Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , , , » MEMINTA DI DOAKAN KEPADA ORANG LAIN

MEMINTA DI DOAKAN KEPADA ORANG LAIN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, April 17, 2015

Assalamualaikum  Warohmatulihhi  wabarokatuh
بسم الله الرحمن الرحيم
Karena bertepatan dengan hari ini, maka bolehkah saya minta dido'akan oleh teman teman agar saya tetap istiqomah dijalan yang diridhoi اللّهُ Ta'ala? Apakah meminta dido'akan akan mengurangi tawakal kita kepada اللّهُ ?

Permintaan seseorang kepada saudaranya agar mendoakan dirinya, bahwa di dalamnya sebenarnya terdapat bentuk meminta-minta pada manusia. Kalau kita melihat pada sejarah yaitu ketika Rasulullah ﷺ  dibaiat oleh para sahabatnya, beliau ﷺ  mengatakan kepada mereka, “Janganlah kalian meminta pada orang lain sedikit pun juga (syai’an).” 

Syai’an (sedikit pun) di sini adalah kata dalam bentuk nakiroh . Dalam kalimat tadi, kata nakiroh tersebut terletak dalam konteks nafi (peniadaan). Sehingga yang dimaksud sedikit pun di situ adalah umum (mencakup segala sesuatu). Inilah kaedah ushuliyah (dalam ilmu ushul). Dalam mempraktekkan maksud Nabi ﷺ  ini, di antara sahabat sampai-sampai ada tongkatnya terjatuh sedangkan dia berada di atas kendaraanya. Dia langsung turun dan mengambil tongkatnya tersebut, dia tidak mengatakan pada saudaranya yang lain, “Tolong ambilkan tongkatku.” (Mereka tidak mau meminta tolong) karena mereka telah berbaiat pada Nabi ﷺ  agar tidak meminta pada orang lain sedikit pun juga.

Seandainya jika di dalam hal ini cuma sekedar meminta maka tidak mengapa. Akan tetapi dalam kondisi meminta-minta seperti terkadang dalam hati seseorang terdapat sikap memandang rendah diri sendiri dan berburuk sangka pada dirinya sehingga dia meminta pada orang lain. Lalu dia mengatakan, “Ya akhi (saudaraku) …!” Seharusnya kita berbaik sangka kepada اللّهُ  ‘azza wa jalla. Jika memang engkau bukan orang yang maqbul doanya (terkabul doanya), maka tentu juga doa saudaramu tidak bermanfaat bagimu. Oleh karena itu, wajib bagimu berbaik sangka pada اللّهُ.  Janganlah engkau menjadikan antara dirimu dan اللّهُ  perantara agar orang lain berdoa pada اللّهُ  untukmu. Lebih baik jika engkau ingin berdoa, langsung mintalah pada اللّهُ.

Ingatlah... اللّهُ  Ta’ala berfirman, 

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً 

“Berdoalah kepada Rabbmu dengan merendahkan diri, dengan suara yang lembut.” (QS. Al A’rof [7] : 55)

Doamu sendiri kepada اللّهُ  adalah suatu ibadah. Bagaimana engkau membuat dirimu luput dari ibadah yang mulia ini? Demikian pula, sebagian orang jika meminta kepada saudaranya yang terlihat sholeh untuk mendoakan dirinya, maka orang ini terkadang menyandarkan diri pada do’a orang sholeh tadi. Bahkan sampai-sampai dia tidak pernah mendoakan dirinya sendiri (karena keseringannya meminta pada orang lain).

Kemudian muncul pula masalah ketiga. Boleh jadi orang yang dimintakan do’a tadi menjadi terperdaya dengan dirinya sendiri. Orang sholeh ini bisa menganggap bahwa dirinya-lah yang pantas untuk dimintakan doa. (Inilah bahaya yang ditimbulkan dari meminta doa pada orang lain) Namun, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memiliki pendapat yang cukup bagus. Beliau rahimahullah mengatakan :
"Apabila engkau meminta pada saudaramu untuk mendoakan dirimu yaitu engkau ingin saudaramu juga mendapatkan kebaikan dengan berbuat baik padamu atau engkau ingin agar dia juga mendapatkan manfaat karena telah mendoakanmu dalam keadaan dirimu tidak mengetahuinya -doa seperti ini akan diaminkan oleh malaikat dan malaikat pun berkata : engkau pun akan mendapatkan yang semisalnya-, maka seperti ini tidak mengapa (diperbolehkan) . Namun, apabila yang engkau inginkan adalah semata-mata kemanfaatan pada dirimu saja, maka inilah yang tercela."

Adapun mengenai kisah Umar (bin Al Khathab) –radhiyallahu ‘anhu- yang meminta pada Uwais (Al Qorni) untuk mendoakan dirinya, maka ini adalah perintah Nabi ﷺ  Dan ini adalah khusus untuk Uwais saja (bukan yang lainnya). Oleh karena itu, tidak pernah diketahui bahwa sahabat lain meminta pada Umar untuk mendoakan dirinya atau meminta pada Abu Bakar, “Wahai Abu Bakar, berdoalah pada Allah untuk kami.” Padahal Abu Bakar lebih utama daripada Umar dan lebih utama daripada Uwais, bahkan lebih utama dari sahabat lainnya. Jadi permintaan Umar pada Uwais ini hanyalah khusus untuk Uwais. Nabi ﷺ  telah memotivasi para sahabat, siapa saja yang bertemu Uwais, maka katakanlah padanya, “Wahai Uwais, berdoalah pada اللّهُ  untukku.” Kisah Uwais ini hanyalah khusus untuk Uwais saja, tidak boleh digeneralkan pada yang lainnya.

Kesimpulan →  Jawaban yang dicari sejak dulu yaitu bagaimana meminta pada orang lain untuk mendoakan kita. Penjelasan Syaikh Ibnu Utsaimin ini sudah sangat gamblang. Jadi yang tercela adalah jika kita meminta saudara kita mendoakan kita namun kita ingin agar doa tersebut hanya bermanfaat pada diri kita. Namun, jika maksud kita dengan permintaan tersebut adalah agar saudara kita juga mendapatkan manfaat sebagaimana yang kita peroleh, maka ini tidak mengapa. Perhatikanlah salah satu keutamaan orang yang mendoakan saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya. Nabi ﷺ  bersabda,

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Do’a seorang muslim kepada saudaranya ketika saudaranya tidak mengetahuinya adalah do’a yang mustajab (terkabulkan). Di sisinya ada malaikat (yang memiliki tugas mengaminkan do’anya kepada saudaranya). Ketika dia berdo’a kebaikan kepada saudaranya, malaikat tersebut berkata : Amin, engkau akan mendapatkan yang sama dengannya.” (HR. Muslim no. 2733).

Jika manfaat seperti dalam hadits ini yang diinginkan pada saudara kita (yaitu saudara kita akan mendapatkan timbal balik dari doanya pada kita), maka seperti ini tidaklah mengapa. Jika saudara kita mendoakan kita, maka dia juga akan mendapatkan yang semisalnya. Kita meminta padanya agar mendoakan kita tetap istiqomah dalam agama ini, maka dia juga akan diberi taufik oleh اللّهُ  untuk istiqomah. Jika memang kemanfaatan seperti ini yang kita ingin agar saudara kita juga mendapatkannya, maka bentuk permintaan doa seperti ini tidaklah mengapa. Jadi, bedakanlah dua kondisi ini. Oleh karena itu, sebaiknya jika kita ingin meminta doa pada saudara kita maka kita juga menginginkan dia mendapatkan kemanfaatan sebagaimana yang nanti kita peroleh. Kita minta padanya agar mendoakan kita lulus ujian. Maka seharusnya kita juga berharap dia mendapatkan manfaat ini yaitu lulus ujian. Kita minta padanya agar mendoakan tetap isiqomah ngaji. Maka seharusnya kita juga berharap dia mendapatkan manfaat ini yaitu tetap istiqomah ngaji. Jadi, sebaiknya yang kita katakan padanya adalah : Wahai akhi, doakan ya agar aku dan kamu bisa lulus ujian. Atau : Wahai akhi, doakan ya agar aku dan kamu bisa tetap istiqomah ngaji. Itulah yang lebih baik. Atau juga bisa kita niatkan bahwa semoga do’a dia pada kita juga bermanfaat bagi dirinya.

Do'akan saya, agar saya dan Member disini semua selalu istiqomah dijalannya اللّهُ  
والله أعلم بالصواب

TANYA JAWAB

1. Minta didoakan ndak boleh ya? saya sering minta didoakan sama mamah saya dan kakak-kakak. Terus teman saya pernah minta di doakan hamil kalo dia hamil saya dtraktir bakso 3 hari berturut-turut, alhamdulillah hamil dan janjinya pada saya di penuhi sekarang anaknya dah mau usia 5 bln. Apa seperti itu dosa juga?
Jawab
Kalau hanya sepihak saja keuntungannya maka terjadi perdebatan pendapat antar Ulama
Jadi mendingan sekalian saja mendoakan diri sendiri "seandainya nanti menikah dimudahkan juga memperoleh keturunan"

2. Tapi kalo minta doa orang tua dan keluarga sah-sah aja kan, misal doakan bisnis nu skin saya berhasil dalam hati kalo sukses saya akan bahagaiakn kalian semua. Boleh kan?
Jawab
Boleeehh... Doakan anakmu ya Abi Ummi, in sha اللّهُ keberkahan yang didapat anakmu akan berimbas kepada Mu ya Abi dan Ummi

3. Terus pak ustadz kalo minta doa kepada anak yatim,masih bolehh ya?
Jawab
Boleh asal jangan satu arah dan tidak memposisikan anak yatim lebih rendah dibandingkan kita

4. Umumnya kalo ada yang mau umroh/haji pada nyatet minta didoain, agar pas di tempat mustajab dia mendoakan kita. Ada yang titip foto untuk disimpan disana agar bisa kesana juga, itu bagaimana pak?
Jawab
Titip doa, selama doanya juga mendapatkan keberkahan bagi yang Umroh dipersilahkan. Titip foto...? Nah ini diaa niiihh. Apakah dia berfikiran اللّهُ lupa akan muka si fulan?

5. Ada yang cium tangan sambil minta didoain ustad, bagaimana? Kan ustad doanya lebih diijabah mungkin?
Jawab
Naaah... Ini masuk ke permasalah ketiga (materi diatas), bahwa akhirnya akan menyombongkan si Ustadz tersebut. Lalu bagaimana dengan meminta doa kepada ulama, fakir miskin dan anak yatim? Adakah dalil yang sahih? Kesiapa saja boleh. Tidak terbatas kepada ketiga golongan yang disebutkan diatas. Selama memang itu bersimbiosis mutualisme.

Cukup yaa
Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat

-------------------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Jum'at, 17 April 2015
Narasumber : Ustadz Dodi Kristono
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Akhwat Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment