Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , » Tafsir Al Qur'an - Al Fatihah Ayat 6

Tafsir Al Qur'an - Al Fatihah Ayat 6

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, March 4, 2015

Kajian Online Hamba اَللّٰه Ta'ala
Rekap kajian M111, 
Tanggal 4 Maret 2015
Ustz. Novri - Tafsir ayat 6 Alfatihah
Notulen : Puspa
Materi: Tafsir Al fatihah ayat 6
Editor: Indah Permata Sari


اهدنا الصراط المستقيم

'Tunjukilah kami jalan yang lurus'
Hidayah dalam bahasa arab berarti petunjuk, penjelas, pembimbing dll.
Kalimat 

اهدنا الصراط المستقيم 

merupakan satu-satunya do'a yang Allah wajibkan bagi setiap muslim untuk memanjatkannya, paling tidak sehari 17 kali, doa yang wajib dipanjatkan oleh setiap muslim dalam setiap rakaat sholatnya, baik sholat fardhu maupun sholat-sholat sunnah lainnya, bahkan sholat seorang hamba tidak akan sah tanpa do'a ini. Hal ini menunjukkan bahwa hidayah adalah nikmat terpenting dan terbaik yang harus selalu diminta oleh seorang hamba kepada Tuhan nya, bahwa hidayah adalah hal terbaik yang bisa didapat oleh seorang hamba dari Tuhannya, karena didalam hidayah terdapat segala kebaikan, karena didalam hidayah terdapat segala keselamatan dan keberkahan baik didunia maupun di akhirat.
Oleh karena itu untuk mendapatkan nikmat yang luar biasa ini Allah ajarkan kita adab-adab yang harus kita lakukan, yang dengan adab itu kita menjadi pantas untuk mendapatkan nikmat hidayah itu.
Adapun adab-adab itu adalah :
1. Mulailah dengan menyebut nama Allah
2. Mulailah dengan memuji, mengagungkan dan mensucikan Allah
3. Tauhidkan Allah dalam setiap ibadah dan amal sholeh
Tiga hal diatas terdapat dalam ayat-ayat alfatihah sebelum ayat 

اهدنا الصراط المستقيم

Jika seorang hamba telah benar-benar memuji Allah, mengagungkan dan mensucikan-Nya, beribadah hanya kepada-Nya, mengakui ketidakmampuan dirinya dan berserah diri hanya padanya, maka barulah ia pantas mendapatkan nikmat terbaik yang Allah sediakan untuk hamba-Nya yaitu hidayah.
Melalui ayat ini juga Allah mentarbiyah kita agar kita selalu berdo'a kepada Allah, selalu memohon kepada Allah, bahwa do'a adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan seorang hamba, bahkan alQur'an kalaamullaah dibuka dengan surah yang didalamnya terdapat do'a dan permintaan terbaik (alfatihah), dan ditutup dengan surah an naas yang didalamnya juga terdapat do'a agar Allaah selalu menjaga hidayah itu agar selalu eksis bersemayam dalam hati kita.
Cukuplah perintah Allah untuk melafalkan dan memintanya dalam setiap rokaat sholat kita sebagai bukti nyata akan pentingnya hidayah dalam hidup kita.
Para ulama membagi hidayah kedalam 4 bagian :
1. Hidayah 'aammah (umum)
Hal ini sebagaimana terdapat dalam surah Thohaa ayat 50 : 'dia (Musa) menjawab 'Tuhan kami ialah Tuhan yang telah memberikan bentuk kejadian kepada segala sesuatu, kemudian memberinya petunjuk'.
Hidayah ini diberikan kepada seluruh makhluk sehingga bisa survive bertahan hidup dan menjalankan perannya masing-masing.
2. Hidayah dilalah (petunjuk)
Albalad ayat 10 : dan Kami telah menunjukkan padanya dua jalan (kebaikan dan kesesatan).
Ini adalah misi setiap nabi dan Rosul, dan diteruskan oleh para da'i dan ulama aga setiap orang mengenal kebaikan dan mengikutinya, serta mengetahui kesesatan kemudian menjauhinya.
3. Hidayah taufik
Hidayah ini khisus Allah berikan kepada orang-orang yang beriman, sebagaimana firmannya : 'sesungguhnya kamu tidaklah mampu memberikan petunjuk kepada orang yang kamu cintai, tapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Allah kehendaki'.
4. Hidayah diakhirat, ke surga atau neraka
Al a'rof 43 : segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke surga ini...
As shofaat ayat 23: lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan keneraka.
Dengan kalimat 

اهدنا الصراط المستقبم

Kita telah memohon segala bentuk kebaikan kepada Allah, dengan kalimat ringkas ini kita telah meminta keselamatan dunia dan akherat kepada Allah, dengan kalimat pendek ini, kita telah meminta Allah agar terus menerus membimbing langkah kita, sehingga dengan itu lisan akan selalu ringan untuk berdzikir memuji -Nya, akal akan selalu berpikir untuk mendekat kepada-Nya, jiwa dan raga akan selalu terpacu untuk bergerak menghamba pada-Nya.
Semoga Allah selalu melimpahkan kita dengan curahan hidayah-Nya, sepanjang waktu, dunia akherat, aamien.
Semoga bermanfaat.
Wallahua'lam bis showab...

Pertanyaan dan Jawaban
1. "Hidayah adlh ssuatu yg kita minta"
Konteks materi td bnr bgtu kan ustadz?
Yg mw sya tnyakan, bgmna dg hidayah yg qt mnta untuk org lain? Contohnya tuk anggota klwrga kita.
Bnrkah akan diijabah oleh Allah & msuk dlm bgian hidayah yg mna dr 4 pmbgian mnrut para ulama?
Syukron
Jawaban : Doa adalah bagian kita,ijabah adalah bagian Allah.. kita dsunnahkan  untuk mendoakan kebaikan bagi orang lain, tapi dia kita bukan berarti 100% akan sesuai yg kita pinta karena hal ini berhubungan dgn orang yg kita doakan, maka usaha kebaikan itu harus jg dilakukan olehnya..
2. bagaimana kalo ternyata sampai maut seseorang tidak dikasih hidayah ustdzh? atau hidayahnya tidak tidajag sampai maut? (ex: murtad). apa Allah masih mau kasih kesempatan untuk memberi ampun?
Jawaban : Ampunan ada dengan syarat iman, semua orang sudah mendapat hidayah sebagaimana firman Allah

'وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ (10)' [سورة البلد]

Negeri (Al-Balad):10 - Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan,
2 jalan yg dimaksud adalah kebaikan dan keburukan, nah tinggal kita mau pilih mana..

3. ustadz, pengertian hidayah no. 3 : hidayah diberikan kpd org2 yg beriman,.... dst
1. Afwan maknanya yg sy pahami, apakah org yg blm/tdk beriman tdk dapat hidayah?
2. Arti beriman disini yg bgmn? Apakah spt org non-muslim trus jd muslim dikatakan dpt hidayah?
Jazakallah ustadz
Jawaban : Orang yang blom beriman sudah mendapat hidayah no 2 tetapi dia menolaknya, sama seperti abu jahal sudah ditunjukkan jalan yg benar oleh Rasulullah langsung, tapi tetap milih kufur...
No 2. Ya, itu termasuk di dalamnya, tp setelah beriman pun kita masih membutuhkan hidayah agar keimanan kita selalu terjaga...

PENUTUP
Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa'atubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
(HR. Tirmidzi, Shahih)


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Terbaru