Ketik Materi yang anda cari !!

DOSA KECIL YANG JADI BESAR

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, April 28, 2015

Hal-hal yang menyebabkan dosa kecil menjadi besar disisi Allah: 

1. Jika dosa tersebut dilakukan terus menerus

Dosa besar yang hanya dilakukan sekali lebih bisa diharapkan pengampunannya dari pada dosa kecil yang dilakukan terus menerus. Setiap kali seorang hamba menganggap besar sebuah dosa niscaya ia akan kecil disisi Allah, dan setiap kali ia menganggap remeh sebuah dosa niscaya dosa tersebut akan menjadi besar disisiNya.


Abdullah bin Mas'ud ra berkata:"
"Seorang mukmin memandang dosanya bagaikan gunung yang akan runtuh menimpa dirinya, sedangkan seorang pendosa menganggap dosanya seperti seekor lalat yang menclok di hidungnya, cukup diusir dengan tangannya. (HR. Bukhari - Muslim)
Bilal bin Sa'ad rahimahullah berkata:
"Jangan kamu memandang kecil dosa tapi lihatlah keagungan Zat yang kamu durhakai itu"

2. Jika seseorang melakukan dosa tanpa diketahui orang lain lalu menceritakannya dengan bangga kepada orang lain.

3. Jika yang melakukannya seorang alim yang menjadi panutan. Karena apa yang dilakukan akan dicontoh orang lain. Maka jika ia melakukan dosa dan kemudian dicontoh oleh orang lain ia juga akan mendapatkan dosanya.

Rasulullah bersabda,
"Dan barangsiapa memberi contoh keburukan dalam Islam maka baginya dosa perbuatan itu dan juga dosa orang yang mencontohnya setelah itu tanpa dikurangi sedikitpun dosa itu dari pelakunya." (HR. Muslim)
"Setiap ummatku selamat kecuali orang-orang yang terang-terangan melakukan dosa ialah jika seseorang berdosa di malam hari sementara Allah telah menutupi aibnya, namun di pagi hari ia merobek tirai penutup itu sambil berkata: "Hai Fulan, semalam aku melakukan ini dan itu." (HR. Bukhari - Muslim)
Dua kisah yang akan disampaikan berikut ini tentang taubat.

Abu Sa'id, Sa'd bin Malik bin Sinan al Khudri ra berkata bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Di kalangan masyarakat sebelum kalian, ada seorang laki-laki yang telah membunuh 99 orang (karena ingin bertaubat), ia bertanya kepada seseorang, dimana orang yang paling banyak ilmunya berada? Ia ditunjukkan kepada seorang pendeta, lalu ia mendatangi pendeta itu. Orang yang mengantar berkata (kepada si pendeta), 'Ia telah membunuh 99 orang. Apakah ia masih memiliki peluang bertaubat?.' Pendeta itu menjawab,'Tidak.' (Laki-laki pembunuh itu naik pitam) lalu membunuh si pendeta. Dengan demikian ia telah membunuh 100 orang. Pembunuh itu bertanya kembali tentang keberadaan orang yang paling banyak ilmunya. Ia ditunjukkan kepada seorang ulama.(Sesampainya di tempat ulama itu), orang yang mengantar berkata,' Ia telah membunuh 100 orang, apakah masih terbuka pintu taubat baginya?' Ulama itu menjawab,'Ya. Tidak ada yang menghalangi Allah untuk menerima taubat. Berangkatlah ke daerah ini dan ini. Disana ada kaum yang menyembah Allah. Beribadahlah bersama mereka. Jangan kembali ke lingkunganmu, karena lingkunganmu adalah lingkungan yang buruk (penuh maksiat).' Laki-laki itu berangkat (memenuhi nasehat ulama itu). Di tengah perjalanan, ia meninggal dunia.
Malaikat azab berkata, 'Dia belum melakukan kebaikan sedikitpun (karena itu, dia bagianku)' Malaikat rahmat dan malaikat azab bertengkar (memperebutkannya). Malaikat rahmat berkata, 'Dia telah datang dalam keadaan bertaubat. Hatinya tertuju kepada Allah (karena itu, dia adalah bagianku).' Kemudian datanglah seorang malaikat dalam bentuk manusia. Kedua malaikat itu mengangkatnya untuk menjadi penengah. Dia (malaikat penengah) berkata, 'Ukurlah jarak dua tanah itu (tanah yang mengarah ke tempat pemberangkatan laki-laki yang akan bertaubat dan tanah yang akan dituju). Kemanakah dia lebih dekat, maka laki-laki ini miliknya.' Dua malaikat itu mengukur tanah tersebut. Setelah itu diketahui bahwa si pembunuh lebih dekat dengan tanah yang akan ditujunya. Dengan demikian, malaikat rahmatlah yang berhak mengambilnya." (HR. Muttafaq alaih)
Kisah yang kedua:
1. Yakin sebesar dan sekecil apapun dosa kita jika kita bertaubat maka Allah akan mengampuninya
2. Bertaubat dengan niat yang penuh kesungguhan. Karena sungguh Allah Maha Penerima taubat hamba-hamba-Nya. Dari Abu Nujaid, Imran bin Al-Hushain Al Khuza'i ra, menceritakan bahwa seorang wanita dari Juhainah datang menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Wanita itu hamil karena zina.
Dia berkata,'Ya Rasulullah, aku berhak menerima hukuman hadd. Tegakkanlah hukuman itu terhadapku.' Rasulullah memanggil walinya dan bersabda, 'Jagalah dia dengan baik. Apabila dia telah melahirkan, bawalah kesini.' Setelah dia meninggal dunia, Rasulullah menshalatinya. Umar ra berkata, 'Ya Rasulullah, engkau menshalatinya, padahal dia telah berbuat zina?' Lalu Rasulullah memerintahkan agar hukuman hadd dilaksanakan terhadap wanita tersebut. Lalu ia diikat, dengan tetap mengenakan pakaiannya (tidak dilepas) Rasulullah memerintahkan agar wanita itu dirajam. Perintah beliau dilaksanakan. Sang wali melaksanakan perintah Rasulullah. Setelah wanita itu melahirkan, wanita itu datang menemui Rasulullah. Rasulullah menjawab, 'Sungguh, dia telah bertaubat. Seandainya taubatnya dibagikan kepada tujuh puluh penduduk Madinah, taubat itu pasti mencukupinya. Apakah kamu menjumpai sesuatu yang lebih utama daripada seseorang yang mengorbankan dirinya untuk Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung.' (HR.Muslim) 
Satu tanggapan untuk cerita diatas. Siapa yang berkenan? Sehingga bersegeralah untuk bertaubat. Dan bersegera untuk bertaubat hanya dilakukan oleh mereka yang berakal sehat. Orang yang menunda taubat ibarat seseorang yang ingin mencabut pohon yang mengganggu, namun karena merasa sulit untuk mencabutnya ia menundanya hingga esok lusa, atau minggu depan, atau tanpa ia sadari bahwa semakin hari akar pohon itu makin menghunjam ditanah, sedangkan ia semakin tua dan lemah.

TANYA JAWAB
1. Jangan menunda taubat karena mengandalkan rahmat dan ampunan Allah Subhanahu wata'ala. Orang seperti itu ibarat seorang laki-laki yang menghabiskan seluruh hartanya dengan sia-sia dan meninggalkan keluarganya dalam kefakiran, lalu ia mengharapkan harta karun datang kepadanya tanpa bekerja. Mungkin harta karun itu ada, tapi orang ini jelas kurang sehat akalnya. Karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
Abu Musa, Abdullah bin Qois Al Asy'ari ra berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Allah membentangkan tanganNya di malam hari agar orang yang berbuat keburukan di siang hari bertaubat, dan membentangkan tanganNya di siang hari agar orang yang berbuat keburukan di malam hari bertaubat. (Ini akan terus berlaku) hingga matahari terbit dari arah barat."(HR.Muslim)
Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari arah barat, maka Allah akan menerima taubatnya."(HR.Muslim)
Abu Abdirrahman, Abdullah bin Umar bin Khaththab ra berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda:
"Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung menerima taubat hambaNya selama belum sekarat."(HR. Tirmidzi. Ia berkata, "Hadits ini hasan shahih")
Dan ini mengingatkan saya pada hadits arba'in nawawi yang ke 42. Disisi lain betapa cintanya Allah tak terhitung dan terbendung untuk kita walau sudah bergelimang dosa. Masih saja sayangnya Allah tak berkurang hanya terkadang sayang itu kita salah gunakan. Teringat sebuah perkataan betapa Allah sesungguhnya cemburu pada kita. Betapa tidak, begitu khawatirnya kita kehilangan image ketika kita terlihat berbuat tidak baik dimata orang. Padahal Allah pun menyaksikan apa yang kita lakukan. Betapa takutnya kita tertangkap mata dan tangan sedang berbuat kemaksiatan di depan orang lain sedangkan kita sudah berusaha menyembunyikannya sedemikian rapinya.  Tapi tak terlintas dalam benak kita bahwa Allah selalu berada bersama kita dan Allah pun menyaksikan kemaksiatan yang kita lakukan. Lalu bagaimana Allah tidak cemburu? Wa laa ubaalii..dan Aku tidak peduli.
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَاكَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطاَياَ ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً
[رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح ]
Terjemah Hadits / ترجمة الحديث :
Dari Anas Radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda Allah Ta’ala berfirman,
“Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan" (HR. Tirmidzi dan dia berkata : Haditsnya Hasan Shahih)
Penjelasan Hadits Arbain Imam An Nawawi Ke 18 : Taqwa dan Akhlak yang Baik

Dari Abu Dzar bin Junadah dan Abu Abdurrahman Muadz bin Jabal radhiyallahu’anhuma, dari Rasulullah shallallahu bersabda,
"Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Iringilah kejelakan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskannya. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: Hadits Hasan Shahih. Hasan dikeluarkan oleh At Tirmidzi di dalam [Al Bir Wash Shilah/1987] dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Al Misykat [5083]
Maka antisipasi pun Allah berikan karena Allah tahu kita g mungkin terlepas dari yang namanya perbuatan maksiat atau durhaka kepada Allah. Maka iringilah selalu perbuatan buruk dengan perbuatan baik niscaya perbuatan baik itu akan menghapusnya. Iqob diri sendiri tatkala kita melakukan maksiat.  Gantilah ia dengan kebaikan yang lebih dan lebih lagi agar Allah perkenankan hapuskan dosa keburukan yang sudah kita lakukan. Buah dari taubat kepada Allah adalah mendapatkan cinta dari Allah SWT.

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah:
"Haidh itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al Baqarah : 222)
Taubat bisa juga dengan memperbanyak beristighfar. Dan keutamaan istighfar adalah melancarkan rezeki.


Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu". (QS. At-Tahrim : 8)
Taubat tidak melulu dalam hal ibadah. Karena setiap saat setiap waktu kita diminta untuk selalu dan selalu bertaubat kepada Allah. Bahkan Rasulullah yang ma'shum saja selalu meminta ampun dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih  lebih dari 70 kali (HR. Bukhari) 

TANYA JAWAB
1. Umi, what is the meaning Taubat Nasuha and how to make Taubat Nasuha ? Can you help me explain to me ? Thanks before umi

Jawab :  Taubatan nasuha dalam bahasa Indonesia artinya adalah taubat yang semurni murninya. Di surat At Tahriim ayat 8 Allah menjelaskan apa itu taubatan nasuha.

2. Ummi, gimna ya caranya taubat yang sungguh-sungguh? Soalnya ketika ingin taubat dan udah di niatin tapi masih aja ada gangguannya.

Jawab: Semakin kita bertekad untuk bertaubat semakin kencang syaithan untuk membisikkan agar menunda taubat itu sendiri. Jadi kuncinya ketika sudah berbuat salah untuk hapusin salahnya jangan menunda-nunda. Karena gak ada yang menjamin sisa usia kita nanti.

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon  dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum...

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kajian Online Hamba الله
Selasa, 28 April 2015
Narasumber : Ustadzah Fina Filaily
Tema : Dosa Kecil yang Jadi Besar
Grup Nanda M114 (Iswatun & Imas)
Editor : Wanda Vexia

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment