Ketik Materi yang anda cari !!

PESAN – PESAN PERNIKAHAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, March 26, 2015

Assalamualaikum, afwan baru nongol. Masih kah setia menunggu? Thayib saya lanjutkan. Saya kasih tulisan lama saya tentang pesan-pesan pernikahan kepada seorang teman..

****
Saya ucapkan selamat atas pernikahan antum, moga keberkahan selalu meliputi, keharmonisAn antum dapati, anak-anak saleh Allah karuniai.

Jika antum sebelum menikah banyak belajar tentang bagaimana membangun keluarga harmonis, kini sesudah menikah, antum harus lebih banyak belajar lagi

Ketika antum menikahi seorang gadis, itu artinya antum mengambil alih perwalian gadis tersebut dari tangan orang tuanya kepada antum. Bukan hanya perwaliannya antum ambil alih saat menikahi seorang wanita, tapi juga kewajiban mendidik, merawat, melindungi dengan segenap kasih sayang..

Menjadi kepala keluarga itu bukan semata kita harus ditaati, tapi bagaimana kita dapat mengayomi. Bukan semata kita harus dituruti, tapi bagaimana kita melindungi

Akhi, membentuk rumah tangga bukan seperti membentuk panitia, ada pembentukan dan pembubaran. Yang ada adalah dibentuk, dan sedapatnya jangan dibubarkan. Jika dahulu antum mencari, menanti, memilih-memilih calon isteri. Kini dia telah ada di hadapanmu. Saatnya antum ridha & fokus melaksanakan amanah.

Ketika akad nikah sudah antum laksanakan, sudah habis masa mencari-cari dan memilih-milih pasangan. Kini masanya antum konsen menunaikan tugas. Jadikanlah cintamu kepada isterimu tidak hanya terungkap dalam kata, tapi menyatu dalam jiwa raga, hingga tak ada beda antara gerak dan kata

Jauh sebelum orang tua menasehati tentang sikap baik terhadap Isteri, Allah dan Rasul-Nya telah berpesan agar suami bersikap baik terhadap isterinya..

Ketika kau nyatakn "Saya terima nikahnya" artinya adalah "Saya terima menjadi pemimpinnya, pelindungnya, pembinanya dan pengayomnya."

Ketika kau nyatakan "Saya terima nikahnya" Artinya adalah "Saya siap mencintainya, menerimanya, memperlakukannya dengan segenap jiwaraga"

Jika ada yang paling berhak mendapat kasihsayangmu, dia adalah isterimu.

Jika ada yang paling jauh dari keburukanmu, dia adalah isterimu
Dunia keluarga, berbeda dengan dunia jomblo. Banyak sikap, style, langkah-langkah, hingga tutur kata yang harus kau sesuaikan.

Apapun profesi dan jabatanmu, tetap saja isteri ingin kau hadir di hadapannya sebagai suami, bukan sebagai kedudukan yang kau sandang...

Kalau kau cintai isterimu semata kecantikannya, kian lama kecantikan kan sirna. Tapi kalau kau cintai karena takwanya, kian lama takwa kian mempesona

Kau kan tahu, berkeluarga artinya engkau harus berani, gagah, siap tempur pantang mundur, tidak cengeng, namun hatimu tetap lembut.....

Wanita itu lemah, tapi bukan untuk kau zalimi, wanita itu lembut, tapi bukan untuk kau kelabui....

Ini pesan kepada sang suami

Semoga bermanfaat...

DISKUSI

1.  Kalo suami sudah meninggal ada wasiat untuk tidak berkunjung ke rumah orang tua sendiri boleh nda stadz untuk di langgar?
Jawab
Wasiat yang tidak baik tidak mengapa dilanggar....

2. Tanya pak ustadz. Dalam surat An-Nur di jelaskan wanita yang keji untuk laki-laki yang keji, wanita yang baik-baik untuk laki-laki yang baik, ini keadilan Allah tentang jodoh. Lalu gimana pak ustadz bila ada seorang istri yang sholeha mendapatkan suami yang suka mendzolomi istrinya, apa itu jodoh atau takdir,bagaimana cara menyikapinya?
Jawab
Keumuman takdirnya demikian, namun kadang takdir juga ada yang sebaliknya. Wanita baik-baik dapat suami yang buruk atau sebaliknya ada hikmah lain yang harus diambil.

3. Afwan mau tanya diluar materi,  apa benar seorang istri yang sedang hamil sang suami dilarang membunuh hewan seperti cecak.Apakah ada perbandingannya tugas dan tanggung jawab seorang suami terhadap 4 orang wanita yang menjadi tanggung jawabnya ustad?
Jawab
Tidak ada larangan.....
4 orang wanita maksudnya 4 orang isteri?

>bukan ustadz maksudnya kepada ibu, saudara perempuan, anak perempuan sama satu lagi saya lupa.
Jawab
Tanggungjawabnya sesuai posisinya, terhadap ibu berarti tanggungjawab sebagai anak, terhadap anak tanggunjawab sebagai orang tua, terhadap saudara perempuan tanggungjawab sebagai saudara.

>begini ustadz kalaupun seperti ibu ada bapak, saudara perempuan ada suami. Apakah terputus setelah perubahan status ataukah mengikat dunia akhirat terus dalam hal apakah? maaf saya belum faham.
Jawab
Laki-laki itu punya 4 tanggung jawab terhadap ibu, istri, saudara perempuan dan anak perempuan. Sampai kiamat pun sama tidak akan berubah. Kecuali cerai ya.. status istri aja yang berubah bukan tanggung jawab dia lagi. Kalo yang 3 masih sama. Hubungan kerabat tentu tidak putus, hanya soal tanggungjawab, kalau bapak masih menafkahi ibu, anak tidak wajib begitu juga dengan saudara perempuan yang sudah bersuami, tanggungjawab nafkahnya ada pada suaminya...

4. Apakah orang tua berdosa jika melarang anaknya menikah lantaran adanya perbedaan?
Jawab
Tergantung perbedaannya, mendasar atau tidak....

5. Saya suka kata-kata, pembentukan rumah tangga bukan pembentukan panita. Ada pembentukan ada juga pembubaran lalu kalo perjanjian pra nikah dalam islam hukumnya gimana?
Jawab
Bukan mau pembubaran tapi kan sedia payung sebelum hujan lebih baik bukan? Perjanjian masuk dalam syarat nikah, dibolehkan asalkan tidak mengandung kebatilan.

>Mengandung kebatilan disini dalam hal seperti apa tadz? Jika di dalamnya sudah ada point jika terjadi dikemudian hari perpisahan maka begini dan begitu boleh?
Memang dalam islam diperbolehkan perjanjian pra nikah? Itu termasuk syarat nikah ust?
Jawab
Perjanjian pra nikah boleh, dalam kitab-kitab fikih disebut syurut, syarat nikah, misal istri minta syarat harus punya pembantu. Jika suami setuju, harus dipenuhi. Tapi kalau syaratnya batil tidak boleh, misalnya syaratnya ga boleh ngaji.....

6. Latar belakang dari keluarga laki-laki kyai sedangkan sang perempuan salah satu orang tuanya berbeda agama, apakah orang tua boleh melarang?
Jawab
Kalau calon laki-laki dan wanita baik agama dan akhlaknya dan keduanya sudah setuju wali tidak boleh melarang justru harusnya memudahkan

7. Ust. Khaidir, terkait tanggung jawab orang tua di hadapan Allah:  "Apakah seorang ibu akan ditanya kelak terkait pengasuhan putra-putriya sepeninggal suaminya.  berdasarkan hadits "suami bertanggung jawab terhadap 4 wanita (istri, ibu, saudara kandung, putrinya), sedangkan istri hanya ditanya tentang dirinya. Katakanlah suami meninggal ketika putrinya usia 1 th lalu istrinya meninggal ketika putrinya telah menikah. Apakah istri ini akan ditanya tentang kepengasuhannya? mohon penjelasannya. jazakallah khairan.

>Nyambung pertanyaan pak muhidin, kalo ayah tiri gimana? Apa ditanya juga tentang anak tiri perempuannya
Jawab
Tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan dan pembinaan anak tidak berhenti, tapi terus sesuai situasi dan kondisi. Jika anak tiri sudah tidak punya ayah kandung, maka ayah tirinya bertanggunjawab secara moral. Meskipun secara hukum atau materi tdk bertanggungjawab secara langsung.

8. Ustad  Boleh  kah mantan istri  mengingat  kan mantan suami tentang tanggung jawab nya kepada anak nya nafkah. Contoh : saat nya biaya sekolah  mantan  istri  bilang  ke mantan  suami, Karena  jika tidak diingatkan pura-pura lupa atau memang ga inget benaran,gitu ustad
Jawab 
Boleh bahkan seharusnya di ingatkan kalau lalai

9. Ustad nanya lagi kalo wanita yang ditinggal meninggal suami nanti disurga apa harus memilih dengan yang mana atau gimana?
Jawab
Yang panting masuk surga dulu, soal nanti pokoknya endaaaah....:)

10. Perjanjian pra nikah itu antara calon pasutri atau di depan penghulu yaa? Aku dulu gak pake perjanjian pra nikah ust, kalo termasuk syarat nikah berarti kurang lengkap dong. Kalo perjanjian pra nikah harus hitam di atas putih ato hanya lisan bisa?
Jawab
Perjanjian nikah sebelum akad nikah disepakati bersama bisa ditulis atau lisan. Perjanjian nikah tidak harus kalau ga ada  ga apa. Di saudi biasanya banyak syarat-syaratnya.

>Apa aja ust? Perjanjian nikah itu lebih condong tuntutan istri ya ust. Bisa dari istri bisa dari suami
Jawab
Bener, jangan berat-berat ntar malah mundur calonnya yang ringan-ringan kalau perlu yang memotivasi.

>Kalo kesepakatan tersebut dilanggar, perjanjian itu apakah dosa?
Jawab
Kesepakatan dilanggar, jika tanpa alasan, dosa besar.

>Misal perjanjian istri tak mau dipoli dan suami pada saat itu setuju tapi dikemudian hari terjadilah, dosakah suami?
Jawab
Naam, berdosa kalau awalnya sudah setuju.

>Istri gak berdosa kasih syarat seperti itu?
Jawab
Bagusnya perjanjiannya dibalik kalau sudah menikah, suami wajib poligami

Sudah yahh.. saya pamit mohon maaf

Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat

------------------------------------
Hari / Tanggal : Kamis, 26 Maret 2015
Narasumber : Ustadz Abdullah Haidir Lc
Materi : Munakahat
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Hamba اَللّٰه Ta'ala

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment