Ketik Materi yang anda cari !!

TADABBUR SURAT AL KAFIRUN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, April 15, 2015

Assalamu alaikum wr wb
Innalhamdalillah nahmaaduhu wa nasta iinuhu wa nastaghfiruhu wa na udzubillahi min suruuri anfusina wa min sayyiati a maalina. Mayyahdillahu falaa mudhilallah wa may yudlilhu falaa haadiyallah

Dipertemuan ini kita sama - sama perbaharui amal kita semata agar kita bisa mengambil ilmu atau mengambil pelajaran atau menghadap Alloh dengan kerendahan hati dengan sepenuh itikad dan kehendak dan kesadaran. Bahwa kitalah yang membutuhkan pertemuan ini bahwa kitalah yang membutuhkan nasihat ini bahwa kitalah yang menghendaki hidayah ini semata karena kita menyadari akan salah dan khilaf kita akan kekurangan amal kebaikan kita.

Dan yang tertinggi adalah semata kita berharap Alloh akan memberi balas dari sisiNya atas waktu dan kehadiran kita. Bismillahirrahmaanirrahiim.. Bagaimana kabarnya setelah 2 pekan ya rabu saya tidak bisa masuk ke grup? Mudah mudahan tidak mengurangi semangat akhwat semuaa ya aamiiin

Baik kita masuk ke surah al kaafiruun. Surah ini diturunkan dikota Makkah 6 ayat. Jika kita mendengar kafiruun kadang dalam pikiran kita adalah orang yang jelas-jelas statusnya kafir. Namun dalam surah ini ada hakikatnya kekafiran yang juga harus kita waspadai mungkin masih melekat pada kita pribadi-pribadi muslim. Sebagaimana bangsa Arab mereka tidak pernah mengingkari akan adanya Alloh jika mereka ditanya siapa tuhan?? Maka mereka menjawab Allah

Sikap mereka juga terlihat dari awal pengumuman muhammad saw sebagai rasul mereka pada mulanya menemui rasululloh saw untuk menegosiasikan kesamaan tuhan yang juga mereka percayai. Mereka menawarkan untuk berkompromi antara agama mereka denga islam yang di bawa nabi saw. Tawaran mereka adalah bahwa nabi mengikuti ibadah mereka  lalu setelah itu mereka juga akan mengikuti nabi saw secara bergiliran. Sehingga membuat nabi berpikir. Lalu Alloh menurunkan ayat ini untuk memberi hukum ketenangan dan kepastian akan dakwah nabi dengan perintah yang sangat tegas dan jelas

"Qul yaa Ayyuhal kaafiruuun"
Katakanlah hai orang orang kafir

Di ayat ini pula kekafiran itu mulai diberi batasan. Orang kafir yang di panggil dalam ayat ini adalah mereka yang tidak mengerti hakikatNya sebagaimana yang Dia sifatkan diriNya dengannya. Yaitu Maha Esa dan Tempat bergantung. Mereka yang mempersekutukan Alloh dan tidak menghormatiNya  dengan sebenar benarnya. Kemusyrikan kemusyrikan mereka terhadap Alloh jikalah ditanyakan maka mereka akan menjawab itu adalah untuk mendekatkan diri padaNya. Bukan semata mereka yang tidak berislam tapi juga bisa jadi mereka yang berstatus islam tetapi mereka merusak keislaman mereka dengan kemusyrikan. Sehingga mereka membuat sembahan sembahan perantara dengan menjadikan orang shaleh dan pembesar mereka sebagai berhala berhala

Sebagaimana surah az zumar ayat 3 "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Alloh dengan sedekat dekatnya."

Demikian juga dalam surah al ankabut ayat 61 "sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan? Tentu mereka akan menjawab Alloh"

Kemusyrikan mereka juga nampak pada anggapan mereka bahwa para malaikat adalah anak anak putri bagi Alloh. Didalam doa mereka juga biasa menyebut Alloh. Akan tetapi meskipun mereka beriman kepada Alloh kemusyrikan telah merusak cara pandang mereka sebagaimana dirusak oleh tradiisi dan syiar syiar mereka. Sebagaimana diceritakan dalam surah al anaam ayat 140

136. Mereka memperuntukan bagi Alloh satu bagan dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Alloh lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka. Ini untuk Alloh dan ini untuk berhala-berhala kami. Maka sajian-sajian yang diperuntukkan bagi berhala berhala mereka tidak sampai kepada Alloh dan sajian-sajian yang diperuntukkan bagi Alloh maka sajian-sajian itu sampai kepada berhala mereka.

137. dan Demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan untuk mengaburkan bagi mereka agama-Nya[509]. dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, Maka tinggallah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

138. dan mereka mengatakan[510]: "Inilah hewan ternak dan tanaman yang dilarang; tidak boleh memakannya, kecuali orang yang Kami kehendaki", menurut anggapan mereka, dan ada binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan ada binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah waktu menyembelihnya[511], semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah. kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan.

139. dan mereka mengatakan: "Apa yang ada dalam perut binatang ternak ini[512] adalah khusus untuk pria Kami dan diharamkan atas wanita kami," dan jika yang dalam perut itu dilahirkan mati, Maka pria dan wanita sama-sama boleh memakannya. kelak Allah akan membalas mereka terhadap ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui.

140. Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka, karena kebodohan lagi tidak mengetahui[513] dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezki-kan pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.

Dan dapat kita lihat bagaimanakah kemusyrikan telah menjauhkan mereka dari pemahaman ilmu akan Sifat Alloh dan asmaNya sehingga jelaslah bagi kita bahwa kemiripan pengakuan akan rabb kita yakni Alloh telah diberi batasan jelas oleh Alloh antara tauhid dan syirik. Dari sini pula terpasanglah rambu rambu jalan kehidupan yang jelas tidak akan bercampur antara tauhid dan syirik. Maka karenanya dosa syirik tidak akan diampuni Alloh

Karena dari ayat ini begitu gamblang Alloh memberi garis batas walau mereka mengaku beriman kepada Alloh akan tetapi iman tidak memberi toleransi kepada kemusyrikan. Tidak ada kompromi antara iman kepada Alloh dengan tuntunan yang haq dengan kemusyrikan. Ayat-ayat adalah penegasan itu

Laa a buudu maa ta buduun
Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah

Walau sama namaNya Alloh
Walau sama maksudNya Alloh
Akan tetapii jika menggunakan cara pandang yang bukan tuntunan quran dan sunnah maka tidaklah sama tidaklah dekat. Maka waspadailah syirik itu dari yang terkecil hingga yang terbesar. Karena syirik adalah dosa yang sangat berat hingga Alloh membuat penegasan dan penjelasan akan batass nya bahkan disebut sebagai kekafiran

"Wa laa antum aabiduu na maa a bud"
Dan kamu tidak menyembah apa yang aku sembah

Ditegaskan dalam ayat ke 4 dan 5
Artinyaa ibadahku bukanlah ibadahmuu
Sembahanku bukan sembahanmuu
Untukmu agamamu dan untukku lah agamaku

Ayat ke 6
Aku disini kamu disana tidak ada penyebrangan tidak ada jembatan tidak ada kompromiii
Islam adalah iman kepada Alloh

Dan sistemnyaa: Iman kepada malaikat, pada kitab dan kepada nabi rasul juga kepada hari-hari akhir dan qadha dan qadar.

Tidak hanya mengaku islam dan bersyahadat tapi juga sholat, puasa, zakat dan hajji. Tidak sebagian-sebagian. Tidak terpisah-pisah makaa masuklah ke dalam manhaj ini. Sistem ini dengan sempurna
Wallohu alam

Jika tidak ada yang mau diskusi saya pamit yaa
Mohon maaf lebih kurangnya

Ditutup saja yaa..
Istighfar ,hamdalah dan kafaratul majlis

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ،أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ.

“Maha Suci Engkau, ya Allaah, dengan segala pujian-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak diibidahi dengan benar kecuali Engkau, aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Ashhabus Sunan)

------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Rabu, 15 April 2015
Narasumber : Ustadzah Neneng Kusmayanti
Tema : Tadabbur
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Akhwat Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment