Ketik Materi yang anda cari !!

UJUB (BANGGA DIRI)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, March 3, 2015

Bismillahirrahmanirrahim ...


ٱنظُرْ كَيْفَ كَذَبُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ ۚ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَفْتَرُون َ

“Lihatlah bagaimana mereka telah berdusta kepada diri mereka sendiri dan hilanglah daripada mereka sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan.” (QS: Al-An'am Ayat: 24)



وَمِنْهُم مَّن يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ ۖ وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَن يَفْقَهُوهُ وَفِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرًا ۚ وَإِن يَرَوْا۟ كُلَّ ءَايَةٍ لَّا يُؤْمِنُوا۟ بِهَا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوكَ يُجَٰدِلُونَكَ يَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِنْ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِين َ

“Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkani (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya dan (Kami letakkan) sumbatan di telinganya. Dan jikapun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata: "Al-Quran ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu". (QS: Al-An'am Ayat: 25)


وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْـَٔوْنَ عَنْهُ ۖ وَإِن يُهْلِكُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

“Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Quran dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.” (QS: Al-An'am Ayat: 26)


Itu lah konsep orang munafik, ia menipu diri sendiri dengan mengatakan beriman, menipu dan melelah-lelahkan diri dengan banyak aktivitas yang seakan ia melakukan sebuah kegiatan ibadah atau dakwah tapi  di dalam jiwanya tak sedikitpun terbesit hanya untuk mendapatkan ridho Allah. Orang munafik terkadang begitu mempesona, ia mampu memperdaya banyak orang dengan keahlian komunikasi untuk merayu manusia demi kepuasan dirinya. Ia tinggi hati tidak mau untuk mendengar kan nasihat apapun, ia over confident menganggap orang lain lebih rendah dibandingkan dirinya.
Berhati-hatilah jika di hati sudah mulai rasa takut kalau orang lain nanti menilainya bagaimana, padahal seyogyanya sebagai orang beriman standar kepantasan itu adalah jikalau sesuai syariat atau aturan yang telah Allah ajarkan. Bukan berdasarkan perkataan orang lain namun dengan kaidah kaidah syar`i yang dimana urf  (adat) selama tidak melanggar prinsip aqidah maka bisa dijadikan dalil syari`at.

Ayat di atas memang ditunjukan kepada orang kafir, namun hikmah yang bisa kita petik adalah jangan sampai kita meninggalkan Al-Qur`an dalam keseharian kita, minimalnya kita membacanya. Karena satu-satunya yang bisa membuat manusia tersesat dan terjerembab hanyalah ketika seseorang sama sekali melupakan Al-Qur`an.

Dalam 24 jam orang-orang atau institusi yang memushi Islam tanpa henti dan tanpa lelah memproduksi kemaksiatan, keburukan agar orang beriman memiliki illah baru untuk diagungkan,disembah, dicintai selain Allah.
Maka berhati-hati dan berwaspadalah jangan sampai kita tertipu meski awalnya itu adalah kegiatan yang mubah (boleh) namun jika itu terlalu keenakan alias lalai maka syetan dan para pasukannya akan masuk ke relung hati dan jiwa manusia.
Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk terlepas dari kejahiliahan.. Aamiin


TANYA - JAWAB


1. Ustadz, bagaimana tips untuk menghindari sifat tersebut ya?

Jawab : Cara untuk menghindari sifat ini adalah ketika di hati mulai ada perasaan negatif segaralah istighfar, perbanyak kawan yang shalihah, dan berdo`a dihindarkan dari sifat tersebut.


2. Bagaimana pandangan ustadz mengenai Tarekat atau amalan-amalan yang dilakukan untuk tujuan tertentu?

Jawab: Untuk tarekat, harus dilihat dulu seperti apa modelnya. Kita harus melihat dulu apakah yang dikerjakannya, jikalau ghuluw (berlebihan) dan tidak dilandasi oleh syariat maka tertolak. Kenapa? Karena ibadah itu landasan ushul fiqh nya adalah ada landasannya.


3. Ustadz, seorang muslim kan harus membaca Al-Qur'an karena itu adalah salah satu yang bisa menyelamatkan seorang muslim di hari akhir. Lalu bagaimna caranya jika orang awam yang membeli Al-Qur'an untuk merubah dirinya menjadi baik tapi ternyata ada penyimpangan dalam Al-Qur'an tersebut. Secara orang awam kan tidak mengetahui ustadz apakah Al-Qur'an itu benar atau menyimpang.

Jawab : Yang menyimpang dalam Al-Qur`an maksdnya bagaimana ya?


4. Maksudnya menyimpang ada sedikit perubahan dalam Al-Qur'an ustadz sudah tidak murni lagi.

Jawab: Subhanallah, ukhtifillah Al-Qur`an itu sudah dijamin oleh Allah dalam pemeliharaannya. Allah berfirman :

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS: Al-Hijr Ayat: 9)

Wallahu a`lam bish showab

Kita tutup kajian kali ini dengan membaca hamdalah dan doa kafaratul majelis. Alhamdulillahirabbil'alamiin.....

Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

"Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.

---------------------------------------------
03 Maret 2015
Grup : M108 Nanda
Narasumber : Ustadz Ridwan Ridho
Tema :Ujub (Bangga Diri)
Editor: Wanda Vexia

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment