Ketik Materi yang anda cari !!

MANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA ISLAMI

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, March 23, 2015

Assalamu'alaikum ikhwati fillah... 

Udah siap kah kita mulai kajiannya? Saya curi-curi waktu ni lagi ngawas ujian.

Ba'da tahmid washalawat fii Rasuulullah. Kaifahaalukuna Ikhwati fillah shalihat? 
Semoga senantiasa semangat belajar... belajar... belajar...
minal mahdi ilal ahdi-dari buaian hingga liang lahat. Karena belajar adalah proses madal hayah - sepanjang hidup.

Perkenalkan saya Ustadzah Pipit Indrawati, staf pengajar Ekonomi di Kementrian Agama RI. Hari ini diberi amanah untuk menyampaikan kajian tentang Manajemen Keuangan Keluarga Islami (serial) yang merupakan turunan dari Syakhsiyatul Islamiyah. Apa itu?! 

Nanda-nanda tentu mengalami perubahan-perubahan sepanjang kehidupan, juga melihat berbagai pergeseran nilai yang terjadi di masyarakat. Sebagiannya mungkin ada yang bercorak positif. Tapi tidak sedikit juga yang memberikan jejak negatif bagi kehidupan umat manusia dan terutama umat islam seperti kita.


SYAKHSIYAH ISLAMIYAH


Adalah kajian tentang Kepribadian Utama Seorang Muslim yang saat ini menjadi sangat urgen, mengingat kian meningkatnya AGHT-Ancaman Gangguan Hambatan Tantangan yang mengelilingi umat. Dan yang menjadi perhatian kita adalah ternyata AGHT tersebut (jadi inget jaman penataran P4 dulu) bukan hanya dari pihak eksternal di luar umat islam, tapi lebih banyak datang dari internal umat islam sendiri...



Saya jadi ingat salah seorang ustadz pernah bercerita salah satu episode pertemuan Rasulullah dengan Ruhul Quds Jibril as:


Suatu kali saat bersama para Shahabat, Rasulullah meminta malaikat Jibril untuk mengaminkan 3 hal :

1.  Bahwa agama Islam tidak akan pernah musnah dari muka bumi hingga yaumil akhir

2. Bahwa umat islam akan jadi umat terbaik yang tidak akan terkalahkan oleh umat manapun hingga yaumil akhir

3.   Bahwa umat Islam tidak akan terkalahkan oleh apapun termasuk oleh dirinya sendiri.



Namun doa yang terakhir ini tidak diaminkan oleh Malaikat Jibril karena mungkin memang umat islam akan mengalami ujian terutama dari sisi internalnya sendiri.
Wallahu alam bishowab


Syakhshiyah Islamiyah (kepribadian Islam) merupakan istilah baru yang tidak ada di

alam Al-Qur’an/As-Sunnah. Hal itu karena tema tersebut merupakan tema baru yang belum ada pada masa Rasulullah SAW, shahabat bahkan pada berabad- abad terwujudnya masyarakat Islam secara nyata. Namun ketika berbagai produk budaya Barat makin merajalela di berbagai negeri kaum Muslimin saat ini baik produk-produk MATERIAL (al-maadiyah) maupun TATA NILAI (al-afkaar) maka tema tersebut menjadi sangat penting dipelajari.

Konsep Barat menyatakan bahwa tinggi rendah kpribadian seseorang ditentukan oleh nilai-nilai seperti:

·  Nilai-nilai fisik (bentuk tubuh, postur, cara berjalan, bentuk hidung, mata, letak tahi lalat, dsb.),

· Nilai-nilai non-fisik (bentuk pakaian, warna kesukaan, makanan-minuman, saat kelahiran, adat istiadat, dsb)

·    Nilai-nilai genetik (orang tua pintar, seniman, dsb.)
·    Nilai-nilai ekternal lainnya (pendidikan, kondisi sosial-politik, dsb)

Namun Syakhsiyah Islamiyah tidaklah memandang manusia seperti itu. Dalam bahasa yang praktis, kepribadian (Syakhshiyah) terbentuk dari pola sikap (Aqliyah) dan pola tingkah laku (Nafsiyyah), yang kedua komponen tersebut terpancar dari ideologi (Aqidah) yang khas.



Dari sinilah maka ketika membahas tentang kepribadian Islam (Syakhshiyyah Islamiyyah) berarti berbicara tentang sejauh mana seseorang memiliki pola sikap yang Islami (Aqliyyah Islamiyyah) dan sejauh mana ia memiliki pola tingkah laku yang Islami (Nafsiyyah Islamiyyah).

Dalam diri manusia ada 3 potensi dasar yang harus dirawat secara seimbang agar Syakhsiyah Islamiyah bersenyawa dalam dirinya. Ketiga potensi itu adalah jasadiyah (jasmani), fikriyah (akal) dan maknawiyah (ruhani).


Berikut ini adalah aspek-aspek dasar yang diharapkan bisa tumbuh dalam setiap pribadi muslim yang terangkum dalam apa yang disebut Syakhsiyah Islamiyah:



1). Saliimul Aqidah - Aqidah yang Selamat

2). Shahihul Ibadah - Ibadah yang Benar
3). Matiinul Khuluq - Akhlah yang Terpelihara
4). Qawiyyul Jism - Raga yang Sehat Kuat
5). Mutsaqaful Fikr - Pemikiran yang berwawasan
6). Qadirun 'alal Kasbi - Mandiri untuk memuliakan hidupnya sendiri
7). Munazhamun fii Syu'unihi - Memiliki tata kelola/pengaturan yang baik
8). Haritsun 'alal waqtih - Menghargai manajemen waktu
9). Mujahadun lii nafsihi - Memiliki kesungguhan jiwa
10). Nafi'un lii ghairihi - Bermanfaat bagi semesta alam 

Setiap aspek dalam Syakhsiyah Islamiyah ini berisi kajian-kajian yang menarik dan up to date karena memang merupakan masalah Islam kontemporer. Dijamin Nanda-nanda akan sangat senang berenang-samudra di samudra Ilmu Islam. Termasuk kajian Manajemen Keuangan Keluarga yang akan kita bahas beberapa pertemuan ini. Termasuk aspek yang mana ya itu Nanda?!

Keluasan khazanah ilmu seluruhnya adalah milik Allaah SWT mari kita sama-sama berbagi :  Tema kita hari ini 



MANAJEMEN KEUANGAN KELUARGA ISLAMI

Imam Tirmidzi meriwayatkn Hadits Rasulullah SAW bahwa kelak di yaumil akhir kita akan ditanya 4 hal:



1. Umur mu-bagaimana kau habiskan?
2. Jasad mu-untuk apa kau gunakan?
3. Ilmu mu-untuk apa kau manfaatkan?
4. Harta mu-bagaimana kau mperolehnya? untuk apa kau manfaatkannya?



Coba perhatikan pertanyaan tentang HARTA ternyata butuh 2 jawaban. Itulah mengapa Rasulullah mengingatkan tentang 3 fitnah dunia HARTA-TAHTA-WANITA. 
Umumnya fitnah TAHTA dan WANITA menimpa kaum pria. Dan fitnah HARTA mengincar kita kaum wanita.Na'udzubillah...

Tuntunan Islam mengajarkan beberapa aturan dalam mendapatkan HARTA. Meskipun sebagian Nanda-nada ada yang bekerja ataupun menerima harta dari suaminya kelak, tentu kita perlu tahu juga dan saling mengingatkan dengan suami tercinta agar kelak happy ending saat prtanggungjawaban di sisi Allaah SWT

Manajemen Keuangan Keluarga Islami adalah pengaturan keuangan keluarga (Pemasukan&Pengeluaran) sesuai kaidah syariah. Mari kita mulai dari


PEMASUKAN


Bekerja adalah cara paling utama untuk memperoleh harta yang halal & barokah. Meskipun mndapat hadiah/menerima pemberian tidak dilarang namun kaidah fiqih kita memuliakan orang yang BEKERJA. Sebagai bagian dari aktivitas muamalah, hukum BEKERJA pada dasarnya mubah. Artinya semua aktivitas yang tidak ada larangannya berarti boleh dilakukan. Agama Islam senantiasa memudahkan,maka yang dilarang tidak sebanyak yang diperbolehkan. Para fuqaha iqtishadi (Pakar-pakar Ekonomi Islam) merangkum dari hadits-hadist Rasulullah menerangkan bahwa yang terlarang antara lain:

1. Riba' - tambahan atas harta/uang yang tidak sepadan dengan kerja (QS Al Baqarah  278-280)

2. Risywah - Suap. Tambahan harta yang digunakan untuk mengambil peluang yang bukan miliknya

3.  Tatfif - Curang dalam bertransaksi dll (nanti ada pembahasan khususnya)

PEMBAGIAN yang ideal :



Sesuai hadits Rasulullah 'Isilah lambungmu 1/3 makanan, 1/3 minuman, 1/3 udara' maka pembagian harta keluarga 1/3 kebutuhan keluarga 1/3 tabungan 1/3 investasi. Eiiit tapi ada informasi lengkapnya ...

Ø  1/3 kebutuhan mencakup sandang-pangan-papan, biaya sekolah anak dan transportasi rutin keluarga.

Ø  1/3 tabungan mencakup biaya kesehatan,tabungan pendidikan anak,tabungan perumahan,tabungan haji dll

Ø  1/3 investasi saya lebih suka masukkan investasi akhirat duluan yaitu dana rutin untuk orangtua, ZISWAF dan investasi dunia di sektor riil (bisnis jasa/dagang) dan moneter (saham/reksadana/LM) dll.
wallahu alam bishowab

Baiklah, ini saja yang bisa saya sampaikan sementara ini. Jika ada yang mau didiskusikan saya persilahkan..


DISKUSI DAN TANYA JAWAB


1. Mohon penjelasan mengenai MLM ustadzah?
Jawab
Hehehe, ini mah materi improvisasi sayangku. MLM cuma washilah, sarana muamalah iqtishadiyah. Hukum dasarnya mubah. Hayo... harus lebih menukik pertanyaannya. Bisa saja MLM jadi sarana investasi tapi biasanya sektor riil. Klo sektor finansial agak seram juga ya krn kita harus tahu persis diinvestasikan kemana dana kita.



2. Bagaimana cara kita meredam gejolak nafsu akan suskes pada harta?
Jawab
Niat diawal harus benar semata-mata mencari ridhaNya jadi in sya Allah sukses akhirat dunia mengikuti. Innamal a'malu binniyat. Yah, namanya manusia itu tempatnya khilaf dan lalai. Dalam tiap aktivitas ekonomi jangan lupa selalu berdzikir, ingat pada Allah. Supaya mata hati nya terasah dan sensitif untuk bikin dosa.


Mari kita sudahi dengan hamdalah, istighfar dan doa kafaratul majlis. 

Selipkan sebait rabithah juga untuk saudari-saudari kita yang belum bisa hadir berkontribusi di kajian hari ini. Semoga ikhtiar kita barokah berbuah ridha Allah.
Alhaq mirabbik falaa takuunanna minal mumtarin...
Wassalamu'alaikum wr.wb
Kita tutup dg Doa Kafaratul majlis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

ُ

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.  

----------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 23 Maret 2015
Narasumber : Ustadzah Pipit Indrawati
Tema : Syakhsiyah Islamiyah
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Akhwat Hamba اَللّٰه Ta'ala

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Terbaru