Ketik Materi yang anda cari !!

6 JALAN MENUJU KEBAIKAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, April 28, 2015

Setiap amal yang dilaku kannya tentu harus didasari pada ilmu, semakin banyak ilmu yang dimiliki, dipahami dan dikuasai, maka in sya Allah akan makin banyak amal yang bisa dilakukannya.

Kebaikan diistilahkan dengan ishlah, ihsan, khair, dan al-birr, ini bisa dilihat dalam firmann-Nya,
”Dan siapakah yang lebih baik agamanaya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan(-Nya)”(an-Nisaa’: 125)
Bila dikaitkan dengan hadits tentang kedatangan jibril kepada Nabi Muhammad saw., maka ihsan adalah perbuatan baik yang dilakukan oleh seseorang karena merasakan kehadiran Allah dalam dirinya atau dia merasa diawasi oleh Allah swt yang membuatnya tidak berani menyimpang dari segala ketentuan-Nya. Sedangkan kata baik dalam arti birr bisa dilihat pada firman Allah,
”Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu kearah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang berada dalam perjalanan (musafir), peminta-minta dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”(al-baqarah: 117)
Adapun kata baik dengan menggunakan ishlah terdapat dalam banyak ayat, misalnya pada firman Allah,
”Tentang dunia dan akhirat. Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah,’ Memperbaiki keadaan mereka adalah baik!’”(al-Baqarah: 220)
Islah’berlaku baik’ digunakan dalam kaitan hubungan yang baik antara sesama manusia, di dalam Ensiklopedia Hukum Islam, jilid 3 halaman 740dinyatak an,”Islah merupakan kewajiban umat islam, baik secara personal maupun social. Penekanan islah ini lebih terfokus pada hubungan antara sesama umat manusia dalam rangka pemenuhan kewajiban kepada Allah swt..”

Di dalam Al-Qur’an, Allah swt. menegaskan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Namun kemuliaan manusia terletak pada iman dan amal salehnya, di sinilah letak pentingnya berlomba-lomba dalam kebaikan sebagaimana firman Allah,
”Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada,  pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”(al-Baqarah: 148)
Ada beberapa hal yang bisa dijadikan resep bagi seseorang agar bersemangat dalam melakukan kebaikan.

1. Niat yang ikhlas, ini merupakan factor penting dalam setiap amal, karena akan membuat seseorang memiliki perasaan yang ringan dalam mengerjakan amal-amal yang berat sekalipun. Apalagi ila amal kebaikan itu tergolong amal yang ringan.

2. Cinta kebaikan dan orang yang baik, ini akan membuat seseorang antusias melaksanakan kebaikan.

3. merasa beruntung bila melakukan kebaikan, hal ini memang banyak keuntungan yang akan diperolehya, 
>pertama, selalu disertai oleh Allah swt., lihat an-Nahl: 128. 
>kedua, menambah kenikmatan untuknya, lihat al-Baqaraah: 59, al-A’raaf: 161, dan al-Ahzaab: 29. 
>ketiga, dicintai Allah, lihat al-A’raaf: 161, al-Maa’idah: 13, al-Baqarah: 236, Ali Imran: 134, 148 dan al-Maa’idah: 96. 
>keempat, memperoleh rahmat Allah, lihat al-A’raaf: 56. 
>kelima, memperoleh pahala yang tidak disia-siakan Allah swt., lihat at-Taubah: 120, Huud: 115. Yusuf. 56. 
>keenam, dimasukkan ke dalam surga, lihat al-Maa’idah: 85, az-Zumar: 34, al-An’aam: 84, Yusuf: 22, al-Qashash: 14, dan ash-Shaaffat: 80.

4. Merasa rugi bila meninggalkan. Allah swt berfirman,
”Dan barangsiapa mencari agama selain islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.”(Ali Imran: 85)
5. Meneladani Generasi yang baik, ini menjadi penting karena dia akan menyadari bahwa meskipun merasa sudah banyak perbuatan baik yang dilakukannya, tetap saja dia merasa
masih sedikit dibanding orang lain yang jauh lebih baik dari dirinya.

6. Memahami ilmu kebaikan,

Doa Kafaratul Majelis :


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat

-------------------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa, 28 April 2015
Narasumber : Ustadz Kaspin Nur
Tema : SI
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment