Ketik Materi yang anda cari !!

Home » » ADAB MEMENUHI JANJI

ADAB MEMENUHI JANJI

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, March 24, 2015

Bismilahirrahmannirrahiin
Mudah-mudahan setiap huruf yang kita baca bisa membuahkan pahala bagi kita semua, bisa menjadi penghapus dosa dan pengangkat derajat di hadapan Allah SWT. 



Adab Memenuhi Janji (AL-WAFA’ BIL ‘AHDI WAL WA’DI)
Sesungguhnya benar dalam menepati janji merupakan bagian dari akhlaq yang mulia dan merupakan kebaikan-kebaikan yang nampak dalam peradaban manusia.

Sedangkan dusta dalam janji dan tidak menepatinya merupakan akhlak yang tercela dan menunjukkan peradaban yang terbelakang, yang keduanya merupakan akhlaq kaum yang tidak menghargai diri mereka sendiri.

Pada saat Islam membimbing tangan kaum muslimin menuju nilai-nilai yang utama dan tangga peradaban yang ideal ini, maka ada salah satu akhlaq yang tidak boleh hilang yaitu benar dalam janji dan menepatinya.

Memenuhi Janji merupakan Sifat Terpuji :
Akan diminta pertanggunganjawabnya :
“Penuhilah janji karena sesungguhnya janji itu akan ditanyai (pertanggungan - jawabnya).” (QS. Al-Isra’-34)
Merupakan wasiat Allah SWT pada kita : 
“Kalau kamu berkata-kata maka bersikap adillah walaupun terhadap keluarga dekat, dan terhadap janji Allah maka penuhilah, yang demikian ini kami wasiatkan kepada kalian semoga kalian menjadi ingat.” (QS. Al-An’am:152) 
Allah SWT menyamakan orang-orang yang tidak menepati janjinya dengan seorang (wanita) yang dungu:
“Dan penuhilah janji Allah apabila kalian berjanji dan janganlah kalian urai lagi sumpah-sumpah kalian tersebut setelah kalian memperkuatnya  padahal kalian telah menjadikan Allah sebagai penjamin (sumpah-sumpah tersebut), sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kalian tidak ketahui. Dan janganlah kalian seperti orang yang mengurai kembali pintalannya setelah pintalan tersebut kuat ...” (QS. An-Nahl-92)
Merupakan sifat orang-orang yang beriman dalam Surat Al-Ma’arij ayat 70 dan diperkuat dalam surat Al-Mu’minun ayat 32 dengan firman-Nya :
“Dan mereka itu menepati amanah-amanah dan janji-janjinya.”
Merupakan bagian dari kebaikan :
“Dan mereka yang memenuhi janjinya ketika berjanji.” (QS. Al-Baqarah-177)
Merupakan salah satu sifat Ulul Albab :
“Yaitu orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak mengingkari janjinya.” (QS. Ar-Ra’du:20)
Allah SWT memuji orang-orang yang menepati janjinya :
“Diantara orang-orang mu’min ada yang menepati janjinya pada Allah, diantara mereka ada yang sudah terbunuh dan diantara mereka ada yang sedang menunggu-nungu dan mereka tidak mengubah janjinya.” (QS. Al-Ahzab:23)
Merupakan akhlak para Nabi dan Rasul :
“Dan ingatkanlah dari al-Kitab tentang Ismail, sesungguhnya ia adalah seorang yang menepati janji dan seorang Nabi dan Rasul.” (QS. Maryam:54)
Bahaya Tidak Memenuhi Janji :
Tidak memenuhi janji merupakan salah satu kebiasaan orang munafik :
”Dan diantara mereka telah pernah berjanji pada Allah bahwa seandainya kami diberi rezeki oleh Allah kami sungguh-sungguh akan bershadaqah, dan kami sungguh-sungguh akan termasuk ke dalam kelompok yang shalih. Dan ketika Kami berikan pada mereka rezeki dari Kami maka mereka menjadi bakhil dengannya lalu mereka berpaling dengan menolak kebenaran.” (QS. At-Taubah:76-78)
Berkata mayoritas mufassir bahwa kisah ini berkaitan dengan seorang sahabat bernama Tsa’labah bin Hathib, Allahu a’lam.

Merupakan ciri atau karakter orang munafik :
“Ciri orang munafik ada 3. Salah satunya kalau berjanji tidak menepati.” (HR. Muttafaq ‘alaih)
Kebiasaan Nabi SAW membiasakan sifat tersebut demikian tinggi, hingga pada anak-anak sekalipun, sebagaimana hadits dari Abdullah bin ‘Amir dia berkata :
“Ibuku memanggilku suatu hari sementara Nabi SAW sedang duduk di rumah kami. Maka ibuku berkata : Hai, kemari, akan kuberi kamu sesuatu! Maka berkata Nabi SAW : Apa yang akan kau berikan padanya? Jawab ibuku : Aku ingin memberinya kurma. Maka berkata Nabi SAW : Hati-hatilah, kalau engkau tidak memberinya sesuatu, maka engkau akan dicatat sebagai berdusta.” (HR. Abu Daud dan al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman)
Kebiasaan Nabi SAW dalam memenuhi janji tersebut, bukan setelah kenabian, tetapi jauh sebelum beliau SAW diangkat sebagai Nabi, sebagai fitrah manusia yang bersih dan suci, sebagaimana diriwayatkan oleh dari Abdullah bin Abil Hisma’ :
“Aku pernah berjanji dengan Nabi SAW sebelum beliau menjadi Nabi dan aku tertinggal sesuatu barang dan aku berjanji akan mengembalikan padanya di suatu tempat. Lalu aku terlupa dan baru teringat setelah 3 hari, maka ternyata ia masih ditempatnya dan berkata : Sungguh engkau telah memberatkan saya, saya menunggu engkau sudah sejak 3 hari.” (HR. Abu Daud)
Demikian materi yang dapat saya Tafadhol jika ada pertanyaan atau sanggahan yang ingin disampaikan.

TANYA JAWAB
1. Bun, apa hukuman untuk orang yang menepati janji?

Jawab: Ya ga ada hukuman dong. Menepati janjikan malah dianjurkan.. Ga mungkin yang dianjurkan malah dapet hukuman.


2. Bunda, kalau janjinya masih di dalam hati (untuk diri sendiri) dan sekarang belum bisa menepati itu bagaimana?

Jawab: Bila belum bisa melaksanakan karena kondisi yang tidak memungkinkan maka tidak apa-apa. Namun jika kondisinya bisa dilaksanakan tapi tidak dikerjakan, maka itu berdosa.


3. Bun, anak jaman sekarang kan pacaran lalu janji mau selamanya sampai menikah. Tapi ada yang ujung-ujungnya malah putus 😄 Hukum yang seperti ini gimana?
Jawab: Jangankan berjanji untuk selamanya saat pacaran. Ketika sudah memulai hubungan pacaran itu aja, sebenarnya udah dosa dan tidak diperbolehkan dalam Islam. Bersabarlah, takdir dan jodoh itu sudah Allah tentukan.
 
Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga  kajian ini berkah dan bermanfaat. Aamiin. Langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kajian Online Hamba  الله SWT
Selasa, 24 Maret 2015
Narasumber: Ustadzah Pristia
Tema: Adab Memenuhi Janji, Al-wafa' bil 'ahdi wal wa'di
Grup Nanda M105 Nanda(Aya & Dyah)
Editor: Wanda Vexia

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Terbaru