Ketik Materi yang anda cari !!

KEUTAMAAN MEMBACA AL QUR'AN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, March 4, 2015


Kajian WA Hamba اللهSWT
Rabu, 11 Februari 2014
Ustadzah Citra (Keutamaan membaca Al-Qur’an)
Editor: Wanda Vexia
Grup Ummi M18 
Notulen: Nadliroh

Al-Qur’an adalah Kalamullah. 
"Kitab yang Mubarak (diberkahi) Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya" (QS: Al-An'am Ayat: 92)

Menuntun kepada jalan yang lurus
"Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu´min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar" (QS: Al-Israa' Ayat: 9)

Tidak ada sedikitpun kebatilan di dalamnya
"Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al Quran ketika Al Quran itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia" (QS: Fushshilat Ayat: 41)

Membaca Al Qur’an adalah sebaik-baik amal perbuatan.
Rasulullah bersabda :
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan AL Qur’an" (HR. Al Bukhari dari Utsman bin Affan)

Al Qur’an akan menjadi syafi’ penolong di hari kiamat.
Rasulullah bersabda :
“Bacalah Al Qur’an sesungguhnya ia akan menjadi penolong pembacanya di hari kiamat " (HR Muslim dari Abu Umamah)

Beserta para malaikat yang mulia di hari kiamat.
Rasulullah bersabda:
"Orang yang membaca Al Qur’an dan dia lancar membacanya akan bersama para malaikat yang mulia dan baik. Dan orang yang membaca Al Qur’an dengan terbata-bata, ia mendapatkan dua pahala " (Muttafaq alaih dari Aisyah ra)

Aroma orang beriman. Rasulullah bersabda:
"Perumpamaan orang beriman yang membaca Al Qur’an adalah bagaikan buah utrujah, oromanya harum dan rasanya nikmat….."

Penyebab terangkatnya kaum. Sabda Nabi :
"Sesungguhnya Allah akan mengangkat suatu kaum dengan kitab ini dan akan menjatuhkannya dengan kitab ini pula" (HR Muslim dari Umar bin Khatthab)

Turunnya rahmah dan sakinah.
Rasulullah bersabda:
"Tidak ada satu kaum yang mereka sedang berdzikir kepada Allah, kecuali para malaikat akan mengitarinya, dan rahmat Allah akan tercurah kepadanya, dan sakinah (kedamaian) akan turun di atasnya, dan Allah akan sebutkan mereka pada malaikat yang ada di sisi-Nya” (HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah dan Abu Said)

Memperoleh kebajikan yang berlipat ganda.
Dari Ibnu Mas’ud ra berkata : Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka ia akan memperoleh satu hasanah (kebajikan). Dan satu hasanah akan dilipat gandakan menjadi sepuluh, saya tidak katakan alif lam mim satu huruf, akan tetapi ali satu hurf, lam satu huruf, dan mim satu huruf” (HR. At Tirmidzi)

Bukti hati yang terjaga/melek.
Dari Ibn Abbas ra berkata : Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya orang yang di hatinya tidak ada sesuatupun dari Al Qur’an, maka ia bagaikan rumah kosong. (HR At Tirmidzi)

Ayat lain terdapat pada al isra 9 dan al an 'am 92
Laa ilaha illa anta subhanaka inni kuntu mina zholimin.

Ya Allah, jadikanlah Al-Qur'an sebagai penenteraman hati kami, cahaya di dada kami, serta pelenyap duka dan kesedihan kami.

Ya Allah, ajarilah kami dari Al-Qur'an sesuatu yang kami tidak ketahui tentangnya, ingatkanlah kami dari apa-apa yang terlupa oleh kami, serta berilah kami rezeki untuk mengamalkannya sepanjang malam dan siang hari.

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang yang mewarisi Al-Qur'an, baik secara ilmu maupun amalan.

Ya Allah, Zat Yang mengajarkan Al-Qur'an, ajarilah kami agar mengetahui Al-Qur'an.

Ya Allah, Zat Yang menurunkan Al-Qur'an, jadikanlah kami termasuk Ahlul Qur'an.

Allahumma sholli 'ala muhammad al-musthofa wa 'ala alihi wa ash-Habihi wa man wafa.

Keutamaan menghafal Al-Quran:
Ridho Allah akan menjadi penolong (syafaat) bagi penghafalnya
Benteng dan perisai hidup
Pedoman dalam menjalankan kehidupan
Nikmat mampu menghafal AlQuran sama dengan nikmat kenabian
Kebaikan dan berkah bagi penghafalnya. Rasulullah sering mengutamakan yang hafalannya lebih banyak (Mendapat tasyrif nabawi)
Para ahli Quran adalah keluarga Allah yang berjalan di atas bumi
Dipakaikan mahkota dari cahaya di hari kiamat yang cahayanya seperti cahaya matahariKedua orang tuanya dipakaikan jubah kemuliaan yang tak dapat ditukarkan dengan dunia dan seisinya
Kedudukannya di akhir ayat yang dia baca
Tiap satu huruf adalah satu hasanah hingga 10 hasanah
Allah membolehkan rasa iri terhadap ahlul Quran
Menjadi sebaik-baik manusia
Kenikmatan yang tiada bandingannya
Ditempatkan di syurga yang tertinggi
Akan menjadi orang yang arif di Surga kelak
Menjadi pengingat akan kebesaran Allah
Menghormati penghafal Quran berarti mengagungkan Allah
Hati penghafal Quran tidak akan disiksa
Lebih berhak menjadi imam sholat
Dapat memberikan syafaat pada keluarganya
Bekalan yang paling baik
Menjadikan baginya kedudukan di hati manusia dan kemuliaan
Ucapan pemiliknya selamat dan lancar berbicara
Ciri orang yang diberi ilmu
Membantu daya ingat
Penghafal Quran tidak pernah terkena penyakit pikun
Mencerdaskan dan meningkatkan IQ dan menambah keimanan
Mengetahui ilmu agama dan ilmu dunia
Menjadi hujjah dalam ghazwul fikri saat ini
Menjadi kemudahan dalam setiap urusan serta menjadi motivator tersendiri
Pikiran yang jernih
Ketenangan dan stabilitas psikologis
Lebih diterima bicara di depan publik
Menerima kepercayaan orang lain
Penghafal Quran akan selalu mendapat keuntungan dagangan dan tidak pernah rugi
Menyehatkan jasmani (seperti yang diteliti oleh Dr. Shalih bin Ibr ahim Ash-Shani, guru besar psikologi di Universitas Al-Imam bin Saud Al-Islamiyyah, Riyadh

TANYA JAWAB
1. Bagaimana hukum nya bagi orang yang membaca Al-Qur'an tapi tidak tahu artinya dan tajwid nya masih kurang bagus?

 Jawab: Hukumnya adalah mau belajar dan mengkaji Al-Qur'an lebih dalam lagi.


2. Semisal kita sudah terbiasa berinteraksi dengan Al-Qur'an tapi tetap stress, mudah marah dan sensitif. Apakah ada  yang salah dari interaksi kita dengan Al-Qur'an ataukah amal membaca Al-Qur'an tidak diterima?

 Jawab : Na’am, berarti ada yang salah dengan niat.  Membaca Beramallah disertai dengan niat lillahita'ala, agar amalan bisa diterima. Dan amalan yang diterima syaratnya ikhlas jatena Allah. Jika masih stress, baca lagi yang banyak sesuai tajwid tartil yang di tauladankan oleh nabi besar kita. Wallahu'alam.


3. Bagaimana dengan orang yang mendengar murrotal tapi tidak membaca Al-Qur'an ? Apakah sama pahalanya dengan yang membaca Al-Qur'an?

 Jawab : Pahala tetap sama dengan orang yang membaca Al-Qur'an. Dengan catatan, membacanya khusyu'. Mendengarkan murrotal nya pun ikhlas karena Allah


4. Assalamualaikum.. Ustadz, apa hukumnya jika masih belajar mengaji? Belajar Al-Qur'an nya pun bacaannya masi banyak yang salah. Tapi itu belajar. Boleh tidak ya?

Jawab : Walaikumussalam.. Insya Allah mendapatkan 2 pahala dari Allah. Bisa ditambahkan hukumnya untuk  mencari lembaga pembelajaran Al-Qur'an baik tahsin qiroati, tahfidz dan sebagainya. Semakin banyak hafalannya, akan semakin tinggi kedudukan yang didapatkan di Surga kelak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: 
يقال لصاحب القرآن اقرأ وارتقِ، ورتل كما كنت ترتل في الدنيا، فإن منزلك عند آخر آية تقرؤها
“Akan dikatakan kepada shahibul Qur’an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. Karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca” (HR. Abu Daud 2240, di shahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud)


5. Kalau membawa Al-Qur’an yang tidak ada terjemahannya posisi tidak suci bagaimana?

Jawab : Tidak suci karena batal dari wudhu hukumnya boleh.


6. Tidak suci karena haid?

Jawab : Ada perbedaan pendapat para ulama

Dalil yang digunakan kalangan yang membolehkan wanita haid untuk membaca Al-Qur’an adalah perkataan Aisyah ra.
Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW selalu dalam keadaan berzikir kepada Allah SWT” (HR. Muslim)


7. Kalau membawa Al-Qur'an yang tidak ada terjemahannya posisi tidak suci gimana?

 Jawab : Sebisa mungkin membawa yang ada terjemahan. Yaitu dibolehkan bagi yang berhadats (seperti orang yang junub) untuk membawa mushaf tanpa menyentuhnya secara langsung, dengan menggunakan pembatas yang bukan bagian dari Al-Qur’an. Karena seperti ini bukanlah disebut menyentuh. Sedangkan larangan yang disebutkan dalam hadits adalah menyentuh mushaf dalam keadaan tidak suci. Sedangkan di sini sama sekali tidak menyentuh. Inilah pendapat ulama Hanafiyah, ulama Hanabilah dan menjadi pendapat Al Hasan Al Bashri, ‘Atho’, Asy Sya’bi, Al Qosim, Al Hakam dan Hammad.


8. Bagaimana adab membaca Al-Qur’an ya?

 Jawab : Adab Membaca Quran
1) Disunnahkan berwudhu, gosok gigi/ bersiwak
2) Menghadap kiblat
3) Ada sikap penghormatan hati untuk; (a) Mengagungkan dan memuliakan Al-Quran, (b) Membenarkan dan meyakini, (c) dan berniat mengamalkan Al-Quran, (d) Berniat untuk menyampaikan atau mengajarkan lagi kepada orang lain.
4) Memilih tempat yang bersih
5) Disunnahkan membaca Ta’awwudz pada permulaan bacaan.
Firman Allah :
"Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk" (QS: An-Nahl Ayat: 98)
6) Sebagaimana memulai setiap perkataan dan perbuatan yang baik yang lain, maka memulai membaca Al-Quran pun dengan membaca Basmallah.
7) Rasulullah SAW :
“Setiap perkara (amalan) yang tidak dimulai dengan membaca Bismillahirrahmanirrahiim, maka terputus berkahnya (bagaikan anggota. Setiap perkara badan yang terkena kusta" (HR. Ahmad, Nasai dan Ibnu Mardawaih)
8) Membaca dengan tartil dan tajwid yang benar
9) Berusaha untuk menangis atau pura-pura menangis
10) Membaca dengan suara merdu
11) Boleh membaca jahar (dikeraskan) tetapi lebih baik dipelankan (terdengar oleh sendiri)
12) Memenuhi hak-hak Al-Quran
13) Tidak memotong bacaan dengan kegiatan lain
14) Al-Quran ditaruh di tempat yang dialas tinggi
15) Tidak menjadikan Al-Quran untuk bantal.


9. Poin 13 itu misalnya berhenti di salah satu ayat juga ga boleh ya di potong sama kegiatan lain? Misal menjawab pertanyaan anak?

Jawab: Adab membaca Al-Qur'an jika diamalkan lebih ahsan. Jika poin 13 berhenti di ayat tidak apa-apa. Kemudian melanjutkan kembali dengan taawudz dan basmalah


10. Poin 9 jika tidak paham artinya gak bisa nangis jadi bagaimana?

Jawab : Jika bertemu ayat adzab mencoba untuk menghayati dan menangis. Jika tidak bisa, pura-pura nangis. Jika belum bisa juga, minimal hati kita menangis merasakan pedihnya siksa api neraka dan azab Allah


11. Terkadang saya tilawah sambil mennyusui anak atau gendong anak. Anak saya baru berusia 4 bulan. Kadang-kadang kalau di taruh menangis. Bagaimana hukumnya jika membaca Al Qur'an di perjalanan (yang ada terjemahan) nya? Mohon penjelasannya ustadzah. Jazzakillah

Jawab: Di izinkan membaca  bahkan hingga menghafal sambil berdiri, sambil menggendong anak, sambil duduk, berbaring, naik kendaraan atau lainnya. (Lihat QS. Az Zukhruf: 13 dan Ali Imran: 191)


12.  Bertilawah dirumah itu wajib pakai penutup kepala/ kerudung ya ustadzah? Karena saya sepulang nganter anak dari PAUD, dirumah hanya berdua saja ama anak. Tapi kalau pagi keseharian keluar pintu rumah mengenakan kerudung. Jadi hanya saat di dalam rumah aja dilepas. Mohon penjelasan  dan hukumnya. شُكرًا كَثيرًا

Jawab: Layak nya adab bicara dengan Allah, mestinya tetap tertutup aurat sebab membaca Al-Quran adalah ibadah. (QS. AnNur:13) kalau saya baca Al'Quran untuk disampaikan ke almarhum suami saya, sampai ga ustadzah? Atau kalau anak saya yang baca alquran nyampe ga ya? Syukron

Jawab: Insya Allah sampai. (QS. Al-Hasyr: 10) doa yang kita lantunkan untuk orang yang sudah beriman lebih dulu dari kita atau orang yang sudah meninggal.  Dan ada 3 amalan yang takkan terputus meski sudah meninggal. Yaitu sedekah jariah (amal wakaf tanah/ hibah tanah untuk panti asuhan yatim  dhuafa, pesantren quran dan sebagainya). Ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakan orangtuanya.

Wallohua'lam bish shawab

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Amiin....

Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum... 

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment