Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , , » GERAKAN SYIAH DAN PERKEMBANGANNYA

GERAKAN SYIAH DAN PERKEMBANGANNYA

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, April 21, 2015

Selama ini, mayoritas orang selalu menganggap Syiah bagian dari Islam. Mayoritas kaum muslimin di seluruh dunia sendiri menilai bahwa menentukan sikap terhadap Syi’ah adalah sesuatu yang sulit dan membingungkan. Ini disebabkan beberapa hal mendasar yaitu kurangnya informasi tentang Syi’ah. Syi’ah, di kalangan mayoritas kaum muslimin adalah eksistensi yang tidak jelas, tidak diketahui apa hakikatnya, bagaimana berkembang, tidak melihat bagaimana sejarahnya, dan tidak dapat diprediksi bagaimana di kemudian hari. Berangkat dari hal-hal tersebut, akhirnya orang Islam yang umum meyakini Syi’ah tak lain hanyalah salah satu mazhab Islam, seperti mazhab Syafi’i, Maliki dan sejenisnya.

Tapi sesungguhnya ada perbedaan antara Syiah dan Islam. Bisa dikatakan, Islam dengan Syiah serupa tapi tak sama. Secara fisik, sulit sekali membedakan antara penganut Islam dengan Syiah, namun jika diteliti lebih jauh dan lebih mendalam lagi—terutama dari segi aqidah—perbedaan di antara Islam dan Syiah sangatlah besar. Ibaratnya, Islam dan Syiah seperti minyak dan air, hingga tak mungkin bisa disatukan.

Asal-usul Syi’ah

Syi’ah secara etimologi bahasa berarti pengikut, sekte dan golongan seseorang. Adapun menurut terminologi syariat bermakna: Mereka yang berkedok dengan slogan kecintaan kepada Ali bin Abi Thalib beserta anak cucunya bahwasanya Ali bin Abi Thalib lebih utama dari seluruh shahabat dan lebih berhak untuk memegang tampuk kepemimpinan kaum muslimin, demikian pula anak cucu sepeninggal beliau. (Al-Fishal Fil Milali Wal Ahwa Wan Nihal, 2/113, karya Ibnu Hazm). Sedang dalam istilah syara’, Syi’ah adalah suatu aliran yang timbul sejak masa pemerintahan Utsman bin Affan yang dipimpin oleh Abdullah bin Saba’ Al-Himyari.

Abdullah bi Saba’ mengenalkan ajarannya secara terang-terangan dan menggalang massa untuk memproklamasikan bahwa kepemimpinan (imamah) sesudah Nabi Muhammad saw seharusnya jatuh ke tangan Ali bin Abi Thalib karena suatu nash (teks) Nabi saw. Menurut Abdullah bin Saba’, Khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman telah mengambil alih kedudukan tersebut. Dalam Majmu’ Fatawa, 4/435, Abdullah bi Shaba menampakkan sikap ekstrem di dalam memuliakan Ali, dengan suatu slogan bahwa Ali yang berhak menjadi imam (khalifah) dan ia adalah seorang yang ma’shum (terjaga dari segala dosa). Keyakinan itu berkembang terus-menerus dari waktu ke waktu, sampai kepada menuhankan Ali bin Abi Thalib. Berhubung hal itu suatu kebohongan, maka diambil suatu tindakan oleh Ali bin Abi Thalib, yaitu mereka dibakar, lalu sebagian dari mereka melarikan diri ke Madain.

Pada periode abad pertama Hijriah, aliran Syi’ah belum menjelma menjadi aliran yang solid. Barulah pada abad kedua Hijriah, perkembangan Syiah sangat pesat bahkan mulai menjadi mainstream tersendiri. Pada waktu-waktu berikutnya, Syiah bahkan menjadi semacam keyakinan yang menjadi trend di kalangan generasi muda Islam: mengklaim menjadi tokoh pembaharu Islam, namun banyak dari pemikiran dan prinsip dasar keyakinan ini yang tidak sejalan dengan Islam itu sendiri.


Perkembangan Syiah

Bertahun-tahun lamanya gerakan Syiah hanya berputar di Iran, rumah dan kiblat utama Syiah. Namun sejak tahun 1979, persis ketika revolusi Iran meletus dan negeri ini dipimpin oleh Ayatullah Khomeini dengan cara menumbangkan rejim Syah Reza Pahlevi, Syiah merembes ke berbagai penjuru dunia. Kelompok-kelompok yang mengarah kepada gerakan Syi’ah seperti yang terjadi di Iran, marak dan muncul di mana-mana. Perkembangan Syi’ah, yaitu gerakan yang mengatasnamakan madzhab Ahlul Bait ini memang cukup pesat, terlebih di kalangan masyarakat yang umumnya adalah awam dalam soal keagamaan, menjadi lahan empuk bagi gerakan-gerakan aliran sempalan untuk menggaet mereka menjadi sebuah komunitas, kelompok dan jama’ahnya.

Doktrin Taqiyah

Untuk menghalangi perkembangan Syi’ah sangatlah sulit. Hal itu dikarenakan Syi’ah membuat doktrin dan ajaran yang disebut “taqiya.” Apa itu taqiyah? Taqiyah adalah konsep Syiah dimana mereka diperbolehkan memutarbalikkan fakta (berbohong) untuk menutupi kesesatannya dan mengutarakan sesuatu yang tidak diyakininya. Konsep taqiya ini diambil dari riwayat Imam Abu Ja’far Ash-Shadiq a.s., beliau berkata: “Taqiyah adalah agamaku dan agama bapak-bapakku. Seseorang tidak dianggap beragama bila tidak bertaqiyah.” (Al-Kaafi, jus II, h. 219).

Jadi sudah jelas bahwa Syi’ah mewajibkan konsep taqiyah kepada pengikutnya. Seorang Syi’ah wajib bertaqiyah di depan siapa saja, baik orang mukmin yang bukan alirannya maupun orang kafir atau ketika kalah beradu argumentasi, terancam keselamatannya serta di saat dalam kondisi minoritas. Dalam keadaan minoritas dan terpojok, para tokoh Syi’ah memerintahkan untuk meningkatkan taqiyah kepada pengikutnya agar menyatu dengan kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, berangkat Jum’at di masjidnya dan tidak menampakkan permusuhan. Inilah kecanggihan dan kemujaraban konsep taqiyah, sehingga sangat sulit untuk melacak apalagi membendung gerakan mereka. Padahal, arti taqiyah menurut pemahaman para ulama Ahli Sunnah wal Jama’ah berdasar pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, taqiyah tidaklah wajib hukumnya, melainkan mubah, itupun dalam kondisi ketika menghadapi kaum musrikin demi menjaga keselamatan jiwanya dari siksaan yang akan menimpanya, atau dipaksa untuk kafir dan taqiyah ini merupakan pilihan terakhir karena tidak ada jalan lain. Doktrin taqiyah dalam ajaran Syi’ah merupakan strategi yang sangat hebat untuk mengembangkan pahamnya, serta untuk menghadapi kalangan Ahli Sunnah, hingga sangat sukar untuk diketahui gerakan mereka dan kesesatannya.

Kesesatan-kesesatan Syiah

Di kalangan Syiah, terkenal klaim 12 Imam atau sering pula disebut “Ahlul Bait” Rasulullah Muhammad saw; penganutnya mendakwa hanya dirinya atau golongannya yang mencintai dan mengikuti Ahlul Bait. Klaim ini tentu saja ampuh dalam mengelabui kaum Ahli Sunnah, yang dalam ajaran agamanya, diperintahkan untuk mencintai dan menjungjung tinggi Ahlul Bait. Padahal para imam Ahlul Bait berlepas diri dari tuduhan dan anggapan mereka. Tokoh-tokoh Ahlul Bait (Alawiyyin) bahkan sangat gigih dalam memerangi faham Syi’ah, seperti mantan Mufti Kerajaan Johor Bahru, Sayyid Alwi bin Thahir Al-Haddad, dalam bukunya “Uqud Al-Almas.”

Adapun beberapa kesesatan Syiah yang telah nyata adalah:
  1. Keyakinan bahwa Imam sesudah Rasulullah saw. Adalah Ali bin Abi Thalib, sesuai dengan sabda Nabi saw. Karena itu para Khalifah dituduh merampok kepemimpinan dari tangan Ali bin Abi Thalib r.a.
  2. Keyakinan bahwa Imam mereka maksum (terjaga dari salah dan dosa).
  3. Keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib dan para Imam yang telah wafat akan hidup kembali sebelum hari kiamat untuk membalas dendam kepada lawan-lawannya, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dll.
  4. Keyakinan bahwa Ali bin Abi Thalib dan para Imam mengetahui rahasia ghaib, baik yang lalu maupun yang akan datang. Ini berarti sama dengan menuhankan Ali dan Imam.
  5. Keyakinan tentang ketuhanan Ali bin Abi Thalib yang dideklarasikan oleh para pengikut Abdullah bin Saba’ dan akhirnya mereka dihukum bakar oleh Ali bin Abi Thalib sendiri karena keyakinan tersebut.
  6. Keyakinan mengutamakan Ali bin Abi Thalib atas Abu Bakar dan Umar bin Khatab. Padahal Ali sendiri mengambil tindakan hukum cambuk 80 kali terhadap orang yang meyakini kebohongan tersebut.
  7. Keyakinan mencaci maki para sahabat atau sebagian sahabat seperti Utsman bin Affan (lihat Dirasat fil Ahwaa’ wal Firaq wal Bida’ wa Mauqifus Salaf minhaa, Dr. Nashir bin Abd. Karim Al Aql, hal.237).
  8. Pada abad kedua Hijriah perkembangan keyakinan Syi’ah semakin menjadi-jadi sebagai aliran yang mempunyai berbagai perangkat keyakinan baku dan terus berkembang sampai berdirinya dinasti Fathimiyyah di Mesir dan dinasti Sofawiyyah di Iran. Terakhir aliran tersebut terangkat kembali dengan revolusi Khomaeni dan dijadikan sebagai aliran resmi negara Iran sejak 1979.
Saat ini figur-figur Syiah begitu terkenal dan banyak dikagumi oleh generasi muda Islam, karena pemikiran-pemikiran yang lebih banyak mengutamakan kajian logika dan filsafat. Namun, semua jamaah Sunnah wal Jamaah di seluruh dunia, sudah bersepakat adanya bahwa Syiah adalah salah satu gerakan sesat.

Fatwa-fatwa Ulama tentang Syiah

>IMAM MALIK

االامام مالكروى الخلال عن ابى بكر المروزى قال : سمعت أبا عبد الله يقول : قال مالك : الذى يشتم اصحاب النبى صلى الله عليه وسلم ليس لهم اسم او قال نصيب فى الاسلام.  الخلال / السن: ۲،٥٥٧ 

Al Khalal meriwayatkan dari Abu Bakar Al Marwazi, katanya : Saya mendengar Abu Abdulloh berkata, bahwa Imam Malik berkata : “Orang yang mencela sahabat-sahabat Nabi, maka ia tidak termasuk dalam golongan Islam” ( Al Khalal / As Sunnah, 2-557)

Begitu pula Ibnu Katsir berkata, dalam kaitannya dengan firman Allah surat Al Fath ayat 29, yang artinya :
“Muhammad itu adalah Rasul (utusan Allah). Orang-orang yang bersama dengan dia (Mukminin) sangat keras terhadap orang-orang kafir, berkasih sayang sesama mereka, engkau lihat mereka itu rukuk, sujud serta mengharapkan kurnia daripada Allah dan keridhaanNya. Tanda mereka itu adalah di muka mereka, karena bekas sujud. Itulah contoh (sifat) mereka dalam Taurat. Dan contoh mereka dalam Injil, ialah seperti tanaman yang mengeluarkan anaknya (yang kecil lemah), lalu bertambah kuat dan bertambah besar, lalu tegak lurus dengan batangnya, sehingga ia menakjubkan orang-orang yang menanamnya. (Begitu pula orang-orang Islam, pada mula-mulanya sedikit serta lemah, kemudian bertambah banyak dan kuat), supaya Allah memarahkan orang-orang kafir sebab mereka. Allah telah menjanjikan ampunan dan pahala yang besar untuk orang-orang yang beriman dan beramal salih diantara mereka”.
Beliau berkata : Dari ayat ini, dalam satu riwayat dari Imam Malik, beliau mengambil kesimpulan bahwa golongan Rofidhoh (Syiah), yaitu orang-orang yang membenci para sahabat Nabi SAW, adalah Kafir.

Beliau berkata : “Karena mereka ini membenci para sahabat, maka dia adalah Kafir berdasarkan ayat ini”. Pendapat tersebut disepakati oleh sejumlah Ulama.
(Tafsir Ibin Katsir, 4-219)

Imam Al Qurthubi berkata : “Sesungguhnya ucapan Imam Malik itu benar dan penafsirannya juga benar, siapapun yang menghina seorang sahabat atau mencela periwayatannya, maka ia telah menentang Allah, Tuhan seru sekalian alam dan membatalkan syariat kaum Muslimin”.
(Tafsir Al Qurthubi, 16-297).

>IMAM AHMAD

الامام احمد ابن حمبل:روى الخلال عن ابى بكر المروزى قال : سألت ابا عبد الله عمن يشتم أبا بكر وعمر وعائشة ؟  قال: ماأراه على الاسلام

( الخلال / السنة : ۲، ٥٥٧)

Al Khalal meriwayatkan dari Abu Bakar Al Marwazi, ia berkata : “Saya bertanya kepada Abu Abdullah tentang orang yang mencela Abu Bakar, Umar dan Aisyah? Jawabnya, saya berpendapat bahwa dia bukan orang Islam”.

( Al Khalal / As Sunnah, 2-557).

Beliau Al Khalal juga berkata : Abdul Malik bin Abdul Hamid menceritakan kepadaku, katanya: “Saya mendengar Abu Abdullah berkata : “Barangsiapa mencela sahabat Nabi, maka kami khawatir dia keluar dari Islam, tanpa disadari”.
(Al Khalal / As Sunnah, 2-558).

Beliau Al Khalal juga berkata :

وقال الخلال: أخبرنا عبد الله بن احمد بن حمبل قال : سألت أبى عن رجل شتم رجلا من اصحاب النبى صلى الله عليه وسلم فقال : ما أراه على الاسلام
(الخلال / السنة : ۲،٥٥٧)

“Abdullah bin Ahmad bin Hambal bercerita pada kami, katanya : “Saya bertanya kepada ayahku perihal seorang yang mencela salah seorang dari sahabat Nabi SAW. Maka beliau menjawab : “Saya berpendapat ia bukan orang Islam”.
(Al Khalal / As Sunnah, 2-558)

Dalam kitab AS SUNNAH karya IMAM AHMAD halaman 82, disebutkan mengenai pendapat beliau tentang golongan Rofidhoh (Syiah) : Mereka itu adalah golongan yang menjauhkan diri dari sahabat Muhammad SAW dan mencelanya, menghinanya serta mengkafirkannya, kecuali hanya empat orang saja yang tidak mereka kafirkan, yaitu Ali, Ammar, Migdad dan Salman. Golongan Rofidhoh (Syiah) ini sama sekali bukan Islam.

>AL BUKHORI

الامام البخارى قال رحمه الله : ماأبالى صليت خلف الجهمى والرافضى أم صليت خلف اليهود والنصارى ولا يسلم عليه ولا يعادون ولا يناكحون ولا يشهدون ولا تؤكل ذبائحهم
( خلق أفعال العباد :١٢٥)

Iman Bukhori berkata : “Bagi saya sama saja, apakah aku sholat dibelakang Imam yang beraliran JAHM atau Rofidhoh (Syiah) atau aku sholat di belakang Imam Yahudi atau Nasrani. Dan seorang Muslim tidak boleh memberi salam pada mereka, dan tidak boleh mengunjungi mereka ketika sakit juga tidak boleh kawin dengan mereka dan tidak menjadikan mereka sebagai saksi, begitu pula tidak makan hewan yang disembelih oleh mereka.
(Imam Bukhori / Kholgul Afail, halaman 125).

>AL FARYABI

الفريابى : روى الخلال قال : أخبرنى حرب بن اسماعيل الكرمانى قال : حدثنا موسى بن هارون بن زياد قال: سمعت الفريابى ورجل يسأله عمن شتم أبابكر قال: كافر، قال: فيصلى عليه، قال: لا. وسألته كيف يصنع به وهو يقول لا اله الا الله، قال: لا تمسوه بأيديكم، ارفعوه بالخشب حتى تواروه فى حفرته.
(الخلال/السنة: ۲،٥٦٦)

Al Khalal meriwayatkan, katanya : “Telah menceritakan kepadaku Harb bin Ismail Al Karmani, katanya : “Musa bin Harun bin Zayyad menceritakan kepada kami : “Saya mendengar Al Faryaabi dan seseorang bertanya kepadanya tentang orang yang mencela Abu Bakar. Jawabnya : “Dia kafir”. Lalu ia berkata : “Apakah orang semacam itu boleh disholatkan jenazahnya ?”. Jawabnya : “Tidak”. Dan aku bertanya pula kepadanya : “Mengenai apa yang dilakukan terhadapnya, padahal orang itu juga telah mengucapkan Laa Ilaaha Illalloh?”. Jawabnya : “Janganlah kamu sentuh jenazahnya dengan tangan kamu, tetapi kamu angkat dengan kayu sampai kamu turunkan ke liang lahatnya”.
(Al Khalal / As Sunnah, 6-566)

>AHMAD BIN YUNUS

Beliau berkata : “Sekiranya seorang Yahudi menyembelih seekor binatang dan seorang Rofidhi (Syiah) juga menyembelih seekor binatang, niscaya saya hanya memakan sembelihan si Yahudi dan aku tidak mau makan sembelihan si Rofidhi (Syiah), sebab dia telah murtad dari Islam”.
(Ash Shariim Al Maslul, halaman 570).

>ABU ZUR’AH AR ROZI

أبو زرعة الرازى. اذا رأيت الرجل ينتقص أحدا من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم فاعلم أنه زنديق، لأن مؤدى قوله الى ابطال القران والسنة.
( الكفاية : ٤٩)

Beliau berkata : “Bila anda melihat seorang merendahkan (mencela) salah seorang sahabat Rasulullah SAW, maka ketahuilah bahwa dia adalah ZINDIIG. Karena ucapannya itu berakibat membatalkan Al-Qur'an dan As Sunnah”.
(Al Kifayah, halaman 49).

>ABDUL QODIR AL BAGHDADI

Beliau berkata : “Golongan Jarudiyah, Hisyamiyah, Jahmiyah dan Imamiyah adalah golongan yang mengikuti hawa nafsu yang telah mengkafirkan sahabat-sahabat terbaik Nabi, maka menurut kami mereka adalah kafir. Menurut kami mereka tidak boleh di sholatkan dan tidak sah berma’mum sholat di belakang mereka”.
(Al Fargu Bainal Firaq, halaman 357).
Beliau selanjutnya berkata : “Mengkafirkan mereka adalah suatu hal yang wajib, sebab mereka menyatakan Allah bersifat Al Bada’

>IBNU HAZM

Beliau berkata : “Salah satu pendapat golongan Syiah Imamiyah, baik yang dahulu maupun sekarang ialah, bahwa Al-Qur'an sesungguhnya sudah diubah”. Kemudian beliau berkata : ”Orang yang berpendapat bahwa Al-Qur'an yang ada ini telah diubah adalah benar-benar kafir dan mendustakan Rasulullah SAW”.
(Al Fashl, 5-40).

>ABU HAMID AL GHOZALI

Imam Ghozali berkata : “Seseorang yang dengan terus terang mengkafirkan Abu Bakar dan Umar Rodhialloh Anhuma, maka berarti ia telah menentang dan membinasakan Ijma kaum Muslimin. Padahal tentang diri mereka (para sahabat) ini terdapat ayat-ayat yang menjanjikan surga kepada mereka dan pujian bagi mereka serta pengukuhan atas kebenaran kehidupan agama mereka, dan keteguhan aqidah mereka serta kelebihan mereka dari manusia-manusia lain”. Kemudian kata beliau : “Bilamana riwayat yang begini banyak telah sampai kepadanya, namun ia tetap berkeyakinan bahwa para sahabat itu kafir, maka orang semacam ini adalah kafir. Karena dia telah mendustakan Rasulullah. Sedangkan orang yang mendustakan satu kata saja dari ucapan beliau, maka menurut Ijma’ kaum Muslimin, orang tersebut adalah kafir”.
(Fadhoihul Batiniyyah, halaman 149).

>AL QODHI IYADH

Beliau berkata : “Kita telah menetapkan kekafiran orang-orang Syiah yang telah berlebihan dalam keyakinan mereka, bahwa para Imam mereka lebih mulia dari pada para Nabi”. Beliau juga berkata : “Kami juga mengkafirkan siapa saja yang mengingkari Al-Qur'an, walaupun hanya satu huruf atau menyatakan ada ayat-ayat yang diubah atau ditambah di dalamnya, sebagaimana golongan Batiniyah (Syiah) dan Syiah Ismailiyah”.
(Ar Risalah, halaman 325).

>AL FAKHRUR ROZI

Ar Rozi menyebutkan, bahwa sahabat-sahabatnya dari golongan Asyairoh mengkafirkan golongan Rofidhoh (Syiah) karena tiga alasan :

Pertama: Karena mengkafirkan para pemuka kaum Muslimin (para sahabat Nabi). Setiap orang yang mengkafirkan seorang Muslimin, maka dia yang kafir. Dasarnya adalah sabda Nabi SAW, yang artinya : “Barangsiapa berkata kepada saudaranya, hai kafir, maka sesungguhnya salah seorang dari keduanya lebih patut sebagai orang kafir”.
Dengan demikian mereka (golongan Syiah) otomatis menjadi kafir.

Kedua: “Mereka telah mengkafirkan satu umat (kaum) yang telah ditegaskan oleh Rasulullah sebagai orang-orang terpuji dan memperoleh kehormatan (para sahabat Nabi)”.

Ketiga: Umat Islam telah Ijma’ menghukum kafir siapa saja yang mengkafirkan para tokoh dari kalangan sahabat.

(Nihaayatul Uguul, Al Warogoh, halaman 212).

>IBNU TAIMIYAH

Beliau berkata : “Barangsiapa beranggapan bahwa Al-Qur'an telah dikurangi ayat-ayatnya atau ada yang disembunyikan, atau beranggapan bahwa Al-Qur'an mempunyai penafsiran-penafsiran batin, maka gugurlah amal-amal kebaikannya. Dan tidak ada perselisihan pendapat tentang kekafiran orang semacam ini”

Barangsiapa beranggapan para sahabat Nabi itu murtad setelah wafatnya Rasulullah, kecuali tidak lebih dari sepuluh orang, atau mayoritas dari mereka sebagai orang fasik, maka tidak diragukan lagi, bahwa orang semacam ini adalah kafir. Karena dia telah mendustakan penegasan Al-Qur'an yang terdapat di dalam berbagai ayat mengenai keridhoan dan pujian Allah kepada mereka. Bahkan kekafiran orang semacam ini, adakah orang yang meragukannya? Sebab kekafiran orang semacam ini sudah jelas....

(Ash Sharim AL Maslul, halaman 586-587).

>SYAH ABDUL AZIZ DAHLAWI

Sesudah mempelajari sampai tuntas mazhab Itsna Asyariyah dari sumber-sumber mereka yang terpercaya, beliau berkata : “Seseorang yang menyimak aqidah mereka yang busuk dan apa yang terkandung didalamnya, niscaya ia tahu bahwa mereka ini sama sekali tidak berhak sebagai orang Islam dan tampak jelaslah baginya kekafiran mereka”.
(Mukhtashor At Tuhfah Al Itsna Asyariyah, halaman 300).

>MUHAMMAD BIN ALI ASY SYAUKANI

Perbuatan yang mereka (Syiah) lakukan mencakup empat dosa besar, masing-masing dari dosa besar ini merupakan kekafiran yang terang-terangan.
Pertama : Menentang Allah.
Kedua : Menentang Rasulullah.
Ketiga : Menentang Syariat Islam yang suci dan upaya mereka untuk melenyapkannya.
Keempat : Mengkafirkan para sahabat yang diridhoi oleh Allah, yang didalam Al-Qur'an telah dijelaskan sifat-sifatnya, bahwa mereka orang yang paling keras kepada golongan Kuffar, Allah SWT menjadikan golongan Kuffar sangat benci kepada mereka. Allah meridhoi mereka dan disamping telah menjadi ketetapan hukum didalam syariat Islam yang suci, bahwa barangsiapa mengkafirkan seorang muslim, maka dia telah kafir, sebagaimana tersebut di dalam Bukhori, Muslim dan lain-lainnya.
(Asy Syaukani, Natsrul Jauhar Ala Hadiitsi Abi Dzar, Al Warogoh, hal 15-16)

PARA ULAMA SEBELAH TIMUR SUNGAI JAIHUN

Al Alusi (seorang penulis tafsir) berkata : “Sebagian besar ulama disebelah timur sungai ini menyatakan kekafiran golongan Itsna Asyariyah dan menetapkan halalnya darah mereka, harta mereka dan menjadikan wanita mereka menjadi budak, sebab mereka ini mencela sahabat Nabi SAW, terutama Abu Bakar dan Umar, yang menjadi telinga dan mata Rasulullah SAW, mengingkari kekhilafahan Abu Bakar, menuduh Aisyah Ummul Mukminin berbuat zina, padahal Allah sendiri menyatakan kesuciannya, melebihkan Ali r.a. dari rasul-rasul Ulul Azmi. Sebagian mereka melebihkannya dari Rasulullah SAW dan mengingkari terpeliharanya Al-Qur'an dari kekurangan dan tambahan”.
(Nahjus Salaamah, halaman 29-30).

Demikian telah kami sampaikan fatwa-fatwa dari para Imam dan para Ulama yang dengan tegas mengkafirkan golongan Syiah yang telah mencaci maki dan mengkafirkan para sahabat serta menuduh Ummul mukminin Aisyah berbuat serong, dan berkeyakinan bahwa Al-Qur'an yang ada sekarang ini tidak orisinil lagi (Mukharrof). Serta mendudukkan imam-imam mereka lebih tinggi (Afdhol) dari para Rasul. Semoga fatwa-fatwa tersebut dapat membantu pembaca dalam mengambil sikap tegas terhadap golongan Syiah.
“Yaa Allah tunjukkanlah pada kami bahwa yang benar itu benar dan jadikanlah kami sebagai pengikutnya, dan tunjukkanlah pada kami bahwa yang batil itu batil dan jadikanlah kami sebagai orang yang menjauhinya.”
Dari kitab Syiah Imamiyah Ithna Asyariyyah sendiri bahwa mereka mengatakan sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah murtad sepeninggal Baginda. Pendapat mereka ini tidak berbeda dari dahulu sampai sekarang.

1. At-Tusi meriwayatkan dalam “Rijal al-Kasyi” bahawa Abu Ja’afar (Muhammad al-Baqir) berkata bahawa para sahabat telah murtad setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kecuali Miqdad bin Aswad, Abu Zar al-Ghiffari dan Salman al-Farisi (Rijal al-Kasyi j.1 hal.6)

2. At-Tusi meriwayatkan lagi dari Humran katanya; Aku berkata kepada Abu Ja’far “Alangkah sedikitnya bilangan kita sehingga kalau kita berkumpul untuk merebahkan seekor biri-biri pun tidak akan mampu”. Humran berkata: Maka Abu Ja’far berkata “Mahukah aku ceritakan perkara yang lebih aneh dari itu?”. Humran berkata “Ya”. Maka Abu Jaa’far berkata “Orang-orang Muhajirin dan Ansar telah pergi (murtad) kecuali tiga (dan beliau pun mengisyaratkan dengan tangannya).” (ibid)

3. Diriwayatkan dari Abi Jaa’far as “Anak-anak Ya’qub bukan nabi tetapi mereka adalah cucu dari anak-anak para Nabi. Mereka tidak meninggalkan dunia melainkan didalam keadaan bahagia. Mereka telah bertaubat dan menyesal diatas apa yang mereka lakukan tetapi Abu Bakar dan Omar telah meningal dalam keadaan tidak bertaubat dan tidak menyesali apa yang telah dilakukan oleh mereka terhadap Amirul Mu’minin Ali Rhadiallahu’anhu. Mereka berdua dilaknat oleh Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya.” (Al-Kulaini, ar-raudhah min al-kafi, j. 8, hal 246)

4. Diriwayatkan dari Abi Jaa’far as kata beliau “Para sahabat telah murtad sepeninggalan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kecuali tiga orang dari mereka.” Perawi bertanya “Siapakah yang tiga itu?”. Abi Jaa’far menjawab “Miqdad bin Aswad, Abu Zar al-Ghiffari dan Salma al-farisi.” (ibid hal.246)

5. Ayatullah al-Uzma sayyid Murtadha al-Hussaini al-Fairuzabadi didalam kitabnya “As-sab’ah min as-salaf” telah mengkafirkan Abu Bakar, Omar, Othman, Abd. Rahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqas, Abu Ubaidah al-Jarrah, Muawiyah, Abu Said al-Khudri, Bara’ bin Azib dan lain-lain (Lihat hal. 29,32,71,78,81,85,107,120 dan 211)

6. Ayatullah al-Uzma Khomeini didalam kitabnya “Kasyful al-asrar” telah mengkafirkan Saidina Omar (lihat hal 137 dan 176 edisi Arab dan hal 119 dan 153 edisi Parsi). Beliau menganggap Abu Bakar dan Omar jahil tentang hukum Allah dan mereka menjadikannya sebagai bahan permainan kanak-kanak (hal 110-111 edisi Parsi). Beliau juga menuduh Abu Bakar dan Omar mereka hadis atas nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam (hal 131 dan 138 edisi Arab, 114 dan 120 edisi Parsi)

7. Syaikh kaum Rafidhah yang bernama Ni’matullah al-Jazairi berkata, “Telah datang beberapa riwayat khusus yang menerangkan bahwa setan dibelenggu dengan 70 belenggu dari besi neraka Jahannam, lalu digiring ke Padang Mahsyar. Di sana setan melihat seorang lelaki di hadapannya yang sedang digiring oleh malaikat penyiksa dan di lehernya terdapat 120 belenggu dari neraka Jahannam. Setan pun mendekat kepadanya dan bertanya, ‘Apa yang dilakukan oleh orang sengsara ini sehingga siksaannya lebih berat dariku, padahal akulah yang menyimpangkan seluruh makhluk dan menjerumuskan mereka ke dalam kebinasaan?’ Umar berkata kepada setan, ‘Aku tidak melakukan sesuatu pun selain merampas khilafah Ali bin Abi Thalib’.” (al-Anwar an- Nu’maniyah, 1/81—82)

Celaan syiah kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha

1. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mempunyai akhlak dan perangai yang buruk. Hal ini tertulis di bukunya Ali bin Ibrahim Al Qummi di dalam tafsirnya 2/192. Dalam buku itu disebutkan bahwa perangai istri nabi sangatlah buruk dan tidak berakhlak.

2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia karena diracuni oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Di dalam Tafsirul Iyasy 1/200, karya Muhammad bin Mahmud bin Iyasy disebutkan bahwa yang menyebabkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal adalah karena diracun oleh ‘Aisyah dan Hafshah.

3. Istri-istri nabi adalah para pelacur. Dinukilkan secara dusta di dalam kitab Ikhtiyar Ma’rifatur Rijal karya At Thusi hal. 57-60 bahwa Abdullah bin Abbas pernah berkata kepada Aisyah, “Kamu tidak lain hanyalah seorang pelacur dari sembilan pelacur yang ditinggalkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”.

4. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha adalah ibu dari syaithan. Dikatakan oleh Al Bayadhi di dalam kitabnya Ash Shirathal Mustaqim 3/135 dan 161, bahwa Aisyah digelari Ummu Asy-Syurur (ibunya kejelekan) dan Ummu Asy-Syaithan (ibunya syaithan). (Dikutip dari Bulletin Islam Al Ilmu Edisi 30/I/II/1425).

Baik silakan kalau ada yg mau didiskusikan ibu-ibu

TANYA JAWAB


Pertanyaan M03

1. Lalu mengapa di Indonesia masih diperbolehkan syiah ada? Seperti Jalaludin Rahmat bebas bergerak... Karena kalau tidak salah banyak yg bilang kalau syiah itu adalah salah satu aliran islam walau dalam kenyataannya bagi orang yg paham adalah jelas bukan.. Karena jauh menyimpang?
Jawab
Indonesia tidak berlandaskan islam dan pemerintah tdk mau tegas terhadap aliran sesat. Kasus Ahmadiyah, syiah dll. Berbeda dg Malaysia yg tegas menyatakan syiah sesat


2. Adapun pernyataan Kang Jalal, begitu dia biasa dipanggil yang mendukung syi’ah yakni pada 29 Agustus 2012 lalu, dia mengancam untuk menumpahkan darah Ahlus Sunnah di Nusantara atas bentrokan Sampang Madura. “Orang-orang Syiah tidak akan membiarkan kekerasan ini. Karena untuk pengikut Syiah, mengucurkan darah bagi Imam Husein adalah sebuah kemuliaan,” ujar Jalaluddin dan lalu bagaimana membedakan penganut syiah dan yang bukan syiah?
Jawab
Sebenarnya ini sudah dijawab diatas bahwa mengetahui syiah atau tidak adalah dilihat dari cara ibadah dan pemikiranya dengan ciri-ciri diatas yang sudah diuraikan atau dijawab

Pertanyaan M04

1. Ustadz, bisa jelaskan tentang Risalah Amman yang menyatakan syiah jafariyah dan syiah zaidiyah termasuk islam?
Jawab
Risalah Amman adalah deklarasi para ulama yang dihadiri sekitar 552 ulama dari berbagai Negara di dunia. Diadakan pada tanggal 4-6 Juli 2005 di Amman, ibu kota Jordania. Di antara poin isinya adalah, larangan mengkafirkan terhadap madzhab-madzhab Islam dan mengupayakan persatuan Islam. Beberapa ulama besar yang mendandatangi adalah Syeikh Yusuf Qardhawi, Syeikh Ahmad Thayyib (Mufti al-Azhar), Syeikh Ali al-Salus, Syeikh Wahbah al-Zuhaili, dan lain-lain.

Butir nota kesepahaman yang menjadi alat propaganda Syiah adalah butir pertama yang dipotong yang berbunyi:
“Siapasaja yang mengikuti dan menganut salah satu dari empat mazhab Ahlus Sunnah (Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hanbali), dua mazhab Syiah Ja’fari dan Zaydiyah, mazhab Ibadi dan mazhab Zhahiri adalah Muslim. Tidak diperbolehkan mengkafirkan salah seorang dari pengikut/penganut mazhab-mazhab yang disebut di atas. Darah, kehormatan dan harta benda salah seorang dari pengikut/penganut mazhab-mazhab yang disebut di atas tidak boleh dihalalkan.”

Disebut dalam nota kesepahama tersebut, Syiah madzhab Ja’fari dan Zaidiyah tidak boleh dikafirkan dan darahnya tidak boleh dihalalkan. Dari konteks dan substansinya, kita lebih mudah memahami bahwa deklarasi tersebut sebetulnya ada sisi politis. Di mana meningkatnya suhu politik negera-negara Arab, dan terjadinya peperangan serta pertentangan hebat antar madzhab fikih merupakan konteks yang melatari diadakannya deklarasi. Point pembicaraan pada deklarasi Amman tersebut bukan membahas aqidah sehingga tidak membahas penyimpangan aqidah yg dilakukan syiah khususnya syiah Rofidhoh, Syiah Sabaiyah dll

2. Mohon penguatan lagi ustadz, jadi apakah syiah jafariyah dan syiah zaidiyah itu Islam atau bukan? Karena salah seorang tokoh yang sempat heboh di sebut-sebut kemarin ini terkait film ada surga di rumahmu, syiah nya adalah syiah jafariyah (menurut teman yang konfirmasi ke beliau)
Jawab
Kalau zaidiyah masih islam tapi sesat tapi kalau ja'fariyah atau disebut rofidhoh atau itsna asyatiyah maka kafir atau sebagian menyebut dengan sesat. Kalau ahmad habsyi beliau mengatakan bukan syiah tapi keluarganya banyak yang syiah berdasarkan info beberapa orang yang konfirmasi ke beliau. Wallahu'alam

3. Ustadz kalo membaca semua informasi tentang syiah di atas kok bisa ulama-ulama syiah yang pinter-pinter begitu pula cendekiawan muslim seperti jalaludin rahmat tidak mengetahui / tidak menerima fakta itu? Atau apkah ini yang disebut dalam quran bahwa Allah telah membutakan mata hati mereka mentulikan telinga mereka sehingga mereka tidak bisa melihat dan mendengar kebenaran? Saya sering berpikir bahwa kalo syiah benar masa iya ulama mazhab 4 tidak tahu di mana kebenarannya? Begitu pula kalo syiah itu salah kok bisa ulama mereka ga tau di mana salahnya? Bukankah dari satu poin mengkafirkan sahabatpun sudah jelas salahnya? Saya pernah dengar ceramah bahwa dialog syiah sunni ga akan bisa ketemu karena memang sumber rujukannya juga berbeda. Waktu seorang syiah ditanya kenapa syiah menolak Abu Bakar ra padahal waktu Rasulullah SAW sakit Abu Bakarlah yang ditunjuk jadi imam? Maka si syiah menjawab "itu menurut sunni dalam buku-buku Sunni. Kalo dalam buku syiah yang waktu itu ditunjuk jadi imam penggati adalah Ali ra bukan Abu Bakar, gitu katanya. Nah untuk orang awam kan jadi susah ya? Krn ini masalah sejarah kita ga tau mau konfirmasi ke mana. Beda dengan ilmu alam kalo kita ga percaya teori gravitasi misalnya, coba aja loncat dari gedung lt 2. Pengen tau jatuhnya ke mana. Tapi kalo sejarah bahkan sulit pembuktiannya karena pelaku sejarahnya sudah tidak ada. Ga bisa dikonfirmasi lagi. Contohnya sejarah super semar yang gelap sampe sekarang. Ini yang saya rasa sulit untuk kami yang orang awam. Selain itu waktu saya tanya temen saya yang syiah darimana dia yakin dan tau bahwa sejarah versi syiah yang benar? Dia jawab :"dari hadist orang sunni sendiri",  bgitu katanya. Semntara dalam sebuah ceramah saya pernah dengar bahwa orang sunni juga mengatakan kesesatan syiah berdasarkan buku2 syiah sendiri. Saat itu saya tidak bertanya lebih lanjut tentang hadist sunni yang mana yang dimaksud oleh orang syiah temen saya itu karena dia kliatannya ga hafal. Dan orang syiah kalo ditanya begitu akhirnya suka ngajak kita datang ke pengajiannya supaya lebih ngerti katanya. Tapi saya ga mau datang. Takut kebawa. Saya hentikan diskusinya karena dia juga ga bisa menjawab pertanyaan saya ttg tafsir qs 9:100
Jawab
Kalau baca penjelasan tentang syiah diatas maka sudah jelas para ulama telah tegas terhadap syiah. Dalam sejarah islam juga sudah terjadi banyak peperangan antara islam dan syiah. Salah satunya adalah sholahudin al ayyubi yang menumpas syiah. Mereka yang terjebak syiah karena tertutup dari hidayah Allah, tertipu dengan doktrin mereka. Mereka berbohong mengatakan kebenaran syiah dari hadits sunni, padahal mereka memutar balikan dengan membuat hadits sendiri karena mereka tidak percaya dengan hadits dari para sahabat rosul

4. Syiah disinyalir sudah masuk grup parenting juga. Yang terbaru yang saya dapatkan,sebuah grup parenting yang cukup bagus dan luas jaringannya, founder nya di curigai syiah karena pernah menghadiri semacam pertemuan perempuan inspiratif yang bertempat di Iran. Sudah di konfirmasi ke beliau, dan bliau mengatakan dirinya bukan syiah. Namun, sebagian orang menganggap itu taqiyyah. Beberapa mundur dari grup binaan beliau krn takut terwarnai. 
Pertanyaan saya : 
a. apakah karena dia pernah ke Iran, dan di sinyalir ada anggota keluarganya yang syiah (kesimpulan dari blog anaknya), maka dia pasti syiah dan harus di jauhi?
b. Ilmu yang bliau bagi sangat bermanfaat untuk ibu-ibu seperti kami. Apakah bijak tetap bertahan dalam kelompok binaannya jika beliau sudah di curigai syiah?
Jawab
Masalah ini saya juga mendengar, sebaiknya tidak buru-buru mundur, harus mengecek secara mendalam dulu tentang beliau syiah atau tidak. Banyak sekali yang ke iran tapi tidak syiah karena aqidahnya kuat. Imam syafii, imam suyuti dulu juga ada yang menuduh syiah padahal jelas mereka bukan syiah. Jadi sebaiknya hati-hati dan jangan buru-buru menuduh syiah

5. Ust, tanya apakah bila kita ketemu orang syiah apakah harus berdebat? bukannya di islam kita di larang berdebat? kenapa kita tidak merangkul mereka kejalan yg lurus, kenapa kita harus berdebat. dan keliatannya bila mereka kalah kita bangga, tapi kita tidak bisa memerangi mereka..??
Jawab


Bila bertemu orang syiah ataupun orang sesat serta kafir maka tugas kita adalah menasehati bukan berdebat. Menasehati dg bahasa yg baik, tdk kasar, tidak menghina serta doa agar mereka kembali ke jalan islam yg lurus



Pertanyan M05

1. Sependek yang saya tahu syiah ini ada beberapa sekte atau jenis, jika dalam hal ibadah dan syahadat masih sama tetapi sudah dalam tahap tidak mengakui sahabat dan aisyah..apakah juga sudah dianggap sesat? Dan bagaimana hukum muamalah dengan orang seperti itu?
Jawab
Betul bahwa syiah terpecah menjadi puluhan sekte. Aqidah bukan hanya syahadat tapi ada hal lain yaitu rukun iman serta cabang aqidah seperti disebut diatas barang siapa menghina sahabat Rosul maka bisa menjadi kafir. Kalau ada yang menyatakan kafir para sahabat lalu mereka belajar islam dari mana? Karena islam disebarkan oleh para sahabat Rosul termasuk dlm penyebaran al Quran, hadits dan ilmu islam lainnya

Pertanyan M06

1. Syiah yang mau masuk yaman itu cirinya bagaimana? Mengapa syiah juga terbagi dalam beberapa sekte dan paling bahaya yang mana?
Jawab
Syiah di Yaman awalnya adalah syiah zaidiyah, syiah ini awalnya adalah syiah yang lebih dekat kepada Islam karena mereka tidak melaknat para sahabat Rosul, tetapi hanya menyatakan bahwa Ali bin Abi Thalib ra lebih baik dari sahabat lain seperti Abu Bakar ra, Umar bin Khattab ra dll. Dalam perkembangannya sebagian penggerak Zaidiyah yang bernama Houthi melakukan hubungan dengan Iran yang merupakan pusat syiah Rofidhoh, sehingga mereka menjadi Rofidhoh dan ingin menguasai Yaman yang dikuasai Islam. Karena dukung yang kuat dari Iran baik dana mapun senjata maka mereka mampu menyalahkan pemerintah Yaman yang resmi yang dipimpin Mansur Hadi


2. Siapakah yang berdosa telah membawa syiah masuk ke Indonesia (yang menyebarkan syiah pertama kali di indonesia)?
Jawab
Masuknya syiah ke indonesia dari berbagai sumber informasi sulit diprediksi karena mereka melakukan taqiyah sehingga menutupi kesyiahan mereka. Salah seorang ulama Syiah asal Lebanon, Muhammad Jawad Mughniyyah, pernah menyebutkan dalam bukunya yang terbit pada 1973, al-Shi’a fi al-Mizan, bahwa para pemeluk Syiah di Indonesia pada waktu itu berjumlah satu juta orang. Yang juga patut dicatat, sebelum Revolusi Iran meletus pada 1979, sejumlah pemuda Indonesia sudah ada yang berangkat dan belajar di Qum, Iran. Selain Najaf dan Karbala di Irak serta Masyhad di Iran, Qum menjadi salah satu dari empat kota suci milik Syiah yang banyak dikunjungi untuk keperluan ziarah dan belajar. Di Qum, para pemuda yang dimaksud memperdalam ajaran Syiah di hawzahhawzah ilmiyah, semacam lembaga pendidikan tradisional di kalangan Syiah yang dalam bahasa Indonesia dapat dimaknakan sebagai pondok pesantren atau juga madrasah. Mereka belajar di situ atas tanggungan ulama-ulama Syiah setempat yang mendapat biaya untuk itu lewat uang zakat dan khumus.

Di Indonesia sendiri, pada tanggal 21 Juni 1976, berdiri Yayasan Pesantren Islam Bangil atau sering disebut YAPI Bangil. Lembaga ini didirikan oleh Husein al-Habsyi (1921—1994) yang pernah belajar kepada Abdul Qadir Balfaqih, Muhammad Rabah Hassuna, Alwi bin Thahir al-Haddad, dan Muhammad Muntasir al-Kattani di Malaysia. Pesantren YAPI Bangil pun kemudian dikenal sebagai lembaga pendidikan Syiah tertua di Indonesia. Sudah sejak Husein al-Habsyi masih hidup, para santri di pesantren itu diajarkan secara khusus akidah Syiah. Untuk mengimbangi pelajaran fikih berdasarkan mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali, mereka diberikan juga pelajaran tentang fikih Syiah. Bisa dikatakan, santri-santri Pesantren YAPI Bangil yang kemudian banyak berdakwah di berbagai tempat di Indonesia

Gelombang kedua penyebaran Syiah di Indonesia dimulai setelah Revolusi Iran meletus. Pada gelombang kali ini, banyak orang yang menjadi Syiah karena didorong intelektualitas mereka. Konversi menjadi Syiah pun banyak terjadi di tengah kalangan mahasiswa dan dosen. Salah seorang staf Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) waktu itu, Nabhan Husain, pernah mengatakan bahwa dakwah kampus yang sedang marak-maraknya pada 1970-an dan 1980-an mendorong banyak mahasiswa tertarik mempelajari pemikiranpemikiran Syiah. Mereka tertarik karena keberhasilan Revolusi Iran, kepemimpinan revolusioner Khomeini, dan ideologi yang mendorong terjadinya revolusi itu. Selain itu, dan inilah yang jadi poin penting, dibanding dengan ajaran Islam yang tidak dapat dilepas dari wahyu, Syiah menawarkan cara berpikir yang rasional dan kritis. Bagi mahasiswa-mahasiswa tersebut, Syiah adalah sebuah alternatif terhadap isme-isme yang berkembang dewasa itu. Seperti diketahui bersama, dunia di 1970-an dan 1980-an menyaksikan persaingan sengit antara liberalisme dan komunisme, antara Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet. Segera setelah Revolusi Iran diketahui keberhasilannya, tulisan-tulisan tentang Iran, pemikiran-pemikiran intelektual Iran, dan ulama-ulama Syiah Iran membanjiri toko-toko buku di Indonesia. Demikian pula dengan ulasan-ulasan tentang Revolusi Iran, Khomeini, dan filsafat Syiah yang ditulis oleh orang-orang Indonesia.


Pertanyaan  M07

1. Assalamualaikum ustadzah. Mau tanya mohon ustadzah bisa menjelaskan mengenai batu dari karbala berkaitan dengan syiah
Jawab
Wa'alaikumussalam. Turbah adalah tanah liat yang diambil dari daerah karbala masuk wilayah irak. Disitulah tempat Husein bin Ali ra meninggal karena pertempuran dengan pasukan Yazid bin Muawiyah ra. Husein ra tidak setuju dengan penganggakatan Yazid ra sebagai khalifah pengganti Muawiyah ra. Tempat meninggalnya Husein ra dijadikan tempat duka bagi mereka dengan menjadikan tempat sujud dan melakukan acara menyakiti diri sendiri dengan senjata tajam sebagai rasa duka tiap hari karbala yaitu 10 Muharam


Pertanyaan M09

1. Apakah kaum syiah juga merayakan idul fitri dan idul adha? Terkait idul adha apakah hewan  qurban  yang disembelih oleh  mereka  halal untuk kita? Bagaimana menandai ciri has kaum  syiah, kebeetulan saya punya teman yang saya yakini sebagai syiah, tapi cirinya tidak kasat Mata kecuali status FB nya yang benci Thd MUI, mengutuk setqngan Arab Saudi ke yaman  dan promising filem surga di rumahku (mungkin judulnya keliru)? Saya sering debat dengan teman-teman liberal ini,mereka kasihan karena sudah teracuni pemikirannya Mereka menganggap bahwa al Quran tidak 100 persen benar, hadits demikian juga. Sehingga masalah utama mereka adalah untuk diluruskan pemahaman mereka tentang Islam dan kebenaran Al Quran dan hadits
Jawab
Syiah juga merayakan Idul Fitri dan idul Adha tetapi mereka mempunyai hari raya besar sendiri yaitu Idul Ghadir, yaitu hari raya pengangkatan Ali bin Abi Thali ra sbg khalifah.

Ciri secara umum syiah adalah :
  1. Ketika sholah memakai turbah yaitu tanah bulat dari daerah karbala
  2. Ajak diskusi mereka tentang sahabat Rosul, bagaimana tanggapan mereka tentang Abu Bakar ra, Umar ra, Utsman ra, Aisyah rah dll
  3. Sholat mereka hanya 3 waktu yaitu shubuh, siang (zhuhur dan ashar) jadi satu, malam yaitu maghrib dan isya jadi satu.
Untuk hewan sembelihan mereka khususnya untuk syiah rofidhoh maka haram karena mereka kafir tapi kalau syiah zaidiyah maka mereka hanya sesat sehingga sembelihannya tetap halal


2. Tujuan mereka mendirikan syiah apa ya ustadz? Lebih bahaya mana syiah dengan Isis? Bagaimana membedakan syiah houti, syiah zaidiyah?
Jawab
Syiah dibuat oleh Yahudi yang pura-pura masuk Islam yaitu Abdullah bin Saba. Tujuannya adalah untuk memecah belah dan menghancurkan islam dari dalam. Isis sesuatu yang baru dan belum besar kerusakan yang dibuat. Aqidah isis masih islam dia hanya menjalankam islam terlalu keras serta tidak tahu bagaimana kelanjutan isis kedepannya. Syiah zaidiyah mereka tidak membenci dan tidak mengkafirkan sahabat rosul. Kalau houti ini sama dg rofidhoh


Pertanyaan M15

1. Mau tanya ustadz, apakah ciri syiah bisa dilihat dengan pakaian mereka? Saya lihat wanita syiah selalu berpakaian serba hitam. Benarkah demikian?
Jawab
Sulit kalau melihat dari pakaian karena pakaian hitam itu banyak yang memakai. Walau memang wanita syiah bamyak yang memakai hitam. Jadi pengenalan syiah dari cara ibadah dan pemikirannya

2. Ustadz sekarang ini kan banyak sekali yang gampang banget menyatakan dan mengatakan kalo si a syiah hanya karena punya buku-buku terbitan jalaludin rahmat (padahal belinya dulu sekitar 10-15thn yg lalu, sebelum ada istilah syiah di indonesia). Menurut ustad gimana?
Jawab
Betul bahwa harus hati-hati agar tidak mudah menuduh syiah. Jalaludin menulis buku komunikasi, psikologi dan dulu belum tahu tentang syiah. Bagi yang sudah tahu maka sebaiknya dibuang buku itu seperti ane juga punya bukunya dan sudah dibakar

3. Pak ustad jujur aja yach saya takut banget dengan keadaan negara sekarang dari mulai pemerintahan, pki dan ajaran-ajaran yang menyesatkan. Saya berdoa terus untuk negara dan anak-anak keturunan saya dan muslim d indonesia.  Cara mengatasinya gimana ya pak ustadz biar hati lebih tenang
Jawab
Kita boleh waspada tapi jangan takut bu. Harus makin semangat mempelajafi islam, menambah ibadah, bersemangat dalam dakwah karena islam memerlukan para pejuang.

Pertanyaan M17

1. Bagaimana dengan buku-buku produk syiah, seperti penerbit mizan? Karena banyak buku anak-anak yang mereka terbitkan,meski isi dari buku itu tidak membahas tentang syiah? Apakah hukumnya seperti membeli barang produk yahudi(yang diboikot)
Jawab
Mizan memang punyanya syiah, tp tidak semua terbitannya adakah syiah.  Saya sendiri lebih memilih utk menghindari membeli buku terbitan syiah atau juga agama lain dan mencari penerbit muslim kecuali terpaksa tidak ada pilihan lain.

2. Ustadz, ada teman saya yang pernah kasih info. Jika di daerah Jakarta, ada Masjid yang rata-rata penganut Syi'ah, adzannya berbeda. Ada bagian yang mengagungkan Ali, dan jika ada orang lain yang sholat di sana, masjidnya dibersihkan setelahnya. Bagaimana cara kita bisa waspada terhadap hal itu Ustadz? Syukron
Jawab


Ada beberapa masjid syiah, memang adzannya berbeda, sholawatnya juga berbeda dan banyak lagi yang berbeda. Untuk waspada maka menambah ilmu.islam dan menguatkan iman. Kalau bertemu dengan kelompok syiah sebaiknya menghindar kalau belum siap untuk berdebat

Pertanyaan M18

1. Bagaimana seharusnya kita bersikap menghadapi para penganut syi'ah? tanda-tandanya apa karena mereka kan taqiyah? syukron
Jawab
Hubungan sosial maka tetap baik karena kita dengan orang kafirpun juga harus bersikap baik, tetapi hati-hati dengan menguatkan ilmu islam, dan menguatkan iman, karena pandai memutarbalikkan sejarah dan kata-kata.

Ciri secara umum syiah adalah :
- Ketika sholah memakai turbah yaitu tanah bulat dari daerah karbala
- Ajak diskusi mereka tentang sahabat Rosul, bagaimana tanggapan mereka tentang Abu Bakar ra, Umar ra, Utsman ra, Aisyah rah dll
- Sholat mereka hanya 3 waktu yaitu shubuh, siang (zhuhur dan ashar) jadi satu, malam yaitu maghrib dan isya jadi satu.

2. Ustadz, mau tanya kalo syi'ah bukan bagian islam kenapa bisa naik haji? ini yang selalu mereka lontarkan. mohon pencerahannya ya tad
Jawab
- Tidak semua syiah bukan Islam, hanya beberapa yg syiah bukan dari islam seperti syiah rofidhoh/itsna asyariah, sabaiyah dll. Syiah Zaidiyah masih bagian islam.

- Dalam identitas mereka tetap menyebut sebagai islam, bukan syiah dan apalag tidak disebut mereka syiah apa, sehingga menyulitkan dan akan terjadi keributan bila diberlakukan aturan tersebut


3. Negara dan pmerintahan kita sudah diisi para syi'ah, mereka juga sudah sampai pada dunia pendidikan di negara kita. Gimana ya agar negara ini TiDak menuju dominasi syi'ah?
Jawab
Syiah memang ada tapi masih minoritas. Untuk itu kita harus makin semangat berislam dan mendakwahkan islam disemua bidang. Sosial, pendidikan, ekonomi, politik, pertahanan dll. Banyak PR umat islam, semoga makin semangat dan tidak hanya sekedar khawatir/takut. Di luar syiah masih ada ahmadiyah dan aliran sesat lain serta para kafirun

Pertanyan M19

1. Ustadz, jujur ana belum pernah melihat pergerakan mereka seperti apa dan di mana?kalo pks,jamaah tabligh  HTI dn lain-lain keliatan kegiatannya seperti apa? kalo syiah bagaimana?
Jawab
Kalau PKS, Jamaah Tabligh, HTI, Persis, Muhammadiyah, Nu dll mereka itu hanya merupakan organisasi islam saja bu, secara aqidah mereka saya yaitu Islam. Kegiatan mereka terbuka karena mereka organisasi resmi. Untuk syiah karena mereka dinyatakan sesat maka gerakan mereka tertutup, sehingga tidak mudah diketahui kecuali kita sengaja masuk dalam organisasi mereka seperti IJABI, ABI yg merupakan organisasi syiah, tetapi mereka juga menutupi dengan istilah ahlu bait.

2. Saya ustadz, teman saya pikirannya agak liberal, beliau membaca buku, semua kitab di baca nya, dan berpendapat bahwa semua agama sama baiknya dan yang paling penting itu perdamaian, tidak boleh bermusuhan. Begitu pula pendapatnya tentang syiah, dia berpendapat bahwa syiah dan sunni seperti Katolik dan Protestan di Kristen, dan beliau juga berpendapat bahwa munculnya permusuhan syiah dan sunni karena politik bukan penyimpangannya. Bagaimana menghadapi orang semacam ini, karena selalu menyebar paham-paham yang menyimpang, mengucapkan Natal boleh, dan selalu menggunakan dalil AL quran, buat yang awam pemahaman ini tentu berbahaya, tapi saya belum bisa berdiskusi denganya karena pengetahuan belum cukup. Afwan kepanjangan ustadz.
Jawab
Liberal mempunyai misi untuk mengaburkan kebenaran Islam dengan menyatakan semua agama adalah sama, ini adalah agenda musuh-musuh Allah untuk melemahkan Islam. Sebenarnya sederhana saja kalau memang semua agama itu sama kenapa dia tetap di Islam. Kenapa tidak menjadi Kristen saja. Permasalahan syiah diawali dengan aqidah yaitu pernyataan mereka bahwa Ali ra maksum, sahabat kafir dll. Tetapi mereka memasukkan hal itu dalam urusan politik agar umat bingung yaitu dengan masalah pmimpin pengganti setelah Rosulullah.

2. Assalamualaikum ustadz, ana pernah baca artikel tentang puasa di tanggal 10 muharam (hari meninggalnya husein), ini termasuk doktrin syi'ah kah?
Jawab
Puasa asyuro 10 muharam adalah puasa.sunah karena syukur atas selamatnya nabi Musa as dari kejaran Firaun. Kalau acara 10 muharam syiah adalah memperingati meninggalnya Husein ra . Syiah tidak puasa tapi melakukan peringatan dengan memukuli diri sendiri dengan tangan maupun senjata

Kita tutup denga Doa Kafaratul majlis

اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
ُ
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.

-----------------------------------------

Hari / Tanggal : Selasa, 21 April 2015
Narasumber : Ustadz Herman Budianto
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta



Kajian Online WA Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Bunda 

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment