Bekal Seorang Da'i

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, May 25, 2015

KAJIAN ONLINE HAMBA اَللّهُSWT UMMI
Hari / Tanggal : Senin 25 mei 2015
Narasumber    : Ustadzah  Azizah SPd
Tema : Bekal seorang da'i
Group : M5
Notulen : Arsyafa


Biodata Narasumber :
Nama: Azizah SPd
Alamat: Bogor - Jabar
TTL: Probolinggo 2 agustus 1973
Suku/Asal: jawa
Pekerjaan/Aktifitas: IRT
Suami : nama DR. Arif HArtoyo, (alm)
asal : purbalingga,
pekerjaan: dosen ITP IPB (pensiun krn wafat)
Anak:
1. M. Fauzan Azhim 1998. Klas 1 SMA ponpes Husnul khotimah Kuningan.
2. M. Izzuddin, laki2, 2002. SMP Ponpes HK kuningan.

3. M. Azzam Alauddin 2005. Klas 4 SDIT Aliya
Kontak:
No HP: 081280189449
WA.    : 085711674552
FB.     : Azizah SPd (jilbab kaus pink)


Materi kali ini : Bekal seorang da'i
 

Baik... Sebelumnya terimakasih sdh dipersilahkan singgah d grup ini...
Semoga keberadaan grup ini bs mjd sarana kita semua meraih keridloan dan keberkahan...
Aamiin...
اسلا م عليكم و رحمت الله و بر كاته
بسم الله الرحمن الرحيم
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْه
ِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَهَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan,dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal  kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.

Materi kajian kita pagi ini bekal seorang da'i
Allah SWT telah menggariskan, kita....sebagai para da'iyah...
Ini bukan hal yg terjadi kebetulan...
Karena Allah telah mencatat ini dalam kitab 'iliyyin di lauhil mahfuzh..
Bahkan jauh sebelum kita lahir...
Ini adalah sebuah kehormatan yg tiada terkira yg Allah beriKan pada kita...
Betapa tidak....kita sdh mengetahui keutamaan profesi daiyah ini....
Hanya syurga yg patut didapat para dai/daiyyah yg ikhlash berjuang di JalanNya...
Semoga...
Karenanya ukhti fillah...
Tiada hal lain yg patut kita lakukan selain bersyukur atas nikmat Allah ini....
Bagaimana cara mensyukuri nikmat Allah yg besar ini..?
Kita lakukan dg melaksanakannya secara profesional...
Salah satunya adalah dg mempersiapkan profesi kita ini dg sebaik2nya...

ILMU
1. Memiliki ilmu terhadap dakwah yang diserukannya.
Ilmu merupakan jembatan kepada seseorang itu untuk mencapai ketaqwaan kepada Allah swt. Tidak dapat tidak, wajib bagi seseorang itu untuk mempelajari ilmu supaya dapat menjadi bekalan kepada seseorang untuk mendapatkan ridha Allah swt.
Sabda Nabi saw:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِم
 “Menuntut ilmu adalah fardhu ke atas setiap muslim.”

Sepertimana kata-kata Imam Syafi'i Rahimahullah:
ﺗﻔﻘﻬﻮﺍ ﻗﺒﻞ ﺃن تﺴﻮﺩﻭا
"Tuntutlah ilmu sebelum kamu memimpin."

Ada beberapa jenis ilmu yg harus dimiliki oleh seorang daiyah....

Pertama, ilmu tentang pokok-pokok keimanan,
yaitu keimanan kepada Allah Ta’ala, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir

Kedua, ilmu tentang syariat-syariat Islam.
Di antara yang wajib adalah ilmu tentang hal-hal yang khusus dilakukan sebagai seorang hamba seperti ilmu tentang wudhu, shalat, puasa, haji, zakat.
Kita wajib untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan ibadah-ibadah tersebut, misalnya tentang syarat, rukun dan pembatalnya.

Ketiga, ilmu tentang lima hal yang diharamkan yang disepakati oleh para Rasul dan syariat sebelumnya. Kelima hal ini disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,
ö قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
“Katakanlah,’Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui’”. (QS. Al-A’raf [7]: 33)

Keempat, ilmu yang berkaitan dengan interaksi yang terjadi antara seseorang dengan orang lain secara khusus
(misalnya istri, anak, dan keluarga dekatnya) atau dengan orang lain secara umum. Ilmu yang wajib menurut jenis yang ke empat ini berbeda-beda sesuai dengan perbedaan keadaan dan kedudukan seseorang.
Misalnya, seorang pedagang wajib mempelajari hukum-hukum yang berkaitan dengan perdagangan atau transaksi jual-beli. Ilmu yang ke empat ini berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. (LihatMiftaah Daaris Sa’aadah, 1/156)

Kelima hal ini adalah haram atas setiap orang pada setiap keadaan. Maka wajib bagi kita untuk mempelajari larangan-larangan Allah Ta’ala,seperti haramnya zina, riba, minum khamr, dan sebagainya, sehingga kita tidak melanggar larangan-larangan tersebut karena kebodohan kita.

2. Kewajiban Untuk Mendakwahkan Ilmu yang dimiliki
"Hendaklah di antara kamu yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, maka merekalah orang-orang yang berjaya."
(Surah Ali-Imran : 104)
Firman Allah swt:
ﻭَﻟْﺘَﻜُﻦْ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺃُﻣَّﺔٌ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻭَﻳَﺄْﻣُﺮُﻭﻥَ بِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭَﻳَﻨْﻬَﻮْﻥَ ﻋَﻦِ اﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ ﻭَﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻤُﻔْﻠِﺤُﻮﻥَ
Perkataan ولتكن yang disandarkan dengan lam amar menunjukkan perintah wajib kepada umat Islam untuk berdakwah.
Firman Allah S.W.T:
Di dalam surah Al-Asr, Allah Taala meletakkan 4 bahagian yang perlu dijadikann panduan kepada manusia di dalam kehidupan.
1) Beriman kepada Allah
2) Beramal dengan amalan soleh
3) Berpesan kepada kebenaran
4) Berpesan kepada kesabaran
Surah inilah yang disifatkan oleh Nabi Saw sebagai satu pertiga Al-Quran yang merangkumi kewajipan manusia dalam meneruskan dakwah.
Berkata Imam Syafi'i lagi:
“Sekiranya manusia seringkali mengingati surah Al-Asr, maka sudah cukup bagi mereka. Oleh itu, tidak cukup bagi mereka untuk mngenal erti kebenaran dan kesabaran itu selagi mana mereka tidak berpesan dan memberi panduan di antara satu sama lain.”
Ilmu dan dakwah saling berkait rapat dan memerlukan diantara satu sama lain. Sekiranya tiada ilmu dalam dakwah, maka pincanglah dakwah tersebut. Begitulah sebaliknya sekiranya dengan ilmu kemudian tiada kesedaran manusia dalam berdakwah.
Ini adalah PR besar kita sekarang..
Bagaimana kita berusaha memperkaya diri dg berbagai jenis ilmu yg wajib kita tuntut....
Dan kita berupaya utk menyampaikan setiap ilmu yg sdh kita dapatkan....
Meski hanya satu ayat..

Sesi Tanya Jawab
1. Tanya :
Kita meyakini bahwa hidayah adalah hak prerogative Allah swt, dalam keluarga suami saya,masih banyak yang non Muslim dan serumah,nah yg sudah muslim pun masih sekedar identitas,bagaimana cara berdakwah pada mereka.
Jawaban :
Khair bunda lisa, kalo kita mengkaji pd kisah para rasul, maka tak sedikit yg kita temui, musuh terbesar dakwah adalah justru klg
Lihatlah Muhammad pamannya sendiri penentangnya abu lahab dan abu jahal. Nuh hrs merelakan anaknya tenggelam dan luth anak istrinya terkena musibah juga. Pun dg nabi ayub
Artinya,,,,,sunnatullah dakwah itu adalah siap untuk diuji ya bunda. Berkaitan dg klg yg rata2 nonis dan yg islampun biasa2 aja, maka selayaknya kita yg ambil alih dakwah itu. Dimulai dari akhlak kita utamakan, lemah lembut dan sabar. Kemudia pakaian kita usahakan syar'I dan apa yg kita lakukan itu sesuai antara ucapan dan prilaku
Dakwah itu hrs disampaikan dg cinta, tanpa itu maka akan susah tembusnya. Sekeras2nya hati manusia, jika dia sll kita beri sikap pemaaf, sll brterima kasih, memuliakan dsb maka mrk akan tahu ini lho islam itu

2. Tanya :
bunda bgaimna cara mendakwahi keluarga yg masih memegang erat acara adat di daerah ...maih sngt kental sekali..pdhl hal itu tdk dcontohkan Rosul
Jawaban :
Bunda putri : dakwah tak semudah memballik telapak tangan perlu proses. Jika kita sdh paham maka mulailah dr klg kita
Contoh dulu saat kk bunda pertama hamil ada acara 4 bln an dsb, saat itu bunda masih SD, blm kenal dakwah. Stlh bunda kuliah bunda ikut kajian2 rutin. Alhamdulilllah mulai paham ohh ini gak ada to ajarannya. Nahh saat itu mulai bunda sambil cerita2 ke ibu nya bunda kalo acara yg bgni itu gak pernah diajarkan Rasul
Lama kelamaan ibu bunda paham, dan saat bunda hamil ya sdh apa kata bunda dan abi
Artinya pendekatan personal terus menerus, dan pahamkan apa itu islam dan bgmn islam mengaturnya

3. Tanya :
klw mendakwahi orang yg hatinya keras bun ?...yg egois tdk mw mndngrkan pndpat orang lain.
Jawaban :
Khair bund Khair bunda,,,,itu yg di sebut medan dakwah yg hrs nya bisa kita lewati ya bund meski rasanya ogah banget. Mgkin cara kita menyampaikan yg dia gak suka, krn terlalu berat dan kayaknya dia jd tertuduh makanya jd ngeyel. Atau mmg dia lagi bad mood, apa2 ya bodo teuing kalo gak suka mah ya udah aja. Salah satu caranya adalah kenali saat terbaiknya bisa menerima wejangan, entah saat dia senang pakai sindiran, atau justru bs masuk saat dia terpuruk dan lemah, maka dia akan sadar dia butuh org lain buat dgr keluhnya
Ibarat belajar jd pilot, maka pilot dg jam trbang terbanyaklah yg mahir memainkan laju pesawat. Maka bgtu juga dg dakwah, terus lakukan jgn lelah, krn type manusia mmg beda, lama2 kita kenyang dan tahu org spt apa yg sdg kita hadapi
Bunda kembalikan pada admin ya, mhn maaf jika ada salah2 kata. Kalo kata ust kaspin 4x4=16. Pokoknya kudu ikhlas gitu ☺

PENUTUP:
Doa Kafaratul Majelis
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!