Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , , » KEUTAMAAN JUJUR, KSATRIA DAN AMANAH SEBAGAI MODAL DASAR BANGKITNYA PERADABAN

KEUTAMAAN JUJUR, KSATRIA DAN AMANAH SEBAGAI MODAL DASAR BANGKITNYA PERADABAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, March 11, 2015

Kajian Online Telegram Hamba اَللّٰه Ta'ala

Hari / Tanggal : Rabu, 11 Maret 2015
Narasumber : Ustadz Dian Alamanda
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Bismillahirrohmanirrohiiim
Saya mulai dengan sebuah pertanyaan ya. Ada yang pernah dengar tentang seseorang bernama maisharoh dalam sirah nabawiyah?
>Pernah tadz..

Ustad
Bisa ceritakan sedikit akh?
>Seingat saya, maisharoh adalah muslimah sekaligus seorang ibu yang dihukum oleh raja (lupa namanya) karena mempertahankan aqidah islamnya dengan dimasukkan kuali besar berisi air mendidih, satu per satu orang yang dicintainya dimasukkan ke dalam air mendidih itu. Pertama suaminya tetap kokoh maisharoh kemudian anaknya yang masih kecil dan disinilah Allah menenangkan hati maisharoh melalui lisan anaknya yang masih bayi. Sabarlah wahai ibu, kita bukan sedang menuju surga-Nya, air itu tidak panas air itu menyejukkan. Setelah semua anaknya dimasukkan dalam kuali besar, giliran maisharoh. Begitu tadz..

Syukron akh, tapi yang ana maksud maisharoh yang lain. Adakah yang pernah membaca kisah maisharoh dalam perjalanan hidup Rasulullah? 

>Orang yang melamarkan rosulullah untuk siti khodijah bukan

Betul. bisa berbagi kisahnya mbak?
Afwan, lebih tepatnya bukan melamarkan. Ketika Khadijah bekerja sama bisnis dengan Nabi, maisharoh inilah yang mendampingi perjalanan dagang beliau dengan tugas khusus yang diamanahkan oleh Khadijah. Sepulang dari berdagang, maisharoh ditugaskan menceritakan bagaimana karakter dan keseharian Rasululullah kala itu.

Ada yang bisa mengambil point-point penting dari kisah ini? 
>Amanah dengan tugas yang diembannya


Maisaroh ini adalah laki-laki, pembantu Khadijah. Ia yang menemani Nabi berdagang ke Syam. Maisharoh adalah seperti umumnya laki-laki arab, jujur dan bisa dipegang perkataannya. Hikmah yang lain adalah, Khadijah tidak sembarangan memilih suami, dan juga tidak sembarangan mendelegasikan tugas dalam mencari suami. Hikmah lainnya adalah bangsa arab, kita Rasulullah diutus adalah bangsa yang secara karakter menjaga kejujuran. Ini adalah modal dasar bagi dibangunnya peradaban unggul ditengah-tengah peradaban lain yang hancur-hancuran. Selama suatu kaum jahil namun perkataannya bisa dipegang, itu artinya peluang kaum itu melakukan perbaikan sangatlah besar. Berarti prinsip itu bisa diterapkan juga pada setiap orang ya. Orang arab kala itu apabila sudah berjanji, maka akan dipenuhi bahkan jika harus mempertaruhkan nyawa satu kabilah

Sifat unggul lain yang dimiliki bangsa arab adalah kepandaian, hafalan yang kuat dan bahasa yang tinggi. Siapa yang bisa menambahkan sifat unggul bangsa arab jahiliyah kala itu?

>Kesetia kawanan yg tinggi,sportivitas dan keberaniannya
Betul. Mereka punya sifat pemberani dan ksatria
Umumnya mereka tidak akan membiarkan orang lemah di bawah penindasan orang kuat ketika mereka dimintai bantuan, menolak membantu bagi mereka adalah kehinaan. Sifat unggul yang mereka miliki juga, mereka sabar menghadapi musibah, tabah, dan rela dengan bagian yang sedikit. Mereka terlatih ditempa berjalan di padang pasir dan bukit-bukit dibawah terik matahari. 

>Kiat nya apa ya tadz ??
Qur'an menuntut kita berfikir, belajar, membaca dst. Mereka bisa berjalan berhari-hari di bawah terik matahari, dan memakan beberapa butir kurma dan beberapa tetes air agar mereka bisa tetap berjalan. Bangsa arab jahiliyah kala itu, juga memiliki jiwa dan raga yang kuat

>Tapi ada ayat yang menerangkan bahwa didepan Rasul dia muslim tapi dibelakangnya, kalo kembali kekaumnya kembali ingkar. Itu berartikan ga jujur, bagaimana?
Bahasan ini mengenai sifat umum bangsa arab jahiliyah kala itu. 

>Rasulullah dijuluki al amin, kalo memang ciri bangsa arab semua jujur, ya ga perlu dijuluki seperti itu ya, ga istimewa lagi, bagaimana? dan kaum munafik bermunculan pada fase madinah, dimana di dominasi oleh kaum yahudi madinah. Pernah baca sifat bangsa arab jelek justru itu Rasulullah diturunkan disana, untuk memperbaiki

Nah, ini yang perlu diluruskan. Abu bakar sangatlah dipercaya, sebagaimana abu sufyan juga berkata jujur ketika masih kafir dihadapan penguasa romawi. Jadi jika dibandingkan peradaban di sekeliling jazirah arab, seperti india, persia, romawi, bangsa arab memiliki cukup modal untuk dijadikan basis bangunan peradaban islam. Hanya saja mereka jahil, dan berlebihan bahkan dalam berbuat kebaikan. Sebagai contoh, bangsa arab jahiliyah saat itu sangatlah memuliakan tamu, namun saking memuliakan semua diberikan kepada sang tamu, termasuk istrinya. Nah, sifat memuliakan tamu tetap dipertahankan dalam islam, hanya saja bagian yang berlebihan diperbaiki. Atau misalnya kebiasaan jahil mengubur anak perempuannya hidup-hidup. Nah, disamping kejahilan ini, bangsa arab kala itu memiliki karakter dasar yang menjadi modal utama mereka menerima dan mengemban islam bersama Nabi. Jadi kejahilan dihilangkan, karakter unggul ditingkatkan

Anggapan bahwa orang arab jaman jahiliah bodoh itu tidak benar termasuk ghuzwul fikri yang sengaja mendiskreditkan islam. Jadi jika dibandingkan bangsa-bangsa lain di sekitarnya saat itu, bangsa arab memiliki kondisi sosial dan moral yang paling baik. Imperium romawi, persia, dan kerajaan hindu di india, kondisinya sangat hancur dari sisi sosial dan moral.

Imperium romawi adalah bangsa yang kejam, zalim, penindas, hedonis, pemuja syahwat, kemewahan dan kesenangan belaka. Para pemuka agama di romawi juga gila kekuasaan, kemewahan dan kesenangan. Imperium persia lebih parah lagi, pola kehidupan mereka seperti binatang

Demikian sekilas tentang keutamaan karakter jujur, ksatria dan amanah sebagai modal dasar bangkitnya peradaban. Maka sudah semestinya menjadi bagian dari kepribadian seorang muslim. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda dalam hadits riwayat Imam Muslim:
يطبع المؤمن على الحلال كلها إلا الخيانة والكذب

“Orang beriman itu diciptakan dengan segala macam sifat kecuali khianat dan dusta.”

Imam Malik dalam Al Muwaththa’ meriwayatkan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ditanya, “Ya Rasulallah, mungkinkah orang beriman itu jadi penakut?”
“Bisa jadi,” kata Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
“Mungkinkah seorang mukmin itu menjadi kikir?” tanya mereka.
“Bisa jadi,” jawab nabi shallallahu alaihi wa sallam.
“Mungkinkah seorang mukmin itu menjadi pendusta?” tanya mereka.
“Tidak mungkin,” jawab nabi shallallahu alaihi wa sallam.
sehingga dalam keseharian, orang-orang diluar islam semestinya terkagum-kagum melihat indahnya kepribadian mukmin

Dalam bekerja, seorang muslim dituntut profesional, jujur dan tidak mengurangi timbangan, lalu menuntut lebih. Misalnya mengerjakan urusan pribadi di jam kerja dimana ia sudah digaji. Allah telah mencela Al-Muthaffifin (orang-orang yang curang) dalam timbangan, yang menuntut hak mereka dengan sempurna dan mengurangi hak-hak orang lain. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ وَإِذَا كَالُوهُمْ أَو وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ أَلَا يَظُنُّ أُولَٰئِكَ أَنَّهُم مَّبْعُوثُونَ لِيَوْمٍ عَظِيمٍ يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. Yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidaklah oran-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar. Yaitu hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam” [Al-Muthaffifin : 1-6]

Demikian sharing hari ini, semoga bermanfaat
silahkan dilanjutkan dengan berdiskusi, tidak mesti terkait tema sharing diatas

TANYA JAWAB

Kalo boleh tanya ustadz memang ada ya pada zaman rasul itu istilah "budak". Bagaimana kisahnya apakah itu tmasuk sejarah islam dan sesuai dengan ajaran islam?
Jawab
Islam justru mengatasi problematika perbudakan sama persis seperti mengatasi problem riba dan khamr riba, khamr dan perbudakan sangat melekat dalam keseharian, sehingga Islam mengatasinya secara bertahap. Justru dengan hadirnya Islam, perbudakan bisa dihilangkan secara bertahap. Orang beriman diencourage untuk membebaskan budak sebagai sebuah kebaikan, bahkan bagian dari kafarat. coba cek kapan hilangnya perbudakan di jazirah arab, dibandingkan di eropa dan amerika secara sosiologis masalah perbudakan adalah masalah yang mengakar waktu itu, sehingga islam menghapusnya dengan cara yang luar biasa indah. sedangkan perbudakan di eropa dan amerika baru hilang pada abad 20an jadi Islam justru membawa angin pembebasan dari perbudakan yang secara budaya sudah sangat mengakar 

"Ajining diri dumunung aneng lathi, ajining raga ana ing busana" artinya: kepribadian yang murni ada dalam ucapan/kata, penampilan mencerminkan kepribadian.

Ana mohon ijin dulu, jika ada pertanyaan lagi bisa disampaikan, in sya Allah dijawab jika bisa. Mari sama-sama membaca doa Kafaratul  Majelis...

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Terbaru