ISLAM DAN PERUBAHAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, May 25, 2015

Bismillah ... Assalamualaikum wr.wb.
Sore yang penuh dengan rahman dan rahimnya Allah SWT, izinkan ana sedikit berbagi ilmu sebagai sarana untuk saling mengingatkan bagi diri saya secara pribadi khususnya dan untuk antunna sekalian. Tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah UtusanNya. Hanya kepada Allahlah kita menyembah, hanya kepada Allahlah kita beribadah, dan hanya kepada Allah pulalah kita bermohon segala sesuatu.

Sholawat serta salam juga tercurah dan tersampaikan kepada manusia paling mulia yang pernah ada di bumiNya Allah SWT, dialah Muhammad SAW yang setiap ucapannya, tindakannya, dan segala apa yang beliau kerjakan adalah petunjuk kepada kebaikan. Semoga kelak di hari pembalasan kita semua mendapatkan syafaat beliau. Aamiin. Tak lupa pula untuk para sahabat, para khalifah, para pejuang-pejuang Islam baik dimasa lalu maupun dimasa yang akan datang semoga Allah senantiasa memudahkan jalan-jalan perjuangan mereka menuju surganya Allah SWT.

Ukhtifillah... Berbicara Islam Adalah Juga Berbicara Tentang Perubahan. Di kalangan umat Islam sudah sedemikian populer, bahwa   Muhammad SAW di diutus oleh Allah SWT adalah sebagai rasul. Tugas utama yang beliau emban adalah  untuk melakukan  perubahan, yaitu perubahan dari masyarakat jahiliyah menuju masyarakat beradab. Gerakan perubahan itu pada awalnya dilakukan terhadap masyarakat Arab, suku Qurais,  di Makkah, selama  13 tahun.  Kemudian  atas alasan strategis, ia  berhijrah ke Madinah dan membangun masyarakat di tempat baru itu selama 10 tahun, dan  ternyata sukses,  hingga akhirnya beliau wafat.

Selama menjadi utusan Allah, ia berjuang melakukan perubahan terhadap  masyarakatnya. Ia mengenalkan konsep tauhid, yakni pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Di kalangan masyarakat Arab,  suku Quraisy ketika itu, masyarakatnya menyembah berhala. Mereka mengakui adanya tuhan, tetapi apa yang disebut sebagai tuhan itu tidak lain adalah buatannya mereka sendiri, ialah berupa patung atau berhala. Nabi Muhammad datang untuk mengoreksi terhadap keyakinan masyarakat yang salah itu, dan menunjukkan konsep ketuhanan yang benar.

Tugas  nabi untuk melakukan perubahan itu bukan perkara mudah. Ia harus berhadapan dengan para penguasa dan atau  kepala suku yang telah memiliki segalanya, baik kekuasaan, pengaruh, kewibawaan,  otoritas, dan lain-lain dari masyarakatnya.  Apa yang dilakukan oleh  nabi itu, pada awalnya sama halnya dengan meruntuhkan kepercayaan, otoritas, dan kewibawaan para penguasa dan orang-orang kuat di tempat itu.  Oleh karena itu, mereka pasti menentang dan melawannya. Perlawanan dari para pemuka kaum Qurais  bukan oleh karena,  Muhammad sebagai orang yang tidak dipercaya, melainkan kegiatannya dipandang akan membahayakan terhadap apa yang telah dimiliki dan dinikmatinya.

Dalam kisahnya, betapa berat apa yang dilakukan oleh Muhammad tatkala berjuang di Makkah bersama dengan beberapa sahabat yang berhasil memeluk Islam untuk melakukan perubahan itu. Perlawanan kaum Qurais  pada setiap saat  ditujukan kepada Muhammad dan para sahabatnya. Selain memperkenalkan konsep tauhid, yang diperjuangkan oleh Nabi adalah  membela hak-hak kaum perempuan, menghilangkan perbudakan, dan lain-lain yang semua itu  pasti mengganggu kepentingan kaum penguasa dan orang-orang terhormat di wilayah itu.   

Betapa beratnya menghadapi tantangan dari orang-orang yang berkuasa dan merasa terhormat dari kalangan Qurais itu, nabi akhirnya hijrah ke Yasrif atau kemudian nama itu diubah menjadi Madinah. Tantangan di tempat baru, yakni di Madinah  masih ada. Akan tetapi, dakwah yang dilakukan  menjadi semakin mendapatkan banyak pengaruh. Usaha usaha yang dilakukan ketika itu, di antaranya adalah membangun masjid, mempersatukan kaum Muhajirin dan kaum Anshar, membuat perjanjian perdamaian dengan kaun Nasrani dan Yahudi, menjaga keadilan di tengah masyarakat, mendorong siapapun agar  mencintai ilmu pengetahuan, memperbaiki ekonomi masyarakat,  memperhatikan anak yatin dan orang miskin,  dan lain-lain. Selama dalam perjuangan itu, baik tatkala masih di Makkah maupun di Madinah, Nabi Muhammad dipandu oleh wahyu yang  disampaikan oleh Malaikat Jibril. Datangnya wahyu dan diterima oleh Nabi secara bertahap, menyesuaikan dengan tantangan dan kebutuhannya.  

Misi rasulullah  di dalam membangun masyarakat beradab,  dalam  waktu kurang lebih 23 tahun,  ternyata berhasil dengan gemilang. Hingga kini, masyarakat Madinah dikenal sebagai masyarakat yang ideal dan berperadaban tinggi. Oleh karena itu berbicara Islam adalah berbicara tentang perubahan masyarakat, ialah dari masyarakat jahiliyah  atau disebut sebagai  tidak beradab menjadi masyarakat yang beradab. Masyarakat yang dimaksudkan itu adalah  menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, seperti misalnya adalah saling menghargai, ada kesamaan derajad di antara sesama, menjunjung tinggi keadilan, menghargai prestasi, ilmu pengetahuan, tolong menolong di antara sesama, memperhatikan terhadap yang miskin, yatim, dan orang-orang yang sedang mengalami kesulitan.

Jika Islam dipandang sebagai konsep perubahan menuju peradaban tinggi, mulia, dan agung, maka seharusnya siapapun yang ingin melakukan perubahan, tidak terkecuali bangsa Indonesia sekarang ini, membutuhkan konsep itu. Namun sayangnya, Islam oleh sementara orang,  hanya sebatas dimaknai sebagai tuntunan  ritual dan hal lain yang tidak jauh dari itu, sehingga akibatnya Islam dipandang tidak terlalu relevan dengan hiruk pikuk pembangunan masyarakat. Akibatnya, apa saja yang berkonotasi Islam tidak segera diterima, dan bahkan dianggap sebagai pengganggu kemajuan. Itulah sebabnya, hingga kini masih harus ada upaya-upaya untuk meyakinkan,  bahwa Islam adalah konsep perubahan masyarakat menuju kehidupan yang berakhlak atau berperadaban mulia.

Kita semua sebagai bagian yang nantinya akan dicatat dalam sejarah perkembangan Islam harusnya menjadi bagian perubahan itu. Sudah saatnya kita kembali mengaji dan mengkaji tentang Islam. Sudah sejauh manakah peran kita semua dalam menegakkan dan membumikan Islam dibumi Nusantara ini. Jawabannya ada pada diri antunna semua, mau tidak kita menjadi bagian dari perubahan itu. Segerakan dan segeralah, mulai dari diri kita sendiri, perluas melalui keluarga, kembangkan melalui masyarakat, dan sebarkan keseluruh negeri, in syaa Allah sekecil apapun peran kita dalam perubahan itu akan menjadi timbangan yg akan memperberat amal kita kelak ketika menghadap Allah SWT.
Wallahu a’lam.
Terima Kasih, wassalamualaikum wr.wb. Terkait dengan materi diatas, ana persilahkan untuk dijadikan diskusi kita bersama, tentunya dalam koridor tholabul ilmi. Mudah-mudahan kebangkitan dan kejayaan Islam akan segera terwujud. Aamiin.

TANYA JAWAB

Pertanyaan M106

1. Berada di lingkungam yang plural agak sulit memang kita melakukan perubahan. Apakah dengan masuk ke lingkungan mereka, berusaha memahami. Apakah nantinya bisa merusak aqidah kita? Atau ada cara lainkah?
Jawab

Perubahan pada dasarnya terkait erat dengan keyakinan atau dalam konteks Islam berarti keimanan. Ketika keyakinan/keimanan kita benar maka dimanapun tempatnya maka kita akan bisa melakukan dan membawa perubahan. Iman atau keyakinan itu Ibarat mutiara, dimanapun tempatnya ia akan tetap menjadi mutiara. Lihatlah sejarah para Wali Allah dmnpun tempatnya berdakwah mereka bisa membawa perubahan pada masyarakatnya. Jadi dalam kondisi apapun maka kita bisa melakukan perubahan ketika keyakinan dan iman kita itu benar.

2. Rasulullah adalah sosok yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk karikatur, bagaimana dengan gambaran berupa deskripsi (misal:  janggutnya lebat, dsb) sebab ketika membaca deskripsi itu, secara spontan kita dapat langsung memvisualisasikannya (terkhusus bagi orang visual seperti saya)
Jawab
Yang dilarang adalah membuat gambar atau bentuk rasulullah, tetapi ketika kita mendeskripsikan dalam bentuk visual maka sah-sah saja. Bahkan banyak para ulama mendeskripsikan sosok Rasulullah seperti apa, tetapi semuanya sepakat bahwa menuangkan deskripsi tersebut dalam bentuk gambar terlarang hukumnya. wa'allahu alam.

Mari kita tutup majelis kita dengan membaca hamdalah..
Alhamdulillah
Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr.wb

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 25 May 2015
Narasumber : Ustadz Agus Heru Pitoyo
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online WA Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Nanda 1

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!