Home » , » Mendidik Anak Laki-laki dan Perempuan sesuai Tuntunan Rasulullah

Mendidik Anak Laki-laki dan Perempuan sesuai Tuntunan Rasulullah

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, May 26, 2015

Kajian Online Hamba  الله
Hari/Tanggal : Selasa 26 Mei 2015
Narasumber : Ustadzah Nurhamida
Tema : Mendidik Anak Laki-laki dan Perempuan sesuai Tuntunan Rasulullah
Group Nanda : M115 (129)
Admin : Ayu
Notulen : Widya


MATERI :
Assalamualaikum...apa kabar ikhawtifillah? Smg senantiasa semangat dlm bermujahadah mencari ilmu.

MENDIDIK ANAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
SESUAI TUNTUNAN RASULULLAH SAW
              Oleh Nurhamida

Suatu ketiak saya bertemu dengan teman lama di sebuah pusat perbelanjaan,Sebutlah namanya Tia.Ia baru setahun menikah setelah cukup lama menunggu jodoh,Beruntunglah pada usia yang tidak lagi muda,ia masih bisa mendapatkan suami yang usianya tidak terpaut terlalu jauh darinya,Masih layak di panggil abang atau mas.
Perutnya nampak buncit di balut gaun cantik warna pink dengan jilbab yang serasi.Kedua tangannya nampak sibuk dengan beberapa tentengan.Ada yang kecil ada yang agak besar.Tapi yang mencolok adalah keranjang bayi model sekarang yang di jinjing suaminya.Keranjang  berwarna biru itu nampak berkelas.
Setelah berbasa-basi,mahfumlah saya kenapa mereka sangat repot dengan berbagai belanjaan. Sambil ngaso stlh berputar putar dlm gedung megah tsb, Tia akhirnya bercerita bhw ia dan suami sdg mempersiapkan berbagai perlengkapan utk menyambut si kecil.
"Kalau menurut USG, anakku bakal.laki laki..Persis  spt keinginanku," celotehnya dg mata mengerjap bahagia.
"Tapi dia...," katanya sambil meliriksuaminya yg tenang menikmati jus alpukat, " ingin anak perempuan. Maklum klg besarnya rata rata laki-laki,"
Tia kemudian menunjukkan bbrp baju bayi pilihannya yg warnanya didominasi warna biru. Ia jg bercerita bhw ia sdh menyiapkan kamar dg nuansa warna yg sama. Pokoknya warna laki-laki tegasnya. Suaminya tersenyum-senyum.
“Mbak...terus terang,saya ngga setuju dengan Tia,”
tiba-tiba suami Tia menyela.
“Bagi saya,warna apapun akan cocok saja degan anak kami.Saya ngga mau sejqk bayi,orang tua mengajarkan warna tertentu,Khawatirnya nanti mempengaruhi cara berfikirnya.Asal muasalnya,semua warna netral.Karena selera produsenlah warna akhirnya menjadi miliksatu gender.”Wajah suami Tia berubah serius.Ku lihat Tia mulai cemberut dan mengisyaratkan ketidaksuakaannya terhadap omongan suaminya.
“Boleh dong aku memilih warna sesuai dengan kebutuhan jenis kelaminya.Ntar aku pakein baju warna pink ke anak laki-laki kita,apa kata orang? Apa ngga bikin dia jadi banci?”sengitnya.
Hhmm.....Mulai masuk ranah pribadi nih.Buru-buru aku cairkan suasana,mencobq berseloroh agar mereka tidak melanjutkan pembicaraan tersebut...........
Namun pada masa itu,yang ku risaukan adalah bagaimana kelak aku mengasuh dan membesarkannya.Bekal apa yang harus kumiliki agar tak salah dalam mendidiknya,Karena aku dulunya termasuk generasi yang bermimpi keturunan yang allah ridha(Rabbi Radhiyya)atau kerennya generasi robbani,maka yang ku lakukan adalah bagaimana mempersiapkan diriku dengan berbagai pengetahuan tentang cara Rasulullah saw mendidik generasi para sahabat dan anak-anak yang tumbuh pada masa itu.Perlahan tapi pasti aku mengumpulkan berbagai buku tentang pendidikan anak sesuai dengan nilai-nilai islam.Beruntung saat itu aku menikah,sahabat-sahabatku yang bergerak di lembaga dakwah kampus menghadiahiku buku tentang pendidikan anak yang sangat terkenal pada masa itu,Tarbiyatul Aulad karya Dr. NASHIH ULWAN. Buku ini tetap bermanfaat meski kelak anakku menikah. Karena ilmi pendidikan yg Rasulullah saw berikan akan tetap berlaku sepanjang hayat. Lintas generasi.

Dari buku referensi pertamaku itu,aku dapat memahami bahwasanya mendidik anak adalah tanggung jawab ayah dan ibu serta para pendidik lainnya.Ayah dan ibu bertanggung jawab pertama:
1.Menanamkan pendidikan tauhid sejak anak lahir hingga maut menjemput.
2.Mendidik dengan cara Qur’ani
3.Meberikan keteladanan berupa ahlaq yang baik dan menumbuhkan prilaku yang santun sesuia syari’ah.
4.Menjaga dan mengisi jiwanya dengan ruh ilahiah sehingga anak dpt tumbuh dg normal sesuai dg fitrahnya.
5.Menjaga pertumbuhan dan perkembangan fisiknya agar tetap sehat sehingga mampu malakukan ibadah dengan sempurna.
6.Menjaga cara berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesama muslim sehingga ia dapat di terima menjadi bagian dari masyarakat.

Nah.....kalau di fikir-fikir,pengalamanku bertemu denga Tia dan suaminya,rasanya amat jauh dari apa yang kubaca dari buku tersebut.Mereka,dan mungkin kebanyakan pasangan muda lainnya,lebih banyak berkutat pada hal-hal sepele dalam pandangan agama sama sekali tidak bernilai.Mengingat itu aku merasa sedih.Inilah kenyataan yang terjadi saat ini.Cita-cita membentuk generasi Robbani yang dulu pernah sangat popular di kalangan mahasiswa islam,pudar seiring perkembangan jaman.
Tapi aku tidak memungkiri bahwa sebagian besar generasi angkatanku dan tahun-tahun sebelumnya telah mampu melahirkan generasi berkarakter yang berbeda dengan generasi sesudahnya.Setidaknya negri ini.pernah di pimpin oleh orang-orang yang memiliki komitmen terhadap jayanya Islam.Meski.ketangguhannya masih perlu diuji. Ups. Knp aku jd melantur begini?
Ku pikir-pikir lagi,percakapanku dengan Tia tadilebih banyak mempersoalkan persiapan yang sifatnya materil.Tidak ku dengar dari Tia bahwa ia menginginkan anaknya kelak seperti apa atau bagaimana cara berfikirnya di bentuk.Kalau merujuk lagi pada buku Tarbiyatul Aulad,bahwa pendidikan untuk anak laki-laki dan perempuan pada hakekatnya sama,yaitu menanamkan pendidikan keimanan,pembentukan ahlaq dan kemauan untuk beribadah sesuai  dengan tuntunan Rasulullah.Perbedaan perlakuan dilakukan  utk hal hal yg berkaitan dg fungsinya sesuai jenis kelamin.
Misalnya untuk poin 4,maka kewajiban orang tua adalah memberikan lingkungan dan perlakuan yang sesuai jenis kelamin.Bila anak perempuan sejak balita sudah di perkenalkan busana muslimah,cara merawat diri saat mulai tumbuh menjadi remaja terutama saat pubertas karena akan mengalami haid, cara berfikir sbg perempuan agar tdk tertular penyakit kejiwaan tomboy atau maskulinitas. Kemudian lbh besar lagi diajarkan cara bergaul yg sesuai dg tuntunan syar'i, berpakaian menutup.aurat, tdk bertabarruj (berhias berlebihan), dan menjaga kehormatan diri. Menjelang dewasa, ia dibekali pengetahuan dan keterampilan sbg calon istri dan seorang ibu, dstnya.

TANYA :
Bunda apa pendapat bunda jika ada orang yua yg :
1. orang tua yg tidak pernah mengajarkan ilmu islam/agama terhadap anaknya namun anaknya mendapatkan pengetahuan agama dari lingkungan sekitar, atau mempelajati sndr
2. orang tuang yg mengajarkan ilmu agama terhadap anaknya namun sang anak tidak mengikutinya,
apa pendapat bunda dari dua point diatas?
benarkah jika seorang anak melakukan dosa, orang tua akan di mintai pertanggung jawaban di akhirat kelak,
meskipun dosa itu di luar pengetahuan orang tuanya
JAWAB :
Setiap diri kelak akan ditanyai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.  Seorang suami sekaligus ayah akan ditanya ttg apa yg sdh dilakukannya pd klgnya. Seorang istri/ibu akan ditanyai apakah amanah sdh dijalankan atau tdk. Jadi semua akan ditanyai berkaitan dg pendidikan thd istri dan anak anaknya.
Jika tdk diajarkannya pendidikan agama krn ketidaktahuan, smg Allah mengampuni. Dan nanda memaafkan mereka krn ketidaktahuannya. Ini jauh lebih baik.ketimbang menuntutnya. Krn ada dlm Al Quran kewajiban berbakti pd ortu dlm surat al Isra 23-24.
Apalagi anak mendapatkan pengetahuan agama..tentu pengetahuan tsb akan membimbingnya utk berakhlaq mulia.terutama kpd org tua.
Jika si anak.tdk.mengikuti ajaran org tuanya..maka tdk.ada dosa pada org tuanya krn mrk sdh melaksanakan kewajibannya. Yg berdosa tentu anak krn mrk.tdk.patuh dan taat pd ortu dlm kebenaran.
Setiap diri tdk memikul dosa org lain. Itu jelas prinsipnya terdapat dlm Al Quran. Sy susulkan ayatnya ya
Jika krn kekeraskepalaan org tua...maksudnya sdh tahu bhw ada tanggung jawab mendidik tauhid pd anak namun menyangkal dan bersikap.tdk peduli...tentu hadits ttg setiap manusia akan diminta pertanggungjawabannya thd gembalaannya...maka org tua yg bersikap.demikian akan.terkena.
Kecuali yg berkaitan dg dosa spt ini: Jika.kita mengajak org lain berbuat dosa, maka setiap org lain melakukannya, maka kita akan terkena dosanya. Spt dosa pembunuhan Habil oleh Qabil
Namun jika kita mengajak pd kebaikan...kita akkan mendapat pahala kebaikan setiap org yg kita ajarkan kebaikan melakukannya.

TANYA :
Waalaikumsalam bunda
Mohon penjelasannya utk point pertama bunda.... menanamkan pend tauhid sjk anak lahir hingga maut menjemput....
Syukron
JAWAB :
Menanamkan pend tauhid sejak.lahir itu : membacakan kalimat tauhid saat lahir, menjaga kehidupan bayi tumbuh sesuai aturan Islam...mengajarkan shalat, membaca doa setiap melakukan pekerjaan yg baik, mengajarkan keyakinan bhw rizki dan kehidupan itu Allah yg mengatur. Mengajak anak selalu bersyukur kpd Allah dlm setiap keadaan, tdk.mengajarkan syirik, menjaga waktu shalat...dst.
Saat remaja, anak dipantau dlm perkembangan pola.pikirnya..krn bs jadi berubah saat bertemu peer grup.
Saat dewasa waktu pemilihan calon menantu, yg hrs ditanya apakah calon menantu itu shalat, bisa baca Quran dan akhlaqnya baik. Bukan kerja dimana dan gaji berapa
Saat lahir cucu...ingatkan anak utk mendidiknya sesuai tuntunan Islam
Kurang lebih demikian.
Pembahasannya panjang ya soal.pertanyaan no 2

TANYA :
Bismillah, jazakillah bunda telah bersama kami memberikan materi luar biasa bermanfaat. Bunda, ketika kita dewasa, memiliki pemahaman, mandiri, dll. Selanjutnya, apa yang disebut membahagiakan orangtua dalam pandangan Islam ? Dan kewajiban kita sebagai anak kepada orangtua ? Jazakillah Bunda
JAWAB :
3⃣ Membahagiakan org tua dlm.konsep Islam.adalah menaati setiap nasihat ortu yg menuju pd kebaikan, mengamalkan semua nilai kebaikan yg sdh diajarkan, jika nanti menikah, menjadi istri shalihah. Dgn demikian kita sdh memuliakan org tua di hadapan suami. Lalu menyambung tali silaturahim dg klg atau teman ortu, dan menjaga ortu dg seizin suami.

TANYA :
Bunda,jika dari kecil tidak di tanamkan ilmu tentang agama,lalu saat sudah besar tentu susah untuk mengajarkannya,bagaimana kiat2nya agar berhasil membujuk untuk mempelajari agama,,,
JAWAB :
Mbak Ayu: Memang akan ada kesulitan utk melaksanakan perintah agama saat sdh besar krn tdk terbiasa dr kecil.
Bisa dicoba dg menyentuh kesadarannya. Belajar agama di waktu besar lbh baik dg cara yg baik dan lemah lembit.
Lemah lembut

TANYA :
Mau tanya ustadzah
Ada anak dari kecilnya sudah dibekali pendidikan agama, tapi setelah dewasa malah jd melenceng..kira2 apa yg salah ya ustadzah??
Syukron
JAWAB :
Diajak ngobrol.dan disentuh kesadaran berpikirnya, jgn dihakimi. Ditanya apa pendapatnya jika misala pakai pakaian menutul.aurat...apa.pendapatnya jika belajar ngaji bersama...dsb

TANYA :
Assalamualaikum Ustadzah,, bagaimana cara menasehati kl misal orangtua belum terlalu paham agama?
Karena kita sudah belajar agama dr lingkungan kita bagi ke orangtua namun orangtua sulit menerima karena masih terbawa adat
JAWAB :
Menasehati ortu utk paham.agama tdklah mudah. Tugas kita sbg anak.adalah memberi teladan sambil sesekali mengingatkan. Ajaklah mrk utk shalat, tunjukkan cara yg baik dlm berkomunikasi. Jangan tunjukkan kekesalan nanda krn ortu keras kepala. Tp tunjukkan empati nanda...misal...dg bercerita...td ustadz anu bercerita ttg kehidupan akhirat...ternyata kalau ortu yg hampir masuk surga bs masuk.neraka jika anak ngga diajarkan agama.
Dr cerita itu kita bs memasukkan nilai atau nasihat u ortu.
Jgn lupa.mendoakan keduanya agar mendapat hidayah dr Allah.
Sampaikan juga posisi adat di dpn agama. Ini mmg agak sulit ya krn berkaitan dg cara pandang seseorang yg dibentuk oleh lingkungan.
Tp teruslah berusaha dan berdoa...hasilnya serahkan.pd Allah.

TANYA :
bunda bagaimana menanamkan kejujuran pada anak,
kadang ada anak yg berbohong, dan ketika kita percaya dgn kebohongan itu,
ia akan merasa nyaman dan berusaha melakukannya di kemudian waktu,
dan bagaimana kita menanamkan kepercayaan terhadap anak,
kadang kita suka curiga dgn apa yg di samapaikan kok seperti bohong,
kebetulan saya seorang guru, dan srng menwmukan berbagai kasus Anak2
JAWAB :
Menjadi seorang guru mmg memerlukan kesabaran luar biasa. Termsuk.mempercayai murid muridnya. Jika ada kasus anak yg suka bohong.... hrs ditelusuri dahulu keadaan klgnya
Coba dipanggil.ibunya dan tanyakan bgm masa balita anak ini. Apakah sering menemukan org dewasa di sekelilingnya bersikap.tdk jujur / bohong
Biasanya perilaku ini bukan perilaku asli anak saat balita. Ttp.meniru.
Boleh jadi.pd saat anak mengalami situasi bersikap.jujur pd org dewasa, ternyata mendapat respon negatif.
Jika berulang...anak akhirnya berpikir, drpd aku jujur tp.dimarahi mendingam bohong sekalian
Cara kita menangani anak ini di kelas...ajaklah bicara berdua sj. Selesaikan masalah tdk di dpn kelas..tp buatlah aturan umum u menghindari anak.lain berbohong.
Lakukan pendekatan personal ya dan beri kesempatan anak ini bersikap jujur. Artinya sampaikan bhw kita sbg guru lbh menyukai anak bersikap terus terang ketimbang bohong hny u menghindari amarah guru.
Tugas guru adalah mendidik..pd posisi ini kita hrs bersikap netral. Jika ada anak yg suka bohong...posisikan ia sbg anak yg hrs ditolong.
Dg demikian kita terhindar dr rasa curiga.
Jika ia berkali kali berbohong berarti ia sdh ada pd tahap emergensi u ditolong. Dicari sumber masalahnya.
Walau melelahkan...tp begitulah resiko pendidik ya Mbak.
Smg Allah memberikan pahala yg setimpal dg upayanya.

TANYA :
Jika untuk laki2 bunda,kebetulan ini kasus adek saya sendiri,saya juga dari kecil tidak di bekali agama dengan baik,tapi alhamdulillah saya bisa mencari jalan saya sendiri hingga sampai saat ini,,,
JAWAB :
Jika adik laki laki kita merisaukan hati...jadilah Mbak Ayu sbg kakak yg baik hati dan tempat ia curhat. Percayai ia apa adanya. Jika ia masih remaja yg labil...pastikan bhw Mbak Ayu org yg ia cari utk berbicara. Sentuhlah kesadaran dirinya. Dan pahami ia sdg dlm tahap apa...remaja labil itu mmg masanya. Nah pada saat spt ini hrs ada org yg dpt membela dan mendukungnya. Tentu u hal hal yg baik. Jika hal.yg tdk pantas...sentuhlah kesadarannya sehingga ia dpt memahami sendiri bhw itu sebuah kesalaha .

TANYA :
Iya Ustadzah terimakasih...
Satu lagi Ustadzah..
kenapa menjelaskan tentang agama kepada saudara dekat lebih sulit dibandingkan dg teman biasa ya? Malahan umpama dikasih tau mereka bilang itu tergantung niat dan keyakinan,,
Misal saya kasih tau ttg tidak adanya amalan khusus bulan rajab,
Terimakasih
JAWAB :
Selalu bgt mbak Maisya... Allah sdh memberikan contohnya dlm.Al quran...kisah istri Nabi Luth as, kisah anak Nabi Nuh as, kisah Abu Thalib paman  Nabi Muhammad saw, dsb.
Mengapa begitu? Selain itu sdh sunnatullah
..itu jg tergantung takdirnya.
Dr sisi psikologi....krn merasa dekat dan tahu dr kecil.perkembangan kita...org sering subjektif dan merasa lbh tahu dlm.menilai kita .
Dan Allah jg sdh mengingatkan dlm.Al Quran...ada sekelompok org yg lbh mempercayai ucspan dan ajaran nenek moyang ketimbang ajaran Nabi saw. Bahkan diajak masuk. ke lubang jarumpun akan diikutinya.
Nah...menghadapi yg seperti ini...jika sdh diingatkan...lepaskanlah. Fa'fuu wasfahuu...maafkan dan biarkanlah mrk.
Doakan sj dan biarlah Allah yg bekerja

TANYA :
Berkaitan dg mengatasi perilaku anak2 bunda.... baik itu anak didik or anak kandung.....bagaimana mengendalikan emosi kt bunda.....apalagi pas lg ada masalah or pas capek bawaannya pengen muntab marah2nya
JAWAB :
Soal pengendalian diri saat marah itu ada prosesnya Mbak... Mmg tdk gampang saat cape lalu dihadapkan pd anak anak yg aktif (utk anak usia dini) atau badung ( utk anak di atas 7th)
Tips utk menahan diri dr rasa marah yg tdk terkendali;
1. Saat amarah muncul...pastikan diri utk ttp berkesadaran dan segera mengingatkan diri sendiri..Jangan marah.
Sesuai anjuran Rasulullah saw..La Taghdhob..
2. Lalu tarik.nafas...buang sambil beristighfar 3x
Jika saat itu posisi kita berdiri...duduklah...jika sdg duduk...berbaringlah
Posisi yg begini menyulitkan kita u marah
Lalu bacalah ayat Kursi, al.ikhlas al.galaq dan an naas
Krn marah umumnya berasal dr setan
Biarkan dulu  kemarahan mereda. Baru nanti sumber marah kita tangani.
Yaitu anak tadI
Bila emosi kita sdh bs dikendalikan biasanya saat menangani anak kita sdh dlm.keadaan lbh tenang.
Demikian ya Mbak. Smg bermanfaat

TANYA :
Syukron bunda atas jawabannya,akan saya coba lebih keras lagi agar berhasil membawanya ke jalan allah,,,,
JAWAB :
Amin YRA. Selamat berjuang Mbak Ayu.
Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dg lancar. Moga ilmu yg kita dpatkan berkah dan bermanfaat. Amiin....

Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum...

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!