Ketik Materi yang anda cari !!

MACAM - MACAM NIKAH

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, April 8, 2015

Assalamualaikum..
Thayib, saya belum sempet siapkan materi dari hadits Bulughul Maram. Tapi saya akan bahas tentang macam-macam pernikahan dan bentuk-bentuknya.

Pernikahan ideal, tentu saja yang terpenuhi syarat dan rukunnya; Ada ijab qabul, mempelai laki dan wanita, wali dan 2 saksi. Suami diwajibkan memberikan mahar, baik diserahkan saat pernikahan, atau sekedar komitmen (hutang). Pernikahan tidak boleh disyaratkan batas waktunya, sehari, sebulan, setahun, dll. Nikahnya semestinya dilakukan secara resmi dan formal, tercatat dalam catatan resmi dan diumumkan dengan resepsi atau walimah.

Ada beberapa bentuk pernikahan yang dikenal di antaranya adalah: 

1. Nikah sirri

Artinya adalah 'nikah sembunyi' versinya macam-macam, ada yang boleh ada yang tidak. Jika yang dimaksud nikah sirri adalah nikah tanpa 'dirame-ramein', tapi syarat rukunnya terpenuhi, maka nikahnya sah tapi kurang sunah walimah. Jika yang dimaksud nikah sirri adalah nikah yang tidak tercatat tapi syarat rukunnya terpenuhi juga sah, hanya rawan penyimpangan dan hilngnya hak.

2. Nikah mut'ah

Ini pernikahan yang sudah disepakati batas waktunya, sehari, sepekan, sebulan, setahu, atau bahkan sejam, mirip prostitusi. Ulama ahlussunnah wal jamaah sepakat mengharamkan nikah spt ini. Memang dia pernah dibolehkan pada zaman Nabi saw, lalu mansukh, dihapus.

3. Nikah misyar

Pernikahan ini terpenuhi syarat rukunnya, tapi istri tidak menuntut haknya yang menjadi kewajiban suami. Misalnya calon suami brsedia menikahinya dengan kesepakatan tidak mmberi nafkah atau tidak menggaulinya lalu wanitanya setuju, itu misyar. Para ulama umumnya melarang nikah misyar, karena menzalimi wanita tapi ada pula yang membolehkan jika ada kasus-kasus yang sangat khusus.

4. Nikah dengan niat talaq

Pernikahannya seperti biasa tapi dalam hati seseorang ada rencana kalau sewaktu-waktu dia akan talak istrinya, tapi tidak ada kesepakatan. Sebagian ulama menyatakan sah nikah seperti ini, kalau syarat rukunnya terpenuhi sebagian lagi menyatakan tidak sah.

5. Nikah gantung

Cuma akad doang tapi belum hidup serumah, sekedar sah saja ini pernikahan yang sah. Di negeri-negeri Arab banyak yang budayanya seperti ini, nikah akad saja beberapa bulan kemudian atau bahkan setahun kemudian, baru hidup serumah. Nikah seperti ini kewajiban nafkah sang istri masih ditanggung orang tuanya, suami belum diwajibkan. Kecuali jika sudah digauli.

6. Nikah diwakilkan

Apakah walinya atau mempelainya jni juga boleh. Misalnya wali perempuan tak dapat hadir lalu dia mewakilkan ke seseorang. Atau mempelai laki-lakinya tak dapat hadir lalu dia wakilkan seseorang, maka penikahan seperti ini boleh. Karena nikah adalah akad yang boleh diwakilkan. Rasulullah saw saat menikahi Ummu Habibah yang sedang hijrah di Habasyah, pernikahannya diwakilkan oleh raja Najasyi.

7. Pernikahan antar kerabat

Pernikahan ini ada yang tidak sah ada yang sebaiknya dihindari walau sah dan ada yang dianjurkan. Pernikahan kerabat yang tidak sah adalah pernikahan dengan mahram dan saudara sesusuan; mis. Saudara kandung, sebapak, seibu, bibi, keponakan. Yang dianggap sah tapi dianjurkan dihindari adalah menikah dengan kerabat yang bukan mahram, tapi terlalu dekat kekerabatannya. Seperti menikah dengan sepupu, anak paman. Karena dikhawatirkan jika pernikahannya berantakan akan menyebabkan rusaknya hubungan kekerabatan. Yang dianjurkan adalah menikah dengan kerabat yang tak terlalu dekat karena menyambung silaturrahim dengan kerabat jauh.

8. Pernikahan beda agama

Jika mempelai lakinya muslim, mempelai wanitanya yahudi atau kristen = Sah. Tapi sangat rawan, sebaiknya cari muslimah. Kebolehan ini puna dengan catatan orang Yahudi atau Kristennya dikenal wanita baik-baik, bukan pezina, misionaris, atau orang yang memerangi kaum muslim. Tapi kalau wanita non majeslimnya bukan ahli kitab, bukan Yahudi atau Kristen, maka mutlak pernikahannya tidak sah. Adapun muslimah menikah dengan laki-laki kafir, baik ahli kitab atau bukan, mutlak pernikhannya tidak sah. 

Pernikahan yang tak sah juga pernikahan dengan wanita yang belum habis masa iddahnya. Iddah wanita yang dicerai, jika masih haidh adalah hingga 3x haidh. Iddah wanita yang dicerai jika sudah tidak haidh lagi adalah 3 bulan. Iddah wanita yang ditinggal mati adalah 4 bulan 10 hari. Iddah wanita hamil yang dicerai atau ditinggal mati adalah hingga melahirkan. Yang meragukan adalah pernikahan dengan wanita yang status cerainya belum jelas. Baik karena suami tidak jelas-jelas mentalaknya atau tidak ada keputusan pengadilan.
Wallahu a'lam.

TANYA JAWAB

1. Pak kalo udah terlanjur nikah sama beda agama gimana? Kan tidak sah berarti kalo bersentuhan dosanya. Contoh kasus point 3 seperti apa pak?
Jawab
Kalau pernikhannya terbukti tidak sah maka dengan sendirinya nikahnya batal. Namun untuk tentukan masalah ini, sebaiknya lewat pengadilan atau fatwa ulama.

2. Saya punya teman yang menikah dengan orang afganistan, waktu ijab qabulnya mempelai pria di afganistan wanitanya di indo menikah lewat telepon, apa sah tadz?  6 bulan kemudian baru resepsi di indo tapi ndak di ijinin selfi. Sama suaminya apa orang timur tengah ndak suka selfi
Jawab
Akad pernikahan lewat telepon diperdebatkan para ulama, antara yang menyatakan sah dan tidak minimal dia syubhat sebab masalah akad diharuskan dalam satu majelis, nah nikah via telepon bermasalah dalam bab ini..

3. Afwan, disini ada keluarga arab yang menikahkan sesama sepupu apakah sah pernikahannya? Dan bagaimana hukumnya ponakan dan ponakan menikah? Contoh : saya punya bibi suami punya paman mereka nikah terus saya lanjutkan saya dan suami menikah.
Jawab
Menikah dengan sepupu boleh, sebab sepupu bukan mahram hanya  memang seperti dikatakan hubungan kerabatnya terlalu dekat rawan

4. Ustad kalo kasusnya bapaknya main nikahkan saja dengan muridnya pulang-pulang bapaknya bilang ini suami kamu, apa sah itu? Kan ndak ditanya lagi perempuannya
Jawab
Masalah bapak main nikahin anak pendapat yang terkuat, wali tidak boleh memaksa anak wanitanya tanpa seizinnya kecuali kalau anak perempuan itu belum baligh. Tapi kalau anak perempuannya setuju, tidak mengapa.

5. Belum baligh juga boleh dinikahkan? Kan kasian ust
Jawab
Boleh. Aisyah nikah belum baligh

6. Tapi tidak boleh langsung digauli ya ust? Kalo anaknya minta dinakahi tapi bapaknya ndak nikahi dosa kan ya tadz?
Jawab
Pernikahan dimasa idah, tidak sah. Ulangi lagi akadnya setelah idahnya habis. Kalau anak minta dinikahi, bapaknya tidak mau menikahi tanpa alasan yang dibenarkan syariat bapaknya berdosa jika mendesak, sang anak bisa tuntut ke pengadilan

Afwan saya pamit yak
Wassalam

Doa Kafaratul Majelis :


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat

-------------------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Kamis, 09 April 2015
Narasumber : Ustadz Abdullah Haidir Lc
Tema : Hadist - Munakahat
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment