5 KIAT MENGGAPAI KETENANGAN JIWA

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, May 5, 2015

Dalam hidup ini, manusia sering menghadapi masalah berat. Akibatnya timbul kecemasan, ketakutan, dan ketidaktenangan, bahkan tidak sedikit manusia yang akhirnya kalap bahkan sampai bunuh diri. Oleh karena itu, ketenangan dan kedamaian jiwa sangat diperlukan, Al-Qur’an menyebutkan beberapa kiat praktis untuk memperolehnya.

1. ZIKRULLAH

Zikir kepada Allah swt. merupakan kiat untuk menggapai ketenangan jiwa. Ketika berada dalam ketakutan berzikir dalam bentuk menyebut ta’awudz (mohon perlindungan Allah), ketika berdoa lalu istigfar, saat mendapatkan kenikmatan menyebut hamdalah, begitulah
seterusnya. Allah berfirman,

”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.”(ar-Ra’d: 28)

2. YAKIN AKAN PERTOLONGAN ALLAH

Sesulit apa pun keadaan, seorang muslim harus yakin adanya pertolongan Allah yang membuatnya akan tenang. Allah berfirman,

”Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian bala bantuan itu) melainkan sebagai kabar gembira lagi (kemenangan)mu, dan agar hatimu tenang karenanya. Dan tidak ada kemenangan itu selain dari Allah yang Mahaperkasa. Mahabijaksana.”(Ali Imran:126 lihat juga al-Anfaal: 10)

Namun pertolongan itu sering kali bila seseorang telah mencapai puncak kesulitan. Allah berfirman,

”Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelratan, penderitaan yang digincang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata,’Kapankah datang pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.”(al-Baqaraah: 214)

3. MEMPERHATIKAN BUKTI KEKUASAAN ALLAH

Kecemasan dan ketidaktenangan jiwa adalah karena manusia sering kali terlalu merasa yakin dengan kemampuan dirinya, bila merasakan kelemahan menjadi takut dan tidak tenang. Oleh karena itu, dengan memperhatikan bukti-bukti kekuasaan Allah hatinya menjadi tentram. Allah berfirman,

”Dan (Ingatlah) ketika Ibrahim berkata,’Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau mengidupkan orang mati.’Allah berfirman,’Belum percayakah engkau?’ Dia (Ibrahim) menjawab,’Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap).’ Dia (Allah) berfirman,’Kalau begitu ambilah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan diatas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.’ Ketahuilah bahwa Allah Maha-perkasa,
Mahabijaksana.”(al-Baqaraah: 260)

4. BERSYUKUR

Allah swt. memberikan begitu banyak kenikmatan yang harus disyukuri, bila tidak Allah memberikan azab yang membuat kita tidak tenang. Allah berfirman,

”Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rezeki datang kepadanya berlimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang mereka perbuat”(an-Nahl: 112)

5. TILAWAH, TASMI’, DAN TADABBUR AL-QUR’AN

Al-Qur’an adalah kitab yang berisi sebaik- baik perkataan, karenanya membaca (tilawah,), mendengar bacaan (tasmi’), dan mengkaji (tadabbur) ayat-ayat suci Al-Qur’an membuat hati menjadi tenang. Allah berfirman,

”Aku telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur’an yang serupa (ayat-ayatnya)lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk.”(az-Zumar: 23)

Dengan jiwa yang tenang, seorang muslim akan mampu menjalani kehidupannya secara baik. Oleh karena itu, Allah swt memanggil orang yang jiwanya tenang untuk masuk ke dalam surga-Nya. Allah berfirman,

”Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.”(al-Fajr:27-30)

Kita tutup dengan Doa Kafaratul majlis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa, 05 Mei 2015
Narasumber : Ustadz Kaspin Nur
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!