Ketik Materi yang anda cari !!

MANAJEMEN EMOSI

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, April 14, 2015

Assalamaualaikum.. 
Emosi marah kalau menurut teoritikus psikologi jaman dulu sampai sekarang, masuk ke dalam area emosi dasar, termasuk emosi senang, sedih, kaget dan jijik. Emosi adalah perasaan yang muncul dalam merespon suatu situasi tertentu, yang mana perasaan ini juga diiringi dengan aktivitas fisik dan mental lain seperti pikiran

Dibilang emosi dasar, karena nanti banyak sekali turunan emosi di bawah emosi dasar ini, yang semuanya pengaruh dari budaya/lingkungan juga. Inti dari emosi dasar marah adalah:
  • situasi yang ada dirasakan tidak sesuai harapan
  • dirasakan tidak adil, karena merasa harusnya subjek bisa/pantas mendapat harapannya tersebut
Misalnya emosi turunan dari "marah" adalah kecewa, murka, jengkel, kesal, sebal, bete, geram. Ada lagi gak? Coba dicari yaa emosi lain yang merupakan turunan emosi ini.. hehe. Pe er sambil lanjut kajian.

Nah, apa bedanya emosi-emosi turunan tadi? Pasti ada bedanya, karena tiap nama emosi muncul atas penghayatan yang berbeda juga. Misalnya, intensitas emosi ",murka" jauh lebih tinggi daripada emosi "bete" sehingga kita bisa merasakan urgensi masalah yang mengakibatkan munculnya emosi "murka" pasti jauh lebih penting. Misalnya pulpen kesayangan si fulan hilang karena terjatuh di kereta, lalu si fulan "murka" marah-marah, teriak, memaki akibat pulpen yang hilang itu. Apa urgensinya? Gak ada.. karena sebetulnya dia punya uang untuk membeli yang baru. Dan toko pun banyak di sekitar situ. Nah ini ga cucok biasanya sih hal-hal seperti ini emosi yang muncul  adalah bete, atau kesal, atau sebal. Apa bisa orang yang kehilangan pulpen merasa murka? Ya bisa aja, tapi itu gak normal. Bisa jadi kondisinya si fulan sedang banyak masalah. Bisa jadi juga ada kesalahan memberi nama ke emosi yang dirasakan nya harusnya sebal, eh bilang murka.

Tahap 1 pengendalian emosi itu adalah sadar diri/awareness.  

Kita sadar situasinya apa, dan kondisi diri/yang dirasakan seperti apa. Misalnya sadar bahwa.. "wah ini pulpen saya hilang, wah ini di kereta, jangan-jangan tadi jatuh ya, pas kapan ya.. oh mungkin pas saya mau tarok di tas.. oh mungkin kesenggol ibu-ibu tadi,.. dimana bisa beli lagi ya? Berapa uang saya sekarang.." 

Sadar situasi, jadi emosinya bisa muncul belakangan. Lalu sadar perasaan ... wah, itu pulpen kesayangan saya.. pulpen terakhir yang dikasih ibu waktu mau ujian sekolah dulu, hadiah penyemangat. Aduh saya perlu sekali pulpen itu buat ujian nanti, aduh iu pulpen mau dipinjam kakak."

Ada macem-macem emosi penting buat kita mengenali dan memberi label emosi dengan tepat, supaya nggak salah dalam menampilkan perilaku. Ternyata ada emosi sedih, ada emosi khawatir, mungkin ada emosi rasa bersalah. Jadi dalam menghadapi  suatu situasi, emosi kita memang bisa campur aduk gak cuma 1 emosi saja. Sedih karena hilang pulpen kesayangan, merasa bersalah karena ingat itu mau dipinjam kakak. Lalu sudah sadar situasi diri dan lingkungan begitu, sudah tau perasaannya lalu apa?

2. Cari cara penyelesaian masalahnya..

Jadi perilaku yang jadi lanjutan dari munculnya emosi tadi, secara naluriah muncul untuk menyelesaikan masalah. Bisa masalah situasi. Bisa juga masalah emosi. Jadi dalam hal ini perilaku si fulan tujuannya ada 2, yaitu:
  • Gimana cara dapetin pulpen lain/baru.
  • Gimana cara mengatasi emosi yang muncul alias, mensejahterakan emosi diri sendiri.
Sampai sini dulu ada pertanyaan ga?

DISKUSI TELEGRAM

1. Bund, bagaimana kalau rasa bete atau emosi yang nda jelas tanpa ada sebab atau kejadian?
Jawab
Bete atau bosan? Bisa bosan bisa bete. Kalau bete, berarti ada masalah yang menggantung belum selesai. Jadi rasanya gantung, gak jelas, galau kepikiran ya lama-lama ada badannya juga karena bergelut sama masalah gak kunjung selesai. Kalau sekedar bosan artinya perlu aktivitas.. biar segar. Itu aja kali ya.

2. Belum lama ini saya marah karena saya sudah bermacet ria mau janjian sama teman-teman, saya sudah putar balik karena mau memenuhi janji eh ga taunya udah pada bubar tanpa ketemu rasanya kesel dan mau nangis
Jawab
Mba mae.. seperti masalah pulpen hilang, kalau pikiran kita stop di "pulpen hilang, hadiah ibu, mungkin gara-gara kesenggol... " bisa jadi marah. Tapi karena paham bahwa kereta sedang penuh, jam pulang kantor, bisa beli lagi pulpennya di toko lain.. dst. Maka emosinya jadi memudar. Sekalian mikirin jalan keluarnya tadi.

Mungkin mba mae waktu pas marah cuma memikirkan "udah macet gak jadi ketemuan lagi" Begitukah? Kalau dalam kondisi mba mae.. penyelesaian masalahnya ada 2:
>Gimana cara menuntaskan rasa ingin ketemu? Apa bisa cerita via watsap? Atau ngobrol dengan 1-2 orang yg bener-bener pengen diajak ketemu? Apa bisa ketemu lagi lain waktu? Atau ngobrol tentang *hal yang diomongin* ke orang lain.

>Gimana caranya supaya emosi negatif tadi bisa baik lagi? Kebayang emosinya: kesel, sedih, capek. Yaa minum yang dingin-dingin, makan biar capeknya Ilang, mampir masjid/mall. Cari mushola, wudhu biar seger,  solat, duduk. Keselnya hilang. Bisa ngobrol dengan yang bisa di hp atau baca buku..

DISKUSI KAJIAN LINK BUNDA 2


Pertanyaan M10

1. Bila ada yang sikap atau bicara seseorang menyakiti hati saya, dada terasa sesak, serasa ingin meledak kemarahan tetapi kalau saya keluarkan air mata saya ikut keluar, bercucuran, kenapa begitu? Bagaimana mengelola marah seperti ini?
Jawab
Wah kenapa ya.. penyebabnya bisa macam-macam, bisa karena khawatir akan respon orang itu saat ini marah, bisa karen memang tipe pribadinya begitu atau ada yang dipendam hingga campur aduk. Mengelolanya kenali diri dulu. Kenapa begitu? Apa pemicunya, saat seperti apa saja biasanya perilaku emosi seperti itu muncul? Bagaimana situasi setelahnya? Setelah tau susun rencana, cara menahan emosinya. 


2. Afwan ustdzah saya terkadang gampang panik  dan sekaligus down pada situasi tetentu tapi juga gampang juga hilang begitu saja. Rasa emosi dan panik waktu itu termasuk emosi yang bagaimana ya ustadzah?
Jawab
Panik dan down? Bisa jadi menandakan kegugupan dalam menghadapi masalah. Merasa gak mampu menghadapi, memiliki banyak kekhawatiran kah?


Pertanyaan M11

1. Tentang emosi marah Bun. Kebetulan saya ibu bekerja sambil bisnis, anak 2. Kegiatan sehari-hari rempong banget, dari pagi hingga malam tiada henti. Sudah 2 bulan ini tanpa ART. Akhir-akhir ini kalau pulang kerja saya jadi sering marah-marah. Sebabnya mungkin sepele ya karena saya harus langsung terjun ke dapur dan urus rumah. Saya sadar kalau ini ga baik. Sudah tarik napas, istighfar,  berusaha diam dan menahan diri tapi rasanya gimana gitu? Suka nyesel kalau habis marah2. Kalau pekerjaan sudah selesai ya sudah hilang tuh marahnya. Minta tips dong mengendalikan emosi marah ini?
Jawab
Apakah ada yang tahu hadits yang berbunyi "sebaik-baik orang adalah yang berperilaku paling baik terhadap istrinya" dan beberapa hadits lain yang isinya memuliakan istri atau hadits yang intinya kalau istri senang maka keluarga tenteram. Saya mengaitkan hadits tersebut dengan pentingnya kesejahteraan emosi istri/ibu. Sebab kalau emosi istri/ibu terganggu, maka terganggu seluruh isi rumah. Maka.. kita sebagai istri/ibu harus pintar-pintar mawas diri.. emotional awareness iistilahnya. Misalnya, pulang kerja coba ukur-ukur sendiri, dari skala 1-10, berapa skor rasa capek ibu? Rasa stres? Rasa marah. Dan redakan itu sebelum sampai ke rumah. Misalnya berhenti dulu beli cemilan atau minum yang dingin atau telponan suami supaya senang atau cari cara untuk meringankan pekerjaan misalnya beli makanan saja (tidak perlu masak). Ingat yang paling dibutuhkan anak-anak adalah ibu dengan kesejahteraan emosi yang baik, bukan rumah yang rapi atau makanan yang enak-enak.


Pertanyaan M12

1. Afwan ustadzah, bagaimana cara mengontrol emosi yang diakibatkan karena kita  sudah menumpuk sebal terhadap fulanah? jadi rasanya seperti gak ada habisnya setiap ada orang lain membicarakan si fulanah, muncul lagi keselnya & betenya?
Jawab
Ganti topik pembicaraan atau pergi saja dari forum yang membicarakan fulanah


Pertanyaan M13

1. Assalamu'alaikum bunda,mohon pencerahannya bunda. Dalam rumah tangga saya yakin banyak yang tidak sefaham dengan suami, dengan mertua bahkan dengan orang tua kita sendiri. Seringnya saya hanya diam ketika dinasehati atau ditegur, walaupun dalam hati berontak ingin menjelaskan kondisi sebenarnya, tapi saya tetap pilih diem karna takut malah sampai kemana-mana tapi saat saya rasa sudah keterlaluan saya baru jawab berusaha jelasin bagaimana sebenarnya keadaan, walaupun sudah berusaha gak pakai emosi tapi akhirnya pasti nyesel, kenapa saya tadi ngejawab kesannya kayak ngebantah. Benarkah yang sudah saya lakukan itu bunda? atau bagaimana sebaiknya yang saya lakukan?
Jawab
Dengan orangtua banyak tidak sepaham boleh coba cari apa akar masalahnya, mungkin ada masalah yang lebih besar? Upaya penyelesaian masalah itu penting, jadi jangan juga karena gak enak sama orang tua maka masalah nggak selesai. Menyelesaikan masalah caranya bisa 2 sisi, diskusi supaya ada saling pengertian dan perubahan dari 2 belah pihak, atau tanpa diskusi tapi kita yang berusaha memahami dan merubah diri sendiri. Kalau emosinya sudah menumpuk sekali, ke salinan diri (ukur skala emosi), tenangkan diri dan bicara baik-baik. INGAT saat bicarakan masalah, bicara tentang fakta masalah jangan tercampur dengan bicara emosi yaa..

Pertanyaan M15

1. Saya pernah lihat orang marah tadinya pendiam jadi banyak bicara bahkan ada yang sampai pingsan, itu kenapa ya ?
Jawab
Bisa jadi merasakan. Banjir emosi kalau terbiasa memendam emosi saat marah diam, apa-apa ditekan berusaha sabar tapi terpendam. Nah ini namanya menabung emosi negatif. Kalau udah terlalu banyak bisa meledak pingsan pun bisa juga, karena nggak sanggup menghadapi emosi yang begitu besar. Seperti kita saat mau ke dokter, terbayang-bayang mau disuntik, terbayang-bayang mau dioperasi, terbayang-bayang mau melahirkan, seram, takut, sakit akhirnya bisa juga pingsan. Begitu juga menghadapi emosi yang terlalu kuat

2. Untuk meredam emosi melihat polah anak-anak ngadepinnya biar santai gitu gimana bun?
Jawab
Paling enak nih jawabannya. Hehe.. terutama buat anak usia dini ya, ibu-ibu gak usah marah. Kita harus belajar tentang anak-anak kita, terutama usia perkembangan dan perilaku khas pada tiap tahap perkembangan. Anak usia dini memang naluri nya sedang aktivitas motorik kasar dan halus bekerja. Jadi lari, lempar, lompat, teriak, guling-gulingan, robek-robek, main tali, iket-iket, susun-susun itu memang kegiatan anak. Jadi kalau anak lari lalu menyenggol vas, ya jangan marah, ungsikan saja dulu vas nya. Karena kalau kita melarang anak lari-lari, bisa berpotensi menghambat perkembangan anak. Kalau kita menyingkirkan.vas. hal ada potensi kerusakan.. hehe. Tapi jangan dimanja juga anak-anak. Kalau lari dan menyenggol vas lalu bunganya tumpah, anak anak ikut menyapu. Ikut pegang pengki, ikut memungut bunga. Jadi.kita kaderisasi anak.buat.bisa.membantu.

3. Apabila sering menahan emosi turunan "marah" bisa mengganggu kejiwaan bahkan fisik bun?
Jawab
Emosi apapun kalau diredam dan ditahan terus, bisa mengganggu kejiwaan dan fisik. Itu makanya saya tulis salah satu tujuan perilaku adalah untuk mengatasi emosi, mensejahterakan diri. Kalau sedih,tidak perlu gengsi. menangislah.. hanya kita perlu pahami situasi kapan dan dimana, serta seperti apa kita perlu menangis. Tentu sebisa mungkin tidak di depan umum, tidak meraung-raung berlebihan, tidak disertai kata-kata kasar atau mengutuk, kira-kira begitu. Kalau marah, silahkan marah tidak perlu ditahan. Tapi pelajari, bagaimana cara marah yang konstruktif? Marah yang menyelesaikan masalah dan bukan marah yang membuat masalah baru

4. Emosi yang muncul karena sesuatu hal itu lebih baik di pendam atau dikeluarkan? Terus bagaimana kiat kita mengungkapkan emosi berupa kejengkelan pada seseorang agar tidak begitu meledak ledak dan tidak berlebihan atau kiat lain agar kita terhindar dari emosi, terimakasih?
Jawab
Lebih baik dikelola keluarkan pada saat yang tepat. Kiatnya pertama kuasai teknik pengendalian rasa marah:
a. Berpikir positif alias huznudzon ..
b. Alihkan perhatian:nonton, to kawan, wudhu , shalat, duduk, tidur, tilawah,baca berita.. ngobrol.. makan, minum.. dst.
c. Menurunkan intensitas emosi : salat, dzikir, tarik-buang nafas, yoga..
d. Katarsis / mengganti subjek amarah.. usahakan dgn benda mati, misal marah-marah teriak/pukul ke bantal, dst

5. Melawan/membantah suami kan tidk boleh. Nah gimana ya solusinya kalau kita lagi bete/berselisih paham sama suami meluapkan emosinya itu bagaimana? apa nangis di depannya harus berusaha di tahan apalagi marah?
Jawab
Saya rasa berselisih paham itu biasa, usahakan suasana yang dibangun adalah diskusi ya, bukan berdebat. Jangan pakai emosi saat diskusi. Tapi kalau marah dan  sedih, ya keluarkan saja. Tapi tidak perlu berlebihan. Ingat jawaban di atas, setelah paham emosinya apa, sebab-sebabnya kenapa, situasinya seperti apa perilaku yang kita tampilkan punya 2 tujuan: menyelesaikan masalah dan mensejahterakan emosi. Jadi jangan meluapkan emosi bikin masalah baru. Misal nangis meraung-raung memunggungi suami sambil ngomel ngedumel ini itu. Nangis boleh, tapi tetap jaga perilaku dan ucapan.

Pertanyaan M16

1. Bagaimana melatih anak meredam emosi marah/memaksa jika keinginanya tidak terpenuhi, apalagi ketika di tempat umum? Adakah treatmen instan yang efektif seketika walaupun sifatnya untuk sementara?
Jawab
Kalau anak ini masih usia dini, itu namanya tantrum. Menghadapi tantrum, kunci nya cuma 2:
>Konsisten, abaikan perilaku  anak.
>santun tapi tegas.

Jadi misal anak marah dan meraung-raung karena pengen dibelikan permen. Kalau ibu sudah bilang tidak boleh, jangan sekali-kali berubah jadi boleh (akhirnya dibelikan karena malu liat anak teriak-teriak). Tetap bilang tidak boleh, abaikan perilaku anak yang nangis meraung-raung dst. Tinggalkan saja atau tunggu sampai selesai dia marah-marah sampai anak capek. Penting nih, ibu gak usah banyak bicara/ngomel-ngomel.. hehe.. Afwan, karena hanya akan memicu emosi anak dan gak didengerin. Obral kemarahan malah akan menurunkan bargaining position/power kita terhadap anak. Tetap tidak boleh, tunggu /tinggalkan, atau bisa peluk sambil bilang.. "ibunya kamu kesal dan pengen sekali permen. Tapi tidak boleh, karena kamu sudah makan banyak permen dan nanti bisa sakit batuk --jelaskan alasan yang betul, jangan.bohong). Kira-kira begitu..

2. Bu, apakah pada setiap individu pasti terdapat emosi dominan yang dapat membentuk karakter khasnya?
Jawab
Iya.. namanya temperamen. Itu turunan.

3. Saya mau tanya bun, akhir-akhir ini saya suka marah atau kesel sekali karena anak saya suka di pukul di tendang dan di cubit bahkan di colok matanya sama teman ngajinya atu TPA. Saya jadi muncak emosi ingin rasanya membalaskan. Anak saya yang memang anaknya pendiam dan ga berani ngelawan. Harus dengan cara apa ya bun? saya meredam emosi saya saat ini, saya juga sangat marah sama orangtuanya itu anak kenapa ga bisa nasehatin anaknya padahal udah berulang kali kejadiannya. Perlu ga bun saya marah marah ke orang tuanya.syukron.
Jawab
Dalam menghadapi masalah, kita hari jelas melihat mana masalah utamanya seperti situasi ini, Masalah utama dari kondisi ibu adalah Bullying yang dilakukan oleh teman ngaji, ke anak ibu. Masalahnya bukan cara meredakan emosi yang ibu rasakan. Emosi ini hanya efek samping. Cara penyelesaian masalahnya: ajari anak ibu cara untuk membela diri, untuk berani bilang tidak, untuk pergi dari situasi tersebut, untuk melapor ke pihak berwenang sepeti guru dst. Atau, ibu yang melaporkan. Usahakan jangan ibu yang menegur anak itu atau ibu yang langsung berhubungan dengan orangtuanya lapor. Kalau masalah ini tidak diselesaikan yang akan bermasalah secara emosional ibu dan anak ibu nantinya.

Pertanyaan M18

1. Apa benar dengan sering kita marah marah berdampak negatif buat kesehatan kata umi? Kalo sebel sama seseorang, apa harus kita keluarkan atau kita sampaikan? Tapi takut orang itu tersinggung.
Jawab
Bedakan marah dengan marah-marah. Marah itu emosi, yang muncul sebagai respon. Alami kita terhadap suatu situasi tertentu. Tujuan emosi marah adalah untuk menegaskan adanya hak yang hilang, menuntut ketidakadilan . Jadi, punya emosi marah yaa baik. Perkaranya tinggal cara menindaklanjuti kemunculan emosi ini. Sedangkan marah-marah adalah perilaku. Perilaku marah-marah = ngomel, memaki, bentak, tendang-tendang, sebel, kesel, mukanya jutek , dst. Memang pengaruhnya jelek ke kesehatan kalau sering marah-marah. Bayangkan jantung deg-degan terus, otot-otot muka tegang terus, energi keluar terus, hati gak tenang. Bisa kolesterol tinggi, jantungan, darah tinggi, penuaan dini. Sebel sama seseorang disampaikan atau gak? Dipertimbangkan dulu, apakah efeknya akan lebih baik kalau disampaikan? Apakah akan menyelesaikan masalah? Atau hanya untuk.menyalurkan emosi dan menuruti nafsu/ego?
Kalau positif boleh sampaikan, tapi sudah lebih dulu dengan mengelola emosi. Mengelola diri. Mampu menguasai diri dan rasa marah, jadi saat bicara masih sopan.

2. Bagaimana mensiasati ekspresi wajah maupun mood kalo lagi emosi? artinya menyembunyikan amarah namun tak terlihat kalo kita punya masalah?
Jawab
Gimana ya.. pada dasarnya gini emosi itu pasti pengaruh ke mimik wajah, tapi juga sebaliknya. Artinya, kalau muka lagi nyengiiirrrr pasti susah deh marah. Atau selfie sama temen-temen muka unyu-unyu.. hehe. Nyengir, istighfar, atur nafas, alihkan perhatian.. makan es krim hehe. Mungkin bisa.. coba cari trik yg berhasil.. tiap orang beda..

3. Bagaimana cara mereda seseorang yang sedang marah padahal kita sudah minta maaf?
Jawab
Setelah kita minta maaf.. sepemahaman saya, sudah usai kewajiban kita. Selanjutnya adalah menjaga silaturahmi dan hubungan baik. Jika sudah begitu dan orangnya masih belum bisa memaafkan, itu permasalahan dia bukan permasalahan and, didoakan saja.

Pertanyaan M19

1. Kalo kita marah benarkah 1 milyar Saraf di kepala kita putus ?
Jawab
Benar bahwa sambungan saraf putus tapi wallahualam jumlahnya. Hehe.. yang pasti banyak.

2. Kadang kalo sampai perasaan sedih banget, airmata ga bisa ketahan. Uda diseka masih keluar terus dan terus. Gimana cara ngatasinya kalo seperti ini apalagi nagisnya didepan umum.
Jawab
Gapapa... nangis aja, asal usahakan jangan sampai terlalu menarik perhatian/sampai sesenggukan tersedu-sedu. Saya juga sering begitu, apalagi kalo terharu bisa dimana-mana

3. Ketentuan di perusahaan saya bila karyawan tersebut on target dalam penjualan diberikan hak nya yaitu dapat bonusan, namun saya mendapatkan seorang atasan tidak adil, entahlah apakah faktor apa. Sedangkan perusahaan tersebut sudah ada ketentuan dari pusatnya jelas. Jadi atasan ini serakah gitu, hak karyawan tidak di berikan. Sehingga efek bagi saya males kerja dan kesal pada akhlaknya apa lagi berpapasan tiap hari. Jadi banyak sekali ketidak adilan tersebut yang sudah di tampakan dan herannya jika ke staf lain padahal tidak disiplin masuk kerja, diam saja tidak di panggil ato marah. Saya kadang kalo sendiri suka inget prilaku atasan suka langsung nangiss sendiri, apa salah saya sama dia gitu ya sedangkan saya mau keluar tidak boleh sama direktur yang punya perusahaan tersebut tapi saya ga berani lapor kejelekan atasan tersebut pada beliau. Pertanyaannya doa apa agar saya itu tdk inget terus omongan dia dan prilaku dia?
Jawab
Afwan kalau dia, saya kurang menguasai. Usul saya bicarakan dengan pihak HRD, biasanya fungsinya penengah.

Doa kafaratul majlis..

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

-----------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin - Selasa, 13-14 April 2015
Narasumber : Ustadzah Dianda Azani
Tema : Psikologi
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram & WA Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment