihara tapi untuk diambil ibrahnya agar kita tidak terjerumus dalam lubang kesalahan yang sama. Romantisme itu perlu sejauh tidak menambah beban dan luka di hati tapi jika menjadi motivasi agar semakin lebih mendekat kepada Allah dan hidup menjadi lebih baik itu bagus. Jadi asas manfaat yang kita gunakan. Mungkin seperti kita sedang berkendaraan jika melihat kebelakang terus dari spion, bisa-bisa nabrak nanti. Tapi kalo lihat ke depan terus boleh jadi disruduk dari belakang sama kendaraan lain. Kata ibnu Jauziyah hidup kita itu hari ini, yang kemarin telah berlalu tak akan kembali.

2. Ada suami istri mulanya istrinya jatuh cinta karena suami mondok di pesantren dan rajin sholat di masjid di kampung istri. Akhirnya mereka menikah eh gak tau suaminya gak tau ngaji sholat bolong dan jarang di rumah dan lebih banyak main kartu dengan teman-temannya. Istri yang semula sholeh taat ibadah akhirnya gak bisa nahan sabar. Dia tinggalkan suaminya dan kerja diluar daerah. Bertahun-tahun mereka hidup tanpa saling peduli tapi belum cerai. Gimana itu hukumnya ustadz?
Jawab
Masya Allah... segeralah di akurkan kembali disambungkan kembali. Tidakkah takut akan murka Allah memperpanjang kemarahan, kedengkian suami istri. Segera diselamatkan bunda. Padahal pernikahan itu perjanjian yang agung di hadapan Allah diingatkan dan difasilitasi agar kembali ke jalan yang benar. Mungkin keluarganya bisa dpertemukan sebagai langkah awalnya. Jika memang qodarullah tidak bisa disatukan kembali harus ada kejelasan statusnya.

3. Ustadz kalo hati gelisah karena tidak tahu tindakan terbaik apa yang harus kita ambil. Menunggu petunjuk/keputusan dari Allah tapi dalam bentuk apa petunjuk itu kita dapat? Selama itu hati resah khawatir tidak kuat dengan ujian atau salah ambil keputusan. Padahal selalu memohon petunjukNya? Gimana kalo begitu ustadz?
Jawab
Bunda.... Allah memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki tapi petunjuk Allah itu juga ada dalam ayat qauliyah (Al Qur'an) dan kauniyah (alamsemesta dengan hukum alam, sunatullahNya). Bukankah Al qur'an ini petunjuk bagi orang-orang yg bertaqwa? Jadi bunda kita harus bisa membedakan menunggu hidayah dengan pasrah tanpa usaha. Hati gelisah bagi seorang muslim obatnya adalah Dzikulllah. Jangan-jangan yang digelisahkan itu karena ada masalah yang belum tersolusi. Maka sebaiknya cari solusinya agar hati menjadi tenang. Solusi tidak akan ketemu dan pas bila sumber masalahnya belum diketemukan. Kalo itu masalahnya. Maka pola ikhtiar kita sebelum dipasrahkan kepada Allah cari dulu sumber masalahnya ikhtiarkan dulu mencari solusinya, baru pasrahkan dan mohon hidayah dari Allah. Sedang Rasulullah pun tetap berdagang tuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Meskipun apa susahnya Allah turunkan rezeki langsung kepada Rasulullah tapi inilah sunatullah yang harus dijalani.

4. Seorang isteri khawatir kalo suaminya poligami, apakah itu termasuk orang yang kurang iman?
Jawab
Tentang poligami lepas dari saya sendiri tidak mau. Bahwa poligami itu sunah Rasul yang bersyarat. Jika seseorang memenuhi syarat itu maka bisa melaksanakan sunah itu. Jika tidak terpenuhi syaratnya maka tidak bisa. Seseorang jika tidak percaya / tidak mengimani terhapap sunah Rasul maka ia sama dengan tidak percaya pada Rasulullah. Tetapi jika seseorang mengakui bahwa poligami itu sunah Rasul itu dan tidak melaksanakannya karena tidak memenuhi syarat berarti in sya Allah tetap orang yang beriman. Bukan orang yang kurang imannya. Jadi dalam hal ini membenarkan mengimani poligami sebagai sunah Rasul itu adalah bagian dari keimanannya. Jika tidak melaksanakan karena tidak memenuhi syarat maka tetaplah sebagai orang yang beriman.

Pertanyaan M05

1. Kalo ada orang disekitar kita yang mengalami kegalauan yang amat sangat, apa yang sebaiknya kita lakukan? Gejalanya sudah sampai pada depresi berat & trauma
Jawab
Yang harus dilakukan pertama yang menangani harus sabar dan tahu caranya. Cari informasi yang paling valid siapa sesungghhnya ybs. Lalu cari sumber masalahnha kenapa habis jadi galau dalam stadium yang berat. Jika sumber masalah ketemu maka obat/ solusi yang pas dan tepat bisa dilakukan. Relakan ikhlaskan apa yang terjadi bahwa itu semua dari Allah.

Pertanyaan M07

1. Bagaimana kita membedakan panjang angan dan cita-cita, keduanya belum ada dan jauh ? terimakasih
Jawab
Panjang angan-angan hampir mirip dengan melamun jadi utopia, membayangkan sesuatu yang tidak berlandaskan tidak ada pijakannya. di luar ukuran kemampuan kita baik alamiah maupun keterukuran batas maksimal manusia. Sedang cita-cita itu terukur dan tahapannya bisa divisualisasikan dan memungkinkan untuk diraih dengan potensi yang kita miliki. Miisal kalo sekarang kita sekolah SD membayangkan jadi superman. itu angan angan.

2. Assalamu'alaykum, misalkan kita punya hajat, terus sudah berusaha, berikhtiar, bermunajat & menambah amalan-amalan sunnah tapi belum juga terwujud hajat kita, apakah dosa kita menghalangi terwujudnya hajat tersebut atau niat kita harus di luruskan untuk menuju hajat tersebut, jazakillah ,wassalam
Jawab
Ya bunda dosa dan maksiat akan menghalangi harapan dan hajat kita. Amalan-amalan sunnah yang dilakukan baru untuk menghapus dosanya. Belum mempermudah terwujudnya hajat. Tapi boleh jadi Allah menunda terkabulnya hajat kita itu yang terbaik, karena boleh jadi itu yang terbaik untuk kita. Boleh jadi kalo hajat itu terpenuhi makin menjauhkan kita dari Allah maka Allah belum kabulkan.

Pertanyaan M09

1. Ustad teman saya galau bahkan depresi karena beliau tidak menyangka suami nya selingkuh awalnya dari chating. Terus gimana cara menghibur atau menasehatinya? menurut agama yaaa agar beliau ceria dan semangat kembali beliau seperti sangat tersiksa oleh ulah suaminya. Dan tetap harmonis rumah tangganya tanpa ada kekecewaan yang berlarut.
Jawab
Masya Allah. semoga Allah tegarkan ia, sadarkan suaminya dan kumpulkan kembali dalam keharmonisan keluarganya. Bunda sampaikanlah padanya dengan penuh perhatian. a)mungkin inilah tarbiyah yang terbaik dari Allah kepadanya karena Allah tak mungkin menguji hambaNya di luar kemampuannya. 
b) sikap rela menerima apa yang terjadi meski awalnya menolak dan berat, dengan ini in sya Allah hati menjadi lebih tenang. Dengan ini awal tuk bertahan dalam cobaan dan mencari solusi lebih baik. 
c) tetaplah berprasangka baik pada Allah. Di balik ini semua ada hikmah yang luar biasa. 
d) cobalah bertabayun kepada suami dengan penuh hati-hati dan usahakan jangan emosi; mungkin ada sesuatu dari teman bunda yang 'salah' yang membuat suami mencari idaman yang lain. Jika suami ada benih kesholihan maka in sya Allah ia akan bicara dengan jantan. 
e) cari solusi atas masalah yang sesungguhnya di alami suami dengan pihak lain sebagai mediasi, orang tua misalnya atau teman dekatnya. Boleh jadi selingkuh itu cuman pelarian saja karena ada sesuatu yang tidak terpenuhi dari istrinya. 
f) doakan suami dan pasrahkan kepada Allah.
Semoga dimudahkan Allah.

2. Bagaimana cara mengusir galau ustadz? apalagi galau karena keinginan belum terkabul?
Jawab
Bersikap wajarlah dan belajar rela atas semua yang terjadi. Plus khusnudzan pada Allah. yakinlah semua yang terjadi itu yang terbaik bagi kita dan di mata Allah.

Bunda sudah dulu ya, saya ada off line ba'da maghrib. kalo masih ada di kumpulkan saja nanti saya di japri ngga apa-apa.

PENUTUP
Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa'atubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
(HR. Tirmidzi, Shahih).


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment