Home » , , » Kekuatan Spiritual Adalah Syarat Utama Untuk Meraih Kemuliaan

Kekuatan Spiritual Adalah Syarat Utama Untuk Meraih Kemuliaan

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, May 4, 2015

Ahmad bin Abi Al Hawari Ad Damsyiqi berkata:"Jika engkau merasakan kesesatan dalam hatimu, maka duduklah dengan orang-orang yang berdzikir dan orang-orang zuhud"

Ikhwah fillah...
Kebersamaan kita adalah wujud kasih sayang dan cinta Allah kepada kita. Sangat mahal dan istimewanya kebersamaan di jalan Allah ini hingga kadang kita harus menebusnya dengan kelelahan dan kadang derai air mata.

Ikhwah fillah...
Umar bin khatab mengingatkan,"tidak ada karunia Allah yang lebih baik bagi seseorang setelah masuk Islam, daripada karunia memiliki saudara yang shalih. Dan jika diantara kalian ada yang merasa senang dengan saudaranya, hendaknya ia memegang saudaranya itu dengan kuat."

Ikhwah fillah....
Mari kita pelihara kebersamaan karena Allah ini hingga sampai pada ujung usia kita.
Jangan pernah bergeser sedikit pun dari komunitas kebaikan.
Semoga keistiqamahan senantiasa ada dalam diri kita.
Dan berharap Surga jadi tempat reuni akbar kita semua.
Aamiin

Ikhwah Fillah ...
Bicara kemuliaan tak lepas dari tabiat diri dalam beramaliyah karena Allah. Sebagai manusia tentunya kita sangat berharap kemuliaan di dunia ini namun yang lebih utama adalah kemuliaan di akhirat. Dan kekuatan ruh yang menjadi kunci untuk kita bisa raih kemuliaan itu. Kita harus memberikan posisi yang utama dan pertama pada kekuatan ruh kita, maknawiyah kita. Jika kondisi ruh kita, maknawiyah kita prima tak sulit jika kita ingin menggerakkan kita untuk lebih beramal secara nyata. Melangkah menuju kebaikan. Berkarya untuk bekal akhir kehidupan.

Mari kita ingat betapa dahsyatnya perang badar. Kisah yang menyejarah di jaman Rasulullah. Seberapa kekuatan pasukan muslim jika dibandingkan dengan kaum Qurays? Namun kekuatan ruh yang luar biasa mampu mengalahkan kaum kafir Qurays kala itu. Kisah spektakuler Badar tak lekang dirtelan masa. Allah memberi kemenangan, Allah karuniai kemuliaa bagi orang-orang beriman. Dahsyat kekuatan maknawiyah telah terbukti, telah teruji, dan zaman pun menjadi saksi. Jika berbicara tentang kekuatan  sesungguhnya bukan pada besarnya jumlah pasukan yang kita miliki namun kekuatan kita ada pada sejauhmana kekuatan maknawiyah kita. Allahu Akbar...

Ibnul Jauzi dalam bukunya, Shifatus Shafwah, dengan sangat baik hati menyebutkan kekata Syumait bin Ajlan yang menjadi bukti bahwa sejatinya kekuatan orang mukmin ada di hatinya, bukan pada anggota badannya.

يَقُوْلُ: إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ جَعَلَ قُوَّةَ الْمُؤْمِنِ فِيْ قَلْبِهِ وَلَمْ يَجْعَلْهَا فِيْ أَعْضَائِهِ، أَلَا تَرَوْنَ أَنَّ الشَّيْخَ يَكُوْنُ ضَعِيْفًا يَصُوْمُ الْهَوَاجِرَ وَيَقُوْمُ اللَّيْلَ وَالشَّابُّ يَعْجِزُ عَنْ ذَلِكَ.

Syumaith berkata, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menjadikan kekuatan orang mukmin ada pada hatinya, tidak pada anggota badannya. Tidakkah kalian melihat orang tua yang lemah, dia mampu berpuasa di siang hari dan shalat di malam hari sedangkan pemuda tidak bisa melakukannya.” (Shifatus Shafwah : III/341).

Ibnu Taimiyyah rahimahullah juga pernah berkata,

ما رأيت شيئا يغذي العقل والروح ويحفظ الجسم ويضمن السعادة أكثر من إدامة النظر في كتاب الله تعالى -----ابن تيمية

“Aku tidak melihat sesuatu yang bisa memberikan nutrisi kepada akal dan ruh, menjaga jasad dan menjamin kebahagiaan melebihi memperbanyak mengkaji Al-Qur’an.” Wallahu a’lam.

Ikhwah Fillah...
Ada beberapa syarat yang harus kita penuhi jika kita ingin meraih kemuliian layaknya kemenangan perang Badar.

1. Harus memiliki kebersihan jiwa dan terhindar dari berbagai penyakit hati.
Kita diharapkan membersihkan hati agar hati kita tak merasa berat untuk mendorong gerak fisik kita untuk berjuang menegakkan agama Nya. Perbanyak ibadah dan isi hari dengan tilawah. Jauhi gunjing dan kepo

2. Keikhlasan yakni a'maalun muta'abadun ilallah yakni amal-amal yang kita gunakan sebagai sarana ibadah kepada Allah.
Kita luruskan niat bahwa dengan amanah yang melekat dalam diri kita tak lain hanya karena besarnya keinginan meninggikan kalimatullah di muka bumi ini. Dan ikhlaslah yang akan menguatkan langkah kita.

3. Tadhiyah atau pengorbanan.
Menjadi kewajaran bahwa dalam setiap perjuangan untuk meraih kemuliaan dibutuhkan pengorbanan. Tak hanya harta, jiwa juga raga kita. Pengorbanan yang dilakukan tak kan sia-sia lantaran Allah kan memberikan balasan berupa kehidupan berkekalan di Jannah Nya. Kita diharapkan menginfakkan sebagian harta yang kita punya, waktu, tenaga, fikiran dan apa saja yang bisa kita berikan untuk perjuangan diin yang mulia ini.

4. Ma'rifatullah yakni mengenal Allah. 
Sejauhmana kita mampu merasakan keberadaan Allah, menghadirkan Allah dalam keseharian kita, dan melibatkan Allah dalam setiap masalah yang melingkupi hidup kita. Keyakinan yang dalam inilah yang mampu mengantarkan kita untuk meraih kemuliaan.

Empat hal itu yang kita jadikan pegangan dalam mengemban amanah dakwah. Berharap kekuatan jiwa yang kita miliki mampu mengajak siapa saja untuk bergabung dengan kita. Namun jangan pernah lupa bahwa Allah yang berhak atas semuanya.

Semoga kita mampu istiqamah menjalankan amanah, meski kadang merasa lelah, kadang tak lepas dari keluh kesah. Tetapi semua dicitakan jihad fi sabilillah agar kelak raih syahadah.
Wallahu musta'an
Jazakumullahu ahsanul jaza'

TANYA JAWAB

Pertanyaan M102

1. Assalamu'alaikum.. dulu saya berteman baik dengan si A.. Tapi tidak tahu mengapa dan apa masalahnya dia mulai bersikap mendiami saya dan menjauh. Ketika saya terus berusaha tuk berbuat baik padanya tapi tidak pernah direspon terkadang hati ini lelah karena tidak tahu salahku apa tapi berbuat baik padanya tidak pernah direspon. Kadang aku berfikir sehina itukah aku? Menyapapun hanya dianggap sebelah mata
Jawab
Sabar dan syukur dalam menerima apapun yang hadir. Itu yang Allah ajarkan. Lakukan terus kebaikan tak mengapa bila tidak dibalas sertakan doa. Tapi jika lelah ya lakukan sebatas yang kita mampu tapi jangan balas memusuhi

2. Bagaimana caranya agar kita memiliki kebersihan jiwa dan terhindar dari penyakit hati?
Jazakillah khairan katsir.
Jawab
Dekatkan diri dengan amalan. Perbanyak pula tilawah al quran. Jauhi rasa ingin tahu tentang org lain apalagi kesalahan org lain. Dan tutup rasa ingin tahu. Jangan berburuk sangka terhadap orang lain. Jangan berlomba urusan duniawi. Jauhi sifat dengki dan membenci serta jangan ikuti hawa nafsu untuk bermusuhan

Pertanyaan M103

1. Afwan,  cerita sedikit...
Kemaren ada BC lewat bbm dan juga wassap "alkisah ada seorang hamba wafat dalam buku catatan amal ibadah nya kosong karena setiap ibadahnya dilaporkan ke socmed"  lah dari situ ada temen odoj yang mau ngundurkan diri karena di anggap laporan tilawah ke grup  termasuk riya, karena alasan amalan kok harus dilihatkan orang lain. Padahal dalam hati kecilnya banyak manfaat dalam berodoj. Pertanyaannya bagaimana cara mengelola hati (meluruskan niat) kita dalam komunitas dakwah ini,  dan bagaimana cara mengajak saudari kita yang sedang futur?  Jazakillah
Jawab
Istiqamah With ODOJ Is My choice..
Oleh:Rochma Yulika

Berhentilah di Sini Kawan....
Dakwah tak pernah lepas dari fitnah
Kebenaran tak pernah jauh dari permusuhan
Tabiat kebaikan tak pernah jauh dari cercaan

Tetaplah berhenti di sini kawan
Jangan dengarkan bisikan-bisikan yang mengajak kita menjauh dari majelis-majelis yang berisikan orang-orang yang beriman.

Teringat beberapa waktu yang lalu ketika hadirnya komunitas ODOJ sangat menjadi sorotan.
Animo masyarakat yang ingin bergabung dalam kebaikan sungguh memencengangkan.
Dan saat itu lahirnya ODOJ menjadi tranding topic yang menghadirkan banyak sekali pujian.
Namun, tak sedikit orang yang tiba-tiba menuliskan di berbagai sosial sosial media bahwa komunitas  ODOJ adalah sesuatu yang bid'ah dan tak ada tuntunannya dalam agama kita.

Kemudian teringat dalam sebuah tulisan seorang ulama besar' beliau adalah Ibnul Jauzi.
Dalam bukunya yang berjudul Shaid Al Khatir: Nasihat Bijak Penyegar Iman".
Beliau menceritakan seperti apa tipu muslihat setan atas orang-orang beriman.

"Setan- dengan kejahatannya mengakar-mengetahui bahwa diriku telah diberi kemampuan menarik orang-orang yang dapat aku tarik. Maka ia pun berusaha memalingkanku dari usahaku dalam mengembalikan orang banyak ke jalan Allah dengan berbagai muslihat yang telah dipolesnya. Setan pun mencoba menipuku dengan menyuruhku meninggalkan majelis taklimku sambil mengatakan,'Majelismu tidak steril dari perbuatan riya'. Maka aku langsung menjawab, 'Menghias dan memoles kata adalah sebuah keutamaan' bukan kehinaan, sedang menyampaikan sesuatu yang tidak diperbolehkan syariat kepada orang banyak adalah sesuatu yang aku jauhi, dan aku berlindung kepada Allah darinya".

Setan mengajak beliau untuk menjauhi majelis kebaikan menuju kezuhudan. Menjauhi keramain, dan mencari keselamatan untuk dirinya sendiri. Namun beliau menyadari apa yang telah disampaikan oleh setan itu hanya sebuah tipu daya yang menganjurkan kita meninggalkan forum-forum kebaikan dengan dalih riya' dan semacamnya.

Dakwah mengajarkan pada kita untuk mengajak sebanyak mungkin orang-orang untuk menjadi lebih baik. Dan hadirnya komunitas ODOJ ini bukan semata kita adalah kumpulan orang-orang yang shalih namun dengan forum ini kita ingin menjadi manusia-manusia yang lebih shalih serta istiqamah di jalan kebaikan.

Banyak sekali yang pelajaran serta hikmah ketika kita bergabung di komunitas ini. Di sini kita belajar mengatur waktu, manajemen diri, bertanggung jawab, disiplin, saling mengerti, mencoba banyak berlapang dada dalam kesabaran. Tak mudah memang berinteraksi dengan banyak orang dengan berbagai karakter. Di sini pula kita belajar untuk bisa saling memberi ruang. Tak hanya belajar untuk memerbaiki hubungan kita dengan langit, namun di sini pula kita bisa belajar memerbaiki hubungan kita dengan bumi. Bukan sekedar hablumminallah begitu juga hablumminnaas.

Berhentilah di sini kawan, kecewa itu biasa yang luar biasa adalah ketika kita mampu menghapus rasa kecewa dengan banyak berlapang dada. Sakit hati pun biasa selama kita masih punya iman sebagai kendali. Dihujat pun biasa karena sepanjang sejarah orang-orang yang ingin menegakkan kebenaran tak lepas dari cacian dan makian. Jika kita tak disibukkan dalam kebaikan, tunggulah sampai kemadlaratan akan menghampiri kita.

Sungguh teramat merugi mereka yang terpedaya oleh bujuk rayu setan hingga meninggalkan indahnya kebersamaan ini. Mari kita belajar dari para generasi salafusshalih. Mereka memiliki kesabaran yang lebih panjang dari usianya. Memiliki keikhlasan dalam beramal. Memiliki ketabahan seluas lautan. Dan memiliki keimanan sekokoh gunung yang tinggi menjulang. Tetaplah di jalan ini, dalam indahnya persaudaraan. Tak mungkin kita menegakkan kebenaran seorang diri. Sekeruh apa pun masalah yang kadang hadir jika yang kita kedepankan adalah keimanan, niscaya Allah akan melapangkan.

Allahu a'lam bisshawwab

Pertanyaan M110

1. Bunda, bagaimana kita menyikapi kalau kita yang dikepoin (padahal kita ga kepo), kita hanya ingin hanya kita dan Allah yang tau segala hal yang kita lakukan, yang kita alami. Terus bagaimana juga agar teman-teman tidak menilai kita itu pribadi yang tertutup? Jazakillah Bun
Jawab
Kepo itu ada dalilnya sebenarnya. Kepo yang baik saja ga boleh apalagi kepo yang buruk. Untuk amaliyah kita tutupi itu iya. Tapi dalam bermuamalah harus mengedapankan adab-adab bermuamalah. Jangan tinggalkan jaga nilai-nilai kesantunan dalam ukhuwah. Ramah, supel, care dsb itulah sejatinya seorang muslim. Bukan muslimah yang cuek diam dan mendiamkan diri dengan keadaan sekitar.

2. Assalmualaikum bunda, dalam pergaulan kita bertemu dengan berbagai macam sifat manusia, salah satu nya adalah orang-orang disekitar kita yang pembicaraan atau becandaan nya kadang kelewatan. Misalnya becandaan yang kotor, dan bahkan kita juga diikut sertakan oleh teman kita yang bersangkutan. Bagaimana cara kita menjaga dan menyikapi hal tersebut bunda ? Agar tidak dibilang sok alim, atau sok jaim juga. Mohon penjelasannya ya bunda..
Jawab

Saya contohkan dari diri. Saya kita berbaur dengan mereka tapi tetap ada batasan. Harus sikapi dengan bijak. Karena kita harus mengerti bahwa tidak semua orang seperti kita. Ubah cara berpikir kita untuk bisa memahami lingkungan seperti itu. Tapi bagaimana juga jika bisa tetap sampekan kebaikan dengan cara yang santun

Pertanyaan M111

1. Ustadzah, Gimana siih caranya biar  tidak punya penyakit hati? Apa penyakit hati itu selalu ada di hati manusia? Gimana sih caranya biar ibadah itu benar-benar ikhlas?
Jawab
Penyakit hati itu ada di hati manusia dan itu ujian untuk kita memperjuangkannya. Bagaimana kita harus membersihkan senantiasa. Seperti halnya cermin yang kita harus membersihkannya agar senantiasa bisa digunakan untuk bercermin. Ibadahlah seolah kita mati esok dan kita diperintahkan untuk bekerja seolah hidup seratus tahun lagi. Ingatlah pada sebuah pemusnah segala kenikmatan yakni kematian yang tak tau kapan menjelang. Lakukan saat ini karena hidup kita bukan yang ada di masa lalu juga bukan di masa yang akan datang tapi saat ini. Berikan persembahan terbaik

Pertanyaan M112

1. Bagaimana kiat yang nyata untuk membentengi diri dari pergunjingan / ghibah dan kepo?
Jawab
Banyak dzikrullah, sibukkan diri dalam kebaikan seperti baca quran, baca buku dll sehingga tak akan ada peluaang keburukan. Mencari teman yang shalih yang bisa saling mengingatkan. Bergabung dengan grup atau komunitas yang mana didalamnya ada tawashaw bisshabri wa tawashaw bil haq. Ingat bahwa setiap apa yang kita lakukan tercatat.

2. Sebenernya ada bahasa yang saya belum bisa cerna ust, kekuatan maknawiyah itu seperti apa ya?
Jawab

Kekuatan maknawiyah itu kekuatan hati. Dan dahsyat sekali kekuatannya karena hati itu poros penggerak dar fisik. Hati yang kuat adalah hati yang senantiasa terjaga dengan amalan dan jauh dari kemaksiatan

Pertanyaan M113

1. Mengenai dakwah, mengapa terkadang dakwah di lingkungan keluarga sendiri lebih berat dibanding dakwah kepada orang lain? Bagaimana cara kita menyikapinya agar dapat tetap bisa istiqamah dalam berdakwah tanpa harus menggurui khususnya berdakwah dalam lingkungan keluarga?
Jawab

Coba renungkan seperti apa kemuliaan yang akan diraih oleh orang yang berada di jalan dakwah. Ingat tentang akhirat yang tak berbatas. Terus bersikap yang santun. Berdakwahlah dengan keteladanan karena itu lebih mudah diterima keluarga kita.

2. Ustadzah bgmna mesiasati semangat saat iman lagi turun selain berkumpul dengan orang sholeh?
Jawab
Ingat mati, jangan jauh dari orang beriman, ditambah amalan.

Pertanyaan M115

1. Bagaimana kita tahu kekuatan ruh kita itu ada, bertahan atau bahkan meningkat. Ciri ciri kita mempunyai ruh yang kuat seperti apa bunda? Dan apabila iman kita kuat apakah berpengaruh pada ruh kita juga?
Jawab
Jika tidak mudah berkeluh kesah dan selalu menjadikan syukur dan sabar menjadi pakaiannya. Karena itulah iman. Jika semangat mengusung dakwah itu ada. Jika semangat dalam beribadah itu ada bahkan menambah dengan ibadah sunnah. Iman yang kuat lantaran kita selalu menambah dan menambah dengan sering mengingat Nya maka memang ada korelasinya.

2. Bunda, bagaimana kekuatan ruh mulia itu terbentuk dalam diri setiap mukmin?
Jawab
Kekuatan ruh mulia terbentuk dalam diri seorang muslim yakni bila sudah beragama tak hanya dengan ilmu saja tapi sudah sampe pada akhlak dan perilaku juga terjaganya hati dari hal-hal yang madharat. Memiliki hati yang senantiasa mengingat Ilahi Rabbi. Memiliki bibir yang senantiasa berhiaskan dzikir. Memiliki tabiat yang senantiasa mau bertaubat. Memiliki pribadi yang senantiasa berproses menjadi lebih baik karena Allah swt. Terus dan terus...

3. Bunda saya mau tanya. Sekarang banyak yang mendebatkan dalam penulisan insyaaAllah / in inshaa Allah. Bagaimana tulisan yang benar bunda?
Jawab
Penulisan dalam bahasa Arab إِنْ شَاءَ اللَّهُ yang WAJIB ditulis terpisah antara huruf nun & syin-nya. Arti harfiahnya sebagai berikut:

إِنْ (in/jika)
شَاءَ (syaa-a/menghendaki)
الله (Allahu/Allah)

"Jika Allah menghendaki."

Sedangkan kata إِنْشَاء (dengan nun & syin menyambung) berarti "membuat". Lalu apakah yang menulis dengan "Insha Allah" atau "Insya Allah" lantas berdosa? Saya yakini tidak karena ia sama sekali TIDAK BERNIAT mengatakan "create Allah". Penulisan tersebut juga sudah sangat umum dalam masyarakat kita & tidak ada seorangpun yang memahami maknanya sebagai "create Allah" kan? ;)

Satu hal yang sangat perlu kita perhatikan di sini: Bahasa pengantar Syaikh tersebut adalah bahasa Inggris. Ini terkait dengan transliterasi bahasa Arab ke bahasa-bahasa lain yang memiliki beberapa perbedaan. Dua huruf "sh" dalam literasi bahasa Indonesia digunakan untuk huruf shad (ص), bukan syin (ش). Sementara dalam transliterasi Arab-Inggris berlaku, huruf "sh" adalah untuk huruf syin (ش), sedangkan huruf shad (ص) menggunakan "s" dengan titik di bawahnya.

Pertanyaan M116

1. Saya mau tanya ustadzah.. iman seseorang itu kadang naik kadang turun walaupun iman kita sedang turun, tapi ketika kita berada di lingkungan orang-orang yang soleh, pasti banyak yang mengingatkan kita. Tapi ketika disaat sendiri, bagaimana caranya supaya kita tetap kuat, tidak mudah goyah imannya, jazakillah sebelumnya ustadzah..
Jawab
Disaat bersama manusia teman-teman yang shalih yang jadi cermin seharusnya dalam kesendirian sadar bahwa Allah senantiasa melihat dan mengawasi kita. Terkadang manusia kebalik kalo sama manusia sungkan malu pekewuh tapi malah sama yang menciptakan kita ga malu bahkan lalai terkadang. Maka kita bisa belajar dari sekarang dan semua berproses. Upgrade terus untuk senantiasa menghadirkan Allah dalam segala hal di kehidupan kita

🏡OASE DAKWAH
Senin, 27 April 2015

Mendesign Kematian
Oleh: Rochma Yulika

Ingatlah pada sebuah kampung di mana kita berasal.
Ingatlah pada sebuah kampung di mana kita akan tinggal.
Ingatlah pada sebuah kampung di mana kita akan hidup kekal.
Langkah-langkah kaki dalam mengisi hari.
Langkah-langkah kaki menapaki jalan Ilahi.
Adalah langkah menuju kehidupan hakiki.
Janganlah merasa bahwa di dunia ini adalah tempat tinggal kita.
Janganlah merasa bahwa di dunia ini kita akan hidup selamanya.
Bila kita mampu menyadari.
Bila kita mampu memahami.
Bahwa yang hidup akan mati
Bahwa yang hebat menjadi tak berarti.
Dan semua akan kembali.
Sudahkah kita mendesign akhir hidup kita?
Sudahkah kita mengukir sejarah dengan banyak berkarya?
Sudahkah kita berjuang tuk tegakkan kalimat Nya?
Dan sudahkah kita berkorban dengan segala yang kita punya?
Seperti apa kematian kita?
Rancang dari semula.
Hingga sesal tak lagi ada.
Hingga mulia jadi karunia.
Hingga syahid menjadi nyata.
Setiap detik yang kita lalui mari jadikan jembatan menuju surga.
Setiap waktu yang kita lewati jadikan sejarah yang tak lekang ditelan masa.
Berkiprah dan berkontribusi di jalan Allah ini adalah bagian dari rekayasa menjemput kematian.
Apakah kita mati di jalan kebaikan atau kita mati dalam kesia-siaan.
Semoga jalan dakwah ini yang jadi pilihan.
Hingga Allah datangkan sebuah ketetapan.

Wallahu musta'an
Divisi Tarqiyah Imaniyah PSDM ODOJ
DTI/30/27/04/2015

2. Aku mu tanya ustadzah, afwan terkait agar terhindar dari penyakit hati, bagaimana agar hati ini terus tepaut pada illahi rabbi, dimana hati perempuan yang emosional kadang sulit menjaga hati ini dan kadang manusia tak luput disebakan pikiran dunia atau keinginan hati dan nafsu akan dunia sedangkan kita pun sadar akan akhirat tapi masih saja sulit menundukan hati. Ustadzah apakah hijrah adalah cara baik ketika kita melihat lingkungan kita tidak mengarahkan pada hal baik, seperti banyaknya ghibah, iri walaupun ada ta'lim tapi jadi ajang ria, tapi bagaimana jika kita ingin hijrah tapi orang tua tidak mengijinkan?
Jawab
Manajemen diri, manajemen hati, itu perlu dan sangat diperlukan. Dan untuk mampu menenej diri butuh belajar, buth alat kontrol yakni keberadaan kita dengan manusia lain. Cari lingkungan yang mendukung sehingga optimalisasi dalam pembentukan akhlak diri

Jika sudah ijin pamit shalihah

Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

--------------------------------------------

Hari / Tanggal : Senin, 27 April & 04 Mei 2015
Narasumber : Ustadzah Rochma Yulika
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online WA Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Nanda 

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!