Ketik Materi yang anda cari !!

MEMAHAMI RUQYAH

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, March 30, 2015

Kajian Online WA Hamba الله SWT

Senin,  30 Maret 2015
Narasumber : Ustadz Firman
Rekapan Grup Bunda M15
Tema : Ruqyah
Notulen : Bd. Dyah
Editor : Rini Ismayanti

MEMAHAMI RUQYAH

Assalaamu'alaikum...
BismiLLAH.. Waalaikum salam ustadz..
Manusia dalam mempertahankan hidupnya (survive) atau dalam persaingannya membutuhkan jaminan dan dukungan keamanan, kekuatan, perlindungan, jaminan rejeki (baca: ekonomi), kesehatan, kepandaian, kewibawaan/daya pengaruh dsb. Segala cara dan upaya dilakukan untuk memperoleh hal itu. Terlebih jika sedang membutuhkan solusi ‘mendesak’, maka apapun dapat dilakukannya demi mempertahankan dan memenangkan persaingannya tersebut.

Diantara cara yang ditempuh oleh manusia untuk memperoleh jaminan dan dukungan itu adalah dengan mengandalkan ‘jalan gaib’ baik dalam bentuk sesuatu yang dibaca (kan), dituliskan (kan), berupa benda yang dibawa/dipakai/ disimpan, laku ritual tertentu, yang dimakan/diminum, olah nafas/ gerak tertentu dsb. Semua itu terkait erat dengan bentuk-bentuk pengembangan berikutnya dari aktivitas yang berhubungan dengan RUQYAH.

Ruqyah atau mantera (jawa : suwuk, jopa-japu) sudah ada sejak sebelum RosuluLLah saw diutus. Keberadaannya dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Hanya saja Islam melarang setiap hal yang mendatangkan kerugian dan kesesatan, sekalipun hal itu ‘dibutuhkan’. Islam menggantikan setiap kebutuhan yang dilarang itu dengan sesuatu yang halal yang lebih baik dan menjamin kebahagiaan hidup selamanya. Mantera-mantera (Ruqyah) untuk perlindungan atau penyembuhan – baik yang jelas ke-syirik-annya maupun yang samar-samar – adalah suatu yang dilarang, sekalipun ‘seolah-olah’ mendatangkan hasil. 

Dalam sebuah riwayat shohih diberitakan,
عَنْ عَوْفٍ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قـال : كُنَّا نَرْقِي فِى الْجَـاهِلِيَّةِ، فَقُلْنـَا يـَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ تَرَى بِذلِكَ ؟  فَقَالَ : أَعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لاَ بَـأْسَ بِالرُّقْيَةِ مَالَمْ تَكُنْ شِرْكـاً (رواه مسلم)
Dari sahabat
Auf bin Malik ra dia berkata : Kami dahulu meruqyah di masa Jahiliyyah, maka kami bertanya : Ya RosuluLLah, bagaimana menurut pendapatmu ? Beliau menjawab : Tunjukkan padaku Ruqyah (mantera) kalian itu. Tidak mengapa mantera itu selama tidak mengandung kesyirikan” (HR. Muslim).

Meruqyah dengan cara yang sesuai dengan kaidah syari’at (الرُّقْيَةُ الشَّرْعِِيَّة) tidak hanya dikhususkan terhadap permasalahan yang berhubungan dengan Jin atau Sihir saja. Terbukti dari beberapa do’a Ruqyah yang diajarkan Nabi saw banyak yang berhubungan dengan penyakit-penyakit pada umumnya termasuk luka-luka, ‘keracunan’ dsb. ALLAH swt menurunkan Al-Quran yang diantara fungsinya adalah sebagai SYIFAA’ (obat/ penyembuh) terhadap penyakit serta gangguan secara umum. 

Praktek ruqyah dapat dilakukan baik secara individul atau secara massal yang disetarakan dengan pengobatan massal. Beberapa ulama dalam kitab-kitab hadits mereka (seperti Imam Al-Bukhori, At Tirmidzi dan Abu Dawud) memberi penjelasan tentang Ruqyah dalam Bab At Thibb (Pengobatan). Dalam praktek Ruqyah Syar’iyyah (individual atau secara massal) inilah nilai-nilai dakwah dengan menanamkan kebersihan Aqidah dan ke-shohihan ibadah secara hikmah dapat kita sampaikan dan mau’izhoh hasanah secara efektif bisa kita ungkapkan(الرُّقْيَةُ الدَّعْوِيَّة) . 

Meruqyah juga tidak dikhususkan hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu. Bagaimanapun juga Ruqyah adalah salah satu warisan RosuluLLah SAW kepada semua umatnya sebagaimana ajaran-ajaran beliau yang lain. Selama syarat--syarat sebagai muslim yang ‘baik’ secara minimal dapat kita penuhi, insya ALLAH kita semua dapat meruqyah. Syarat-syarat (minimal) tersebut adalah Bersih Aqidah kita dan Benar Ibadah kita sesuai yang diajarkan oleh RosuluLLah saw.

Semoga semakin banyaklah kaum muslimin yang bisa melakukan peruqyahan syar’iyyah, paling tidak untuk diri sendiri dan keluarganya. Dengan demikian semakin banyak pula masyarakat kita yang terselamatkan dan mau meninggalkan ruqyah-ruqyah syirkiyyah (terapi yang mengandung kesyirikan) dengan beralih kepada Ruqyah Syar’iyyah. Dan semoga masyarakat kita dapat merasakan hidup berkah yang sebenarnya setelah terlepas dari kekeliruan-kekeliruannya tersebut. Amin.

Definisi Ruqyah
Bahasa
AR-RUQYAH (
الرُّقْيَةُ) bentuk jamaknya AR-RUQO (الرُّقَي) artinya Jampi, Mantera, Suwuk, Rapal.
Istilah
Segala ungkapan yang digunakan sebagai mantera untuk kesembuhan, perlindungan/penjagaan, penguatan, kelancaran, kemudahan, dst.
Jenis Ruqyah
Ruqyah Syirkiyyah/Jahiliyyah
الرُّقْيَةُ الشِّرْكِيَّةُ  : Ruqyah/mantera yang keseluruhan atau sebagiannya mengandung kesyirikan/kejahiliyahan atau tidak sesuai dengan syariat Islam.
Ruqyah Syar
iyyah  الرُّقْيَةُ الشَّرْعِيَّةُ  : Ruqyah/mantera yang diperbolehkan dan sesuai dengan kaidah syari’at Islam.

عَنْ عَوْفٍ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قـال : كُنَّا نَرْقِي فِى الْجَـاهِلِيَّةِ، فَقُلْنـَا يـَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ تَرَى بِذلِكَ ؟  فَقَالَ : أَعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لاَ بَـأْسَ بِالرُّقَى مَالَمْ يَكُنْ شِرْكـاً (رواه مسلم)
Dari sahabat
Auf bin Malik ra dia berkata : Kami dahulu meruqyah di masa Jahiliyyah, maka kami bertanya : Ya RosuluLLah, bagaimana menurut pendapatmu ? Beliau menjawab : Tunjukkan padaku Ruqyah (mantera) kalian itu. Tidak mengapa mantera itu selama tidak mengandung kesyirikan” (HR. Muslim).

Ruqyah Da’wiyyah  الرُّقْيَةُ الدَّعْوِيَّة : Ruqyah/mantera Syariyyah yang pelaksanaannya lebih mengutamakan aspek dan kaidah serta target dawah disamping berfungsi sebagai terapi itu sendiri.

Diantara definisi Ruqyah (Syar’iyyah) dari segi keilmuan :
هى علم من أجل العلوم وهى يدخل فيها كل ماهو من القرآن الكريم  ومن السنة النبوية المطهرة 
وهو ان الراقى يستخدم آيات الله ويؤمن ويوقن به ايقان شديد فى تاثيرها فى المريض
Ruqyah merupakan
  suatu ilmu dari bagian ilmu-ilmu yang di dalamnya mengandung segala hal yang berasal dari Al-Quran yang Mulia dan Sunnah Nabawiyah yang Suci.

Dan bahwa orang yang meruqyah (الراقى) menggunakan ayat-ayat ALLAH swt (dan doa-doa Nabi) dengan penuh keimanan dan keyakinan yang sangat kuat (bahwa dengan izin ALLAH ayat dan do’a itu) memberi dampak kebaikan kepada orang yang sakit (penderita).

والرقية تعالج كل الامراض الروحية من سحر ومس وحسد وسواس نفسى وغيرها وتعالج العديد من الامراض العضوية وتزيل الامراض الخبيثة مثل السرطانات وفيروس الكبدى وغيرها .
Ruqyah meng-ilaj penyakit-penyakit Ruhiyyah (sihir, kesurupan, hasad, was-was dsb) selain itu pula meng-ilaj beberapa penyakit
udhwiyyah (fisik) serta menghilangkan penyakit buruk lainnya seperti kanker, virus lever (hepatitis) dsb.

TANYA JAWAB

Q : Ustz, saya menemukan adat tiup di masyarakat bugis, ternyata yang ditiup itu alfatihah dan 3 qul (annas, falaq, & al ikhlas)... Katanya tiup-tiup itu mengusir jin setan dan sihir. Apakah itu ruqyah?
A : Ruqyah itu sebenarnya adalah do'a. Dan boleh dengan 3 hal,
1. Al qur'an
2. Do'a yang bersumber dari hadits yang shohih
3. Do'a dengan bahasa kita yang difahami maknany.
Adapun untuk tiupan, ini pernah dicontohkan oleh aisyah ketika Rosul sedang sakit. Aisyah meniup ke tangan Rosul, kemudian diusapkan ke seluruh badan Rosul.
Yang mesti diperhatikan, adat dan budaya yang tersebar di indonesia, sudah banyak tercemar dengan beragam kesyirikan. Ini mesti hati-hati. Kalo hanya sekedar baca 3 qul kmudian ditiupkan ke suatu media, ato langsung ke orangnya, ini in syaa Allah tidak apa-apa. Karena ini termasuk ruqyah syar'iyyah. Tetapi, kalo sudah dicampur dengan ritual tertentu, contoh: menyediakn sesajen, puasa mutih, dsb, ini adalah ruqyah syirkiyyah. Karena mncampur adukkan yang haq dan yang batil.
Catatan tambahan, ayat-ayat yang dibaca tidak akan memberikan efek kesembuhan. Ingat! Allahlah Sang Maha Penyembuh, jadi mintalah setulusnya kepada Allah tanpa dicampur adukkan dengan kesyirikan. Adapun ruqyah, adlh sarana terapi ato pengobatan saja untuk mencapai kesembuhan itu.
Adapun kesembuhan, hanya milik Allah.
Jadi, berdo'alah dan niatkan sebelum meruqyah untuk mencari solusi. Karena terkadang, kesembuhan itu bukanlah solusi terbaik yang Allah skenariokan.

Q : Ust. Mau tanya gmn.cara meruqiyah diri sendiri.
A : TUTORIAL RUQYAH MANDIRI TANPA KESURUPAN
Hadirkan hati terkoneksi kepada Allah, lalu istighfar tobati semua bentuk kesyirikan, kemaksiatan dari semenjak akil baligh hingga sekarang berjanji untuk tidak mengulanginya lagi.
lalu berdoa dengan khusyu
Ya Allah Haramkanlah hati dan pikiranku dikuasai oleh jin
Ya Allah Haramkanlah tangan kaki dan tubuhku dikuasai oleh jin
Ya Allah Haramkanlah darahku dimasuki oleh jin
Ya Allah lemahkanlah seluruh kekuatan jin dalam tubuhku
Ya Allah tarik keluar semua jin, sihir, benda ghoib, penyakit fisik, penyakit psikis dari tubuhku
Aamiin
Lalu lakukan tahapan berikutnya
1. Tutorial Ruqyah Mandiri :
Letakkan kedua telapak tangan dekat mulut seperti berdoa lalu baca 3 qul (Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas) tiap selesai satu surat ditiupkan ke telapak tangan lalu usapkan ke wajah dan seluruh tubuh.
2. Tutorial Terapi Air Ruqyah :
Berdoa " ya Allah jadikanlah air ini menjadi obat sakit fisik, psikis dan gangguan jin, sihir bagi siapa sj makhluk Allah yang meminumnya
Bacakan ayat ruqyah (Al Fatihah, 3 Qul, ayat Kursi, dll)
3. Tutorial PTT (Putar Tiup Tarik)
Letakan kedua tangan di dada dan perut lalu usap putar putar sambil berdoa " ya Allah apabila ada penyakit fisik, psikis (emosi negatif ) dan gangguan jin dalam tubuh saya mohon ya Allah ridho dan kekuatan Mu agar tarik keluar semua penyakit fisik , psikis dan gangguan jin."
Baca Al Fatihah sambil terus usap bila sudah selesai tiup ke dada dan perut. Lalu tangan kanan dibawah pusar usap tarik ke dada leher dan muntahkan sambil baca Bismillah.. Allahu Akbar.

Q : Pak ustadz ruqiyah meng-ilajkan penyakit ruhiyah udhwiyyah(fisik),dan penyakit lainya seperti kanker,virus lever (hepatitis)itu caranya gimana pak ustadz
A : Carany bisa seperti ruqyah mandiri, 
1. Tanganny dido'akan dulu, baca 3 qul ( al ikhlas, al falaq dan annas), tiup ke telapak tangan.
2. Tempelkan tangan ke tempat yang sakit.
3. Baca surat alfatihah diulang berkali-kali kurang lebih selama 15 menit
Lakukan rutin, sehari 3 kali minimal selama 3 minggu.
Terapi ini juga bisa dilakukan buat mereka yang sudah bertahun-tahun menikah, tapi belum punya momongan. Dengan cara menempelkan tangan yang sudah dido'akan tadi ke (maaf) alat kelamin. (Mesti dilakukan oleh suami dan istri)

Q : Assalamu'alaikum ustadz ... kalau anak yang dijadikan tumbal jin apa benar dibawa kealam jin dan dijadikan budak?
A :  Tumbal? Maksudnya dibunuh dan dikorbankan? Kalo anaknya dibunuh, ingat setiap orang yang meninggal ruhnya dijaga oleh Allah di alam kuburnya. Jika orangnya sholeh, maka kenikmatan dan kedamaian yang dia dapat. Tapi jika orangny banyak dosa, maka dia disiksa di alam kuburnya. Hal ini terjadi sampai kelak hari kebangkitan.
Lantas, apakah dia dibawa ke alam jin? Sesuai dengan apa yang saya ketahui melalui nash-nash hadits, hal itu tidak mungkin terjadi. WAllahu a'lam.

Q : Jjika di ruqiyah.. apa tergantung keluhan? Perlu berapa kali ruqiyah..?
A : Iya.. Ruqyah bisa dilakukan sesuai keluhan dan gejala. Makanya setiap peruqyah mesti melakukan diagnosa, seperti dokter. Sehingga bisa menentukan obat yang paling tepat untuk keluhannya.
Perlu brp kali? Tergantung berat dan ringanny sakit pasien. Kalo ringan, bisa sekali, in syaa Allah beres. Tapi klo berat, bisa berkali-kali. Bahkan, kita ada pasien, sampe sekarang belum selesai. Padahal sudah 2 tahun kita ruqyah. Ini terjadi karena memang gangguan sihirnya berat.

Q : Pak ustadz ada orang yang  santet. D dalam perutnya itu ada silet dan benda-benda tajam lainya,,apa itu memang bisa terjadi,dan membuangnya harus dengan cara gimana?
A : Yup. Hal itu bisa saja terjadi. Jadi, setiap benda padat yang kemudian dipegang oleh jin, itu akan mengalami proses metafisisasi alias jadi blas gak kasat mata dan bisa ditempatkan dimana saja. Obatnya melalui ruqyah syar'iyyah, in syaa Allah.
Makanya, ktika proses ruqyah dilakukan, tidak jarang ada yang muntah paku, silet, bahkan ada binatang hidup seperti kelabang dsb.

Q : Pak ustdz kalau ada orang minta doa buat kesembuhan penyakit atau minta doa untuk memecahkan suatu masalah misalnya biar di sayang majikan ,naik pangkat  dll apakah termasuk meruqyah. Apa itu diperbolehkan  kl mintanya pada pak kiayi atau ustdz?
A : Bertawassul atau berwasilah kepada orang sholeh yang masih hidup untuk dido'akan, hukumnya boleh. Sebagaimana dulu para shahabat bertawassul kepada Nabi pada saat kekeringan, supaya diturunkan hujan.
Tapi, kalo sudah menyerempet ranah aqidah dan ibadah, contoh: datang ke kyai trus dikasih wirid baca al ikhlas dengan jumlah tertentu, di waktu tertentu, dan dengan niat tertentu. Hati-hati, ibadah itu mesti sesuai dengan yang Rosul ajarkan. Kalo Rosul tidak pernah mngajarkn seperti wirid tadi ato puasa mutih, dsb, maka hal tsb haram untuk dilakukan. Apabila dilakukan, jatuhnya dosa.
Makany, mesti selektif dalam ibadah. Cari yang betul-betul ada dalilny yang shohih.

Q : Ustd apakah rajah itu diperbolehkan?misalkan menuliskan surat al fatihah trus dimasukkan dalam air lalu diminum, soalnya sya pernah baca buku hal itu direkomendasikan
A : Baca buku apa? Sebetulnya, syaikhul islam ibnu taimiyyah pernah melakukan itu. Tapi, untuk sekarang lebih baik dijauhi. Karena syubhatnya dan fitnahnya yang tinggi. Soalnya, banyak para dukun yang melakukan itu juga.
Dulu, ibnu taimiyyah melakukan, karena fitnah dan syubhat di zaman itu belum terlalu hebat. Karena dukunnya masih menggunakan media kesyirikan. Tapi sekarang, bnyk dukun yang berkedok ustadz, kyai, haji, dsb, makany harus lebih hati-hati, sekalipun menggunakan ayat2 alqur'an. Fitnah zaman sekarang sudah dahsyat. Jadi lebih baik dihindari.

Q : Trus saya lihat di tv peruqyah meniupkan doa k dalam air minuman apakah tidak bertentangan dengan hadist Rasul yang tidak memperbolehkan kita meniup makanan dn minuman?
A : Proses meniup makanan dan minuman, sebetulnya tidak perlu langsung kena ke makanannya dan minumannya. Karena meniup wadah yang sudah diisi makanan dan minuman itu, in syaa Allah do'any sudah tembus ke dalam.
Adapun larangan Rosul meniup minuman, adalah ketika kondisinya masih panas. Hal ini didukung dengan fakta ilmiah. Tetapi klo kondisinya sudah dingin, in syaa Allah tidak apa-apa.

Q : Jika seseorang marah bukan karena setan, tapi setan melihat peluang begitu ya ustadz mksudnya?
A : Iya.. Peluang terbesar buat mereka.. Makanya, ketika ada seseorang yang meminta nasehat kepada Rosul, Rosul cuma bilang laa taghdlob sampe 3 kali. Ini adlh pesan tersirat, untuk snantiasa menjaga hati. Manusia diberikan emosi oleh Allah, jadi marah, sedih, bahagia, adalah manusiawi. Tapi ketika sudah berlebihan, ini yang berbahaya..
Q : Bagaimana cara pngobatannya ya?
A : Bisa diusahakn pengobatannya melalui ruqyah syar'iyyah. Tapi, kalo kasus 'ain terapiny berbeda..

Q : Pak ustadz..apakah pijit kepala untuk bayi dan anak-anak yang katanya sakit demam karena kaget kemudian di tiupkan di ubun-ubunnya bacaan dari qur'an bisa dikatakan ruqyah syar'iyyah?
A : Iya.. Bisa juga itu sebagai ruqyah. Selama tidak ada unsur kesyirikan disana.

Q : Ustadz, apakah seseoraang yang tiba-tiba bisa meledak amarahnya termasuk ada jin ditubuhnya?
A : Pintu masuk jin itu mnurut ibnu taimiyyah ada 4
1. Marah yang sangat dahsyat
2. Sedih yang begitu besar
3. Bahagia yang terlalu berlebihan
4. Syahwat yang terlalu tinggi
Makanya, pandailah mnjaga hati. Karena emosi adalah pintu terbesar mereka untuk masuk ke tubuh kita.

Q : Pak ustadz ada orang sakit di bawa ke RS..tapi kata dokter ga ada penyakitnya..sudah di cek up semuanya..apakah itu benar katanya ada orang yang buat dia skt.
A : Iya.. Bisa jadi itu sihir.. Bisa jadi dia terkena 'ain.
'Ain adalah energi negatif yang dilemparkan oleh seseorang sehingga menimbulkan sakit.

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Moga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan. Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment