Home » , , , , , » Mau tau cara Rasulullah ﷺ berdakwah yang tidak se-frekwensi Beliau?

Mau tau cara Rasulullah ﷺ berdakwah yang tidak se-frekwensi Beliau?

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, May 12, 2015

Gulat disebut sebagai olahraga tertua di dunia yang dikompetisikan. Olahraga gulat telah muncul di lukisan-lukisan Mesir kuno yang berusia 5000-an tahun. Konon, gulat sudah menjadi mata pelajaran di Tiongkok sejak 2050 SM. Tidak heran, dalam adegan kolosal, para kesatria sering adu tanding gulat untuk menunjukkan kehebatan mereka.

Olahraga ini juga cukup populer di masa-masa Islam. Masa saat Rasulullah ﷺ masih hidup dan berinteraksi dengan masyarakat Arab kala itu. Di masa beliau ﷺ ada seorang pegulat yang dikenal sebagai juara. Ia sangat sulit ditaklukkan. Tidak ada seorang pun yang berhasil menempelkan perutnya ke tanah saat bergulat. Namanya adalah Rukanah.

Siapakah Rukanah?
Namanya adalah Rukanah bin Abdu Yazid bin Hisyam bin Abdul Muthalib bin Abdu Manaf al-Muthallibi. Ia adalah seorang pemimpin Arab yang terkenal dengan kekuatannya. Walaupun badannya kekar dan besar, Rukanah tetap lincah dalam berkuda. Rukanah adalah seorang laki-laki kuat. Ia masih dalam kemusyrikan di awal-awal datangnya risalah kenabian Muhammad ﷺ. Ia begitu tenar sebagai seorang pegulat hebat. Tidak ada seorang pun yang mampu menguncinya hingga tergeletak di tanah. Postur tubuh dan perawakannya yang besar tampak begitu kentara. Terlihat mencolok dibanding orang-orang di sekelilingnya. Ototnya yang kekar tidak menghalangi Rasulullah ﷺ untuk membuka hatinya tentang kebenaran Islam. Dan di antara variasi dakwah Rasulullah ﷺ adalah beliau menempuh pendekatan dalam bidang olahraga. Beliau ﷺ berduel gulat dengan Rukanah. Subhanallah…

Ibnul Atsir mengatakan, “Rukanah adalah seseorang yang pernah duel gulat dengan Nabi ﷺ. Beliau mengalahkannya dua atau tiga kali. Padahal ia termasuk laki-laki Quraisy yang paling kuat. Hidayah Islam baru ia sambut ketika penaklukkan Kota Mekah. Ia wafat di masa kekhalifahan Utsman. Ada juga yang mengatakan ia wafat pada tahun 42 H. Di masa kekhalifahan Muawiyah radhiallahu ‘anhu.” (al-Isti’ab oleh Ibnu Abdil Bar hal: 801 dan Asadul Ghabah oleh Ibnul Atsir, hal: 1708).

Rukanah Adu Gulat Dengan Nabi ﷺ

Ibnu Ishaq mengatakan, “Abu Ishaq bin Yasar berkata kepadaku: Rukanah bin Abdu Yazid bin Hisyam bin Abdul Muthallib bin Abdu Manaf adalah orang Quraisy yang paling kuat. Suatu hari ia bersama Rasulullah ﷺ di suatu kampung Mekah (sebelum hijrah). Rasulullah ﷺ berkata kepadanya: Wahai Rukanah, tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dan menerima dakwahku?
Rukanah menjawab: Seandainya aku mengetahui apa yang engkau serukan itu adalah kebenaran, pasti aku akan mengikutimu.
Rasulullah menimpali: Bagaimana kiranya kukalahkan engkau dalam gulat. Apakah engkau akan meyakini kebenaran perkataanku?
Rukanah menjawab: Iya.
Rasulullah berseru: Ayo berdiri. Akan kukalahkan engkau.”
Abu Ishaq melanjutkan kisahnya, “Rukanah pun menyambut tantangan itu. Keduanya pun duel gulat. Rasulullah ﷺ menyergapnya dan berhasil menjatuhkannya. Rukanah pun tak berdaya. Penasaran dengan kekalahannya, Rukanah berkata: ‘Kita ulangi wahai Muhammad’. Keduanya pun kembali bergulat. Rukanah kembali berkata: ‘Wahai Muhammad, luar biasa, kau berhasil mengalahkanku!’
Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Yang lebih luar biasa dari ini pun akan kutunjukkan jika engkau mau. Jika engkau bertakwa kepada Allah dan menaatiku’.
‘Apa itu?’ Tanya Rukanah.
Nabi ﷺ menjawab: ‘Akan kupanggil pohon yang engkau lihat itu. Dan dia akan datang kepadaku’.
‘Panggillah’, tantang Rukanah.
Pohon itu pun datang hingga ke hadapan Rasulullah ﷺ. Kemudian Rasulullah ﷺ berkata kepada pohon itu: ‘Kembalilah ke tempatmu’. Pohon itu pun kembali ke tempatnya semula.
Rukanah pun pergi menuju kaumnya. Ia berkata, ‘Wahai anak-anak Abdu Manaf, mereka telah menyihir masyarakat. Demi Allah, aku tidak pernah melihat penyihir yang lebih sakti darinya’. Kemudian Rukanah mengabarkan apa yang ia lihat.” (Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, tahqiq al-Halabi, 1: 390-391).

Dalam riwayat al-Baladzuri disebutkan bahwa Rukanah-lah yang menantang Rasulullah ﷺ bergulat. Ia dikabarkan tentang Nabi ﷺ. Lalu Rukanah menemui beliau di salah satu bukit di Mekah. Rukanah mengatakan, “Wahai anak saudaraku –karena sama-sama bani Abdu Manaf-, telah sampai kabar tentangmu kepadaku. Aku tidak mengenal engkau sebagai pembohong. Jika engkau mengalahkanku (dalam gulat), maka aku yakin engkau orang yang benar”. Nabi ﷺ pun bergulat dengannya sebanyak tiga kali.

Abu al-Yaqzhan mengatakan: Ketika Rukanah datang kepada Nabi ﷺ untuk memeluk Islam di hari Fathu Mekah, ia berkata, “Demi Allah, aku mengetahui jika engkau bergulat denganku, engkau akan mendapat pertolongan dari langit”. Kemudian ia pindah ke Madinah dan tinggal di sana hingga wafat di awal pemerintahan Muawiyah radhiallahu ‘anhu (Ansabul Asyrafoleh al-Baladzuri, 1: 155, 9: 392-392. Ia memiliki penguat dalam riwayat at-Tirmidzi 1784, Abu Dawud 4078, dan al-Hakim 5903).

Anak Rukanah Bergulat dengan Nabi ﷺ

Selain bergulat dengan Rukanah, Nabi ﷺ pun pernah berduel dengan orang-orang selain Rukanah. Di antaranya adalah anak dari Rukanah. Namanya Yazid bin Rukanah. Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma mengisahkan, “Yazid bin Rukanah datang menemui Nabi ﷺ dengan membawa 300 ekor domba. Ia berkata, ‘Wahai Muhammad, apakah engkau mau duel gulat denganku?’
Nabi ﷺ menjawab, ‘Apa hadiahnya jika aku mengalahkanmu?’
‘100 domba ini’, jawabnya. Keduanya pun bergulat. Dan Nabi ﷺ yang menang.
Yazid kembali menantang Rasulullah. Ia berkata, ‘Maukah engkau adu gulat (sekali) lagi?’
Nabi ﷺ menjawab, ‘Apa imbalannya?’
Yazid menjawab, ‘100 domba lainnya’. Keduanya pun bergulat. Lagi-lagi Nabi mengalahkannya. Disebutkan bahwasanya keduanya bergulat sampai tiga kali.
Yazid berkata, ‘Wahai Muhammad, sebelumnya tidak ada yang mampu membuat perutku menempel dengan tanah kecuali dirimu. Dan tidak ada yang paling aku benci pula selain dirimu. Namun sekarang aku bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Allah. Dan engkau adalah utusan Allah’. Kemudian Rasulullah ﷺ mengembalikan semua dombanya.” (Ibnu Abdil Bar dalam al-Isti’ab 2770, Ibnul Atsir dalam Asadul Ghabah 5544, Ibnu Hajar dalam al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah 9279, dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Irawa’ al-Ghalil 1503).

Pelajaran

Pertama: Metode dakwah Rasulullah yang variatif. Beliau berdakwah berceramah. Beliau berdakwah dengan cara bersedekah. Dengan akhlak yang mulia. Dengan pendekatan kultural. Sampai dengan pendekatan dalam bidang olahraga. Namun pendekatan dakwah beliau tidak menerabas sesuatu yang Allah larang.

Kedua: Nabi ﷺ tidaklah menginginkan harta dunia dari hasil duelnya dengan Rukanah dan anaknya, akan tetapi beliau menginginkan hidayah.

Ketiga: Betapa pun orang-orang musyrik sombong dalam menolak Islam, Rasulullah tidak menyerah mendakwahi mereka. Fitrah mereka tetap ingin keluar dari gelapnya kesyirikan.

Keempat: Terkadang seseorang malu menerima dakwah dengan metode ceramah. Namun ia akan mengakui keunggulan dan kebenaran yang dibawa orang lain apabila bisa mengalahkannya dalam bidang yang ia geluti. Oleh karena itu, terkadang seseorang lebih menerima orang yang seprofesi dengannya ketika mendakwahinya. Dosen dengan dosen. Pegawai pabrik dengan pegawai pabrik. Mantan artis dakwah kepada artis. Dll.

Kelima: Meskipun orang-orang musyrik berlaku sombong dan kasar terhadap Nabi ﷺ, namun beliau tetap berlaku ramah. Sehingga mereka tidak segan mengajukan pertanyaan bahkan mengajak adu gulat sekalipun.
Sumber → Kisah Muslim

TANYA JAWAB

Pertanyaan M10

1. Bagaimana dengan anak-anak ustadz, apa harus dinasehati oleh anak-anak juga? Remaja juga bagaimana? malahan kalau didakwahi temannya ngomong kaya gini, "sok tua lu!"
Jawab
Sekali lagi rebut hati anak anak dahulu, kasih oleh oleh, sesuatu yang disenanginya baru kita berdakwah.

2. Ada teman yang pengetahuan agamanya lebih dari kita, sejak kecil sekolah agama, masuk pesantren, kuliah juga di perguruan tinggi Islam, tetapi dalam keseharian tidak mencerminkan muslim yang kaffah, kalau kita nasehati jawabannya lebih canggih dari kita yang hanya sekolah umum dengan kata lain "tidak dianggap" sedang dia sudah sangat-sangat mendalami ilmu-ilmu Islam, bagaimana ustadz dengan kasus yang seperti ini? syukran
Jawab
Biarkan saja... Bahwa hidayah itu datangnya dari اللّهُ dan tidak didasarkan atas besar kecilnya ilmu agama yang dimiliki seseorang. Patokan kita bukanlah sebutan gelar atau lamanya mengenyam pendidikan di bangku sekolah atau kuliah, tetapi bagaimana kita meneladani Rasulullah ﷺ dalam berakhlak.nAkhlak ini tidak mudah memang... Ulama Salaf (terdahulu), mempelajari Akhlak butuh waktu 30 tahun, sedangkan belajar agama butuh waktu 20 tahun.

3. Orang tua kita sejak dahulu punya tradisi yang bukan berasal dari Islam tetapi sampai sekarang masih dilakukan, walau sudah dinasehati dengan dalil-dalil yang kuat dan orang tua kita juga sudah tahu kebenarannya tetapi tetap melakukan tradisi tersebut dengan alasan banyak orang yang melakukan juga, sudah ada dari dahulu kala, ada juga ustadz melakukan hal yang sama dan berbagai alasan lainnya, bagaimana lagi caranya ustadz?
Jawab
Pelan pelan saja... Coba dirumah setel radio rodja, kemudian belikan buku yang tematik dan diletakkan ditempat orang tua sering duduk duduk dan yang paling penting adalah mendoakan beliau agar mudah menerima sesuatu yang haq.

Pertanyaan M11

1. Jika niat gulatnya hanya untuk pertunjukan,  bukan dakwah,  boleh kah ustadz? kalau olahraga tinju gimana hukumnya ustadz.. itukan pakai menumbuk lawan sampai berdarah
Jawab
Gulat dan tinju yang sekarang kan mengumbar aurat. Jika bertentangan dengan syariat maka tidak boleh.

2. Bukankah dakwah yang utama itu adalah dengan keluarga terlebih dahulu. Bagaimana dakwah dengan suami ustad? Saya mengajak kebaikan tuk lebih meningkatkan keimanan&ketaqwaan tapi masih susah ya ustad. Dg berbagai alasan sibuk kerja. Gimana cara nya ustadz agar dengan mudah berdakwah dengan keluarga terutama dengan suami.
Jawab
Sayang bukan sama suami....? Pelan pelan saja yang penting intens yaaa. Batu saja bolong dengan titisan air yang teris menerus.

3. Assalamualaikum ustadz. Bagaimana ya ustadz, kalo kita sudah dinilai fanatik atau berlebihan. Bagaimana caranya berdakwah dengan orang yang sudah dulu menilai kita seperti itu. Banyak tersinggungnya, padahal kita yang dinilai. Kerabat, sahabat menjauh ketika kita mulai memperbaiki diri?
Jawab
Ya memang seperti itu sih, tapi kita jangan ekslusif yaaa. Tunjukkan akhlak seorang muslimah yang baik dan biarkan mereka sendiri yang akan merubah sudut pandangnya.
Ingaatt... Akhlak merupakan hal penting dalam agama Islam.

Pertanyaan M12

1. Ustadz sekaran ini sedang banyak-banyaknya film/sinetron yang bernuansa "islami"..tentunya sangat bagus sebagai ladang dakwah, tetapi jika diperhatikan dari sisi cerita dan proses pembuatannya yang tidak islami. Misalnya ada pacarannya, atau dari iklannya yang tidak pantas (adegan berpelukan dll)..bagaimana menyikapi hal ini ustadz? Tentunya kita ingin dakwah bisa sampai ke berbagai kalangan, tapi kita juga tidak ingin masyarakat akhirnya menganggap bahwa yang islami juga sama aja ada pacarannya dsb..terimakasih..
Jawab
Lebih baiknya jangan contoh contoh seperti itu. Pakai saja cara dakwah yang memang sudah sesuai dengan syariat dari awal. Jika kenal dan ada kemampuan menasehati sutradaranya dipersilahkan. Jika tidak mampu berdoa saja kepada اللّهُ Ta'ala


2. Ustadz ternyata rosulullah sangat kreatif dalam berdakwah. Jadi tidak melulu dalam bentuk ceramah. Nah,batasan kreatifitas dalam berdakwah itu bagaimana? karena kita juga tidak ingin dicap oleh sesama muslim keluar dari “pakem”/“nganeh-nganehi”.
jazakallah pencerahannya.
Jawab
Kalau "the way" nya nda masalah berbeda beda, batasannya adalah jangan sampai yang dilarang syariat. Contoh → Jika mau menasehati orang yang suka main kartu remi, maka jangan ikutan main kartu juga, karena hukum main kartu ini ada perbedaan pendapat diantara ulama, walaupun tidak menggunakan uang dlsbnya

Pertanyaan M13

1. Bagaimana cara menasihati suami dengan baik ustad? Biar tidak berkesan menggurui apalagi memaksa kadang karna seringnya mengingatkan malah dijawab dengan nada yang kurang enak.
Jawab
Caranya kita siap dan tanpa bicara verbal, tarik aja dengan ajakan sayang (ke mesjid) misalnya.

2. Wah... baru kali ini saya membaca kisah di atas. Keren banget euy... ada dibuku apa ya Ustadz, ingin menggunakannya di forum yang saya ikuti
Jawab → Kisah Muslim.

Pertanyaan M14

1. Haruskah orang yang berdakwah/menyampaikan itu dia harus sudah mengaplikasikan untuk dirinya sendiri baru di sampaikan ke orang lain?
Jawab
Dalam keadaan tertentu boleh dia menasehatinya lebih dahulu

>Masih berhubungan dengan pertanyaan & jawaban diatas. Kalau belum mengaplikasikan ke diri sendiri sudah mengajak orang lain untuk melakukannya apakah itu bisa dikategorikan ke dalam perbuatan munafik?
Jawab
Tidak.... Tetapi jangan terlalu sering menggunakan metode diatas. Perumpamaannya seperti mercu suar. Menerangi orang jauh disana, tetapi diri sendiri gelaaappp

Pertanyaan M15


1. Ustadz mau tanya cara dakwah dengan anak-anak  broken home dan lingkungan yang rusak?
Jawab
Rebut dulu hatinyaaa. Baru pelan pelan dimasukkan dakwah

2. Gimana kalau kita selaku muslim membantu dalam hal sarana dan prasarana ibadah agama lain? Masihkah dalam rangka Hablumminannas itu? Kasusnya: Suami saya tugas di tempat yang 100% penduduknya non islam. Belum lama ini diminta bantuan mendesain logo gereja sekaligus bikin papan namanya juga.
Jawab
Lebih baik jika sudah menyangkut agama tolak saja secara halus Bunda. Jangan frontal menolaknya, bilang saja bukan saya tidak mau, tetapi memang sudah masuk wilayah aqidah. Bukankah kelak nanti Nabi Isa Alahissalam akan turun lagi ke bumi untuk membunuh babi dan mematahkan salib. Jadi lambang salib itu merupakan dogma dari para pendeta bukan pengikut kristus. Dan di Islam pun tidak dijelaskan bahwa didalam ajaran Nabi Isa mengagungkan salib

3. Ustad, bagaimana cara berdakwah dengan orang-orang tua yang usianya jauh diatas kita dan karakter masyarakatnya keras. Budaya dan ajaran orang-orang yang dulu menyebarkan islam itu sudah mengakar. Oia, tambahannya mereka tinggal sebagai komunitas muslim ditengah-tengah umat katolik yang mayoritas. Terkadang budaya pesta sampai pagi diacara walimatulursy dengan musik dan berjoget, fenomena ini baru ada karena terpengaruh budaya diluar islam yang sudah tradisi. Afwan tad kepanjangan. Jazakallah
Jawab
Pelan pelan saja... Coba dirumah setel radio rodja, kemudian belikan buku yang tematik dan diletakkan ditempat orang tua sering duduk duduk dan yang paling penting adalah mendoakan beliau agar mudah menerima sesuatu yang haq.

>Afwan ustad, konteks bukan dakwah dalam keluarga/ rumah, tapi ke masyarakat dalam taklim atau komunitas.jazakallah

Jawab
Secara garis besar sih sama aja Bunda... Terkadang kita melupakan bahwa kita lupa untuk merebut hati seseorang dulu. Terkadang kita langsung to the point, pada intinya sih dibawah alam sadar setiap manusia, tidak suka untuk dinasehati yang terkesan diktator atau kalimat perintah. Makanya kebannyakan Ulama Salaf (terdahulu) itu mempelajari akhlak selama 30 tahun dan mempelajari ilmu agama 20 tahun. Bayangkan....

Pertanyaan M17

1. Ada seorang teman bertanya bagaimana kewajiban istri mengingatkan suami. Begini ceritanya jika sudah terdengar azdan si istri mengingatkan suami nya untuk segera ke mesjid tapi suaminya tidak beranjak. Di ingatkan lagi suaminya malah berkata kewajiban kamu mengingatkan saja suaminya tetapi ga beranjak. Pertanyaaanya sebesar apakah kewajiban istri mengingakatkan kebaikan kepada suami?
Jawab
Mengingatkan itu juga sudah melakukan kewajibannya. Terkadang mungkin cara penyampaiannya yang terkesan menyuruh dan menggurui. Ingatlah... Kepala rumah tangga itu adalah suami yang mana juga termasuk pemimpin. Jadi bersikaplah caranya menasehati seseorang pemimpin

Pertanyaan M18

1. Ustadz gimana yah ngajakin temen untuk berhijab syar'i lagi? Dulu kita deket, sekarang agak jauh, sejak itu dia jadi gak syar'i lagi pake hijabnya. Mau ngingetin bingung ngomongnya
Jawab
Coba contoh dengan materi diatas. Dia kesukaannya apa, kita samakan dahulu. Biar satu frekwensi dan akhirnya hatinya terebut kembali. Setelah itu baru kita masuk pelan pelan

2. Ustadz, apakah benar orang yang masuk surga itu belum tentu terhindar dari adzab kubur? Apa yang bisa kita upayakan untuk terhindar dari azab kubur sedangkan dosa sangatlah besar dan tak terhitung?
Jawab
Baca saja doanya dan hindari hal hal yang akan terkena siksa kubur, salah satunya misalnya Buang Air Kecil nda cebok dlsbnya

3. Ustad bagaimana menjaga hidayah agar tetap terjaga apakah ketika iman kita turun berarti hidayah juga hilang?
Jawab
Sunatullah kadar keimanan naik dan turun, tetapi yang harus jadi perhatian adalah seberapa cepat kita balik ke keadaan semula.

4. Bagaimana cara yang tepat untuk mengajak saudara yang masih susah menjalankan perintah Allah dengan kaffah (cont:shalat yang kadang masih bolong)?
Jawab
Pelan pelan dan dengan bahasa yang halus dan sopan. Rebut hatinya, belikan kado atau oleh oleh lalu dakwahi pelan pelan.

Baiklah,  bunda kajian kita cukupkan sampai dsni ..
kita tutup dgn doa kafaratul majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.      

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

----------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa 12 Mei 2015
Narasumber : Ustadz Dodi Kristono
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online WA Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Bunda 2

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!