Ketik Materi yang anda cari !!

DOSA DOSA BESAR

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, March 10, 2015


Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Alhamdulillahirrabbilalamin...


Semoga kita dilindungi Allah dari kefakiran dan kejahatan makhluk. Aamiin..

Hari ini kita akan membahas perihal dosa.


Materi ini setidaknya menguraikan 5 dosa besar yang disebutkan oleh Rasulullah saw. Yakni syirik, sihir, durhaka pada orang tua, sumpah palsu, dan lari dari medan perang (desersi). Ada sejumlah dosa lain yang juga termasuk dalam kategori dosa besar. Allah SWT memberi hukuman yang berat bagi pelaku dosa besar.


Dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadits Nabawi tentang dosa-dosa besar:

  • Bahaya syirik. 
  • Bahaya sihir. 
  • Bahaya durhaka pada orang tua. 
  • Bahaya berpaling dari medan jihad. 
  • Bahaya sumpah palsu.



Dalil-Dalil & Hadis-Hadits:

"Tidakkah aku ceritakan kepadamu tentang dosa-dosa yang besar (3x). Mereka menjawab, ‘Ya, wahai Rasulullah’. Beliau bersabda, ‘Yaitu menyekutukan Allah, durhaka pada orang tua -pada waktu itu beliau bersandar kemudian duduk, kemudian bersabda- demikian juga persaksian palsu dan ucapan palsu’. Beliau selalu mengulang-ulangnya sehingga kami berkata, ‘Andaikan beliau diam’"  (HR. Bukhari Muslim).

"Beliau bersabda, ‘Jauhilah tujuh perkara yang menghancurkan (7 dosa besar)’. Mereka berkata, ‘Apa saja, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Menyekutukan Allah, sihir, membunuh, memakan riba, makan harta anak yatim, berpaling dari medan perang, dan menuduh keji wanita mu’minat baik-baik’" (HR. Bukhari Muslim).

Definisi maksiat (dosa) dan pembagiannya

Maksiat adalah ketidaktaatan baik mengerjakan hal-hal yang dilarang maupun mengabaikan perintah. Maksiyat meliputi dua bagian, yakni maksiyat yang tergolong dosa besar (kaba’ir) dan dosa kecil (shogho’ir).


Kaba’ir adalah setiap dosa yang mengakibatkan hukuman di dunia atau diancam oleh Allah dengan ancaman yang khusus di akhirat; mendapatkan adzab, laknat dan kemarah-Nya. Sebagian ulama berpendapat, kaba’ir adalah dosa yang dilakukan seseorang dengan menganggap enteng dan merasa bangga. Contoh sebagaimana tercantum dalam hadits di atas.


Shagha’ir adalah dosa-dosa yang tidak mengakibatkan hukuman di dunia dan tidak ada ancaman khusus di akhirat. Sebagian ulama berpendapat, shagha’ir adalah dosa yang ditimbulkan oleh kelalaian dan pelakunya senantiasa menyesal sehingga mengurangi rasa nikmatnya bermaksiat.



Diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Nabi saw. bersabda,

"Telah ditetapkan atas manusia bagiannya dari zina yang pasti dilakukannya: zina kedua mata adalah melihat, zina kedua telinga mendengar, zina lisan adalah berkata, zinanya tangan meraba, zinanya kaki melangkah, sedangkan zinanya hati adalah menginginkan dan berangan-angan, kermudian farjilah yang membenarkan atau mendustakannya’" (HR. Muslim).



Diriwayatkan oleh Umar ibnu Abbas dan lainnya, mereka berkata,

"Tidak ada dosa besar bila disertai istighfar dan tidak ada dosa kecil bila dilakukan terus-menerus".

Sikap Muslim terhadap dosa

Sikap Muslim terhadap dosa adalah sebagaimana diungkapkan oleh Abdullah ibnu Mas’ud

"Seorang mu’min melihat dosanya seolah-olah ia berada pada kaki gunung yang akan runtuh menimpanya, sedangkan orang durhaka (al-fajr) melihat dosanya sebagimana lalat hinggap pada hidungnya, kemudian ia menghalaunnya."

Imam Bukhari mengeluarkan sebuah hadits dari Anas yang mengatakan:

"Sesungguhnya kamu melakukan pekerjaan maksiyat yang pada pandangan kamu lebih kecil ketimbang sehelai rambut, sedangkan kami menganggapnya tergolong pada masalah-masalah yang akan membawa pada kehancuran.” 


5 Macam Dosa Besar diantara Dosa-Dosa Besar


Syirik (menyekutukan Allah)

Syirik adalah menyamakan Allah dengan yang lain dalam hal-hal yang menjadi kekhususan-Nya. Syirik dapat digolongkan menjadi dua macam: syirik besar (asy-syirku al-akbar) dan syirik kecil (asy-syirku al-asghar).



Syirik Besar : Syirik akbar adalah syirik dalam beribadah dengan menjadikan tuhan-tuhan selain Allah. Allah berfirman,

1. Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (yaitu al-Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.

2. yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(-Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.

3. Kemudian mereka mengambil ilah-ilah selain Dia (untuk disembah), yang tidak menciptakan sesuatu apapun, bahkan mereka sendiripun diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) sesuatu kemanfa’atan dan tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.


بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ تَبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,” (QS: Al-Furqaan Ayat: 1)


ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٌ فِى ٱلْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَىْءٍ فَقَدَّرَهُۥ تَقْدِيرًا

yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. (QS: Al-Furqaan Ayat: 2)


وَٱتَّخَذُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً لَّا يَخْلُقُونَ شَيْـًٔا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلَا حَيَوٰةً وَلَا نُشُورًا

“Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciptakan apapun, bahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan.” (QS: Al-Furqaan Ayat: 3)


Fenomena Syirik

Fenomena syirik ibadah ini bisa dilihat, antara lain;

- Pemujaan dan do’a pada selain Allah seperti jin, berhala, taghut. Allah menjelaskan perilaku mereka dalam firman-Nya,


فَإِذَا رَكِبُوا۟ فِى ٱلْفُلْكِ دَعَوُا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ فَلَمَّا نَجَّىٰهُمْ إِلَى ٱلْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

“Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)” (QS: Al-'Ankabuut Ayat: 65)


- Hidup tanpa tujuan dan merasa tenang, tenteram, dan ridla dengan kehidupan dunia, tanpa mengingat akhirat sedikitpun.

Sesungguhnya orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan di dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.


إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا وَرَضُوا۟ بِٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَٱطْمَأَنُّوا۟ بِهَا وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنْ ءَايَٰتِنَا غَٰفِلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,” (QS: Yunus Ayat: 7)


أُو۟لَٰٓئِكَ مَأْوَىٰهُمُ ٱلنَّارُ بِمَا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

“mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS: Yunus Ayat: 8)


إِنَّ ٱللَّهَ يُدْخِلُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ ٱلْأَنْعَٰمُ وَٱلنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ

“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mukmin dan beramal saleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka.” (QS: Muhammad Ayat: 12)


أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا ۖ ذَٰلِكَ رَجْعٌۢ بَعِيدٌ

“Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi)?, itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin.” (QS: Qaaf Ayat: 3)


- Ketaatan secara mutlak kepada selain Allah.


قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS: Ali Imran Ayat: 31)


Diriwayatkan, ketika Adi bin Hathib r.a. mendengarkan Rasulullah saw. membaca ayat di atas, ia berkata,

"Wahai Rasulullah, kami dahulu tidak pernah menyembah mereka". Kemudian Nabi saw, bersabda, "Bukankah mereka menghalalkan untukmu apa yang diharamkan oleh Allah kemudian kamu menghalalkannya, dan mereka mengharamkan untukmu apa yang dihahalkan oleh Allah kemudian kamu mengharamkannya?" Ia menjawab, "Memang ya". Rasulullah bersabda, "Yang demikian itu berarti menyembah mereka" (HR. Tirmidzi).

- Menjadikan tandingan-tandingan untuk Allah dengan mencintainya melebihi kecintaannya kepada Allah.


Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapan orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada Hari Kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksa-Nya (niscaya mereka menyesal).


وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ إِذْ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ أَنَّ ٱلْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعَذَابِ

“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS: Al-Baqarah Ayat: 165)

Sebagian ulama menjelaskan andaad (tandingan-tandingan) adalah apa saja yang bisa mencabut dari Islam, seperi harta, pangkat, keluarga, dan lain-lain.


قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ

Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS: At-Taubah Ayat: 24)

Akibat Syirik Besar

Syirik adalah kedzaliman yang paling besar, karena yang didzalimi adalah Allah SWT.


وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar." (QS: Luqman Ayat: 13)

Akibat syirik sangat besar, yakni

- Tidak diampuni Allah SWT.


إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا

“Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (QS: An-Nisaa Ayat: 116)


- Haram masuk Surga.


لَقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ ٱلْمَسِيحُ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُۥ مَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ ٱلْجَنَّةَ وَمَأْوَىٰهُ ٱلنَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS: Al-Maidah Ayat: 72)


- Terhapusnya semua amal.


وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS: Az-Zumar Ayat: 65)


- Jauh dari petunjuk Allah


حُنَفَآءَ لِلَّهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِۦ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَتَخْطَفُهُ ٱلطَّيْرُ أَوْ تَهْوِى بِهِ ٱلرِّيحُ فِى مَكَانٍ سَحِيقٍ

dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS: Al-Hajj Ayat: 31)

Dalam tafsir Ibnu Katsir dikatakan bahwa ini merupakan perumpamaan Allah untuk orang musyrik dalam hal kesesatan, kebinasaan dan kejauhannya dari petunjuk.

Syirik Kecil

Adapun syirik kecil yang bersifat batiniyah seperti riya’ (memperlihatkan amal), sum’ah (memperdengarkan amal), dan yang bersifat lahiriah anatara lain bersumpah dengan selain Allah, mengatakan ‘Jika dikehendaki oleh Allah dan kamu’, memakai jimat. Syirik kecil walaupun tidak menghilangkan keimanan seseorang, tetapi dapat menggerogotinya sehingga semakin lama semakin berkurang tanpa disadari.



Rasulullah bersabda,

"Barang siapa beramal dengan menyekutukan Aku di dalamnya, maka amal itu diperuntukkan bagi sesuatu yang disekutukan dengan Aku, sedangkan Aku berlepas darinya." (HR. Muslim) 

TANYA - JAWAB

1. Assalamualaikum ustadz, maksud memperlihatkan amal dan memperdengarkan amal,  apa bedanya dengan mengajak orang lain untuk beramal baik. Karena secara tak langsung kan kita harus mencontohkan atau minimal mengajak. Itu gimana ustadz? Dan syirik besar apakah orang tersebut tetap tak akan di ampuni oleh Allah walau dia sudah bertaubat? Melihat hadist yang ustadz uraikan syirik besar ini tak akan diampuni. 


Jawab: Riya disini terkait dengan niat, untuk memamerkan amalnya dihadapan manusia, jika tak di tonton manusia dia tidak atau malas beramal. Sedangkan jika dia beramal dalam rangka dakwah atau memang amal yang kelihatan, niatnya tetap melaksanakan perintah Allah ya gak apa.




2. Assallamu'alaikum Ustadz bagaimana cara kita agar terhindar dari perbuatan riya?


Jawab: Rutinkan amal sholihnya, istiqamah walau gak ada yang lihat juga. Kemudian Latihlah keikhlasan dengan meniatkan amal sholih yaitu melaksanakan perintah Allah, Ingin mendapat pahala dan syurga Allah, Menghindar dari neraka dan sebagainya.



3. Bagaimana pendapat ustadz mengenai fenomena batu akik? Setuju ga ustadz jika ada pelarangan dari MUI mengenai pemakaian batu akik?


Jawab: Pake cincin boleh saja. namun jangan berlebihan. Saya ingat hadits Nabi SAW bahwa kebaikan agama seseorang adalah bisa dilihat dari jauhnya dia dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Coba juga lihat ciri orang mukmin di awal surat Al mukminun.



4. Saya pernah mendengar bahwa ketika kita membentak kedua orangtua terutama ibu itu artinya sama saja kita mengurangi sisa umur beliau. Apa benar memang begitu?


Jawab: Allah SWT dalam Al Quran menegaskan agar kita berlemah lembut pada ayah dan ibu, walau mereka mengajak dalam maksiat. Namun tak ada hubungannya dengan usia seseorang. Kecuali kalau dia punya penyakit jantung dibentak bentak anaknya sehingga kena serangan jantung dan meninggal, nah ini bisa dituduh pembunuhan.



5. Ustadz, apa tips-tips agar bisa selalu bersemangat dalam beribadah dan menuntut ilmu terkadang keimanan naik kadang turun, apalagi kalau lagi banyak pikiran terasa sangat malas melakukan segala hal.. 


Jawab: Bergaul dengan orang-orang sholih, habiskan waktu, potensi bersama mereka.
Harus punya ibadah harian yang rutin, walau sedikit namun harus terlaksana setiap harinya. Memiliki kajian keilmuan Islam setidaknya sepekan sekali dengan narasumber yang OK dan kurikulum yang jelas.



6. Ustadz, kalau berbohong buat nutupin amal (karena takut riya') contoh : ditanya orang sadaqoh berapa? dia bohong bilang 5rb, padahal 50 jt, biar ga riya', tapi kan tetep bohong, itu gimaa ustadz?


Jawab: Gak usah bohong. Bilang saja 100rb lebih deh... atau sejenisnya. Tidak bohong tapi juga tak harus jelas-jelasan kan...


Baiklah kita tutup dengan Doa Kafaratul Majelis :
 

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu”

--------------------------------------------

Selasa, 03 Februari 2015

Narasumber: Ustadz Doli

Tema: 5 Dosa Besar

Admin Nanda M112 (Wiwin & Indah)

Editor : Wanda Vexia


Kajian Online WA Hamba اَﻟﻠ Ta'ala



**********************************


Assalamu’alaikum..  Alhamdulillah..


Semoga sehat semua, semoga bertambah semangat dalam menjalani langkah langkah menuju Syurga Allah kelak. Pekan kemarin kita sudah membahas tentang dosa besar. Hari ini kita lanjutkan yaa..


Saling mengingatkan dan evaluasi diri, adalah salah satu perintah dari Allah pada kita, agar selalu waspada kuatir terjerumus, namun juga disertai rasa berbesar hati akan bimbingan Allah.


Masih juga di besarkan hati dengan ma’rifat kita akan luasnya rahmat dan ampunan Allah antara takut dan harapan. Disanalah hati orang beriman selalu berkisar. Kalau ingat dosa, azab, takut, namun ketika ingat rahmat, ampunan, kasih sayangNya terasa bersyukur dan tunduk.


Para ulama sejak dulu, sering membahas materi Al Anwa Asysyirk... (Jenis-Jenis Syirik)


SIHIR
Sihir adalah mengungkap sesuatu yang sebabnya samar dan tersembunyi sehingga seolah-seolah mengetahui yang ghaib. Para ahli sihir mengungkapkannya dengan meminta bantuan jin (ruh-ruh jahat dan syaithan). Mereka mendatangkan jin untuk dimintai petunjuk dan pertolongan.

“Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan” (QS. Al Jin : 6) 


Dalam kehidupan sehari-hari, banyak ditemukan sihir, misalnya, perdukunan (kahanah), peramalan (‘arrafah), mantera-mantera (ruqyah yang terlarang), santet, pelet, sulap dan akrobat (telepati), jailangkung, dan lain-lain. 


HUKUM SIHIR

Sihir termasuk syirik terhadap rubbubiyah Allah, karena mengaku-aku mengetahui yang ghaib, padahal yang mengetahui hal-hal yang ghaib itu hanya Allah saja. Di sisi lain, sihir juga termasuk syirik terhadap uluhiyatullah, karena mengabdi kepada jin dengan amalan-amalan tertentu.



Nabi bersabda,

"Sesungguhnya mantera, jimat-jimat dan tiwalah adalah syirik" (HR. Imam Ahmad).

Tiwalah adalah sejenis sihir yang digunakan untuk membuat seorang wanita mencintai suaminya. Allah mengungkapkan sihir dengan kata ‘kufur’ dalam firman-Nya,

Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan ijin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya sendiri dengan sihir, kalau mereka mengetahui. (QS. Al Baqarah : 102)


Ungkapan ‘kufur’ dalam ayat di atas bertujuan untuk membuat manusia menjauhi dan membenci sihir, dan menjelaskan bahwa sihir termasuk dosa besar.


Hukuman bagi para tukang sihir adalah dibunuh jika diketahui bahwa ia tukang sihir sebagaimana yang ditetapkan Umar bin Khaththab r.a. pada masa kekhalifahannya,

"Hendaknya kalian membunuh tukang-tukang sihir baik laki-laki maupun perempuan".


Tentang orang-orang yang datang pada tukang sihir, Rasulullah saw. bersabda,

"Tiga orang yang tidak masuk Surga, yaitu peminum khamr, pemutus silaturrahim, dan orang yang membenarkan sihir" (HR. Imam Ahmad).

Dalam kenyataan, orang-orang yang menggunakan sihir tidak pernah mendapatkan kemenangan dan keberhasilan.

"Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang". (QS. Thaahaa : 69)


DURHAKA KEPADA ORANG TUA

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibubapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman : 14)



Dalam ayat ini Allah merangkaikan bersyukur kepada kedua orang tua dengan bersyukur kepada Allah. Ini menunjukkan betapa pentingnya berbuat baik kepada kedua orang tua. Abdullah ibnu Abbas berkata,

"Ada tiga ayat dalam Al-Qur’an yang merangkaikan satu perintah dengan perintah yang lain, yang tidak diterima tanpa mengamalkan rangkaian tersebut, yaitu (1) ayat ‘taati Allah dan taatilah Rasul’, Barang siapa yang mentaati Allah tetapi tidak mentaati Rasul, maka tidak diterima; (2) ‘Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat’. Barang siapa yang menjalankan shalat tetapi tidak menjalankan zakat, maka tidak akan diterima; dan (3) ‘Bersyukurlah kamu kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu’. Barang siapa yang bersyukur kepada Allah tetapi tidak bersyukur kepada orang tua, maka tidak akan diterima’".


Rasulullah saw. Bersabda,

"Ridla Allah terletak pada ridla kedua orang tua, dan kemarahan Allah terletak pada kemarahan kedua orang tua" (HR. Tirmidzi). 

"Tidak akan masuk surga orang yang durhaka kepada orang tua, orang mengungkit-ungkit, dan peminum khamr" (HR. Bukhari Muslim).

"Allah melaknat orang yang mengumpat bapaknya, Allah mencaci orang yang mengumpat ibunya” (HR. Ibnu Hibban).

"Semua dosa diakhirkan balasannya oleh Allah apa yang Ia kehendaki sampai hari kiamat kecuali durhaka kepada orang tua. Sesungguhnya Allah menyegerakan siksaan orang yang durhaka kepada kedua orang tua di dunia." (HR. Hakim)

"Tiga do’a yang selalu dikabulkan, yaitu do’anya orang yang teraniaya, do’anya orang yang sedang bepergian, dan do’a orang tua atas anaknya." (HR. Tirmidzi)


Said Hawwa rahimahullah berkomentar dalam kitabnya, Jundullah,

"Kita sekarang hidup dalam satu generasi yang mendurhakai bapak ibunya dan lebih mendahulukan/mengutamakan berbuat baik pada teman dan isterinya. Ini adalah sikap dan pemahaman yang terbalik. Seorang muslim adalah tuan bagi isterinya, sedangkan orang tuanya adalah tuan baginya (seorang muslim) sehingga kedua orang tua itu tuan bagi isterinya. Dengan demikian jika ia menjadikan kedua orang tuanya harus mengikuti kehendak isterinya, maka ia telah memutar balik ajaran agamanya. Demikian juga dengan temannya".


Hak ibu untuk dihormati lebih besar daripada ayah, karena ibu lebih berat menanggung penderitaan sejak mengandung hingga mengasuh anaknya.  Diriwayatkan dalam sebuah hadits, ada seorang datang kepada Rasulullah saw. lalu bertanya,

‘Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling berhak saya pergauli dengan baik?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu’. Ia bertanya lagi, ‘Kemudian siapa’. Beliau menjawab, ‘Ibumu’. Ia bertanya lagi, ‘Kemudian siapa?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu’. Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Kemudian bapakmu’ (HR. Bukhari)


Contoh lain durhaka terhadap orang tua adalah tidak mengajak musyawarah dalam urusan rumah tangga, tidak mendahulukan mereka dalam pemberian, menyia-nyiakan keduanya khususnya di masa tuanya, tidak mengikuti keinginannya yang baik, selalu memprotes dengan keras, dan lain-lain.


TANYA JAWAB


1. Ustadz, apa ada orang tua yang durhaka pada anaknya? Karena kebanyakan adalah anak yang durhaka pada orang tua.


Jawab: Durhaka biasa dinisbatkan pada anak kepada orang tuanya. Namun jangan terjebak istilah, orang tua yang berdosa terhadap anaknya juga bisa terjadi, dari yang paling parah misalnya tidak diajarkan mengenal Rabbnya, Tidak di bimbing untuk tau Nabi Nya, kewajibannya terhadap Allah, Akhlaq, tidak bisa membaca Al-Quran dan seterusnya sampai yang tidak diajarkan mandiri dan seterusnya.



2. Bagaimana cara kita agar tidak mempan ilmu sihir?


Jawab: Aqidah yang selamat, bersih dan kokoh adalah modal utama. Ibadah-ibadah harian yang sebaik-baiknya. Tawakal pada Allah. Dzikir pagi petang.



3. Ustadz jika seandainya ada orang tua yang mempunyai anak hanya wanita. Kemudian semua anaknya udah nikah. Jika seperti itu orang tua dari wanita tersebut menjadi tuan bagi siapa?


Jawab: Kewajiban seorang anak terhadap orang tua tak akan gugur dengan menikahnya dia. Jangan membentur-benturkan kewajiban kewajiban yang ada, semua harus kita manage dan terlaksana dengan baik, bekerja sama dengan suami agar semua berjalan, agar masing-masing orang tua tetap punya hubungan yang baik, jangan sampai kehilangan senyum mereka.



4. Tujuan ruqyah itu apa ustadz? Apakah hanya untuk seseorang yang terkena sihir aja? Dan bagaimana cara membedakan ruqyah yang syar’i dengan yang bukan syar’i? 


Jawab: Paling mudah melihat ruqyah syar’i atau tidak adalah :

1.1 Lihat peruqyahnya, kalau aqidahnya bagus, keluarganya juga bagus, tak pernah absen shalat jamaah di masjid. Ini bagus, kalau shalat 5 waktu tak pernah kelihatan di masjid wah ini perlu dipertanyakan.

1.2 Bacaan ruqyah adalah ayat Quran atau hadits Nabi SAW, dan dapat dimengerti. Bukan bahasa yang tidak dapat dimengerti.

1.3. Tak ada amarah, syarat ibadah tertentu yang tak ada dalam sunnah, tak ada syarat nyembelih hewan tertentu, tak ada syarat melakukan tindakan tertentu yang tidak ilmiah. Wallahu'alam


Ada satu kata kunci yang gagal dipahami dan diyakini oleh banyak orang  yang menyebabkan banyak manusia jatuh dalam syirik dan sihir. 



"TIDAK ADA YANG TAHU MASALAH GHAIB SELAIN ALLAH"

Ini kata kuncinya. Wallahualam, semoga manfaat, dan kita semakin waspada terhadap dosa-dosa ini.


Baiklah kita tutup dengan  Doa Kafaratul Majelis :


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.



~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Selasa, 10 Maret 2015

Narasumber: Ustadz Doli 

Tema: Dosa Besar 

Admin Nanda M112 (Wiwin & Indah)

Notulen: Rima 

Editor : Wanda Vexia

Kajian Online WA Hamba اَﻟﻠ Ta'ala

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment