Ketik Materi yang anda cari !!

PENYAKIT FUTUR DAN OBATNYA

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, March 27, 2015

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Kita mulai yukk


بسم الله الرحمن الرحيم

Jangan Futur, Jangan Bosan dan Jangan ada Rasa Malas bagi yang terus Menuntut Ilmu

Seorang penuntut ilmu tidak boleh futur dalam usahanya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu. Futur yaitu rasa malas, enggan, dan lamban dimana sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh, dan penuh semangat. Futur adalah satu penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da’i, dan penuntut ilmu. Sehingga seseorang menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan aktivitas kebaikan.

Orang yang terkena penyakit futur ini berada pada tiga golongan, yaitu:

1.  Golongan yang berhenti sama sekali dari aktivitasnya dengan sebab futur, dan golongan ini banyak sekali.

2.  Golongan yang terus dalam kemalasan dan patah semangat, namun tidak sampai berhenti sama sekali dari aktivitasnya, dan golongan ini lebih banyak lagi.

3.  Golongan yang kembali pada keadaan semula, dan golongan ini sangat sedikit.

Futur memiliki banyak dan bermacam-macam sebab. Apabila seorang muslim selamat dari sebagiannya, maka sedikit sekali kemungkinan selamat dari yang lainnya. Sebab-sebab ini sebagiannya ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus.

Di antara sebab-sebab itu adalah.

1.     Hilangnya keikhlasan.
2.     Lemahnya ilmu syar’i.
3.     Ketergantungan hati kepada dunia dan melupakan akhirat.
4.     Fitnah (cobaan) berupa isteri dan anak.
5.     Hidup di tengah masyarakat yang rusak.
6.     Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dan cita-cita duniawi.
7.     Melakukan dosa dan maksiat serta memakan yang haram.
8.     Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah).
9.     Lemahnya iman.
10.  Menyendiri (tidak mau berjama’ah).
11.  Lemahnya pendidikan.

Futur adalah penyakit yang sangat ganas, namun tidaklah اللّهُ   menurunkan penyakit melainkan Dia pun menurunkan obatnya. Akan mengetahuinya orang-orang yang mau mengetahuinya, dan tidak akan mengetahuinya orang-orang yang enggan mengetahuinya. Di antara obat penyakit futur adalah.

1.     Memperbaharui keimanan. Yaitu dengan mentauhidkan اللّهُ   dan memohon kepada-Nya agar ditambah keimanan, serta memperbanyak ibadah, menjaga shalat wajib yang lima waktu dengan berjama’ah, mengerjakan shalat-shalat sunnah rawatib, melakukan shalat Tahajjud dan Witir. Begitu juga dengan bersedekah, silaturahmi, birrul walidain, dan selainnya dari amal-amal ketaatan.

2.     Merasa selalu diawasi اللّهُ  Ta’ala dan banyak berdzikir kepada-Nya.

3.     Ikhlas dan takwa.

4.     Mensucikan hati (dari kotoran syirik, bid’ah dan maksiat).

5.     Menuntut ilmu, tekun menghadiri pelajaran, majelis taklim, muhadharah ilmiyyah, dan daurah-daurah syar’iyyah.

6.     Mengatur waktu dan mengintrospeksi diri.

7.     Mencari teman yang baik (shalih).

8. Memperbanyak mengingat kematian dan takut terhadap suul khatimah (akhir kehidupan yang jelek).

9.     Sabar dan belajar untuk sabar.

10.  Berdo’a dan memohon pertologan اللّهُ.

Sebab, bosan adalah penyakit yang mematikan, membunuh cita-cita seseorang sebesar sifat bosan yang ada pada dirinya. Setiap kali orang itu menyerah terhadap kebosanan, maka ilmunya akan semakin berkurang. Terkadang sebagian kita berkata dengan tingkah lakunya, bahkan dengan lisannya, “Saya telah pergi ke banyak majelis ilmu, namun saya tidak bisa mengambil manfaat kecuali sedikit.”

Ingatlah, kehadiran Kita dalam majelis ilmu cukup membuat Kita mendapatkan pahala. Bagaimana jika Kita mengumpulkan antara pahala dan manfaat? Oleh karena itu, janganlah putus asa. Ketahuilah, ada beberapa orang yang jika saya ceritakan kisah mereka, maka Kita akan terheran-heran. Di antaranya, pengarang kitab Dzail Thabaqaat al-Hanabilah. Ketika menulis biografi, ia menyebutkan banyak cerita unik beberapa orang ketika mereka menuntut ilmu.

Abdurrahman bin an-Nafis -salah seorang ulama madzhab Hanbali- dulunya adalah seorang penyanyi. Ia mempunyai suara yang bagus, lalu ia bertaubat dari kemunkaran ini. Ia pun menuntut ilmu dan ia menghafal kitab al-Haraqi, salah satu kitab madzhab Hanbali yang terkenal. Lihatlah bagaimana keadaannya semula. Ketika ia jujur dalam taubatnya. Beliau menjadi Ulama.

Demikian pula dengan ‘Abdullah bin Abil Hasan al-Jubba’i. Dahulunya ia seorang Nashrani. Kelurganya juga Nashrani bahkan ayahnya pendeta orang-orang Nashrani sangat mengagungkan mereka. Akhirnya ia masuk Islam, menghafal Al-Qur-an dan menuntut ilmu. Sebagian orang yang sempat melihatnya berkata, “Ia mempunyai pengaruh dan kemuliaan di kota Baghdad.”

Demikian juga dengan Nashiruddin Ahmad bin ‘Abdis Salam. Dahulu ia adalah seorang penyamun (perampok). Ia menceritakan tentang kisah taubatnya dirinya →  Suatu hari ketika tengah menghadang orang yang lewat, ia duduk di bawah pohon kurma atau di bawah pagar kurma. Lalu melihat burung berpindah dari pohon kurma dengan teratur. Ia merasa heran lalu memanjat ke salah satu pohon kurma itu. Ia melihat ular yang sudah buta dan burung tersebut melemparkan makanan untuknya. Ia merasa heran dengan apa yang dilihat, lalu ia pun taubat dari dosanya. Kemudian ia menuntut ilmu dan banyak mendengar dari para ulama. Banyak juga dari mereka yang mendengar pelajarannya.

Inilah sosok-sosok yang dahulunya adalah seorang penyamun, penyanyi dan ada pula yang Nashrani. Walau demikian, mereka menjadi pemuka ulama, sosok mereka diacungi jempol dan amal mereka disebut-sebut setelah mereka meninggal.

Jangan putus asa, berusahalah dengan sungguh-sungguh, mohonlah pertolongan kepada اللّهُ   dan jangan lemah. Walaupun Kita pada hari ini belum mendapatkan ilmu, maka curahkanlah terus usahamu di hari kedua, ketiga, keempat,.... setahun, dua tahun, dan seterusnya...

Seorang penuntut ilmu tidak boleh terburu-buru dalam meraih ilmu syar’i. Menuntut ilmu syar’i tidak bisa kilat atau dikursuskan dalam waktu singkat. Harus diingat, bahwa perjalanan dalam menuntut ilmu adalah panjang dan lama, oleh karena itu wajib sabar dan selalu memohon pertolongan kepada اللّهُ Ta'ala agar tetap istiqamah dalam kebenaran.

Semoga Kita semua tidak ada rasa Futur, Bosan dan Malas dalam menuntut ilmu di Kajian Online ini. Jangan terkalahkan dengan kesibukan dunia yang fana yaa.


آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ


TANYA JAWAB


1.  Pak di saat kita sendiri  masih harus belajar  banyak tentang agama. Bolehkah kita pun mengajar kan untuk  yang lain untuk  anak atau sahabat kita dan bagaimana. Cara yang lebih mudah memberi  tahukan yang dia tau ke orang lain. Karena terkadang ada rasa takut dan ragu, takut di bilang sok tau padahal yang disaksikannya benar yang dilarang dalam agama.  Jazakillah khairan  pak.

Jawab

Ambil hatinya dulu ya Bunda. Jangan langsung to the point. Jika hati sudah tertambat, in sha اللّهُ nasehat kita akan didengarnya.



2. Pak Bolehkah dengan niat di hati saya ingin sekali memberi kan nasihat dengan segala cara buat teman saya karena dengan teguran seperti  di WA dan di inbok seperti  itu sudah tidak mempan tetapi  jika dia bikin status saya komen di situ dia pun menyadari bahwa yang dia lakukan salah, apakah ini Boleh saya lakukan pak?

Jawab

 Boleh Bunda.



3.  Apakah boleh mengambil ilmu dari golongan mana saja yang sesuai dengan ajaran Rasul? Tanpa kita mengikuti golongan tersebut. 

Jawab

 In sha اللّهُ boleh... Selama dalilnya kuat yaaa



4.  Assalamualaikum pak Ustad, apakah boleh kita belajar alquran dengan youtube, contohnya kita di youtube cari surat an naba lalu kita buka alquran  kita menyimak dengan mengikuti  yang ada di youtube tersebut, semata hanya supaya lancar dalam membaca hurup ,

Jawab
Hati hati saja berguru didunia maya, kalau kita tidak mengetahui apakah yang diajarkan itu benat atau salah. Lain hal kita sudah mengetahuinya



5. Bagaimana cara kita agar bisa lebih tau itu yang sunah waljamaah yang menurut  al-qur'an dan hadist pak? Karena sosmed itu banyak sekali yang memberi  berita. Apa yang harus kita lakukan?

Jawab

Makanya pelajarilah Dakwah Sunnah yaaa. Otomatis akan bisa membedakan dengan sendirinya.


6. Pak dody gimana si biar malas ilang dan kalo baca fikih atau hadits bisa hapal dan nyantol lama dikepala

Jawab

Biasakan dan jadikan MOTIVPAKSA. Nanti lama lama menjadi biasa deh

Cukup yaaa
Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك



Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat

--------------------------------
Hari / Tanggal : Jum’at, 27 Maret 2015
Narasumber : Ustadz Dodi Kristono
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Akhwat Hamba اَللّٰه Ta'ala

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Terbaru