JENIS SABAR

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, May 28, 2015

Berbicara tentang sabar, para ulama menyatakan bahwa sabar yang terpuji ada tiga jenis:

1. Sabar melaksanakan ketaatan. Hal ini diperintahkan Allah, seperti dalam firmanNya:
"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kamilah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat(yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa." (QS. 20:132)
Ketaatan ini perlu kerja keras, karena harus melawan hawa nafsu agar dapat melaksanakan satu ketaatan. Coba saja jujur dalam mengakui kesalahan atau kelebihan orang lain, wah berat apalagi bila berisiko kerugian moriil atau material.

2. Sabar menghindari kemaksiatan dengan pengertian sabar menahan dirinya dari berbuat maksiat. Lihat saja untuk tidak berbohong dalam satu perkara butuh kesabaran.

3. Sabar menghadapi takdir Allah dengan ridho dan menerima ujian, cobaan dan musibah yang Allah timpakan kepada kita. Hal ini dijelaskan Allah dalam firmanNya:
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadam, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar," (QS. 2:155)
Ibnu al-Qayyim berkata:
"Sabar ditinjau kepada jenis yang disabari ada tiga jenis: Sabar dalam melaksanakan perintah dan ketaatan sehingga menunaikannya, sabar dari kemaksiatan dan menyelisihi syariat hingga tidak terjerumus padanya dan sabar atas takdir dan qadha hingga tidak marah dengannya. Inilah tiga jenis sabar yang disampaikan syeikh Abdulqadir al-Jaelani dalam kitab Futuh al-Ghaib: seorang hamba mesti meghadapi perintah yang dilaksanakannya, larangan yang dijauhinya dan takdir yang disabarinya." (Iddatush-shabirin ).
Pernyataan Syeikh Abdulqadir Al Jailani ini memiliki dua sisi; sisi pertama dari Allah dan sisi yang lainnya dari hamba. Allah Ta'ala memiliki dua hukum atas hambaNya yaitu hukum syar'i dan hukum kauniyah. Hukum syar'I berhubungan dengan perintah Allah dan hukum kauniyah berhubungan dengan penciptaanNya, sebab Allahlah yang memiliki penciptaan dan perintah, sebagaimana firmanNya:

أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

"Ingatlah, menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Rabb semesta alam." (QS. Al A'rof  7:54)

Hukum syar'I yang menjadi hak Allah itu ditinjau dari yang dituntut ada dua; pertama yang dituntut itu dicintai Allah, maka harus dikerjakan ada kalanya hukumnya wajib atau Sunnah dan ini tidak bisa dilakukan secara sempurna tanpa kesabaran. Apabila hal itu dibenci Allah maka yang harus dilakukan adalah meninggalkannya, baik hukumnya haram atau makruh. Ini juga harus dengan kesabaran. Adapun hukum kauniyahnya inilah yang dinamakan ketetapan dan takdir Allah. Inipun butuh kesabaran. Sehingga agama ini kembali kepada tiga hal ini yaitu melaksanakan perintah, menjauhi larangan dan sabar menghadapi takdir Allah.

Ini dari sisi Allah. Sedangkan dari sisi hamba sendiri, mereka tidak akan lepas dari tiga perkara ini selama masih menjadi mukallaf. Tidak akan lepas dari tiga perkara diatas sampai hilang darinya beban taklief (tidak jadi mukallaf lagi). Padahal ketiga perkara diatas tidak akan dapat dihadapi seorang hamba kecuali dengan kesabaran, sehingga seorang hamba harus memiliki tiga kesabaran; sabar diatas ketaatan dan perintah Allah hingga menunaikannya, sabar dari maksiat dan larangan Allah sampai tidak terjerumus padanya dan sabar menghadapi takdir dan ketetapan Allah hingga tidak murka dengannya.
Ketiga hal inilah yang diwasiatkan Luqman kepada anaknya dalam firman Allah:

يَابُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاَةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَآأَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ اْلأُمُورِ

"Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)." (QS. Luqman 31:17)

Demikian juga Allah sampaikan tiga perkara ini dalam firmanNya:

إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ {} الَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ اللهِ وَلاَيَنقُضُونَ الْمِيثَاقَ {} وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَآأَمَرَ اللهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيَخشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ {} وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلاَةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلاَنِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُوْلَئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ {}

"Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,(yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian,dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Rabbnya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rejeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)" (QS. Ar Ra'd 13:19-22)

Ibnul Qayim dalam kitab Idatush Shobirin menyatakan: "Yang dimaksud bahwa ayat-ayat ini mencakup seluruh kedudukan (Maqam) islam dan iman. Ayat-ayat ini mencakup pelaksanaan perintah dan meninggalkan larangan dan sabar menghadapi takdir Allah. Allah juga sampaikan tiga perkara ini dalam firmanNya:

وَإِن تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا

Jika kamu bersabar dan bertaqwa,(QS. Alimron 3:186)
Dan:

مَن يَتَّقِ وَيَصْبِرْ

Sesungguhnya barang siapa yang bertaqwa dan bersabar, (QS. Yusuf 12:90)
Serta:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung." (QS. Alimron 3:200)

Maka seluruh ayat yang digabungkan ketakwaan dengan sabar mencakup tiga perkara ini, karena hakekat takwa adalah melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan".

Materi 13, 28 mei 2015
Group wa Cinta Sunnah Akhwat

Kita tutup dengan Doa Kafaratul majlis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Kamis, 28 May 2015
Narasumber : Ustadz Kholid Syamhudi Al Bantani
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT