Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Biaya Modal

Kajian Online Nanda Hamba الله

Tema: Biaya Modal
Asatidz: Ustadz Bagus
Hari: Rabu, 02 Sya'ban/20 Mei 2015
Grup: 116
Admin: Asri & Sari

=========================


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Pada kesempatan yg lalu kita  pernah membahas ttg kesehatan finansial, di dalamnya ada ttg discount rate atau dibeberapa buku ada yg menyamakan dg biaya modal (cost of capital).

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas ttg biaya modal (cost of capital / coc).


Ada beberapa hal yg perlu diketahui, yaitu:

1. Coc adalah keuntungan minimal yg disyaratkan oleh pemilik modal.
2. Dalam menjalankan bisnis, modal bs kita dapat dr milik kita sendiri, pinjaman semuanya, modal orang lain atau gabungan.
3. Modal sendiri berarti kita mendanai sendiri bisnis kita dr modal kita sendiri.
3. Pinjaman berarti kita meminjam dana org lain & berkewajiban utk mengembalikannya sesuai dg  perjanjian yg telah disepakati beserta kontra prestasinya (bunga kalau konvensional & bagi hasil kalau syariah).
4. Kalau modal org lain berarti yg kita putar utk bisnis kita & tdk ada kewajiban utk mengembalikan, hanya kita memberi bagi hasil terus. Jadi disini pemilik perusahaan bukanlah kita tp pemilik modal. Sdg kita hanya sbg manajemenny sj.

Scr matematis utk menghitung coc adl membagi kontra prestasi (bagi hasil atau bunga) yg dijanjikan dg modal yg disetor.

Shg utk coc modal sendiri berarti keuntungan yg kita harapkan dibagi dg modal kita yg kita investasikan.
Kalau pinjaman ya bagi hasil dibagi dg modal yg kita pinjam.
Kalau modal org lain kita hitung melalui bagi hasil yg disepakati dg modal yg diinvestasikan org tsb.
Dasar penetapan bagi hasil yg wajar adl kesepakatan antar pihak, yg pntg tdk ada yg dirugikan.

Discount rate atau coc ini nantinya utk menghitung kesehatan finansial bisnis kita. Krn kadang bisnis untung belum tentu sehat, sebalik kita bs membuat strategi rugi untuk kesehatan finansial jangka panjang.
Silahkan kalau ada yg didiskusikan.
=======================

Tanya Jawab

1. Ustadz, dalam menjalankan bisnis kebanyakan orang menggunakan modal pinjaman di bank dengan rate interest macam2....nah bagaimana hukum bunga bank ini dalam islam

Karena apapun yang berhubungan dengan bunga bank jatuhnya riba *sepengetahuan ana
Apakah benar demikian

Jawaban

Bunga dlm islam tetap gk boleh.
Nanti scr lbh detail ttg ekonomi syariah bs ditanyakan waktu kajian ekonomi syariah.
Bank syariah skrg ini, kalau dlm konteks percampurannya scr makro dg ekonomi konvensional iya. Tp mengenai pembiayaan2 yg diberikan, insyaAllah sdh sesuai sg kaidah syariah. Walau msh ada catatan.
Salah satu produk bank syariah, yg seakan-akan menggunakan bunga padahal bukan adalah pembiayaan murabahah.
Agar lebih jelas perhatikan ilustrasi sbb:
Misal akan berutang 12jt utk beli sepeda motor dengan angsuran tiap bulan selama 1 tahun. Alternatif yg ada:
Kredit konvensional:
Utang: 12jt
Bunga 12%, jd setiap bulan 1%. Bentuk kontraknya adl:
Angsuran: 1jt
Bunga: 120rb
Total angsuran: 1.120rb tiap bulan.
Kalau pembiayaan murabahah: utang 12jt utk beli sepeda motor oleh pihak bank dijual ke kita, misal, sebesar 13,44jt. Jd disini bank mengambil margin sebesar 1,44jt. Bentuk kontraknya:
Angsuran: 1jt
Margin: 120rb
Total angsuran: 1,120rb.

Contoh diatas sengaja dipilihkan angka yg sama, smoga bs membedakan.

Sering kali org melihat margin di murabahah ini sbg bunga, padahal bukan krn ini margin atau keuntungan bank atas transaksi jual-beli (murabahah).
Inilah pentingnya kontrak atau akad atau perjanjian dlm islam. Beda format, sama hitungannya tp beda nilainya.

Cuma catatannya, harusnya dalam menentukan margin atau besarnya bagi hasil ada proses tawar-menawar, yg tdk pernah kita jumpai
Jd yg namanya bank syariah tdk hanya bagi hasil sj
2. Seberapa besar bunga yang ditetapkan pemilik modal yang dikategorikan aman dalam islam? Karena banyak pengusaha yang mengejar materi semata, misal pegadaian, perusahaan sewaan

Jazakallahu ustadz

Jawaban

Bunga sekecil apapun tetap gk boleh. Tp kalau margin atau keuntungan, dari jual beli, baik produk atau jasa sebesar apapun boleh

3. Sbg org awam Saya masih.bingung dgn sistem bagi hasil bagi pelaku bisnis perbankan syariah, namun ada yg mengatakan bahwa perbankan indonesia blm bnr2 100% syariah, mhon di jelaskan ustadz, sistem bagi hasil yg betul menurut islam itu seperti apa?
Jawaban:

ada dua pendapat ulama, ada yang menudukung ada yang tidak mendukung, karena pertanyaannya di sini adalah bagaimana sistem bagi hasil yang bagaimana yang sesuai dengan syari'ah, maka ana akan menjelaskannya dari sisi yang tidak mendukung, karena bagi ulama yang mendukung bank syari'ah apa yang dilaksanakan oleh operator (bank syari'ah saat ini) sudah sesuai dengan aturan/ketetapan syari'i.

ulama yang tidak mendukung dengan sistem bank syari'ah saat ini berkesimpulan bahwa, sistem bagi hasil yang ada dijalankan oleh perbankan syari'ah saat ini adalah tidak sesuai dengan aturan syar'i, karena tidak adanya perbedaan antara bank konvensional, perhitungan bagi hasil yang diperhitungkan didepan sama dengan perjanjian yang ada di bank konvensional bahkan rentenir.
Quotes dari artikel yang ditulis oleh ustadz Ahmad Syarwat, Lc:
"Sebab yang namanya bagi hasil itu seharusnya mengacu kepada hasil yang belum bisa ditetapkan nilainya. Kalau sudah beroperasi, lalu ada pemasukan, dan pemasukan dikeluarkan dengan biaya operasional dan lainnya, barulah nanti ada hasilnya. Maka hasilnya itulah yang seharusnya dibagi sesuai dengan kesepakatan antara bank dengan peminjam.
Sayangnya, istilah bagi hasil yang digunakan oleh banyak bank syariah itu ternyata jauh berbeda. Istilah boleh sama, tetapi kenyataannya jauh sekali. Ketika seorang mendapatkan pinjaman uang di bank syariah, belum apa-apa sudah ditetapkan bahwa nanti hasilnya harus sekian. Jadi nanti bagi hasilnya pun juga sudah ditetapkan berapa persen dari hasil itu.
Alasannya pun klasik sekali, terlalu sulit untuk bisa menghitung hasil dari sebuah usaha tiap bulan. Jadi karena sulit untuk menghitungnya, sejak awal sudah dipastikan saja secara flat, biar tidak merepotkan. Tetapi penetapan secara flat ini tetap ada ketentuan dan rujukannya. Tahukah apa yang jadi rujukannya? Ya, tidak lain adalah suku bunga. Waah"
---
jadi artinya secara tidak langsung pihak bank sebagai pemilik modal (yang modalnya dari nasabah) tidak mau rugi, padahal kalau menurut syar'i semua pihak baik itu pemilik modal (bank syari'ah) ataupun nasabah (peminjam) wajib menanggung segala resiko baik itu keuntungan apalagi kerugian.
wallahu'alam.
4.Barokallah fikum Ust.

Dan pada umumny Negara-negara Islam mungkin banyak yng berhubungan Perdagangan dengan negara-negara kaya yng tidak menutup kemungkinan negara Islam tersebut meminjam kepada negara-negara kaya tersebut dengan Cara pinjaman Berjangka&Berbunga pula.
Bagaimana pandangan ini menurut Agama ust?
Syukron Jazakallah.

Jawaban:

ana tidak dapat memberikan pandangan yang lebih jauh tentang hal ini, karena riba itu sudah jelas halal dan haramnya ...

namun ana akan mencoba memberikan kisi-kisi riba:
Ada 4 macam Riba dalam pandangan Islam:
#Riba Fadhli
Riba Fadhli, adalah pertukaran barang sejenis yang tidak sama timbangannya. Misalnya, cincin emas 24 karat seberat 5 gram ditukar dengan emas 24 karat namun seberat 4 gram. Kelebihannya itulah yang termasuk riba.
#Riba Qordhi
Riba Qordhi, adalah pinjam-meminjam dengan syarat harus memberi kelebihan saat  mengembalikannya. Misal si Udin bersedia meminjami si Imam uang sebesar Rp300.000,00 asal si Imam bersedia mengembalikannya sebesar Rp325.000,00. Bunga pinjaman itulah yang disebut riba.
#Riba Yadi
Riba Yadi, adalah akad jual-beli barang sejenis dan sama timbangannya, akan tetapi penjual dan pembeli berpisah sebelum melakukan serah terima. Seperti penjualan kacang atau ketela yang masih di dalam tanah.
#Riba Nasi'ah
Riba Nasi'ah, adalah akad jual-beli dengan penyerahan barang dilakukan beberapa waktu kemudian. Misalnya, membeli buah-buahan yang masih kecil-kecil di pohonnya, kemudian diserahkan setelah buah-buahan tersebut besar-besar atau setelah layak dipetik. Contoh lain, membeli padi di musim kemarau, tetapi diserahkan setelah musim panen.
---
semoga kita yang hanya sebagai rakyat tidak menanggung dosa akibat kebijakan yang diambil oleh pemimpin-pemimpin kita, dan semoga hutang-hutang yang ada segera dimudahkan Allah dalam hal pelunasannya ...
5. Sama seperti mba fitri,trutama prodak2 bnk syariah hampir sama dng bnk pada umumya,jd apa yg brbda
Jawaban:

perbedaannya adalah bank syari'ah mencoba berusaha dan saat ini masih dalam proses agar bisa menjadi bank yang memang sesuai dengan aturan syar'i, sehingga masyarakat Islam di Indonesia merasa aman dan terlindungi serta sesuai dengan kaidah-kaidah Islam dalam hal transaksi perbankan


6. Oh iya tad, apa bedanya bank konven dg syariah? Sama2 menggunakan bunga, dan bunganya juga ga beda jauh

Malah jatuhnya sama besar nilai bunganya
Apakah dengan menggunakan syariah hanya sebagai tamen aja untuk menarik perhatian masyarakat karena kebanyakan bank buka perbankan syariah

Jawaban:

untuk saat ini, masih ada kesalahan/pelanggarab dalam aturan yang dituliskan oleh Dewan Syari'ah Indonesia, jadi perlu adanya peran aktif dari masyarakat untuk memberikan kontrol sehingga kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi.


7. Oh iya ustadz,ada sdkt pertanyaan trkait pemilik modal,atau insvestor dan sdm..bgaimana investasi atau brmain saham yg dbnarkan dlam islam,,karna saya pernah dngar menaruh saham seperti di bursa efek mash syubhat halal haramya,,,oh ya sayapun pernah mendngar tryta ada tmpat permainan saham untk syariah..bgaimana sistem akadya pak ustad
Jawaban

Kalau trading saham boleh

Kalau tdk salah fatwa mui nmr 85 tahun 2011. Utk saham ini butuh waktu tersendiri. Smoga lain kali bs dibahas
Atau yg pingin tau lbh dulu ttg saham bs stlh kajian ini

8. Ia ustd,saya pernah sdkit baca tntang DSN MUI,,itu yg membdakan bng syariah dan konvensional,namun trkait saham saya mash bngung
Jawaban:

saham pada dasarnya memiliki banyak faktor resiko, salah satu ketidak-jelasan ... banyak hal yang menjadi bias di bursa efek, bisa saja saham yang dinilai baik tiba-tiba jatuh merosot nilainya, atau yang nilainya rendah naik tiba-tiba ... layaknya berjudi, banyak spekulasi di sana ... jadi daripada jadi pegang saham lebih baik jadi pemilik modal/owner saja


9. mau tanya ustadz, apa ada batasan keuntungan yang kita peroleh menurut Islam?
- nah, salah satu cara menarik perhatian pelanggan dlm berdagang kan dengn adnya diskon. nah klo kita mendiskon harga dg cara menaikkan dlu harganya lalu didiskon, itu hukumnya dalam islam gmn? lalu, bagaimana cara memberikan diskon yg benar dlm islam?
Jawaban

pertanyaan kesembilan, sebenarnya tidak ada batasan keuntungan dalam Islam, yang penting selama barang yang kita jual itu mudah didapatkan dan bukan monopoli dari penjual ... artinya tidak memanfaatan kesempatan ketika menjadi penjual barang satu-satunya dengan mengatur harga seenak hati sehingga ketika satu ketika ada yang mendapatkan barang teraebut dilain tempat tidak merasa tertipu dengan mahalnya harga barang yang ditawarkan.

untuk diskon yang menaikan harga, lalu memberikan diskon seolah-olah turun harga, padahal dengan diskom itupun masih ada keuntungan yang relatif besar maka itu termasuk perbuatan yang munkar, itu adalah sebuah penipuan kepada konsumen, tidak ada keberkahan di harta yang kita dapatkam dari jalan yang bathil
=========================

Penutup

Jazakumullahu khoiron katsiron ustadz, semoga ilmunya bermanfaat untuk diri pribadi dan nanda semuanya serta dapat diamalkan untum orang-orang di sekitar kita
Baiklah nanda kita tutup kajian kita hari ini dengan istigfar sebanyak2nya dan hamdallah serta do'a kafaratul majelis
Do'a kafaratul majelis

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
اسْتَغْفِــــرُ اللّــــهَ الْعَظِــــيْم
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
آمــــــــــــــــــ­ين يَا رَبَّالعَالَمِين

Maha Suci Engkau yaa Allah dan dengan memujiMU aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau Aku mohon ampun dan bertaubat kepadaMU
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh