TARBIYATUL AULAD

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, February 17, 2015


Kajian WA Hamba الله SWT
Selasa, 17 Februari 2015
Ustadzah Pipit Indrawati (Tarbiyatul Aulad)
Grup Nanda M104 (Ria)

السلام علبكم ورحمة الله وبركاته

Alhamdulillahirabbil 'alamin... Alhamdulillahilladzi arsala rasuulahu bilhuda wa diinilhaq, liyudzhirahu aladdiini kullihi wakafabillahisyahiida... Asyhadu alla ilaaha ilallahu waasyhaduanna muhammadarrasulahu laa nabiyya ba'da...

Kaifa halukunna nanda-nanda shalihat? Semoga senantiasa bersemangat fastabiqul khairaat bermujahadah menuntut ilmu untuk mencapai happy ending dunia dan akhirat.

Salah satu softskill (atau bahkan hardskill) yang wajib dimiliki seorang calon istri shalihat adalah kemampuan menjadi Ibu. Sayangnya kita sering terlena dengan indahnya awal kehidupan pernikahan sehingga lupa mempersiapkan diri jika Allah berkenan segera memberi amanah buah hati.

Kita sibuk bekerja hingga lalai jaga hati, ilmu dan tubuh. Alangkah menyesalnya jika nanti sulit berketurunan atau gagal mendidik buah hati kita. Na'udzubillah...

Kajian kita hari ini membahas tentang

TARBIYATUL AULAD
Nanda-nanda shalihat, kadang kita mengalami kesalah pahaman tentang 'MENGASUH' dan 'MENDIDIK' anak. Seolah-olah 'mengasuh' berarti mencukupi saja semua kebutuhan anak berupa sandang-pangan-papan dan segala sarana hidup yang layak.

Sedangkan 'mendidik' berarti menyuplai anak dengan berbagai macam ilmu dan lifeskill agar siap menghadapi tantangan hidup pada zamannya. Seolah-olah pengasuhan hanya terfokus pada kebutuhan fisik dan pendidikan intinya pada kebutuhan psikis.

Namun Islam sebagai dien yang syamil wa mutakammil mengajarkan konsep yang lebih komprehensif yaitu Pembinaan Anak (Tarbiyatul Aulad) dimana fokusnya bukan hanya pemenuhan kebutuhan fisik dan psikis anak tapi juga menunjukkan jalan yang benar dan salah, halal dan haram, apa yang harus dilakukan dan ditinggalkan.

Sehingga anak-anak kita nantinya menjadi pribadi yang paripurna. Kita sering kan membaca buku-buku dan dalil-dalil tentang kisah anak berbakti atau durhaka. Tapi kita sering lupa bahwa adakalanya orangtua lah yang membuat anaknya menjadi durhaka karena kurangnya ilmu mendidik anak. Na'udzubillah...

Apalagi mengingat bahwa mendidik anak itu tidak ada sekolahnya, maka sudah jadi kewajiban untuk tiap orangtua 'Belajar' cara mendidik anak yang benar sesuai Qur'an dan sunnah.

Nah, beberapa pemahaman yang harus jadi dasar mindset kita dalam Tarbiyatul Aulad antara lain :

1). Anak sholih/sholihat adalah investasi dunia-akhirat 
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ﺇِﺫَﺍ ﻣَﺎﺕَ ﺍﺑْﻦُ ﺁﺩَﻡَ ﺍﻧْﻘَﻄَﻊَ ﻋَﻤَﻠُﻪُ ﺇِﻻَّ ﻣِﻦْ ﺛَﻼَﺙٍ : ﺻَﺪَﻗَﺔٍ ﺟَﺎﺭِﻳَﺔٍ، ﺃَﻭْ ﻋِﻠْﻢٍ ﻳُﻨْﺘَﻔَﻊُ ﺑِﻪِ، ﺃَﻭْ ﻭَﻟَﺪٍ ﺻَﺎﻟِﺢٍ ﻳَﺪْﻋُﻮ ﻟَﻪُ
“Apabila meninggal anak Adam, terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﻟَﻴَﺮْﻓَﻊُ ﺍﻟﺪَّﺭَﺟَﺔَ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺢِ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ : ﻳﺎَ ﺭَﺏِّ ﺃَﻧَّﻰ ﻟِﻲْ ﻫَﺬِﻩِ؟ ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ  ﺑِﺎﺳْﺘِﻐْﻔَﺎﺭِ ﻭَﻟَﺪِﻙَ ﻟَﻚَ 
“Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di jannah, kemudian ia berkata: ‘Wahai Rabbku, dari mana ini?’ Maka Allah berfirman: ‘Dengan sebab istighfar (permintaan ampun)  anakmu untukmu’.” (HR. Ahmad)

2). Orang tua bertanggung jawab terhadap anak-anaknya Dunia dan Akhirat. Allah SWT berfirman.

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻗُﻮﺍ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْﻭَﺃَﻫْﻠِﻴﻜُﻢْ ﻧَﺎﺭًﺍ ﻭَﻗُﻮﺩُﻫَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻭَﺍﻟْﺤِﺠَﺎﺭَﺓُ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahriim: 6) 

Dan juga


ﻭَﺃْﻣُﺮْ ﺃَﻫْﻠَﻚَ ﺑِﺎﻟﺼَّﻼﺓِ ﻭَﺍﺻْﻄَﺒِﺮْﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ  ﻧَﺴْﺄَﻟُﻚَ ﺭِﺯْﻗًﺎ ﻧَﺤْﻦُ ﻧَﺮْﺯُﻗُﻚَ ﻭَﺍﻟْﻌَﺎﻗِﺒَﺔُ ﻟِﻠﺘَّﻘْﻮَﻯ
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaahaa : 132)
Dalam memaknai hal-hal tersebut ada beberapa hal yang harus kita lakukan, antara lain:
Sebelum Pernikahan :
* Calon suami-istri mempersiapkan ilmu dan amal sebelum menikah
* Calon suami memilih wanita yg baik sebagai calon istrinya dan sebaliknya.
Saat berikhtiar untuk dikaruniai anak
* Banyak berdoa pada Allah dan berikhtiar sesuai syariat agar diberi anak shalih/shalihat
* Selalu berdoa sebelum berjima' (bercampur dengan suami) agar anak yang lahir terhindar dari godaan syetan. Doa yang lazim dibaca

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺟَﻨِّﺒْﻨَﺎ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ، ﻭَﺟَﻨِّﺐْ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻣَﺎ ﺭَﺯَﻗْﺘَﻨَﺎ

"Dengan nama Allâh. Ya Allâh, hindarkanlah kami dari syetan dan jagalah apa yang engkau rizkikan kepada kami dari syetan"
Setelah kelahiran anak
1) Orangtua mendoakan dan membentengi anak dari gangguan syetan sesaat setelah dilahirkan (tidak harus berupa azan/iqamat)

2) Memberi nama yang baik

ﺍِﻧَّﻜُﻢْ ﺗُﺪْﻋَﻮْﻥَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺑِﺎَﺳْﻤَﺎ ﺋِﻜُﻢ ﻭَﺑِﺎَﺳْﻤَﺎﺀِ ﺁﺑَﺎﺋِﻜُﻢْ . ﻓَﺎَﺣْﺴِﻨُﻮْﺍ ﺍَﺳْﻤَﺎﺋَﻜُﻢْ . ﺍﺑﻮﺩﺍﻭﺩ :4 287 ، ﻣﻨﻘﻄﻊ، ﻻﻥ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦﺍﺑﻰ ﺯﻛﺮﻳﺎﺀ ﻟﻢ ﻳﺪﺭﻙ ﺍﺑﺎ ﺍﻟﺪﺭﺩﺍﺀ

Dari Abu Darda', ia berkata : Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya kamu sekalian akan dipanggil pada hari qiyamat dengan namamu dan nama ayahmu, maka baguskanlah nama kalian" [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 287, munqathi’, karena ‘Abdullah bin Abu Zakariya tidak bertemu dengan Abu Darda’]

3). Menyusui adalah kewajiban Firman Allah SWT :

ﻭَ ﺍْﻟﻮَﺍﻟِﺪﺕُ ﻳُﺮْﺿِﻌْﻦَ ﺍَﻭْﻻَﺩَﻫُﻦَّ ﺣَﻮْﻟَﻴْﻦِ ﻛَﺎﻣِﻠَﻴْﻦِ ﻟِﻤَﻦْ ﺍَﺭَﺍﺩَ ﺍَﻥْ ﻳّـُﺘِﻢَّ ﺍﻟﺮَّﺿَﺎﻋَﺔَ، ﻭَ ﻋَﻠَﻰﺍْﻟﻤَﻮْﻟُﻮْﺩِ ﻟَﻪ ﺭِﺯْﻗُﻬُﻦَّ ﻭَ ﻛِﺴْﻮَﺗُﻬُﻦَّ ﺑِﺎْﻟﻤَﻌْﺮُﻭْﻑِ، ﻻَ ﺗُﻜَﻠَّﻒُ ﻧَﻔْﺲٌ ﺍِﻻَّ ﻭُﺳْﻌَﻬَﺎ، ﻻَ ﺗُﻀَﺂﺭَّ ﻭَﺍﻟِﺪَﺓٌ ﺑِﻮَﻟَﺪِﻫَﺎ ﻭَ ﻻَ ﻣَﻮْﻟُﻮْﺩٌ ﻟَﻪ ﺑِﻮَﻟَﺪِﻩ  ﻋَﻠَﻰ ﺍْﻟﻮَﺍﺭِﺙِ ﻣِﺜْﻞُ ﺫﻟِﻚَ، ﻓَﺎِﻥْ ﺍَﺭَﺍﺩَﺍ ﻓِﺼَﺎﻻً ﻋَﻦْ ﺗَﺮَﺍﺽٍ ﻣّﻨْﻬُﻤَﺎ ﻭَ ﺗَﺸَﻭﺭٍ ﻓَﻼَ ﺟُﻨَﺎﺡَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻤَﺎ، ﻭَ ﺍِﻥْ ﺍَﺭَﺩْﺗُّﻢْ ﺍَﻥْ ﺗَﺴْﺘَﺮْﺿِﻌُﻮْﺁ ﺍَﻭْﻻَﺩَﻛُﻢْ ﻓَﻼَ
ﺟُﻨَﺎﺡَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺍِﺫَﺍ ﺳَﻠَّﻤْﺘُﻢْ ﻣَّﺂ ﺍﺗَﻴْﺘُﻢْ ﺑِﺎْﻟﻤَﻌْﺮُﻭْﻑِ، ﻭَ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَ ﺍﻋْﻠَﻤُﻮْ ﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﺑِﻤَﺎ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮْﻥَ ﺑَﺼِﻴْﺮٌﺍﻟﺒﻘﺮﺓ 

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin mnyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma'ruf.

Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan prmusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya.
"Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan" [QS. Al-Baqarah : 233]
Alangkah baiknya jika sebelum itu ditahnik terlebih dahulu.

4). Mengaqiqahkan
ﻛﻞ ﻏﻼﻡ ﻣﺮﺗﻬﻦ ﺑﻌﻘﻴﻘﺘﻪ ﺗﺬﺑﺢ ﻋﻨﻪ ﻳﻮﻡ ﺳﺎﺑﻌﻪ ﻭﻳﺤﻠﻖ ﻭﻳﺘﺼﺪﻕ ﺑﻮﺯﻥ ﺷﻌﺮﻩ ﻓﻀﺔ ﺃﻭﻣﺎ ﻳﻌﺎﺩﻟﻬﺎ ﻭﻳﺴﻤﻰ
"Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur habis1rambutnya, dan diberi nama" (HR. Ahmad dan Imam Empat Hadits shahih menurut Tirmidzi)
Setidaknya inilah langkah awal yang perlu dilakukan untuk persiapa Tarbiyatul Aulad. Sudahkah nanda-nanda shalihat mempersiapkan ilmu Tarbiyatul Aulad ini?

TANYA JAWAB

1. Assalamualaikum... Bunda, untuk mempersiapkan anak untuk menjadi seorang hafidz/hafidzah caranya bagaimana? Dan kalau dari usia SD sudah di pesantrenkan apakah bagus untuk perkembangan anak? Atau belum saatnya usia SD di pesantrenkan?

Jawab : Nanda Tiktik, yang ideal mempersiapkan anak jadi calon hafidz/hafidzah adalah persiapan dari orang tuanya dulu. Alangkah bagus jika bisa hafidz duluan atau selalu belajar tahfidz sehingga punya tekad bulat untuk mentalaqqi hafalan anak. Tapi bukan berarti orang tua yang biasa-biasa saja tidak bisa latih anak jadi hafidz/hafidzah. Bisa dimulai dengan tuntun hafalan surat-surat pendek dan doa harian sebelum anak berusia 4 tahun agar telinga dan lisannya terbiasa. Lalu pilih lembaga pendidikan yang terfokus misal RA/TK Tahfidz, SDIT/MI. Jika mau masuk pesantren saya sarankan memang sesuai keinginan anak. Misal ajak mereka safari ke ponpes-ponpes yang bagus atau indah agar tertarik. Boleh dimulai dari SD atau setelahnya tergantung kesiapan anak ya..


2. Bunda pipit diatas dijelaskan "Dengan sebab Istighfar (permintaan ampun) anakmu untukmu "  (HR.Ahmad)
Boleh dijelasin bunda, istigfar yang bagaimana apakah kita beristighfar dikhususkan buat almarhum orang tua atau saudara kita yang telah wafat bunda? Mohon pencerahannya. Syukron


3. Nanda Ria, maksudnya permohonan ampun dan doa-doa anak shalih akan mampu menghapus dosa-dosa kedua orang tuanya bahkan mengangkat ke surga. Doa dan istighfar juga boleh ditujukan untuk kerabat dan saudara-saudara seiman ya.


4. Bunda, di atas dijelaskan setelah kelahiran anak orangtua mendoakan dan membentengi anak dari gangguan syetan sesaat setelah dilahirkan, selain adzan/iqamat apakah ada doa/ayat/surah yang khusus dibacakan? Kalau bunda sendiri melakukan yang seperti apa? Jazakillah bunda..

Jawab : Nanda Ria, semua jenis perlindungan untuk anak dari gangguan syetan/jin yang diambil dari ayat-ayat Qur'an boleh digunakan pada bayi dan tidak harus ayahnya jika berhalangan udzur syar'i. Seperti Dzikr AlMa'tsurat dan dzikir perlindungan sebelum tidur. Wallahu 'alam..


5. Bunda, setelah kelahiran anak, orang tua mendoakan dan membentengi anak dari gangguan syetan sesaat setelah dilahirkan (Tidak harus berupa adzan / iqamat). Pertanyaan saya bila sang ayah lagi kerja terus anak itu lahir bagaimana bunda? Sedangkan diatas di jelaskan tidak harus berupa adzan / iqamat. Dan kebanuakan di desa ku bila si debay lahir sang ayah debay melantunkan adzan di telinga debay bun. Apakah sang ibu juga bisa melakukan nya jika di kedaan sikon yang terpaksa.

Jawab : Iya boleh sayangku.. Tidak ada kaidah fiqh yang mengikat harus Adzan/Iqamat dan harus ayahnya. Bahkan jika orang tuanya hafidz qur'an dan ingin lantunkan AlBaqarah ya silakan. Tapi jangan terlalu panjang ya, kan debay nya harus dilakukan pemeriksaan dan dibersihkan juga


6. Dalam tarbiyatul aulad yang kedua disebutkan bahwa orang tua bertanggung jawab terhadap anak-anaknya dunia dan akhirat. Jika orang tua dan keluarga sudah memberikan nasihat, mengajarkan kebaikan, mengingatkan, bahkan memukul anak agar si anak bisa menjadi anak yang sholih/ah. Namun ternyata si anak tetap melakukan hal yang dibenci oleh Allah, apa yang harus dilakukan orang tua atau saudara-saudara nya bun?

Jawab : Nanda Kiky, Tarbiyatul Aulad adalah sebuah proses pembelajaran. Allah tidak hanya menilai hasilnya tapi juga caranya. Jika orangtua sudah mengarahkan, menasehati, memberi contoh, mengevaluasi dan memotivasi namun si anak ternyata tetap bermaksiat tentu jika anak itu sudah baligh dia akan tanggung semua konsekwensinya (pahala dan dosa). Tapi yang terjadi sekarang kan banyak orang tua yang hanya mendidik anak bil lisaan (dengan kata-kata) bukan seperti tuntunan Qur'an untuk Bilhikmah wal mau'izhatul hasanah (dengan hikmah dan perkataan yang baik/berintegritas/sesuai dengan perbuatan). Maka sebagai orangtua jangan mudah menyerah dalam mendidik anak menjadi shalih/ah, karena orangtua yang gagal mendidik anaknya akan menyesal dunia akhirat. Di dunia anaknya sering menyakiti dan di akhirat anaknya tidak memberi pertolongan lewat doa-doa. Na'udzubillah...


7. Bunda, kalau anak usia 1 tahun terus tiba-tiba diperut ada adik nya boleh kah ? Dan bila saya gak di aqiqah kan ama orang tua apa perlu aqiqah bunda? Sedangkan umur nya udah dewasa.

Jawab : Nanda Ria, boleh-boleh saja setahun hamil 2x. Yang penting tidak dzalim pada suami, anak yang sudah dilahirkan duluan, diri sendiri dalam bentuk kesehatan rahim.
Jika belum diaqiqahkan tidak wajib hukumnya mengaqiqahkan diri sendiri. Kalau mau sebaiknya beri hibah/hadiah sejumlah dana ke orang tua, jika beliau berkenan bisa mengaqiqahkan kita dengan itu.


8. Assalamu'alaikum.. Bunda, menurut materi di atas, islam sebagai dien yang syamil wa mutakammil itu artinya apa bunda? Sama 1 pertanyaan lagi bun. Jika ada anak perempuan baligh yang belum menikah itu berbuat dosa, apakah dosanya ditanggung sendiri atau masih ditanggung orang tua ?

Jawab : Nanda Ida yang cantik, Syamil wa mutakammil artinya menyeluruh, lengkap dan mampu melengkapi, bahasa kerennya Komprehensif (bukan cuma kuliah aja yang ada Ujian Kompre nya). Maksudnya Islam itu mampu menjelaskan tiap perkara kehidupan dan kematian, alam nyata dan ghaib, mampu selesaikan segala kegalauan umat manusia. Ga percaya? Coba aja perdalam ilmu qur'an, pasti amaze berasa berenang-renang di samudra ilmu yang tak berujung. Tidak ada dosa turunan dalam Islam seperti yang ada dalam agama kristen. Juga tidak ada reinkarnasi buruk karena banyak berdosa seperti di Budha. Jadi bila seseorang telah baligh maka dia tanggung sendiri semua akibat dari perbuatannya. Orangtua bisa berdosa jika tidak memberi peringatan dan pendidikan agama yang benar pada anak sehingga mereka bermaksiat.


9. Bunda, tahnik itu apa ? Oya kalo di sapihnya kurang dari ato lebih dari 2 tahun gimana? Soalnya dulu aku sampe 2,5 tahun kata mamah

Jawab :
Nanda Fina, tahnik adalah teknik menguatkan rongga mulut dan kerongkongan pada bayi dengan cara mengunyahkan kurma dan mengolesinya pada langit-langit mulut bayi. Boleh dilakukan oleh orang tua nya atau orang sholeh yang bersih aqidahnya. Rasulullah mentahnik cucu-cucunya Hassan dan Husein. Kini para ahli menemukan bahwa tahnik dapat menguatkan rongga mulut anak sehingga mudah mencerna. Wallahu alam bishowab


10. Bunda, yang di sapih lebih atau kurang dari 2 tahun itu gimana ?

Jawab : Untuk pertanyaan tentang disapih idealnya 2 tahun sebagaimana di Qur'an "Wafishaluhu fii aamayni" dan menyusuimu hingga tersapih dalam 2 tahun. Kalau menurut saya 2 tahun itulah hak gizi anak dari ASI. Karena stelah 2 tahun komposisi ASI banyak mengalami perubahan terutama penurunan kadar gizi. Jadi setelah maksimal 2 tahun silakan lakukan ujicoba penyapihan dengan cara yang bijak ya para calon bunda.

Berarti sudah sampai disini dulu ya kajian kita. InsyaAllah lain waktu disambung lagi. Semoga majelis ini dirahmati...

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Amiin....

Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum... 

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Ketik Materi yang anda cari !!