Ketik Materi yang anda cari !!

HIKMAH SURAT YUSUF (LANJUTAN)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, April 8, 2015

Assalamu'alaikum.. Apa kabar semuanya? Semoga yang sehat bersyukur dengan kesehatannya. Yang sakit diberi kesembuhan. Yang rizkinya lagi bagus bersyukur. Yang rizkinya lagi sempit, bersabar. Kita lanjutkan, terakhir sampai mana ya?

Kita lanjutkan ya.. Di mulai dengan pertanyaan, mengapa nabi Yusuf alaihissalam menceritakan mimpinya kepada ayahnya? Apakah seperti itu? Berapa banyak anak yang mau menceritakan masalahnya kepada ayahnya? Lalu berapa banyak ayah hari ini yang mau mendengarkan anaknya dengan penuh kasih sayang, dengan penuh perhatian, dan panggilan lembut hangat 'ya bunayya'?

Inilah dialog luar biasa seorang anak yang cinta dan percaya kepada ayahnya dengan panggilan 'abati'. Dan ayah yang dengan segala beban, tanggung jawab, dan kesibukannya, masih mau mendengarkan anak-anaknya, memberi mereka kehangatan, memanggil mereka dengan panggilan 'duhai anakku sayang'?

Dari cara nabi yusuf memanggil ayahnya dengan berbicara perlahan dan himbauan ayahnya agar tak menceritakan ke saudara-saudaranya, bisa kita ambil pelajaran. Bahwa menceritakan satu persoalan haruslah berhati-hati. Bicarakanlah kepada orang yang bisa dipercaya dan jangan banyak mengumbar masalah kepada orang lain. Tidak semua yang kita ketahui bisa kita ceritakan ke orang lain

Kita lanjutkan ke ayat 8

إِذْ قَالُواْ لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَى أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِي ضَلاَلٍ مُّبِينٍ

“(Yaitu) ketika mereka berkata, “Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.”” (QS Yusuf: 8)


Apa yang terbersit di pikiran kita saat membaca ayat 8 surah yusuf? Sekilas tampak saudara-saudara nabi Yusuf merasa ayahnya pilih kasih. Padahal itu hanyalah sangkaan mereka saja. Jika seorang nabi bisa disangka pilih kasih oleh anaknya apalah kita. Ini jadi pelajaran bagi orang tua untuk bijak memperlakukan anak-anaknya. Lalu perhatikan ayat berikutnya


Apa hikmah yg bisa kita ambil dari ayat 9?


اقْتُلُواْ يُوسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضاً يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُواْ مِن بَعْدِهِ قَوْماً صَالِحِينَ
"Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia kesuatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik".

Inilah jebakan iblis yang sangat berbahaya. Seringkali kita ketika ingin berbuat maksiat. Dibisikkan oleh iblis: "Lakukan saja, sudah itu kamu bertobat dan jadilah orang sholeh"

Inilah angan-angan yang sering masuk ke fikiran kita saat akan melakukan maksiat. Untuk melakukannya terakhir kali sudah itu bertaubat agar jadi orang shalih. Inilah angan-angan yang sungguh menjebak. Padahal sekali terjebak akan sulit kita keluar dari maksiat
Satu kemaksiatan akan disusul kemaksiatan yang lain

DISKUSI

Tanya
>Langkah utama untuk bertaubat  itu bagaimana ustad jika kita sudah terlanjur di dalam kehancuran dan lingkungan yang kotor
Jawab
Taubat harus bersegera. Bahkan beriringan dengan waktu kita melakukan maksiat
Yang pertama, bertaubat sungguh-sungguh
Yang kedua, tinggalkan lingkungan yang memicu ganti dengan lingkungan yang  kita di dalamnya bersama orang-orang shalih. Karena agama seseorang adalah bagaimana agama teman csnya

Perhatikan surah annisa ayat 17

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

"Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Annisa:27)

Semakin cepat kita bertaubat, semakin mudah meninggalkan maksiat. Putuskan interaksi secara total dengan lingkungan yang lama sampai kita cukup kuat dan berdoa selalu agar diberi hidayah dan jalan kemudahan. Seandainya kita tidak bisa segera neninggalkan lingkungan harus punya tekat kuat dan bermujahadah untuk segera meninggalkannya. Terkadang kita harus berhati-hati dengan kilatan kenangan yang muncul di pikiran tentang nikmatnya kemaksiatan

Tanya
>Owhh berarti nabi ya'qub bermimpi perihal keberhasilan nabi yusuf gitu ya tadz? Nabi ya'qub faham betul makna mimpi nabi yusuf?
Jawab
Sebenarnya nabi ya'qub alaihissalam juga memiliki kemampuan mentakwil mimpi. Hanya saja tidak diceritakan kepada anaknya nabi yusuf alaihissalam. Seperti orang yang ikut ujian. Tidak akan sungguh-sungguh dan bersantai jika tau ia sudah pasti akan lulus ujian. Makanya dilarang untuk menceritakan mimpi itu kepada saudara-saudaranya

Tanya
>Tadz, bagaimana kita menyikapi mimpi? Terkadang ada yang sesuai dengan kejadian pasca mimpi. Maksudnya seperti mendapat firasat dari mimpi. Mau gak percaya mimpi tapi sering cocok.
Jawab
Nabi bersabda, Mimpi yg baik adalah bagian dari 46 bagian kenabian. (HR. Muslim)
Mimpi bisa juga bersumber dari syaithon. Makanya bahkan mimpi yang baik saja tidak bisa dijadikan landasan syariat.

Tanya
>Ustadz. Bagaimana mengetahui mimpi bersumber dari syaiton?
Jawab
Jika bertentangan dengan syariat

Tanya
>Ustadz kalo misal habis sholat istikhoroh terus dapat mimpi apa mimpi itu merupakan petunjuk? Kalo ssudah sholat istikharah bisakah mimpi jadi patokan petunjuk dari Allah?
Jawab
Mimpi setelah istikharah tidak bisa dijadikan patokan

Doa Kafaratul Majelis :


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat

-------------------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Rabu, 08 April 2015
Narasumber : Ustadz Dian Alamanda
Tema : Tadabbur
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment