Home » , , , , » POSISI DAN WUJUD JIHAD FI SABILILLAH DALAM AMAL ISLAM

POSISI DAN WUJUD JIHAD FI SABILILLAH DALAM AMAL ISLAM

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, May 20, 2015


Ini adalah materi Islam yang sangat urgen, sensitif, dan bersifat tingkat lanjut. Materi ini harus diterima secara utuh, dan tidak boleh dipahami sepenggal-sepenggal. Oleh karena itu, untuk saat ini, bagi yang tidak menerima materi ini secara utuh, harus mencari sisanya, atau membuang materi ini seluruhnya. Bagi yang tidak memahaminya secara sempurna, harus menyempurnakan pemahamannya kepada yang telah paham, dan jika tetap tidak dapat memahami secara utuh, harus menghilangkan pemahamannya yang tidak utuh itu seluruhnya. Kemudian, orang itu bisa mengkaji lagi materi ini di kesempatan lainnya.

Hal di atas sangat penting disampaikan dan perlu untuk ditekankan, karena salah memahami ataupun tidak sempurna memahami materi ini, dapat menyebabkan hilangnya nyawa seseorang tanpa disertai sebab yang dibenarkan oleh Tuhan Semesta Alam (Alloh swt). Nyawa itu, bisa nyawa orang lain, bisa juga nyawa kita sendiri. Padahal, nyawa tidak boleh dihilangkan kecuali jika disertai dengan sebab yang dibenarkan oleh Tuhan semesta alam (Alloh swt). Perhatikan firman Alloh swt berikut ini.

مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ كَتَبْنَا عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ (32) إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (33) إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (34) يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ المائدة\ 5: 32-35

32.  Oleh Karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan Karena orang itu (membunuh) orang lain[411], atau bukan Karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan dia Telah membunuh manusia seluruhnya[412]. dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah dia Telah memelihara kehidupan manusia semuanya. dan Sesungguhnya Telah datang kepada mereka rasul-rasul kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, Kemudian banyak diantara mereka sesudah itu[413] sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. 33.  Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik[414], atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar, 34.  Kecuali orang-orang yang Taubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; Maka Ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 35.  Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.
______________________
[411]  Yakni: membunuh orang bukan Karena qishaash.

[412]  hukum Ini bukanlah mengenai Bani Israil saja, tetapi juga mengenai manusia seluruhnya. Allah memandang bahwa membunuh seseorang itu adalah sebagai membunuh manusia seluruhnya, Karena orang seorang itu adalah anggota masyarakat dan Karena membunuh seseorang berarti juga membunuh keturunannya.

[413]  ialah: sesudah kedatangan Rasul membawa keterangan yang nyata.

[414]  maksudnya ialah: memotong tangan kanan dan kaki kiri; dan kalau melakukan lagi Maka dipotong tangan kiri dan kaki kanan.

Jihad Fi Sabilillah adalah salah satu dari dua amal Islam yang dilaksanakan dalam rangka mewujudkan visi risalah Rosulullah saw, yang berupa “menjadi rahmat bagi semesta alam (Rohmatan Lil ‘Alamin)”. Amal Islam yang satunya adalah dakwah Islam. Kedua amal islam itu (Jihad dan Dakwah) dilakukan oleh Rosulullah saw guna mewujudkan visi risalah yang diembannya dari Tuhannya (Alloh swt). Dan rosulullah saw adalah suri teladan kita, oleh karena itu, kita pun harus mencontoh Rosulullah saw.

VISI ROSULULLAH SAW: ROHMATAN LIL ‘ALAMIN
MISI ROSULULLAH SAW: DAKWAH ISLAM & JIHAD FI SABILILLAH

Alloh swt berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ .الأنبياء\ 21: 107

107.  Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ (16: 125) 

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ .2: 244

RAHMAT BAGI SELURUH ALAM, HANYA TERWUJUD DENGAN ADANYA DUA HAL, YAITU: Dimilikinya kemerdekaan total bagi setiap manusia untuk menentukan pilihan hidupnya.

Hukum/ Kekuatan itu harus hanya berpihak kepada kebenaran. Kebenaran itu hanyalah milik Alloh swt. Alloh swt menyebutkan bahwa hanya Islam satu-satunya kebenaran di zaman Rosul terakhir ini.  Itu artinya hukum dan kekuatan itu harus hanya berpihak kepada Islam. ITU SEMUA ADALAH  UNTUK MEMASTIKAN AGAR TIDAK ADA ORANG YANG MENJADI KAFIR/ AHLI MAKSIAT, KECUALI ATAS PILIHAN DAN KESADARAN DIRINYA SENDIRI, DAN BUKAN KARENA DIPAKSA ORANG LAIN.

HUKUM/ KEKUATAN yang dimaksud di sini adalah: semua pengaruh yang datang dari luar diri, yang bisa memaksa seseorang melakukan sesuatu. Dikarenakan sifatnya yang bisa memaksa seseorang, maka hukum/ kekuatan ini harus hanya memihak kepada kebenaran, agar dapat dipastikan bahwa tidak akan ada manusia yang melakukan kesalahan/ kemaksiatan/ kejahatan kecuali atas kesadaran dirinya sendiri dan bukan karena dipaksa oleh hukum/ kekuatan yang ada di luar dirinya.

Contoh hukum yang membela kesalahan : setiap anggota jama'ah ini dilarang makan dan minum selama 3 hari dan 3 malam berturut turut.
-> hukum Itu, jika ditaati kita mati, jika ingin hidup berarti kita harus menjadi pelanggar hukum. yang demikian ini adalah hukum kebatilan. 

contoh lain: Setiap siswa, baik lelaki maupun perempuan, harus mengenakan seragam sekolah, dan seragam sekolah Tidak boleh ada jilbab nya, bagi yang perempuan.
-> hukum in tu, jika ditaati oleh perempuan muslimah, maka dia dimurkai Alloh swt, dan jika dia ingin Tidak dimurkai oleh Alloh swt, maka dia harus menjadi pelanggar hukum.  yang demikian ini adalah hukum kebatilan.

Contoh hukum yang membela kebenaran: setiap anggota harus menjaga kesehatan nya, di antaranya dengan  makan dan minum, minimal 2 kali dalam sehari.
-> hukum ini, jika ditaati, kita menjadi orang taat hukum dan bahagia hidup nya, karena terpenuhi kebutuhan nya.

Contoh lainnya : setiap siswa harus berseragam dengan seragam yang sesuai dengan tuntunan agamanya.
-> hukum ini,  jika ditaati, kita menjadi orang taat hukum dan menjadi bahagia hidup nya, karena menjalankan perintah Tuhannya.

KESADARAN DIRI ITU MENJADI HILANG DIKARENAKAN DUA HAL.
(PERTAMA) karena hilangnya kebebasan atas diri seseorang untuk memilih. Artinya dia dipaksa melakukan kesalahan itu.

(KEDUA) karena dihalanginya seseorang dari mendapatkan pengetahuan yang benar tentang sesuatu, sehingga akhirnya orang itu melakukan kesalahan tanpa disadarinya. (dalam hal ini, meskipun dia tidak dipaksa secara perbuatan, sesungguhnya orang itu tetap termasuk dipaksa secara tidak langsung, karena kalau tahu bahwa itu salah, sedangkan orang itu pada dasarnya tidak ingin melakukan kesalahan, maka tentu dia tidak akan melakukan hal yang salah itu).

JIKA DUA HAL DI ATAS TERWUJUD, MAKA TERWUJUDLAH VISI RAHMATAN LIL ‘ALAMIN.
Perhatikan dalil berikut ini yang menjelaskan hal di atas. Dalil tentang harus dimilikinya kemerdekaan total bagi setiap manusia.

وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا .الكهف\ 18: 29

29.  Dan Katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir". Sesungguhnya kami Telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.

Dalil tentang Hukum/ Kekuatan itu harus hanya berpihak kepada kebenaran.

مَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ .يوسف\12: 40

40.  Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali Hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan (hukum) itu hanyalah kepunyaan Allah. dia Telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

Rosulullah saw adalah termasuk yang sukses dalam mewujudkan visi risalahnya. Itu artinya dua hal di atas pernah terlaksana di muka bumi ini, yakni di masa rosulullah saw.

Dari ini akhirnya kita bisa memahami sejarah hidup rosulullah saw, yang jika dibaca secara sepenggal-sepenggal, seolah ada perilaku yang sangat kontradiktif, tetapi jika dipahami secara keseluruhan, maka akan menghasilkan pemahaman yang utuh yang saling menguatkan satu dengan yang lainnya, bahwa semua yang beliau lakukan itu adalah dalam rangka mewujudkan rahmat bagi seluruh alam.

Misalnya; di satu sisi, dalam sejarah, rosulullah saw diketahui, bahwa ketika di madinah, beliau selalu memberi makan seorang perempuan yahudi buta yang menjadi pengemis sampai akhir hayat rosulullah saw. Diketahui juga bahwa pengemis yahudi itu, selalu menghina rosulullah saw, dan beliau tidak mempermasalahkan hal itu, dan beliau tetap memberi makan perempuan yahudi pengemis itu sampai wafat. Kemudian diketahui bahwa setelah rosulullah saw wafat, akhirnya perempuan yahudi pengemis itu mendapatkan hidayah dari alloh swt dan masuk islam lantaran akhlak (dakwah) rosulullah saw.

Di sisi lain, diketahui dalam sejarah, bahwa selama hidup di madinah (hanya sekitar 10 tahun), Rosulullah saw tercatat telah melakukan peperangan langsung (al-ghazawat) sebanyak ± 28 peperangan, dan telah mengirimkan pasukan untuk berperang (as-saroya) lebih banyak dari itu sampai totalnya sebanyak sekitar ± 100 peperangan. Jumlah itu adalah menurut kesimpulan al-hafidz ibnu hajar al-‘asqolani.

Semua itu, Rosulullah saw lakukan untuk mewujudkan visi risalah yang diembannya, yakni untuk mewujudkan rohmatan lil ‘alamin. Dalam mewujudkan itu, Rosulullah saw selalu melakukan amal dakwah dan amal jihad secara tepat sesuai tempatnya. Dan sungguh, Alloh swt telah mengabarkan kepada kita bahwa Rosulullah saw adalah orang yang telah berhasil melaksanakan tugas dan berhasil mewujudkan visi risalahnya.

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (1) وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا (2) فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا (النصر\110: 1-3)

1.  Apabila Telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
2.  Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
3.  Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya dia adalah Maha Penerima taubat.

TEMPAT AMAL JIHAD DALAM ISLAM DAN KAITANNYA DENGAN AMAL DAKWAH.
Sesungguhnya kedua amal Islam di atas punya tempatnya sendiri-sendiri. Salah dalam menempatkan amal tersebut, dapat menyebabkan agama Islam ini menjadi seolah bukan lagi rahmat bagi seluruh alam. Setiap penyimpangan dalam penempatan amal itu, menyebabkan akibatnya sendiri-sendiri, sesuai dengan tingkat penyimpangannya. Yang jelas, semakin jauh menyimpang, semakin menjadikan Islam ini seperti bukan rahmat bagi seluruh alam.

Berikut ini adalah posisi masing-masing amal.

>Jika ada Wujud (eksistensi) kebatilan: hanya boleh dihilangkan dengan amal dakwah. Yakni dakwah bil-hikmah, wal-mau’idzoh al-hasanah, wal-mujadalah billati hia ahsan. Tidak boleh dihilangkan dengan amal jihad.

>Jika ada Hukum/ Kekuatan kebatilan: harus dihilangkan, baik dengan amal dakwah, maupun dengan amal jihad.

(Pertama) Yang dimaksud dengan wujud kebatilan adalah: seseorang, atau sekelompok orang yang berada di dalam kebatilan, dan dia tidak memiliki hukum/ kekuatan yang dapat memaksa orang/ pihak lain untuk melakukan kebatilan seperti dirinya. Dalam siroh Rosul, contoh yang demikian ini adalah seperti perempuan yahudi pengemis yang selalu diberi makan oleh Rosulullah saw sampai beliau saw wafat.

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ .2: 256

(Kedua) Yang dimaksud dengan hukum/ kekuatan kebatilan adalah: setiap orang/ kelompok orang, yang memiliki hukum/ kekuatan yang dapat digunakan untuk memaksa orang lain, dan orang/ kelompok itu menggunakan hukum/ kekuatan itu untuk mendukung dan membela kebatilan (yang bertentangan dengan Islam). Dalam siroh Rosulullah saw, mereka yang masuk dalam kelompok ini adalah semua pihak/ kelompok yang menjadi sasaran jihad Rosulullah yang jumlah totalnya sampai ± 100 kali peperangan.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (8: 39

BAGAIMANA PERWUJUDAN JIHAD ISLAM?

Ditinjau dari sudut pelakunya, kita diperintahkan oleh Alloh swt untuk selalu berjihad sekuat tenaga kita, sepanjang hidup kita.

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ (22: 78

Ditinjau dari sasaran objek jihadnya, kita diperintahkan oleh Alloh swt untuk tidak melampaui batas dalam memerangi hukum/ kekuatan kebatilan. Tujuan jihad Islam adalah menghilangkan hukum/ kekuatan kebatilan, sehingga tidak ada yang dirampas haknya untuk menikmati kebenaran, dan agar tidak ada yang melakukan kesalahan kecuali atas kemauannya sendiri, dan bukan atas paksaan pihak lain.

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ (2: 190

Ditinjau dari bentuk amalnya, dengan melihat situasi dan kondisinya, amal jihad terbagi menjadi dua wujud.

Amal jihad berupa penghilangan kekuatan kebatilan dan memenangkan kekuatan kebenaran. Dalam hal ini, jihad berupa aksi nyata (perang) melawan kekuatan kebatilan selama mereka masih ada, sampai mereka menjadi tidak ada, atau sampai kekuatan kebatilan itu kembali menjadi hanya wujud kebatilan saja, yang tidak memiliki hukum/ kekuatan. (QS. 8: 39, dan QS. 2: 190).

Amal jihad berupa menjaga stabilitas hukum (kekuatan) kebenaran (Islam). Amal jihad ini adalah tindakan pencegahan. Wujudnya berupa upaya untuk selalu menghadirkan sikap siap siaga dalam mengawal hukum/ kekuatan kebenaran agar kekuatan kebenaran itu terus berada di atas yang lainnya. Tujuan jihad ini adalah mengkondisikan agar semua wujud kebatilan yang diberi kebebasan untuk eksis, tidak berubah menjadi hukum/ kekuatan kebatilan. Caranya adalah dengan menakut-takuti wujud kebatilan, agar tidak berevolusi menjadi kekuatan kebatilan, yang menyebabkan mereka harus diperangi.

Harapan dari jihad ini terwujudnya tindakan pencegahan. jika cukup dengan ditakuti saja, sudah cukup untuk membatalkan perubahan wujud kebatilan itu menjadi kekuatan kebatilan, maka tentu ini lebih efisien, jika dibandingkan dengan harus perang sungguhan. Hanya saja, jika pencegahan itu tidak ditakuti, maka mujahid juga selalu siap untuk jihad kapan saja.

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ (8: 60

Itu adalah hal-hal ideal dalam pembahasan Amal Jihad. Semua itu harus diwujudkan tatkala kita punya kemampuan untuk itu. Jika tidak memungkinkan, maka harus kita kerjakan apa yang memungkinkan untuk kita kerjakan, dalam rangka memaksimalkan peluang kebaikan dan meminimalkan kerusakan. Ini seperti kaidah ushul fiqh.

ما لا يدرك كله لا يترك  كله

"Sesuatu (kebaikan) yang tidak dapat dicapai seluruhnya, tidak boleh ditinggalkan seluruhnya, (melainkan harus diupayakan diraih sedapatnya)."

Karena itu, Jika kita masih belum mampu menghilangkan kekuatan kebatilan tingkat dunia, maka kita upayakan di tingkat nasional, jika belum bisa juga, kita upayakan di tingkat bawahnya, sekuat tenaga kita. Semoga dengan begitu, ketika wafat, kita diwafatkan oleh Alloh swt dalam keadaan syahid. Amin. Allohu A'lam.

Mari kita tutup majelis ini dengan membaca hamdalah..
Doa Kafaratul majlis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Rabu, 20 May 2015
Narasumber : Ustadz Faruuq Tri Fauzi, M.Pd.I
Tema : Kajian Islam
Notulen : Indah dan Dhifa

Kajian Online WA Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Grup Nanda M112

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!