AGAR JIWA TAK MUDAH TERAPUHKAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, May 5, 2015

Assalamu'alaikum wr wb
Bunda semua yang dirindukan surga. Adakah kajian bisa bermula??? Bakda tahmid. KOL (kajian on line) kali ini akan saya share bertahap (1-9 share) dengan harapan memudahkan kita membaca dan memahaminya. Silahkan bunda-bunda yang dirindukan surga. Boleh di sambil apa saja bunda. Kajian kita dibuat santai Sembari beraktivitas. Kajian kita agak panjang sampai dengan jam19.30

Agar Jiwa Tak Mudah Terapuhkan
By Umar Hidayat, M.Ag.

1
Beralasan apa pun untuk menutup aib jiwa adalah selaksa kerapuhan jiwa yang sesungguhnya. Sementara mentasdiqan diri akan kerapuhan jiwa seraya enggan berislah itu sedholim-dholimnya penghamba. Sedang mematutkan diri dengan jiwa seadanya adalah kesombongan yang akan membinasakannya. Maka sebaik kamu adalah mereka yang berjiwa muthmainnah dan kembali kepada Rabbnya sedang surge telah menantinya. Sejiwa dalam kebangunan asa, Ya Rabb kuatkan jiwa kami. Tapi kadang realita bicara lain.

2
Iya ya. Berbincang tentang jiwa kita tak ada habisnya. selalu saja ada hal baru saat menyelesaikan masalah yang lama. mungkin beginilah cara Allah mentariyah kita. mestinya kita menjadi semakin cerdas jiwanya. Semakin hilang kadar kerapuhan jiwa. Jiwa yang ditempa dengan berbagai masalah akan semakin menguatkan jika disandarkan pada Sang Penguasa Jiwa. Tapi bisa jadi akan semakin rapuh jika semakin jauh dariNya. Teringatlah saya akan pepatah kuno yang mengatakan: "Palu Menghancurkan Kaca,  Tetapi Palu Membentuk Baja." singkat tapi penuh makna. Jika kondisi jiwa kita rapuh seperti kaca, maka ketika masalah menghantam bagaikan palu, "brang....Prang.......!!!!!" sudah bisa dipastikan kita akan mengalami mudah putus asa, frustasi, kecewa, marah, dan remuk redamlah sudah. Jika gambaran jiwa kita serupa kaca, itu pertanda rentan terhadap benturan. begitu mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat ada benturan menempa. Bahkan sebegitu rentannya sedikit benturan saja sudah lebih dari cukup untuk meluluhlantakan kehidupan

3
Berkisah keteguhan jiwa. Serupa sahabat yang jiwanya membaja, Abdul Uza al Mazani, seorang sahabat Nabi berasal dari kabilah Mazaniah yang terletak di antara Mekah dan Madinah. Ditinggalkan kedua orangtuanya sejak ia masih kecil. Ia tinggal bersama pamannya yang sangat kaya. Tak salah bila di usia 16 tahun, ia hidup bergelimang harta; berpakaian dari luar negeri, memiliki 2 ekor kuda yang selalu dipakainya bergantian, dll. Sayangnya, ia dan kaum bangsanya masih menyembah berhala. Suatu saat ketika ia sedang melakukan perjalanan, ia bertemu dengan para Muhajirin dan berbincang dengannya. Akhirnya ia sadar dan memutuskan memeluk agama Islam. Keadaannya pun berubah. Setiap kali melihat ada sahabat yang berhijrah dari Mekah dan Madinah, ia berlari dan mengikutinya seraya berkata, Tunggulah aku sampai aku mendengar dari kalian Al Quran. Aku ingin menghapal satu ayat baru dari kalian. Bayangkan bagaimana tekadnya untuk menuntut ilmu agama lebih dalam, di saat para sahabat merasa jiwanya terancam serta ketakutan akan adanya mata-mata kaum Quraisy. Dalam pikiran Abdul Uza saat itu hanyalah ingin mendekatkan diri kepada Allah saja. Akhirnya ada seorang sahabat yang berkata, Mengapa engkau menunggu di negerimu (Mekah) tidak pergi hijrah ke Madiah? Dalam keluguannya Ia menjawab bahwa ia tidak akan berhijrah kecuali setelah ia mengambil tangan pamannya untuk menjemput sebuah hidayah. Selama 3 tahun sudah Ia menetap dalam kabilahnya, dalam keteguhan Islam dan keistiqomahan imannya walaupun seluruh kaumnya menyembah berhala. Apabila ia ingin beribadah kepada Allah maka ia akan pergi keluar dari kaumnya ke tengah-tengah padang pasir. Selama ini ia menyembunyikan keislamannya dari hadapan orang-orang. Ditambah cercaan dari pamannya yang belum mau beriman.

4
Sampailah kesabaran yang memuncak Ia pun menemui pamannya dan berkata, Wahai Paman, aku lebih memilih Rasulullah daripada Engkau. Aku tidak dapat berpisah dengannya. Aku memberitahumu bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusannya. Aku berhijrah kepadanya. Jika engkau mau pergi bersamaku, aku akan menjadi orang yang paling bahagia. Pamannya pun menjawab, Jika kau mengabaikan semuanya selain Islam, maka aku akan mengharamkan semua yang menjadi milikmu. Ia menjawab, Wahai Paman, berbuatlah sesukamu, karena aku lebih memilih Allah dan Rasul-Nya. Pamannya pun melakukan hal yang tidak dapat dipercaya, Kalau kau tetap memaksa, maka aku akan mengharamkanmu hingga baju yang melekat di badanmu itu. Pamannya pun berdiri dan menggunting bajunya. Abdul Uza pun hampir seperti orang yang telanjang. Ia pun tetap keluar dengan kondisi seperti itu. Saat keluar ia menemukan selembar kain wol dan membaginya menjadi 2 bagian, lalu memakainya seperti kain ihram. Ia pun kemudian berhijrah dan menemui Rasulullah untuk pertama kalinya. Sungguh tidak bisa dibayangkan betapa besar keistiqomahannya kepada Rasulullah sekalipun ia tidak pernah bertemu dengannya. Rasulullah mengganti namanya dengan Abdullah Dzul Bajadain (artinya: yang memiliki dua potong kain). Allah telah mengganti 2 kain itu dengan tempat tinggal dan kain di dalam surga, yang dapat engkau pakai kapan pun engkau suka dan dapat kau gunakan kapan pun engkau suka,demikian kata Rasulullah.

5
Semenjak saat itu ia ikut berjuang bersama Rasulullah, hingga syahid dalam perang Tabuk pada usia 23 tahun. Seperti dikisahkan Ibnu Masud menceritakan hari dimana Abdul Uza wafat. Ia berkata, Aku tidur dalam cuaca yang sangat dingin dan dalam keadaan takut akan pekatnya malam. Aku mendengar suara orang yang menggali tanah dan menjadi heran dibuatnya. Siapakah yang menggali tanah malam-malam begini dan dalam cuaca yang sangat dingin? Akupun melihat pada tempat tidur Rasulullah dan tidak mendapatkan beliau di sana, Lalu aku melihat tempat tidur Umar, aku juga tidak menemukannya. Kualihkan pandanganku ke tempat tidur Abu Bakar dan aku tidak menemukannya juga. Aku pun keluar dan melihat Abu Bakar dan Umar sedang memegang lilin, sedangkan Rasulullah sedang menggali tanah. Aku datang kepada beliau dan berkata, Apa yang engkau lakukan wahai Rasulullah? Beliau mengangkat kepalanya ke arahku dengan kedua mata yang dipenuhi dengan air mata, Saudaramu Dzul Bajadain telah meninggal. Aku berpaling kepada Umar dan Abu Bakar dan berkata, Mengapa kalian biarkan Rasulullah menggali sendiri, sedang kalian hanya berdiri saja? Abu Bakar menjawab, Rasulullah sendiri yang ingin menggali kuburannya (Abdullah) Lalu Nabi mengulurkan tangannya ke arah Abu Bakar dan Umar, Berikanlah kepadaku (jenazah) saudaramu itu. Lalu Nabi berkata, Hantarkanlah kepergian saudaramu dengan doa karena sesungguhnya ia telah mencintai Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah pun meletakkan jasad itu ke dalam kubur dengan kedua tangannya sendiri. Air mata beliau pun jatuh membasahi kain kafan Abdullah Dzul Bajadain. Beliau lalu mengangkat tangannya ke arah langit sambil berdoa, "Ya Allah Aku bersaksi kepada Engkau, bahwa aku telah meridhai Dzul Bajadain, maka ridhailah ia." Rasulullah pun menguburkannya dengan kedua tangannya yang mulia dan berkata, "Ya Allah, rahmatilah dia karena ia telah membaca Al Quran atas dasar cinta kepada Rasulullah SAW." (Dalam rubric Kompasiana cerita ini sudah dibaca : 5479 kali). Subhanallah, tak ada yang terindah selain seseorang yang ketika syahidnya di kuburkan sendiri oleh tangan Rasulullah. Bagaimana dengan kita? Sejiwa apakah kita?

6
Bukanlah steril dari masalah dalam kehidupan itu mustahil? atau menganggap kita tidak punya masalah padahal seambreg problem hidup makin menayun di pelupuk mata kita. berbijak dalam mensikapi hidup mungkin akan jauh lebih baik dari sekedar menjalaninya. mungkin pilihan yang tepat, bukanlah jiwa serupa kaca, tapi jadilah Mental baja. mental yang mendesainkan dirinya memilki mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur dan bersabar di saat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya. Memang masalah tidak dinanti apalagi di cari tapi saat takdir tiba masalah bertubi, tak ada aral yang limbung saat menhadapi. Aha, inilah Orang yang selalu beranggapan masalah itu proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik. Bukankah sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah ditempa dengan berbagai proses dibakar dan dipalu. Setiap pukulan memang menyakitkan, wajar bukan. Namun bagi yang bermental baja selalu menyadari bahwa itulah yang terbaik untuk dirinya, agar menjadi lebih baik. Bahkan palu yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita menjadi lebih. Tentu beda jika jiwa kita kaca maka melihat palu serasa bertemu musuh yang akan menghancurkan. Yakinlah bahwa orang yang jiwanya sehat dan kuat dapat menghadapi berbagai masalah kehidupan dengan mudah, sementara orang yang jiwanya rapuh, lemah dan dirongrong berbagai penyakit sangat rapuh terhapan berbagai masalah kehidupan. Ibarat tidak sengaja di senggol sedikit saja ia akan roboh. Jiwa yang tidak pernah bezikir ingat pada Allah sangat lemah dan rapuh. Jiwanya digerogoti berbagai penyakit, hidup sengsara didunia dan akhirat, tidak tahan terhadap terpaan berbagai masalah kehidupan yang dihadapi. Rentan untuk mendapatkan penyakit gangguan kejiwaan seperti, stress, gila, depresi dan lain sebagainya.

7
Ciri khas dari orang yang memiliki jiwa rapuh adalah, jika mendapat kenikmatan atau kesenangan mereka bergembira secara berlebih-lebihan. Berjingkrak-jingkrak kegirangan, melompat kesana kemari, tertawa terbahak-bahak, berjalan dengan sombong dan congkak. Namun jika mereka ditimpa musibah atau kesulitan, maka orang yang berjiwa agresif akan mengumpat, memaki-maki, marah-marah serta menyalahkan berbagai pihak atas kejadian yang menimpanya, sedangkan mereka yang berjiwa pasif akan sering melamun, mengunci diri, menyendiri serta bicara dan tertawa seorang diri. Allah menggambarkan keadaan orang yang berjiwa rapuh ini dalam surat Al-Fajr ayat 15-16;
"Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: Tuhanku telah memuliakanku. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: Tuhanku menghinakanku."
Apa yang membuat kita memiliki jiwa serupa baja? Teringkah kita akan perang Badar? Perang pertama yang paling besar yang menentukan alur sejarah Islam bergulir hingga puncak kejayaan. Rasulullah bersama sahabatnya melakukan masa pengkondisian yang intensif setahun lamanya sebagai persiapan perang. Dalam waktu kurang dari setahun, Rasulullah Saw mengirim setidaknya delapan kali ekspedisi militer dalam pasukan-pasukan kecil yang berfungsi sebagai upaya pemetaan medan, penguasaan lapangan, pengintaian, dan berbagai aktivitas intelijen militer lainnya. Maka sungguh menakjubkan kaum Muslimin memenangkan Perang Badar dengan cara yang sangat spektakuler.

8
Apa rahasia kemenangannya? Rasulullah Saw dan para sahabatnya menunjukkan bahwa mereka sedang berada di puncak keimanan, jiwa-jiwa mereka melanglang-buana di langit keimanan dan tawakkal, hasrat-munajat mengharu biru dan rindu mereka hanya terpaut ke surga. Kepercayaan yang tidak terbatas kepada Allah Swt, tekad baja yang tidak terkalahkan oleh apa pun, keberanian yang tak pernah dapat disentuh oleh ketakutan, kerinduan pada surga yang tidak pernah tergoda oleh fatamorgana dunia; itu semua yang memberi mereka kekuatan yang mendahsyat sesaat menjelang perang Badar. Dalam jiwa mereka ada kepercayaan mengalahkan keraguan. Harapan mengalahkan kecemasan. Keberanian mengalahkan ketakutan. Rindu surga mengalahkan logika godaan dunia. Tekad melumpuhkan kelemahan dan keterbatasan. Kebesaran musuh berubah menjadi debu dalam pandangan jiwanya. Sebuah kemenangan yang diantarkan oleh jiwa; lantaran senjata bergantung kepada tuannya. Lantaran sorotan mata seringkali lebih tajam dari cepatnya kilatan pedang. Lantaran kebesaran nama Khalid bin Walid lebih menakutkan daripada pasukannya. Karena, "Teriakan al-Qa'qa' bin 'Amr jauh lebih menakutkan daripada seribu laki-laki," demikian kata Saad bin Abi Waqqash.  Apakah rahasia tercipta jiwa-jiwa membaja? Itulah puasa.
Sejarah telah membuktikan, Kaum Muslimin selalu mencatat rekor kemenangan-kemenangan besar yang sangat menentukan dalam bulan Ramadhan atau dalam keadaan berpuasa.  Karena perang Badar pada bulan Ramadhan tahun kedua hijrah, dan membebaskan kota Makkah pada bulan Ramadhan tahun kedelapan hijrah. Muzaffar Quthuz menaklukkan pasukan Tartar dalam perang 'Ain Jalut juga pada bulan Ramadhan. Dan Shalahuddin Al-Ayyubi mengusir pasukan Salib dari tanah Palestina dalam perang Hiththin juga pada bulan Ramadhan. Muhammad Al-Fatih Murad melakukan puasa sunnah tiga hari berturut-turut sebelum merebut Konstantinopel.

9
Adakah yang lebih menakjubkan dari diri kita.........???
Adakah yang lebih menakjubkan dari sang Nabi yang dicaci maki, dinodai, terlukai, bahkan malaikat menawarkan untuk menghancurkan mereka, tapi sang Nabi lebih berharap anak cucunya kelak. Bahkan ketika diludahi, dilempar batu, tapi didapati sang pelaku sakit didatangi dan didoakannya. 
Adakah yang lebih menakjubkan dari seorang Abu Bakar Shidiq saat tak seorang pun yang mempercayai turunnya wahyu, ia berucap ketegasan "Shadaqta." Bahkan ia serahkan seluruh hartanya, hingga Umar bin Khattab mengkhawatirkannya tapi ia jawab penuh keyakinan "Allah dan RasulNya  lebih mengetahuinya" 
Adakah yang lebih menakjubkan dari Umar bin Khattab saat tak satu pun diantara sahabat yang berani melantangkan suara atas nama keyakinan di dada. Seraya ialah orang yang paling tidak terima sambil menghunuskan pedangnya, "Siapa yang mengatakan Rasulullah meninggal dunia, akan berhadapan denganku." Padahal dahulu ialah orang yang paling memusuhi Rasulullah. 
Adakah yang lebih menakjubkan dari Ustman bin Khattab yang lebih memilih menginfaqkan seluruh dagangannya dari pada menjualnya, itupun terjadi tak hanya sekali. Tapi kenapa sang Nabi menjulukinya dengan sang pemalu. 
Adakah yang lebih menakjubkan dari seorang Ali bin Abi Thalib semuda itu gagah berani menggantikan tidur Rasulullah di tengah terkepungnya rumah itu dengan pedang-pedang yang terhunus yang haus darah lalu di pagi hari terbangun tanpa sehelai rambutpun yang terluka. Tanpa ada seorang pun yang berani menyentuh kulitnya.
Adakah yang lebih menakjubkan dari seorang Thalhah yang terkoyak tubuhnya dengan 70 luka hingga memuncratkan darah, bahkan ia bahagia lantaran melindungi Rasulullah? Dan tersenyum mendengar Rasulullah masih hidup.
Adakah yang lebih menakjubkan dari seorang Abu Bajadain yang rela mempertahankan keyakinannya hidup hanya dengan dua lembar kain yang menempel di dadanya. Padahal sebelum ia hidup tanpa kekurangan. Dan akhir hayatnya Rasulullah sendiri yang menggali kuburan dan menguburkannya. Abu Bakar dan Umar bin Khattab pun hanya bisa menyaksikan kesyahidannya.
Adakah yang lebih menakjubkan dari seorang seorang Ibnu Abbas yang saat masa kecilnya suka mengucurkan air untuk wudhlu Rasulullah, lalu Rasul pun memeluknya, mencium keningnya seraya mendo'akannya agar kelak menjadi orang yang mudah memahami diendien ini?
Adakah yang lebih menakjubkan dari seorang seorang Zaed bin Tsabit yang saat kecilnya  berlari menarik pedangnya yang lebih panjang dari ukuran tinggi tubuhnya, lalu ia dengan lantang berucap "Ya Rasulallah aku mau ikut perang bersamamu?" Namun Rasul tersenyum, "Kembalilah nak ke ibumu". Lalu disaat lain kembali di hadapan Rasulullah dengan setoran hafalan yang terlampau jelita seukurannya. Terekamlah dikemudian hari ia menjadi pencatat wahyu bersama Rasulullah.
Atau adakah yang lebih menakjubkan dari berbalas senyum ketika dilukai, menghibur jiwa-jiwa saat kita sendiri berduka, mengakui kesalahan disaat banyak orang ramai cuci tangan, memberi maaf saat kedongkolan itu meraja di dalam dada, memberi atas sesuatu yang kita sendiri sedang sangat membutuhkannya, memilih merendahkan diri saat ada kesempatan untuk beradu argumen yang tergoda dalam kesombongannya. Atau kekasaran. Atau mana yang lebih jelita bisa menghalau kemarahan saat ada kesempatan untuk membalas kemarahan bahkan bisa membakarnya lebih dahsyat, atau saat mengatakan kejujuran "aku tidak tahu," daripada menambah penyesatan.

Adakah yang lebih menakjubkan dari diri kita.........???
Bahkan terlambat kita bertanya; Sejak kapan kita merengkuhnya???
Bahkan kita belum apa-apanya jika dibanding mereka.
Selamat  mencoba....semoga Allah memudahkan urusan kita.

Demikian materi sore ini mudah-mudahan bisa dipahami dan bermanfaat.

TANYA JAWAB


Pertanyaan M11

1. Ustadz, saya mau nanya. Ada sebuah ayat yang mengatakan bahwa sholat dan bersabar. Artinya, setiap kita mendapatkan masalah, kita diminta untuk sholat dan bersabar, apakah tanpa kita cari solusinya? Karena, sebagian orang menganggap, masa kita hanya sholat dan bersabar saja, ikhtiar-nya kok tidak ada?! Bagaimana dengan hal yang demikian itu?! Yang saya tahu dengan sholat, ngaji dan bersabar in sya Allah solusi itu datang dengan sendirinya tanpa kita perlu berpikir untuk cari solusi. Asal kuat untuk bersabar saja dan yakin bahwa Allah akan berikan yang terbaik untuk kita.
Jawab
Tentang jadikanlah sabar dn sholat sebagai penolongmu ada dalam QS. Al Baqarah ayat 45-46. Secara khusus untuk orang-orang yang beriman, diperintahkan menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong ditempatkan dalam rangkaian perintah dzikir dan syukur. 
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu dan bersyukurlah kepadaKu dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah swt senantiasa bersama dengan orang-orang yang sabar“. (Al-Baqarah: 152-153). 
Dalam kaitan dengan dzikir, menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong adalah dzikir. Siapa yang berdzikir atau mengingat Allah dengan sabar, maka Allah akan mengingatnya dengan rahmat. Masih dalam konteks orang yang beriman, sikap sabar yang harus selalu diwujudkan adalah dalam rangka menjalankan perintah-perintah Allah Taala, karena beban berat yang ditanggungnya akan terasa ringan jika diiringi dengan sabar dan shalat. Ibnul Qayyim mengkategorikan sabar dalam rangka menjalankan perintah Allah Taala termasuk sabar yang paling tinggi nilainya dibandingkan dengan sabar dalam menghadapi musibah dan persoalan hidup. Syekh Sa’id Hawa menjelaskan dalam tafsirnya, Asas fit Tafasir kenapa sabar dan shalat sangat tepat untuk dijadikan sarana meminta pertolongan kepada Allah Taala. Beliau mengungkapkan bahwa sabar dapat mendatangkan berbagai kebaikan, sedangkan shalat dapat mencegah dari berbagai perilaku keji dan munkar, disamping juga shalat dapat memberi ketenangan dan kedamaian hati. Keduanya (sabar dan shalat) digandengkan dalam kedua ayat tersebut dan tidak dipisahkan, karena sabar tidak sempurna tanpa shalat, demikian juga shalat tidak sempurna tanpa diiringi dengan kesabaran. Mengerjakan shalat dengan sempurna menuntut kesabaran dan kesabaran dapat terlihat dalam shalat seseorang. Lebih rinci, syekh Sa’id Hawa menjelaskan sarana lain yang terkait dengan sabar dan shalat yang bisa dijadikan penolong. Puasa termasuk ke dalam perintah meminta tolong dengan kesabaran karena puasa adalah separuh dari kesabaran. Sedangkan membaca Al-Fatihah dan doa termasuk ke dalam perintah untuk meminta tolong dengan shalat karena Al-Fatihah itu merupakan bagian dari shalat, begitu juga dengan do’a. Dengan kesabaran dan sholat yang berkualitas maka kedekatan kita pada Allah membuat Allah memudahkan segala urusan kita. Tidak ada yang sulit bagi Allah untuk memberi solusi atas kesulitan kita. Namun sebagai manusia Allah juga tetap perintahkan kita berikhtiar menempuh segala daya dan upaya semaksimal mungkin. Semua usaha akan terasa ringan, menyenangkan dan selalu ada saja jalan keluar jika  ini dimulai dengan berlandaskan ketenangan jiwa. Dan ketenangan jiwa itu sebagai hasil kesabaran dan sholat yang berkualitas. Begitu bunda.

2. Ustadz, Saya sering mendengar orang mengatakan bahwa sabar itu ada batasnya. Namun yang baca dalam siroh nabawi bahwa rasul itu sabarnya luar biasa. Dan saya pernah baca bahwa sabar itu tidak ada batasnya. Pertanyaan saya ustadz. Adakah kesabaran itu ada batasnya? Misalnya, orang seperti saya ini yang awam ilmu agama. Bagaimana mentauladani sikap Rasullallah yang kaitanya jaman seperti ini ustadz?
Jawab
Sabar itu tidak di batasi, kitalah manusia yang sering membatasinya. Sabar itu ada 2 jenis: sabar atas nenjalankan perintah Allah dan sabar ketika menghadapi laranganNya. Kekuatan kesabaran itu tergantung kualitas imannya dan sholatnya.

Pertayaan M15

Assalamualaikum Ustadz. Saya mau nanya. Akhir-akhir ini ketika banyak masalah saya seperti blank g bisa mikir jalan keluar. Bahkan berdoa untuk meminta pun kadang smpai lupa dan hanya melamun. Yang saya lakukan hanya perbanyak sholat sunnah,qiyamul lail dan mengaji saja. Saya serahkan semua sesuai kehendakNya. Tnyta Allah mmberikan jalan keluar yg baik dan tidak disangka2. Sy jd mmnyimpulkan, kalo saya banyak masalah, cukup pekuat sholat dan tilawah maka Allah akan membukakan jalan. Apakah baik tindakan seperti itu Ustadz?
Jawab
Barakallah. Benar bunda. Tidak ada yang sulit bagi Allah untuk menyelesaikan masalah hambaNya. Bahkan Tanpa kerja dan pinta manusia pun tak ada masalah bagi Allah. Inilah yang sering di pahami solusi dari perspektif kuasa Allah. Tapi apa rahasianya Allah juga memerintahkan kita supaya bertawakal setelah berazam yang kuat? Seperti dalam QS ath Thalaq ayat 2-3. Rahasianya bahwa Hak Allah menentukan segalanya termasuk hasil kerja manusia sedang kewajjban kita sebagai hamba Allah adalah menggenapkan kenyakinan atas kuasa Allah dengan berazam dan bertawakal terhadap segala sesuatu yang kita kehendaki, termasuk mencari solusi atas masalah yang kita hadapi. Contoh: apakah cukup dengan doa kita bisa kenyang perut kita berlama-lama dan sehat? Ikhtiar kita ketika lapar ya makan, dengan makanan yang penuh gizi atau sesuai kebutuhan badan kita,  lalu berdoa semoga Allah menyehatkan badan kita. Apa susahnya bagi Allah agar Rasulullah  hidup mewah dan terhindar dari segala manusia yang memusihinya? Tapi Muhammad tetap berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tapi Muhammad tetap memerangi mereka yang memusuhinya. Apa susahnya bagi Allah membuat semua manusia sebagai orang yang beriman menyembahNya? Tapi kenapa ada setan yang memusuhi manusia. Ada manusia yang ingkar padaNya. Rahasianya Allah hendak menguji manusia atas kehidupan dan kematian ini untuk diketahui siapa yang paling baik amalnya, siapa yang paling bertaqwa.

2. Assalamualaikum ustadz, disaat kita ingin bersikap sabar tapi selalu saja ada godaan untuk marah dan khilaf. Apakah sikap sabar yang pernah kita lakukan gak ada manfaatnya ustadz?
Jawab
Tetap ada manfaatnya bunda. Maka sabar itu sesungguhnya tidak terbatas hanya kitalah manusia yg membatasinya; yakni tdk kuat menanggung kesabaran. Lihatlah kisab nabi Ayyub dan para nabi ulul azmi. Maka bemper kesabaran kita adalah makin di dekatnya kita kepada Allah swt


Pertanyaan M17

1. Dalam hidup kata nya bukan permasalahan yang besar tapi kitanya yang selalu ga siap dalam menghadapi dan menyikapi masalah yang dateng. Bagaimana caranya biar kita siap padahal kadang kita merasa udah mempersiapkannya suka menenangkan diri dan mengingat bahwa semua yang terjadi udah kehendak Allah kadang malah masalahnya terulang sampai 2x
Jawab
Bismillah. Agar kita memiliki imunitas yang tinggi, ada 2 syarat yang harus dipenuhi; Pertama: kesiapan mental dan maknawiyah. Di sinilah pentingnya mendekat pada Allah sebagai sumber kekuatan. Inilah kunci pertama dan utamanya. Kedua, persiapan sarana secukupnya. Yakni segala prasarana yang nendukungnya.

Kita tutup kajiannya yaa, in shaa Allah bermanfaat untuk kita semua

Kita tutup dengan Doa Kafaratul majlis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa, 05 Mei 2015
Narasumber : Ustadz Umar Hidayat
Tema : Motivasi Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online WA Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala

Link Bunda 2

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!