Ketik Materi yang anda cari !!

MEMBANGUN PONDASI MASYARAKAT

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, March 31, 2015

Kita belajar siroh Nabawi hari ini


Membangun Pondasi Masyarakat Islam

Setelah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam  sampai dikota Madinah dan tinggal di rumah kediaman Abu Ayyub alA-Anshari dan sebelumnya unta tunggangan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam berhenti di suatu tempat di Madinah, maka kaum muslimin menjadikannya sebagai tempat untuk menunaikan shalat. Tempat itu merupakan tempat penjemuran kurma milik Suhail dan Sahl, dua anak yatim dari Bani Najjâr yang berada dalam pemeliharaan As’ad bin Zurârah. 


Ketika tunggangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berhenti di tempat itu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

هَذَا إِنْ شَاءَ اللهُ الْمَنْزِلُ

Insya Allah, tempat ini (untuk) rumah. (HR Bukhâri)


Kemudian Rasulullah n memanggil kedua anak yatim itu dan menawar tanah itu untuk dijadikan masjid. Tetapi kedua anak itu berkata: “Justru kami ingin memberikannya kepada anda, wahai Rasulullah”. Meski demikian, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam merasa enggan menerima pemberian dua anak kecil ini, sehingga beliau n tetap membelinya. Dan di atas tanah ini, Masjid Nabawi dibangun. 


Dalam riwayat Imam Bukhâri Rahimahullahu lainnya diceritakan, ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam hendak memerintahkan pembangunan masjid, beliau shalallahu ‘alaihi wasallam mengirim utusan ke Bani Najjâr memanggil mereka. Ketika mereka sudah datang, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada mereka: 

يَا بَنِي النَّجَّارِ ثَامِنُونِي بِحَائِطِكُمْ هَذَا قَالُوا لَا وَاللَّهِ لَا نَطْلُبُ ثَمَنَهُ إِلَّا إِلَى اللَّهِ 

"Wahai Bani Najjâr, hargailah kebun kalian ini untukku!" Mereka menjawab: "Demi Allah , tidak! Kami tidak akan meminta harganya kecuali kepada Allah Ta’ala ".


Ternyata ada yang menceritakan bahwa di tempat ini terdapat kuburan orang-orang musyrik, dataran yang agak tinggi, dan ada juga pohon kurma. Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan agar kuburan orang-orang musyrik ini digali dan tulang-belulangnya dikeluarkan, dataran yang agak tinggi diratakan, dan beliau shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan agar memotongi pohon-pohon kurma tersebut dan menyusunnya diarah kiblat masjid. Setelah itu, pembangunan masjid pun dimulai. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sendiri berbaur bersama para sahabat membawa batu bata yang masih mentah. Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam membacakan syair:


هَذَا الْحِمَـالُ لَا حِمَـالَ خَيْبَرْ هَذَا أَبَرُّ رَبَّنَا وَأَطْهَرْ 

Yang dibawa ini bukanlah beban dari Khaibar. Ini lebih kekal, lebih bermanfaat dan lebih suci di sisi Rabb kami.


Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam juga berseru: 


اللَّهُمَّ إِنَّ الْأَجْرَ أَجْرُ الْآخِرَهْ فَارْحَمْ الْأَنْصَارَ وَالْمُهَاجِرَهْ 

Ya Allah, sesungguhnya ganjaran itu adalah ganjaran akhirat. Berilah rahmat kepada kaum Anshâr dan kaum Muhajirin. 


Dalam riwayat lain diceritakan bahwa mereka memindahkan bebatuan sambil membawakan syair, sementara itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam juga berbaur bersama mereka. Mereka mengumandangkan syair:


اللَّهُمَّ إِنَّهُ لَا خَيْرَ إِلَّا خَيْرُ الْآخِرَهْ فَانْصُرْ الْأَنْصَارَ وَالْمُهَاجِرَهْ

Ya Allah, sesungguhnya tidak ada kebaikan kecuali kebaikan akhirat. Maka berilah pertolongan kepada kaum Anshâr dan Muhajirin. 


Dalam pembangunan masjid ini, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengutamakan orang-orang yang ahli. Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada para sahabat yang ikut bekerja membangun masjid: 

"Dekatkanlah al-Yamâmi ke tanah itu, karena sentuhan dia terbaik di antara kalian, dan paling kuat adonannya”. 


Dalam riwayat lain, al-Yamâmi  berkata: “Aku mencampurkan tanah, lalu seakan campuranku ini menakjubkan beliau shalallahu ‘alaihi wasallam dan bersabda: 'Biarkanlah al-Yamaami al-Hanafi dengan tanah, karena dia paling ahli di antara kalian dalam urusan tanah'." 

Para sahabat tidak ketinggalan untuk membantu pembangunan ini. Abu Bakar mengangkat batu dan menyusunnya, juga Umar bin al-Khaththab dan Utsman bin Affaan tidak ketinggalan mengangkat batu-batu dan menyusunnya untuk dijadikan dinding masjid. 

‘Ammar bin Yâsir Radhiyallahu ‘anhu termasuk sahabat yang sangat bersemangat dalam pembangunan ini. Saat yang lain membawa satu batu bata, dia membawa dua. Satu untuk dirinya, sedangkan yang satu lagi untuk Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam . Melihat perbuatan 'Ammar ini, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam mengusap punggung ‘Ammâr seraya bersabda: “Wahai Ibnu Sumayyah, orang-orang ini mendapatkan pahala satu, tetapi engkau mendapatkan pahala dua, bekal terakhirmu adalah satu hirupan susu, dan engkau akan dibunuh oleh kelompok pembangkang”. 

Hadits ini termasuk di antara bukti kenabian Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam, karena di kemudian hari ‘Ammâr Radhiyallahu ‘anhu meninggal dengan cara yang telah dijelaskan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits di atas.

Pembangunan masjid Nabawi membutuhkan waktu dua belas hari. Setelah itu, dilanjutkan dengan membangun kamar-kamar untuk istri-istri Nabi  dengan cara yang sama sebagaimana membangun masjid. Saudah bin Zum’ah Radhiyallahu ‘anha , salah seorang istri Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam memiliki tempat tersendiri, dan begitu pula dengan 'Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Dua rumah inilah yang pertama kali dibangun untuk istri-istri beliau. Keduanya berdampingan dengan masjid dan sangat sederhana, terbuat dari tanah dan pelepah kurma, atau batu yang disusun dan atapnya pelepah kurma. Kemudian dilanjutkan dengan rumah-rumah berikutnya jika beliau shalallahu ‘alaihi wasallam sudah menikah lagi. Setelah semuanya selesai, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam pindah dari rumah Abu Ayyub Radhiyallahu ‘anhu ke tempat yang baru dibuat itu.

Pada tahun pertama hijrah ini pula disyariatkan adzan dengan lafazh yang kita dengar sekarang. Demikian, menurut pendapat yang râjih. Driwayatkan, saat 'Abdullah bin Zaid Radhiyallahu ‘anhu bermimpi tentang lafazh-lafazh adzan lalu diceritakan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, maka Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada Bilal bin Rabbah Radhiyallahu ‘anhu untuk mengumandangkan adzan dengan lafazh-lafazh tersebut. Ketika adzan ini terdengar oleh 'Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, ia pun bergegas menemui Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan menceritakan mimpinya yang sama dengan mimpi 'Abdullah bin Zaid Radhiyallahu ‘anhu . 

Awal mulanya, di masjid Nabi ini belum ada mimbar sebagai tempat berkhutbah. Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah sambil bersandar pada sebuah batang kurma. Tentang batang kurma ini, terdapat peristiwa yang menjadi bukti kebenaran kenabian Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.

Ketika Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dibuatkan mimbar dan kemudian shalallahu ‘alaihi wasallam pindah tempatnya dalam menyampaikan khutbah, batang kurma yang biasa dijadikan sandaran beliau itu menangis layaknya anak kecil. Mendengar tangisan pohon ini, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam pun kembali kepadanya dan memeluknya sehingga diam. 

Alangkah indahnya keterangan yang disampaikan oleh Hasan al-Bashri setelah membawakan riwayat ini. Beliau Rahimahullah berkata: “Wahai kaum muslimin, kayu bisa merintih karena merindukan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, maka bukankah orang-orang yang berharap bisa berjumpa dengan Rasulullah lebih pantas untuk merindukannya?”


Sumber: as-Siratun-Nabawiyah fi Dhau`il Mashâdiril Ashliyyah, Dr Mahdi Rizqullah Dan Shahih as-Siroaah an-Nabawiyah karya Ibrohim al-‘Aliy


Sudahkan kita menanamkan pada diri kita kerinduan kepada Rasulullah?
Sudahkah kita berusaha juga menanamkan kecintaan kepada Rasulullah pada anak-anak kita?

TANYA JAWAB


Pertanyaan M10


1. Ustadz.. bagaimana cara kita menjelaskan kepada anak-anak kita tentang menjalani sunnah rosul dan meninggalkan yang bukan sunnahnya seperti perayaan  ulang tahun 
Jawab
Semua masalah itu bersumber dari ketidak tauan anak terhadap syariat. Berawal tidak tertanamnya tauhid dan cinta syariat. Coba kita renungkan sedikit kenapa sekarang kita senang dengan syariat dan ingin sekali menjalani sunnah Rasulullah? Padahal dulu boro-boro mau jalankan tau juga nggak. Sama dengan anak-anak mereka mendapatkan ajaran yang menyelisihi sunnah Rasulullah banyak sekali, di TV, Radio, disekolah, di lingkungan sekitar bahkan dimana-mana. Nah kita perlu ajak anak-anak untuk mengerti Rasulullah dan syariat Islam baru nanti sedikit demi sedikit akan tumbuh keinginan yang mungkin ditandai dengan pertanyaan apakah ini diperbolehkan dalam Islam atau tidak. lalu mereka akan terikat dengan syariat dengan proses pengenalan yang lebih jauh lagi. semua butuh bertahap dan contoh dari orang tua sangat berpengaruh.

Pertanyaan M12


1. Assalamu alaikum ust, mo tanya, untuk pembentukan masyarakat seperti yang Rasulullah lakukan sehingga bisa sampai terbentuk peradaban islam yang mendunia, harus kita awali dari mana? Sehingga apa yang kita lakukan memang betul-betul mengikuti thoriqoh dakwah rasul. Jazakillah khoir katsir atas jawabannya
Jawab 
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dalam pembentukan masyarakat dengan pendidikan dan pembinaan individu sehingga di masa dakwah beliau di Makkah focus dalam hal ini dengan mendahulukan penanaman tauhid kepada para sahabatnya lalu memberikan perhatian besar juga kepada pembinaan rumah tangga yang menjadi komponen pembentukan satu masyarakat sehingga banyak sekali aturan dan contoh beliau dalam pembentukan rumah tangga yang islami baru setelahnya terbentuk masyarakat seperti di Madinah dan kuat datanglah perintah untuk melakukan perlawanan kepada para musuhnya baik secara perang atau yang lainnya. dengan terus menjadikan syiar tauhid sebagai dasar dalam pembinaan semua bidang kehidupan yangdibutuhkan masyarakat. semua bisa dilihat dari sejarah dakwah beliau. wallahu a'lam.


2. Bagaimana cara menanamkan cinta kepada rasullulah terhadap anak cukup dengan menceritakan siroh dan mengajarkan shalawat kah? Atau ada lagi? 
Jawab
Menanamkan cinta kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam tentunya dengan mengenalkannya secara lengkap kepada anak-anak dengan cerita sejarah dan kemulian akhlak dan pribadi beliau sehingga tertanan dihati anak tersebut satu sosok yang penuh keistimewaan yang membuat mereka mengidolakannya. Juga jangan lupa mengajarkan ibadah dengan menjelaskan bahwa itu semua diambil dari contoh-contoh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam. Perbanyak disebutkan nama beliau dan menganjurkan mereka untuk bershalawat ketika menyebut atau mendengar nama beliau dengan shalawat yang sudah diajarkan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam. Adapun mengajarkan shalawat-shalawat yang bukan dari Rasulullah hasilnya jauh dari yang diharapkan sebab realitanya mereka yang mengajari shalawat-shalawat yang bermacam-macam itu perhatiannya kepada lirik nada dan irama lebih dominan daripada arti sesungguhnya dari shalawat. Sehingga banyak juga shalawat jadi hiburan semata dan bukan untuk sarana mencintai Rasulullah sebagaimana yang dipropagandakan dimana-mana.

Pertanyaan M15


1. Ustad, bagaimana caranya menjadikan muhammad saw sebagai idola untuk remaja sedangkan para remaja sibuk dengan idola artis atau pemain bola? Fenomena ini sudah mengakar 
Jawab
Memang kita kalah promosi dari berita artis dan pemain sepak bola. Lihat promosi dan iklan mereka ada dimana-mana sehingga dengan bentuk tubuh yang indah, pakaian mewah dan mobil mewah serta kekayaan yang berlimpah ruah ada pada mereka, seakan-akan mereka hidup bahagia dengan semua itu. Jadilah anak-anak yang tidak memiliki pondasi iman kuat dan tidak tertanan akherat oriented lebih mengidolakan artis dan pemain sepak bola daripada Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam. Oleh karena itu apa yang sudah kita berikan untuk mempromosikan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam baik secara kuantitas dan kualitas bisa nyamai promosinya mereka? Kalo belum dan jelas tidak akan bisa menyamainya. Maka sudahkah menanamkan dalam diri anak-anak keyakinanan bahwa kebahagian hakiki adalah diakherat bukan dunia atau kita sendiri masih lebih yakin berbahagia kalau punya uang banyak dan bekerja siang malam daripada meyakini kebahagian akibat ibadah dan merindukan akherat? Kalo yang pertama hendaknya kita terus menanamkan dalam keseharian kita mendekatkan sang anak kepada akherat. Klo kedua maka kita lebih butuh kepada perbaikan daripada anak-anak kita. maka mulailah dari diri kita dahulu.


Pertanyaan M11


1. Assalamualaikum... Bagaimana cara menanamkan kecintaan kita dan anak-anak kepada Allah dan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari? Karena kadang dalam keseharian disibukkan dengan rutinitas dunia yang tiada habis-habisnya? Benarkah ada doa/amalan tertentu yang bisa membuat seseorang bermimpi bertemu Rasulullah?

Jawab
Cinta adalah sebuah anugerah yang Allah berikan pada setiap hati makhluknya. Sebagai manusia yang memiliki akal, kita harus bisa menempatkan cinta itu pada Allah dan manusia yang tepat, manusia yang dapat membimbing kita meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat, yaitu Rasulullah. Lalu bagaimanakah cara kita agar dapat mencintai Rasulullah sepenuh hati? Berikut adalah cara mencintai beliau sesuai syari’at Islam serta mencontoh para salaf ash-sholih: 
1. Tauhidkan (Esa-kan) Allah. Rasulullah diutus Allah untuk menyeru kita kembali meyakini bahwa Allah adalah satu dan melarang kita mendekati syirik. Dengan tauhid yang kuat dalam dada kita, insya Allah kita akan mudah mendekatkan pada ajaran beliau.

2. Ikuti ajaran Rasulullah dan menjauhi larangannya. Manusia akan selalu taat kepada orang yang dicintainya. Begitu juga orang yang mencintai Rasulullah yang mulia, ia akan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mengikuti jejak beliau, bersegera mewujudkan teladannya dan bersegera menjahui larangannya.

3. Perbanyaklah shalawat dan salam kepada Rasulullah dengan yang telah dicontohkan dan diperintahkan Rasulullah. Bershalawat kepadanya memliki berbagai faedah dan manfaat diantaranya dapat mendatangkan kebajikan, dikabulkannya berbagai do’a, mendapatkan syafa’at, mendatangkan shalawat Allah atas hambanya, dan selamat dari kebakhilan.

4. Bencilah orang yang Allah dan Rasul-Nya benci, musuhi orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya, jauhi orang yang menyalahi sunnahnya, serta bencilah semua perkara yang menyalahi Syariat.

5. Cintailah orang-0rang yang dicintai Rasulullah. Rasulullah sangat mencintai isteri-isterinya, keluarganya, sahabat-sahabatnya dan seluruh umat Islam yang berpegang teguh pada ajarannya, maka cintailah pula mereka semua.

6. Benarkan dan yakinilah berita-berita yang beliau sampaikan.

7. Laksanakan ibadah kepada Allah dengan tata-cara yang telah diajarkan oleh Rasulullah tanpa ditambah-tambah ataupun dikurangi

8. Cintailah beliau melebihi kecintaan kepada diri sendiri, keluarga dan seluruh manusia

9. Belalah selalu ajaran Rasulullah. Cara membela ajaran beliau adalah dengan menghafal, memahami dan mengamalkan hadits-hadits Rasulullah. Hidupkan pula sunnahnya dan sebarkanlah kepada masyarakat.

Mudah-mudahan dengan ini kita dan anak-anak kita bisa mencintai Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam

Tafadhol bila sudah cukup kajiannya bisa di tutup bunda ya. Kita tutup dengan membaca Hamdalah, Kafaratul majlis dan alfatihah,,


اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ

اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ


سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
ُ

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 


“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.    


-----------------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa, 31 Maret 2015
Narasumber : Ustadz Kholid Al Bantani Lc
Tema : Siroh
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online WA Link Bunda 2 Hamba اَللّٰه Ta'ala

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment