PUASA RAMADHAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, May 11, 2015

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اِنَّ الْحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّأتِ أعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إله إلا الله وَ أَشْهَدُ أَنَّ محمدا عَبْدُهُ وَ رَسُوٍلُهُ. أما بعد

Mudah-mudahan adminers sholihah nan cantik, semua dalam kondisi sehat dan senantiasa dalam lindungan Allah swt. Bersyukur Allah masih memberi kita kesempatan menikmati kasih sayang Allah yang tak berbilang hingga hari ini. Mudah-mudahan Allah sampaikan usia kita hingga Ramadhan nanti. Bulan mulia, dimana Allah beri kita kesempatan mereguk rahmatNya, mengais sebanyak-banyak pahala dan berhak disematkan taqwa di penghujungnya. Maka menjadi sebuah kebutuhan bagi kita memahami esensi puasa ramadhan, agar tak sesat arah menjalaninya. Jangan sampai kita sebagaimana yang Rasul gambarkan, puasanya hanya sekedar lapar dan dahaga padahal ada jutaan pahala berserakan jika kita memahaminya. Saya akan sampaikan fiqh ringkas tentang puasa, nanti kita perdalam di sessi tanya jawab

Shaum atau puasa secara bahasa bermakna al-imsak atau menahan diri dari sesuatu seperti menahan diri dari makan atau berbicara. Makna shaum seperti ini dipakai dalam ayat ke-26 surat Maryam. 
“Maka makan dan minumlah kamu, wahai Maryam, dan tenangkanlah hatimu; dan jika kamu bertemu seseorang, maka katakanlah saya sedang berpuasa dan tidak mau berbicara dengan siapapun.”
Sedangkan secara istilah, shaum adalah menahan dari dari dua jalan syahwat, mulut dan kemaluan, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan pahala puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari.

Keutamaan Bulan Ramadhan

Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah saw. bersabda, “Penghulunya bulan adalah bulan Ramadhan dan penghulunya hari adalah hari Jum’at.” (Thabrani)

Rasulullah saw. bersabda, ” Kalau saja manusia tahu apa yang terdapat pada bulan Ramadhan, pastilah mereka berharap Ramadhan itu selama satu tahun.” (Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dan Baihaqi)

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Apabila datang bulan puasa, dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka.” (Bukhari dan Muslim)

Rasulullah saw. juga bersabda, “Apabila datang malam pertama bulan Ramadhan, para setan dan jin kafir akan dibelenggu. Semua pintu neraka ditutup sehingga tidak ada satu pintu pun yang terbuka; dan dibuka pintu-pintu surga sehingga tidak ada satu pun yang tertutup. Lalu terdengara suara seruan, “Wahai pencari kebaikan, datanglah! Wahai pencari kejahatan, kurangkanlah. Pada malam itu ada orang-orang yang dibebaskan dari neraka. Dan yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan penuh harap, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang shalat malam pada bulan puasa, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Bukhari dan Muslim)

Waktu Berpuasa

Ibadah puasa dimulai sejak masuknya fajar shadiq (waktu shalat Subuh) hingga terbenamnya matahari (masuk waktu shalat Maghrib). Allah menerangkan di dalam al-Qur’an dengan istilah benang putih dari benang hitam.

Doa Berbuka Puasa

Diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

“Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah-ed.” [Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki]" (Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678)

Sunnah-sunnah Dalam Berpuasa

Sebelum berpuasa, disunnahkan mandi besar dari junub, haidh, dan nifas. Bagi orang yang berpuasa, disunnahkan melambatkan makan sahur dan menyegerakan berbuka. Berdo’a sebelum berbuka. Agar amalan puasa tidak rusak dan pahalanya tidak gugur, orang yang berpuasa disunnahkan menjaga anggota badan dari maksiat, meninggalkan obrolan yang tidak berguna, meninggalkan perkara syubhat dan membangkitkan syahwat. Disunnahkan memperbanyak tilawah Al-Qur’an, memberi makan orang puasa untuk berbuka, dan memperbanyak sedekah. Di sepuluh hari terakhir, sangat dianjurkan beri’tikaf.

Yang Dibolehkan Tidak Berpuasa

1. Orang yang safar (dalam perjalanan). Tapi, ada ulama yang memberi syarat. Seseorang boleh tidak berpuasa di bulan Ramadhan dan menggantinya di bulan lain, jika safarnya menempuh lebih dari 89 km dan safarnya bukan untuk maksiat serta perjalanannya dimulai sebelum fajar. Namun Imam Hanbali membolehkan berbuka, walaupun safarnya dimulai pada siang hari. Alasan dibolehkannya berbuka adalah karena safar mengandung masyaqqah (kesusahan). Jika seseorang yang safar mengambil rukshah ini, ia wajib mengganti puasanya itu di hari lain sejumlah hari ia tidak berpuasa.

2. Orang yang sedang sakit. Sakit yang masuk dalam kategori ini adalah sakit yang dapat menghambat kelangsungan ibadah puasa dan berdampak pada keselamatan fisik jika dia tetap berpuasa. Untuk memutuskan dan menilainya, diperlukan pendapat dokter. Jika seseorang tidak berpuasa karena sakit, ia wajib mengganti puasa yang ditinggalkannya di bulan lain ketika ia sudah sehat.

3. Wanita hamil dan ibu yang menyusui. Wanita hamil atau ibu menyusui boleh tidak berpuasa, tapi harus menggantinya di hari lain. Jika dia tidak berpuasa karena takut dengan kondisi dirinya sendiri, maka hanya wajib bayar qadha’ saja. Tapi jika dia takut akan keselamatan janin atau bayinya, maka wajib bayar qadha’ dan fidyah berupa memberi makan sekali untuk satu orang miskin. Hal ini diqiyaskan dengan orang sakit dan dengan orang tua yang uzur.

4. Orang yang lanjut usia. Orang yang sudah lanjut usia dan tidak sanggup puasa lagi tidak wajib puasa, tapi wajib bayar fidyah dengan memberi makan seorang miskin sebanyak hari yang ditinggalkan.

5. Orang yang mengalami keletihan dan kehausan yang berlebihan. Jika kondisi itu dikhawatirkan mengganggu keselamatan jiwa dan akal, maka boleh berbuka dan wajib qadha’.

6. Orang yang dipaksa (ikrah) tidak berpuasa. Orang seperti ini boleh berbuka, tapi wajib mengqadha’.

Permasalahan Sekitar Puasa

1. Untuk puasa Ramadhan, wajib memasang niat berpuasa sebelum habis waktu sahur.

2. Saat berpuasa seorang suami boleh mencium isterinya, dengan syarat dapat menahan nafsu dan tidak merangsang syahwat.

3. Orang yang menunda mandi besar (janabah) setelah sahur atau setelah masuk waktu subuh, puasanya tetap sah. Begitu juga dengan orang yang berpuasa dan mendapat mimpi basah di siang hari, puasanya tetap sah.

4. Dilarang suami-istri berhubungan badan di siang hari ketika berpuasa. Hukuman bagi orang yang bersenggama di siang hari pada bulan Ramadhan adalah memerdekakan budak. Jika tidak mampu memerdekakan budak, suami-istri itu dihukum berpuasa dua bulan penuh secaara berturut-turut. Jika tidak mampu juga, mereka dihukum memberi makan 60 orang miskin sekali makan. Kalau perbuatannya berulang pada hari lain, maka hukumannya berlipat. Kecuali, pengulangannya dilakukan di hari yang sama.

5. Orang yang terlupa bahwa ia berpuasa kemudian makan dan minum, maka puasanya tetap sah. Setelah ingat, ia harus melanjutkan puasanya hingga waktu berbuka di hari itu juga.

6. Hanya muntah yang disengaja yang membatalkan puasa. Ada tiga perkara yang tidak membatalkan puasa: bekam, muntah (yang tidak disengaja), dan bermimpi (ihtilam). Sikat gigi atau membersihkan gigi dengan syiwak diperbolehkan. Hal ini biasa dilakukan oleh Rasulullah saw. Tapi, ada ulama yang memakruhkan menyikat gigi dengan pasta gigi setelah matahari condong ke Barat.

7. Orang yang mempunyai hutang puasa tahun sebelumnya, harus dibayar sebelum masuk Ramadhan yang akan berjalan. Jika belum juga ditunaikan, harus dibayar setelah Ramadhan yang tahun ini. Tapi, ada ulama berpendapat, selain harus diqadha’ juga diwajibkan memberi makan orang miskin.

8. Para ulama sepakat bahwa orang yang wafat dan punya utang puasa yang belum ditunaikan bukan karenakan kelalaian tapi disebabkan ada uzur syar’i seperti sakit atau musafir, tidak ada qadha yang harus ditanggung ahli warisnya. Tapi jika ada kelalaian, ada sebagian ulama mewajibkan qadha terhadap ahli warisnya dan sebagian lain mengatakan tidak.

9. Bagi mereka yang bekerja dengan fisik dan terkategori berat –seperti pekerja peleburan besi, buruh tambang, tukang sidang, atau yang lainnya– jika berpuasa menimbulkan kemudharatan terhadap jiwa mereka, boleh tidak berpuasa. Tapi, wajib mengqadha’. Jumhur ulama mensyaratkan orang-orang yang seperti ini wajib baginya untuk sahur dan berniat puasa, lalu berpuasa di hari itu. Kalau tidak sanggup, baru boleh berbuka. Berbuka menjadi wajib, kalau yakin kondisi ketidak sanggupan itu akan menimbulkan kemudharatan.

Demikian ringkasan fiqh puasa...silahkan bertanya

TANYA JAWAB

Pertanyaan M01

1. Di bulan ramadhan syetan dan jin kafir dibelenggu tapi bagi yang berpuasa, masih bisa berbuat maksiat, misal seperi ghibah tidak bisa menahan amarah dll itu bagaimana?
Jawab
Itu lahir semata dari hawa nafsunya sendiri. Maka dalam hadits ada disebutkan jihad melawan hawa nafsu.

Pertanyaan M02

1. Mau tanya Ustadzah,  buka puasa dengan membaca Bismillah terus minum air hangat lalu baca buka niat puasa atau gimana?
Jawab
Berbuka dengan membaca bismillah kemudian sambil makan dan minum, baca doa buka puasa. Tidak ada niat buka puasa mbak

2. Mertua ana stroke, memorinya udah keganggu, ga ingat mana anak mana menantu yang beliau ingat orang-orang yang sudah meninggal. Beliau tidak bisa sholat karena kembali kayak anak-anak & apa-apa sudah di tempat tdur. apakah fidyahnya harus di bayar sekarang (semenjak bapak mertua tidak sholat -red)
Jawab

Orang sakit yang sudah sulit diharapkan kesembuhannya maka tidak wajib atasnya berpuasa, cukup dibayarkan fidyah sejumlah hari puasa. Adapun untuk sholat, jika sudah tidak ingat/tidak sadar, maka sudah tidak dicatat lagi di sisi Allah. Tidak ada fidyah untuk sholat

Pertanyaan M03

1. Ustadzah tanya, supaya puasa kita penuh di bulan ramadhan bolehkah kita minum pil penahan haid?
Jawab
Tidak boleh

2. Jika kita lupa berapa hutang puasa kita bagaimana ya?
Jawab
Allahu a'lam, maka saya katakan semampunya sambil bertaubat.

Pertanyaan M04

1. Afwan bertanya sebelum ramadhan biasanya di kampung saya harus mandi keramas niat puasa ramadhan bagaimana menurut islam tentang itu ya ustadzah?
Jawab
Tidak ada kewajiban tentang itu, mandi sebelum puasa adalah sunnah

2. Kalo bayar fidyah harus pada hari yang bersangkutan (jadi dibayar per hari pada hari tidak bisa puasa)?  atau bisa pada hari lain secara sekaligus?
Jawab
Bisa disekaliguskan

3. Apa yang dimaksud dengan kalimat ".......dan sempurnakanlah puasa itu sampai datang malam...." (QS 2:187). Apakah ini berarti bahwa buka puasa itu kalo hari sudah malam? Pertanyaan selanjutnya adalah apakah definisi malam itu? Apakah datangnya malam ditandai dengan adzan magrib?(sama dengan datangnya waktu maghrib?) atau ditandai dengan kondisi  langit yang sudah benar-benar gelap? (Berarti tidak sama dengan waktu adzan magrib karena adzan magrib langit masih terang).
Jawab
Hadits mjd penjelas dr ayat. Definisi malam di ayat tersebut diterangkan dalam hadits adalah saat magrib yakni perpindahan hari. Karena bencinya kaum syiah pada banyak sahabat Rasulullah, memyebabkan mereka ingkar sunnah Nabi dan mereka hanya mengambil dari Qur'an,  maka tidak heran sholatnya hanya 3x sehari, berbuka puasanya saat telah muncul bintang.

4. Kalo orang yang ga kuat puasa karena alasanya kerjanya di laut karena panas, apakah boleh tidak berpuasa. Kalo boleh apakah nanti harus membayar hutangnya dengan berpuasa atau membayar fidyah?
Jawab
Tetap diqodho saat mereka rehat karena setahu saya pekerja di kapal itu masuk 2 pekan, istirahat 2 pekan.

5. Assalamualaikum.. bun mau tanya? kalo misalkan ada orang sakit ketika puasa dan diharuskan mendapat cairan infus (misalkan jenis cairan glukosa). Nah kalo orang tersebut tetap mau puasa batal ndak ya? Karna cairan glukosa sudah masuk ke tubuh juga
Jawab
Orang sakit mendapat rukhshah untuk berbuka, makruh hukumnya memaksakan diri.

6. Ustadzah mau tanya kebetulan saya bekerja di RSJ jiwa, sepengetahuan saya kalo penderita gangguan jiwa itu tidak wajib sholat, apakah sama halnya dengan puasa? Kalo misalnya pasien tetap ingin puasa tapi kita melarangnya dengan alasan harus minum obat, boleh ndak ustadzah? Karena kadang ada pasien yang tetap memaksa untuk puasa.
Jawab
Gugur buat mereka semua kewajiban

Pertanyaan M05

1. Puasa ramadhan itu kan wajib jika kita tidak puasa karena sebab misal haid bagaimana membayarnya dan puasa kita yang lama bisa gak kita bayar sekarang
Jawab
Dibayarnya dengan berpuasa sejumlah hari haidl di luar waktu ramadhan. Masalah hutang puasa yang sudah lalu, upayakan tetap diqodlo semampunya seraya bertaubat kepada Allah

2. Assalamualaikum..adik saya bulan puasa lalu sedang dalam menyusui, anaknya kembar dan beliau ingin asi ekslusif dan akhirnya hanya bisa puasa 4 hari saja. Apakah orang menyusui diperbolehkan untuk membayar fidyah saja karena bulan-bulan setelahnya masih kondisi menyusui sampai mau bulan puasa berikutnya? syukron
Jawab
Jika selanjutnya masih ada kesempatan mengqodlo, maka wajib diqodlo. Fidyah sebenarnya dibayarkan hanya jika kita mengkhawatirkan kondisi bayi, jadi qodlo plus fidyah.

3. Puasa ramadhan itu kan wajib jika kita tIdak puasa karena sebab misal haid bagaimana membayarnya dan puasa kita yang lama bisa gak kita bayar sekarang?
Jawab
Dibayar dengan berpuasa sejumlah hari yang ditinggalkan di luar romadhon. Hutang puasa yang lama, upayakan tetap dibayar.

Pertanyaan M06

1. Ramadhan kemarin aku ga shaum karena separuh ramadhan masih nifas separuh ramadhan menyusui. Berarti aku cukup bayar fidyah saja ya?
Jawab
Kalau masih punya kesempatan mengqodlo, sebaiknya ambil sikap azimah dalam beribadah. Yang diizinkan membayar fidyah saja, jika kondisinya terus menerus hamil dan menyusui.

2. Kalo suntik membatalkan puasa atau tidak? Satu lagi ustad. Jika wanita haid bersih pada saat pagi hari sekitar pukul 9.00 pagi apakah dia wajib berpuasa atau cukup menahan diri untuk tidak makan dan minum? Bolehkah kita mengqodo puasa ibu kita yang telah meninggal dunia. Yang belum sempat beliau ganti sewaktu masih hidup? Jazakilkah ustd.
Jawab
Suntik tidak membatalkan puasa, tapi jika bisa ditunda di waktu berbuka, lebih aman. Sudah jam 9 tidak boleh atuh. Ya makan dan minum saja seperti biasa, asal tidak di depan orang yang berpuasa. Cukup bayar fidyah saja

3. Ustad saya beberapa hari masih nifas, lalu tidak diperbolehkan puasa oleh suami karena mengkhawatirkan kondisi bayi. Saya sudah bayar fidyahnya untuk tidak puasa karena menyusui & khawatir kondisi bayi. Tapi sampe sekarang saya baru qadha puasa 10 hari. In syaa Allah qadha akan dilanjutkan lagi. Nah, jika qadha-nya belum selesai, apakah saya harus membayar fidyah lagi? Lalu kapan dibayarnya apakah saat Ramadhan atau setelah Ramadhan? Jazaakallah ust.
Jawab
Kalau bunda mau bersikap azimah dengan terus mengqodlo, in sya allah akan dimudahkan. Masih ada waktu satu bulan setengah lagi. Semangat ya

Pertanyaan M07

1. Pada permasalahan sekitar puasa point nomor 3, orang yang menunda mandi junub setelah sahur atau setelah subuh puasanya tetap sah? bisa tolong diperjelas lagi mengapa bisa demikian dan mohon disertakan hadist shohihnya
Jawab
Allah Ta’ala berfirman,

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ فَالْآَنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al Baqarah: 187). 

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Allah masih membolehkan berhubungan badan antara suami istri sampai terbit fajar Shubuh. Walaupun ketika masuk Shubuh, masih dalam keadaan junub, ia tetap boleh berpuasa ketika itu. Yang penting, ia berhenti berhubungan badan sebelum masuk waktu Shubuh.[1]

Dari ‘Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhuma, mereka berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ أَهْلِهِ ، ثُمَّ يَغْتَسِلُ وَيَصُومُ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendapati waktu fajar (waktu Shubuh) dalam keadaan junub karena bersetubuh dengan istrinya, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa.” 

Pertanyaan M08

1. Prediksi bayi lahir waktu romadhon. Nah poin 3 yang dibolehkn tidak berpuasa. Masih bingung memahami. Jika saya hanya bayar fidyah saja boleh? Kalo mengganti puasa 1 bulan rasanya berat, karena masih menyusui apalagi tidak ada temannya berpuasa rasanya tidak menyenangkan
Jawab
Sebagian ulama membolehkan hanya membayar fidyah saja, tapi kebanyakan ulama menyampaikan harus tetap berpuasa. Jika mengacu pada jawaban di atas, yang diizinkan hanya membayar fidyah, itu bagi mereka yang memang hamil dan menyusui terus menerus. Untuk cara fidyah, lihat jawaban no 1 M09

2. Assamualaikum bunda Pertanyaan mirip. Bedanya saya prediksinya setelah lebaran lahiran, belum tau apakah nanti sanggup puasa apa tidak. Tapi saya coba dulu bunda. Berarti kalo saya tidak puasa dengan alasan tidak kuat misalnya pas puasa pusing, apakah ini harus qadha dan bayar fidyah. Bagaimana perhitungan fidyahnya, dihitung 3x makan sehari atau bagaimana bunda? Jika setelah itu disambung menyusui tidak bisa menqodha, bagaimana jadinya bunda? Karena biasanya setelah hamil dan menyusui itu bisa ketemu ramadhan lagi, belum bayar qadha
Jawab
Yang perlu dipahami bunda sekalian, hamil itu bukan sakit. Di LN, orang-orang hamil tidak ada yang diberi tambahan vitamin, kalsium atau dianjurkan minum susu, kecuali terindikasi ada kelainan. Jadi menurut saya keputusan tentang akan puasa atau berbuka, kembali pada keyakinan kita. Jika kita bersungguh-sungguh dan yakin bisa, Allah pasti mudahkan. Karena dasarnya untuk mereka yang hamil dan menyusui, tetap harus qodlo, ditambahkan fidyah jika berbukanya mereka karena mengkhawatirkan janin/bayi. Pilihan hanya membayar fidyah saja berlaku untuk mereka yang hamil dan menyusui terus menerus

3. Saya pernah mendengar ada ibu-ibu yang tiap romadhon tidak puasa karena hamil dan menyusui saja tiap tahun lagi. Sehingga beliau hanya membayar fidyah saja. Benarkah?
Jawab
Ya benar, sudah dibahas di pertanyaan-pertanyaan sebelumnya

4. Ust dulu waktu masih SMP pernah meninggalkan puasa dan lupa berapa kali. Kalo seperti ini bagaimana menggantinya? 
Jawab
Qodlo semampunya seraya bertaubat kepada Allah

Pertanyaan M09

1. Ustadzah ketika membayar fidyah dengan memberi makan fakir miskin apakah wajib disebutkan ini saya membayar fidyah puasa saya? Terus bagaimana hitungnn membayarnya ustadzah? Sehari puasa dibayar sekali makan atau makan sehari?
Jawab
Boleh disebutkan. Ukurannya setengah sho' makanan pokok atau sekitar 1,25 kg beras untuk setiap hari yang ditinggalkan.

2. Jika belum membayar hutang puasa tahun lalu, kemudian sudah bertemu ramadhan apakah hutangnya menjadi double? misal yang belum dibayar 2 hari maka menjadi 4 hari atau 2 hari dan bayar fidyah? bagaimana jika dalam 2 ramadhan berturut-turut hamil, menyusui kemudian hamil lagi jika mengambil rukhsah tidak berpuasa bagaimana membayar puasanya?
Jawab
Tetap qodlo 2 hari plus bayar fidyah 2 hari sebagai kafarat. Dr. Yusuf  Qardhawi dalam buku "Fatwa-fatwa Kontemporer"-nya berpendapat bahwa mereka cukup membayar fidyah saja, tanpa wajib mengqadha. Menurut beliau, keringanan ini lebih ditujukan bagi wanita yang setiap tahun hamil atau  menyusui, sehingga tidak mempunyai kesempatan untuk mengqadha karena setiap tahun ia selalu dalam siklus antara hamil dan menyusui. Kalau wanita seperti itu diwajibkan mengqadha, berarti ia harus berpuasa secara terus menerus. Hal ini tentu saja merupakan sesuatu yang menyulitkan, padahal Allah tidak menghendaki kesulitan bagi hamba-hambaNya.

3. Ustadzah kalo tahun ini belum bisa membayar hutang puasa terus sudah masuk romadhon. Kemungkinan d godho tahun depan, selain mengodho puasa apakah harus di sertai dengan membayar fidyah?
Jawab
Sama dengan jawaban no 2 M09, jika telah bertemu ramadhan dan belum mengqodlo puasa ramadhan sebelumnya, maka hutang tahun sebelumnya diqodlo dan ditambahkan fidyah sejumlah hari hutang sebagai kafarat

4. Ustadzah saya sudah terlanjur membayar fidyah pada saat hamil, apakah saya masih harus mngqodho, kalau iya karena sudah 2 tahun yang lalu apakah juga ditambah membayar kafarat, jazakillah
Jawab
Cukup qodlo saja karena sudah membayar fidyah tho

PERTANYAAN LINK NANDA
SENIN 11 & 18 MEI 2015

Pertanyaan M101

1. Assalamualaikum.. kalau disuntik, dipasang oksigen, di uap (nebulizer) tanpa makan dan minum batal ga shaum nya?
Jawab
Kalau sakit kan dapat rukhshah boleh tidak berpuasa, jangan memaksakan diri. Karena ke semua yang disebut di atas para ulama menyebutnya makruh bahkan ada yang mengatakan batal


Pertanyaan M102

1. Asslamu'alaikum.. Apakah keramas di siang hari membatalkan puasa dan mohon penjelasannya tentang puasa rajab karna masih sangat membingungkan?
Jawab
Kalau air keramasnya diminum, ya batal nanda. Kalau tidak, ya gak papa keramas di siang hari. Puasa Rajab tidak ada tuntunannya dalam Islam. Yang diperbolehkan adalah memperbanyak puasa tapi caranya ya lewat puasa daud, apa senin kamis atau ayyamul bidh


2. Kalau saat kita sedang berwudhu lalu berkumur-kumur terus tiba-tiba tersedak dan tidak terasa air wudhu itu ketelan..gimana hukumnya?
Jawab
Jangankan hanya air kumur-kumur, es teh manis segelas aja gak batal kalau tidak sengaja. hehee


Pertanyaan M103

1. Ada seseorang yang bernazar untuk berpuasa beberapa kali dan misal belum terbayarkan saat ramadhan tiba itu gimana ya?
Jawab
Tentu berbeda antara puasa nadzar dan Ramadan, meski sama-sama puasa wajib. Tapi puasa nadzar harusnya segera dilaksanakan saat apa yang diinginkan dah tercapai

2. Bagaimana hukumnya puasa daud? afwan,  untuk puasa di bulan Ramadhan setiap harinya ataukah cukup satu kali niat saja?
Jawab
Puasa daud hukumnya sunnah. Puasa Ramadhan niatnya setiap malam.


Pertanyaan M104

1. Ustadzah disaat sahur, batas manakah yang dikatakan sudah stop untuk makan dan minum, saat adzan itu tanda kita baru stop makan itu masih boleh? tapi cepat selesaikan sebelum adzan kumandang dan saat adzan sudah tidak boleh makan minum lagi ,mutlak itu. Apakah benar yang adzan subuh itu masih boleh mengunyah makan yang terakhir dan kita hentikan saat itu juga tapi tetap kita telan, apakah ada hadis yang shahih tentang hal ini? Syukron
Jawab
Batas sahur maksimal tentu adalah saat adzan. Bahkan bagi mereka yang memang baru terbangun, saat adzan masih diizinkan menghabiskan makanan dan minumannya. Tentu bukan berarti 10menit menjelang adzan, ambil nasinya munjung sepiring

Pertanyaan M105

1. Bunda apakah benar seseorang yang sedang puasa doanya langsung menembus langit tanpa penghalang?
Jawab
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ 

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga do’a yang tidak tertolak: (1) do’a pemimpin yang adil, (2) do’a orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) do’a orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi no. 3595, Ibnu Majah no. 1752)

Pertanyaan M106

1. Ustad...gimana kalo yang haidnya lebih dari 14 hari. kan katanya penyakit apa wajib mandi besar juga setiap hari?
Jawab
Jika lebih dari 15 hari bukan lagi haidl, tapi istihadloh. Cukup berwudhu dan membersihkan kemaluan plus ganti pembalut. Tapi jika mampu, mandi junub di akhir waktu dzuhur, kemudian sholat dzuhur dan saat masuk waktu ashar segera sholat ashar. Kemudi an mandi di akhir waktu magrib, kemudian sholat magrib dan saat masuk waktu isya, sholat isya. Dan mandi untuk sholat subuh. Ini lebih utama

2. Tetanggaku punya utang puasa romadhon, katanya hutangnya tahun lalu belum dibayar, dan ramadon tahun lalu juga ada yang bolong puasa juga.. Dia juga lupa berapa hari dia punya utang puasa dan bolong puasa tahun kemarin. Gimana perhitungannya kalau dia mau membayar puasa tanpa puasa. Saya rasa sih dia mampu puasa, masih muda tapi dia ga mau bayar hutang puasa itu dengan membayar fidyah? Perhitungannya bagaimana ya? Dan saya tanya dia ternyata dia belum tau hutang puasa ramadan itu wajib dibayar, setelah saya kasih tau kalau wajib dbyar, kita kebingungan bagaimana membayarnya? Masalahnya dia juga lupa berapa hari hutang-hutang puasanya
Jawab
Pertama, bertaubat dulu atas dosa yang dia lakukan. Kemudian coba dihitung berapa ramadhan dia tak membayar hutangnya x jumlah hari biasa dia haidl. Qodlo puasa tersebut plus jika mampu tambah dengan mbayar fidyah sebagai kafarat (hukuman)

Pertanyaan M108

1. Berdasarkan materi di atas : wanita hamil atau ibu menyusui boleh tidak berpuasa, tapi harus menggantinya di hari lain. Jika dia tidak berpuasa karena takut dengan kondisi dirinya sendiri, maka hanya wajib bayar qadha’ saja. Tapi jika dia takut akan keselamatan janin atau bayinya, maka wajib bayar qadha’ dan fidyah berupa memberi makan sekali untuk satu orang miskin. Apabila ibu hamil tidak boleh berpuasa karna orang tua dan suami mengkhawatirkan kondisi ibu dan baby nya bagaimana?bukan karna takut kondisi dan bayi nya ?
Jawab
Sama saja mbak, berarti harus qodlo dan bayar fidyah

2. Saya mau tanya untuk point no. 3, apa tetap sah puassa nya jika menunda mandi besar termasuk untuk suami istri yang sehabis melakukan hub & telat mandi bukan kah itu di sengaja?? Mohon penjelasan nya syukron
Jawab
Kasus itu bukan karena ditunda, tapi memang kondisi sudah terlalu dekat subuh. Jadi tidak mengapa mereka sahur dulu baru kemudian mandi dan sholat subuh. Karena syarat puasa tidak harus suci dari hadats

Tamb. Puasa LINK NANDA 1 11 MAY

Pertanyaan M110

1. Aku mau nanya bun.  Batas imsak itu sebenarnya kapan yaa? Soalnya ada yang bilang adzan itu belum jadi penanda imsak selama masih fajar . Wallahu alam hehe
Jawab
Intinya, mulai berpuasa saat terbit fajar yang bertepatan dengan waktu subuh. Waktu imsak yang ada di Indonesia, adalah upaya ulama agar ummat Islam berhati-hati.

2. Ustadzah saya mau nanya jika kita terbangun udah pas Azan Subuh, apakah kita masih bisa makan sahur? Atau cukup niat saja.
Jawab


Minum air putih saja cukup.

3. Apakah ketika adzan subuh berkumandang masih boleh melanjutkan makan sahur yang belum selesai?
Jawab


Boleh asal disegerakan.

Pertanyaan M111

1. Apa boleh kita gosok gigi pas puasa? Saya bingung soalnya ada yang bilang boleh ada yang bilang gak. Terus gimana cara menghindari bau mulut ketika puasa?
Jawab


Hukumnya makruh karena khawatir ada yang tertelan. Justru bau mulutnya orang yang berpuasa itu jauh lebih wangi daripada wangi kesturi.

2. Jika ada seorang bapak, dulunya sampe sekarang nggak puasa dan nggak bayar puasa yang dulu, juga tidak mengqodho dengan alasan yang tidak tau. Bagaimana lantas sang anak? Apa anak wajib membayar hutang ayahnya? Jika ia, niatnya?
Jawab
Tidak ada kewajiban membayarkan puasa orang tua. Jika orang tua masih hidup, minta untuk bertaubat dan jika mampu berpuasa, puasa semampunya. Jika tidak maka gantilah dengan membayar fidyah

3. Mau tanya untuk Permasalahan Sekitar Puasa point ke-3, menunda mandi besar setelah sahur puasanya tetap sah. Itu kalau kronologi penjabarannya bagaimana ya? Mohon dijelaskan
Jawab
Jumhur ulama berpendapat bahwa puasa dalam keadaan junub sah, bahkan Imam Nawawi menyatakan bahwa keshahihan puasa orang junub merupakan ijma ulama, baik karena mimpi atau jima’. (Syarh Shahih Muslim, 4/239)
Ummu Salamah dan Aisyah memberi kabar kepada Marwan,”Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mendapati shubuh dan beliau dalam kaadaan junub karena jima’, kemudian beliau mandi dan berpuasa. (HR. Al Bukhari)
Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah Shallahau Alaihi Wasallam mandi setelah shubuh datang. Ini bermakna bahwa di saat shubuh beliau masih dalam keadaan junub. Ini menunjukkan bahwa puasa sah walau dalam keadaan junub.

Pertanyaan M112

1. Assalamualaikum. Mau tanya, jika kita lupa dengan jumlah puasa yang sudah dibayar bagaimana? kemudian bolehkah membayar puasa-puasa yang sudah lama misal 5 ramadhan yang lalu?
Jawab
Diupayakan mengingatnya. Kali saja bilangan Ramadhan dengan jumlah hari haidl kita yang biasanya. Yang terpenting, iringi dengan taubat karena kita lalai dalam melaksanakan kewajiban.

2. Assalammualaikum saya mau bertanya. Untuk niat puasa itu apakah seperti lafadz yang kebanyakan masyarakat lakukan? "nawaitu shomaghodi...."
Jawab
Pada hakikatnya, tempat niat itu di hati jadi tidak perlu dilafalkan. Dalam bahasa Indonesia pun boleh, namanya juga niat. Kalau pun ada ulama yang mengajarkan teks niat, kita husnuzhon itu untuk memudahkan ummat Islam saja.

Pertanyaan M115

1. Usia kakek sekarang 100 tahun, kondisi beliau sakit-sakitan, sudah lupa-lupa ingat kondisi suci dari hadast (pipis) terkadang paham kadang tidak, ini puasa hendak tahun kedua dengan kondisi seperti ini tetapi saya beritahu kalo bulan puasa, tahun kemaren tetap puasa tapi beberapa kali ada yang lupa tiba-tiba makan. Dengan kondisi seperti ini di kategorikan rukhshoh tersebut, gimana ustadzah?
Jawab
Iya mbak...kasihan


cukup bayarkan saja fidyah untuk kakek



2. Soal sholat malam yang dilakukan saat bulan puasa? Yang lebih dikenal dengan sholat tarawih? Apakah sholat tarawih itu sama dengan sholat tahajud? Maaf atas kekurangtahuan saya soalnya saya pernah dengar kalo kita sudah sholat terawih tak apa-apa kalo tidak sholat tahajud lagi di sepertiga malamnya?
Jawab
Ya, sebenarnya sama. Sholat tarawih dan tahajjud disebut dengan qiyaamullail. Jadi pelaksanaannya memang boleh mulai dari bakda isya hingga menjelang subuh. Kalaupun ada yang setelah tarawih bakda Isya masih mau melaksanakan tahajjud menjelang subuh, sah-sah saja. Sepanjang sholat witirnya hanya satu kali. Maka, di beberapa pesantren, masjid atau di haromain, yang namanya tarawih atau QL Ramadhan tetap dilaksanakan di sepertiga malam terakhir, sekitar jam 2.

Pertanyaan M116

1. Gimana tentang membayar puasa ustazah, kalau misal tahun ini tidak dibayar apa taun depan harus membayar 2x?
Jawab
Tahun depan dibayar plus kafaratnya yakni memberi fidyah sesuai jumlah hari yang ditinggal. Umpama Ramadhan kemarin masih kurang 3 hari, Ramadhan tahun ini 6. Maka bakda iedul fithri, harus qodlo puasa 9 hari plus bayar fidyah 3 hari

2. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dalam islam bagaimanakah hukum orang yang mengkomsumsi pil KB dengan tujuan tidak haid selama bulan puasa dan yang berbuat demikian adalah wanita yang Belum menikah?? Mohon penjelasannya ustadzah, karena di desa saya ada yang berbuat demikian.. Jazakillah.. wassalam
Jawab
Tidak diperkenankan karena haidl adalah hal alami yang terjadi pada wanita. Ditambah kita tidak memiliki kesulitan untuk mengqodlo sebagaimana sulitnya orang yang pergi haji. Maka untuk haji diperkenankan mengkonsumsi pil penahan haidl mengingat sulitnya perjuangan untuk haji. Apalagi yang belum menikah, hati-hati karena pil itu khan mengacaukan fungsi hormon kita. Coba tanya pada ibu-ibu yang menggunakan alat KB yang mengacaukan fungsi hormon, mereka akhirnya banyak yang bermasalah dengan darahnya. Dampaknya kebingungan untuk melaksanakan sholat.

Afwan saya sudah harus berangkat liqo. Kajian kita cukupkan sekian ya... Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Assalamu'alaikum wr wb

Kita tutup dengan Doa Kafaratul majlis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa, 05 Mei 015
                         Senin, 11 Mei 2015
Narasumber : Ustadzah Lillah Nurul Fadhilah
Tema : Fiqh
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online WA Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Link Bunda & Nanda

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!