Home » » RAMADHAN AKAN TIBA

RAMADHAN AKAN TIBA

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, May 27, 2015

Kajian online Hamba Allah M9
Hari / Tanggal : Rabu / 27 Mei 2015
Narasumber:  bunda Lara
Materi :  RAMADHAN AKAN TIBA
Admin : Yanti - Betti

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأََشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْد
"Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang akan menebasmu. Dan jiwamu jika tidak kau sibukkan di dalam kebenaran maka ia akan menyibukkanmu dalam kebatilan." (Imam Asy-Syafi'iy rahimahullaahu ta'ala)

RAMADHAN AKAN TIBA
-----------------------------
Tidak terasa Ramadhan tinggal menghitung hari,pertanyaannya apakah kita senang menyambut ramadhan (Tarhib Ramadhan) dengan anugerah dan kenikmatan yang bakalan kita terima, atau sedih karena mengganggu waktu makan kita, kesenangan kita, bahkan menghambat nafsu kita berbuat maksiat. Naudzubillah.
Sudah seharusnya seorang hamba yang beriman dalam menyambut Ramadhan seperti menyambut sesuatu hal yang memang kita tunggu-tunggu kehadirannya seperti menunggu kedatangan suami tercinta setelah lama tidak pulang, menunggu kelahiran anak kita, dan sebagainya. Entah bagaimana perasaan kita ketika sedang menunggu saat-saat yang mendebarkan hati? Apalagi sudah ditunggu-tunggu selama sebelas bulan. Sikap tersebut adalah wujud begitu besarnya cinta kita terhadap bulan ini.
Kehadiran bulan Ramadhan yang biasa disemarakkan dalam acara tarhib Ramadhan seringkali dimanfaatkan oleh banyak orang sebagai waktu untuk berbenah diri, membersihkan hati dan mempererat kembali tali silahturahim dengan sanak famili.
Namun ada juga di sekitar kita, pada saat menjelang bulan Ramadhan, terdapat tradisi unik untuk mengungkapkan kebahagiaan luar biasa rasa senang menyambutnya. Ada yang berpawai ria dan konvoi, ada pula yang melakukan long march, ada yang menyebar jadwal imsak, ada yang silaturahim seperti halnya lebaran, ada yang bermaaf-maafan, ada yang kumpulan, ziarah ke makam keluarga alias nyekar, ngariung, megengan, munggahan, kirab, dan masih banyak lagi tradisi sejenis lainnya. Bahkan tidak sedikit pedagang yang menabung hasil jerih payahnya selama sebelsa bulan hanya untuk persiapan Ramadhan. Selama Ramadhan ia memilih mudik dan tidak berjualan agar bisa fokus beribadah.
Kebersihan dan kesiapan hati menyambut Ramadhan akan terasa lebih indah jika dicerminkan dari hati yang suci. Karena itu, seringkali kita melakukan persiapan fisik dan mental untuk menyambut bulan puasa selama satu bulan penuh ini.
Lalu, bagaimanakah cara Rasulullah saw menyambut Ramadhan, alias tarhib Ramadhan? Beliau melakukan tarhib Ramadhan jauh-jauh hari sebelum datangnya Ramadhan, yaitu:
1) Berdoa kepada Allah Swt, sebagaimana yang dicontohkan para ulama salafusshalih. Mu’alla bin al-Fadhl berkata, “Dulunya para salaf berdoa kepada Allah Ta’ala (selama) enam bulan agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadhan, kemudian mereka berdoa kepada-Nya (selama) enam bulan berikutnya agar Dia menerima (amal-amal shaleh) yang mereka kerjakan” (Lathaif Al-Ma’aarif: 174)
Di antara doa mereka itu adalah: ”Ya Allah, serahkanlah aku kepada Ramadhan dan serahkan Ramadhan kepadaku dan Engkau menerimanya kepadaku dengan kerelaan”.  Dan doa yang populer: ”Ya Allah, berkatilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan”.
2) Menuntaskan puasa tahun lalu. Sudah seharusnya kita mengqadha puasa sesegera mungkin sebelum datang Ramadhan berikutnya. Namun kalau seseorang mempunyai kesibukan atau halangan tertentu untuk mengqadhanya seperti seorang ibu yang sibuk menyusui anaknya, maka hendaklah ia menuntaskan hutang puasa tahun lalu pada bulan Sya’ban.
Sebagaimana Aisyah r.a  tidak bisa mengqadha puasanya kecuali pada bulan Sya’ban. Menunda qadha puasa dengan sengaja tanpa ada uzur syar’i  sampai masuk Ramadhan berikutnya adalah dosa, maka kewajibannya adalah tetap mengqadha, dan ditambah kewajiban membayar fidyah menurut sebagian ulama.
3) Persiapan keilmuan (memahami fikih puasa).
Mu’adz bin Jabal r.a berkata: ”Hendaklah kalian memperhatikan ilmu, karena mencari ilmu karena Allah adalah ibadah”.
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengomentari atsar diatas, ”Orang yang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, perusak-perusak amal, dan hal-hal yang menyempurnakannya dan apa-apa yang menguranginya”.
Oleh karena itu, suatu amal perbuatan tanpa dilandasi ilmu, maka kerusakannya lebih banyak daripada kebaikannya. Maka dalam hal ini, hanya dengan ilmu kita dapat mengetahui cara berpuasa yang benar sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw.
Begitu juga ilmu sangat diperlukan dalam melaksanakan  ibadah lainnya seperti wudhu, shalat, haji dan sebagainya. Maka, menjelang Ramadhan ini sudah sepatutnya kita untuk membaca buku fiqhus shiyam (fikih puasa) dan ibadah lain yang berkaitan dengan Ramadhan seperti shalat tarawih, i’tikaf dan membaca al-Quran.
4) Persiapan jiwa dan spiritual. Persiapan yang dimaksud di sini adalah mempersiapkan diri lahir dan batin untuk melaksanakan ibadah puasa dan ibadah-ibadah agung lainnya di bulan Ramadhan dengan sebaik-sebaiknya, yaitu dengan hati yang ikhlas dan praktek ibadah yang sesuai dengan petunjuk dan sunnah Rasulullah Saw.
Persiapan jiwa dan spiritual merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam upaya untuk memetik manfaat sepenuhnya dari ibadah puasa. Penyucian jiwa (Tazkiayatun nafs) dengan berbagai amal ibadah dapat melahirkan keikhlasan, kesabaran, ketawakkalan, dan amalan-amalan hati lainnya yang akan menuntun seseorang kepada jenjang ibadah yang berkualitas.
Salah satu cara untuk mempersiapkan jiwa dan spritual untuk menyambut Ramadhan adalah dengan jalan melatih dan memperbanyak ibadah di bulan sebelumnya, minimal di bulan Sya’ban ini seperti memperbanyak puasa Sunnat.

Memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban merupakan sunnah Rasul saw.
Aisyah ra, ia berkata, “Aku belum pernah melihat Nabi saw berpuasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan, dan aku belum pernah melihat Nabi saw berpuasa sebanyak yang ia lakukan di bulan Sya’ban. (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat lain, dari Usamah bin Zaid r.a ia berkata, aku bertanya, “Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihatmu berpuasa pada bulan-bulan lain yang sesering pada bulan Sya’ban”. Beliau bersabda, “Itu adalah bulan yang diabaikan oleh orang-orang, yaitu antara bulan Ra’jab dengan Ramadhan. Padahal pada bulan itu amal-amal diangkat dan dihadapkan kepada Rabb semesta alam, maka aku ingin amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.” (HR. Nasa’i dan Abu Daud serta dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).
Adapun pengkhususan puasa dan shalat sunat seperti shalat tasbih pada malam nisfu sya’ban (pertengahan Sya’ban) dengan menyangka bahwa ia memiliki keutamaan, maka hal itu tidak ada dalil shahih yang mensyariatkannya. Menurut para ulama besar, dalil yang dijadikan sandaran mengenai keutamaan nisfu sya’ban adalah hadits dhaif (lemah) yang tidak bisa dijadikan hujjah dalam persoalan ibadah, bahkan maudhu’ (palsu).
Oleh Sebab itu, Imam Ibnu Al-Jauzi memasukkan hadits-hadits mengenai keutamaan nishfu Sya’ban ke dalam kitabnya Al-Maudhu’at (hadits-hadits palsu).

5) Persiapan dana (finansial). Sebaiknya aktivitas ibadah di bulan Ramadhan harus lebih mewarnai hari-hari ketimbang aktivitas mencari nafkah atau yang lainnya. Pada bulan ini setiap muslim dianjurkan memperbanyak amal shalih seperti infaq, shadaqah dan ifthar (memberi bukaan).
Karena itu, sebaiknya dibuat sebuah agenda maliah (keuangan) yang mengalokasikan dana untuk shadaqah, infaq serta memberi ifhtar selama bulan ini. Moment Ramadhan merupakan moment yang paling tepat dan utama untuk menyalurkan ibadah maliah kita.
Ibnu Abbas r.a berkata, ”Nabi Saw adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan.” (H.R Bukhari dan Muslim).
Termasuk dalam persiapan maliah adalah mempersiapkan dana agar dapat beri’tikaf dengan tanpa memikirkan beban ekonomi untuk keluarga.

6) Persiapan fisik yaitu menjaga kesehatan. Persiapan fisik agar tetap sehat dan kuat di bulan Ramadhan sangat penting. Kesehatan merupakan modal utama dalam beribadah. Orang yang sehat dapat melakukan ibadah dengan baik. Namun sebaliknya bila seseorang sakit, maka ibadahnya terganggu. Rasul saw bersabda, “Pergunakanlah kesempatan yang lima sebelum datang yang lima; masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Hakim)
Maka, untuk meyambut Ramadhan kita harus menjaga kesehatan dan stamina dengan cara menjaga pola makan yang sehat dan bergizi, dan istirahat cukup.

7) Menyelenggarakan tarhib Ramadhan. Disamping persiapan secara individual, kita juga hendaknya melakukan persiapan secara kolektif, seperti melakukan tarhib Ramadhan yaitu mengumpulkan kaum muslimin di masjid atau di tempat lain untuk diberi pengarahan mengenai puasa Ramadhan, adab-adab, syarat dan rukunnya, hal-hal yang membatalkannya atau amal ibadah lainnya.
Menjelang bulan Ramadhan tiba, Rasul saw memberikan pengarahan mengenai puasa kepada para shahabat. Beliau juga memberi kabar gembira akan kedatangan bulan Ramadhan dengan menjelaskan berbagai keutamaannya.
Abu Hurairah ra berkata, “menjelang kedatangan bulan Ramadhan, Rasulullah saw bersabda, “Telah datang kepada kamu syahrun mubarak (bulan yang diberkahi). Diwajibkan kamu berpuasa padanya. Pada bulan tersebut pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, syaithan-syaithan dibelunggu. Padanya juga terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang kebaikan pada malam itu, maka ia telah terhalang dari kebaikan tersebut.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi).
Selain itu, banyak lagi hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaan Ramadhan. Hal ini dilakukan oleh Rasulullah saw untuk memberi motivasi dan semangat kepada para sahabat dan umat Islam setelah mereka dalam beribadah di bulan Ramadhan.
Semoga kita dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan dan menpatkan segala kenikmatan dan keberkahannya. Aamiin.
Wallahu A’lam

Tanya Jawab Materi
•••••••••••••••••••
Tanya:
Assalamualaikum Ustad,,,,,maaf saya tidak paham,,,,
mengapa cuma bulan pada bulan ramadhan bulan yg diberkahi,pintu² surga dibuka,pintu neraka di tutup dan syaithan² dibelenggu,,,,
padanya juga terdapat suatu  malam seribu bulan,barang siapa yg terhalang kebaikan pada malam itu,maka ia terhalang dari kebaikan tersebut,,,,,maksud nya apa ya ustad?
Jawab:
Setiap bulan hijriah (islam) mempunyai kemuliaan bunda, lengkapnya bisa diliat di link berikut:
Namun khusus bulan ramadhan Allah melalui rasulullah memberikan keutamaan yang lebih diantaranya:
Bulan diturunkan Alquran
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah [2] : 185)
Pintu surga dibuka, Setan-setan dibelenggu :
“Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (HR. Muslim)
Keutamaan Puasa, dengan pahala yang berlimpah
“Allah berfirman,’Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa tersebut adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah berkata kotor, jangan pula berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencaci dan mengajak berkelahi maka katakanlah,’Saya sedang berpuasa’. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat daripada bau misk/kasturi. Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, ketika berbuka mereka bergembira dengan bukanya dan ketika bertemu Allah mereka bergembira karena puasanya’. “ (HR. Bukhari dan Muslim)
Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan [44] : 3)
“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan atas kalian shaum dalam bulan ini…Dalam bulan ini, Allah memiliki sat malam yang lebih baik dariada seribu bulan. Barangsiapa terhalang dari kebaikan malam tersebut, niscaya ia telah terhalang dari kebaikan yang agung.” (HR. An-Nasai no. 2079 )
✅Maksudnya terhalang dari Lailatul qadar sebagai sumber kebaikan dan keberkahan yang agung. Lebih mulia dari beribadah 80 tahun lebih.  Karena ia malam yang begitu mulia, maka harus menjadi ‘buruan utama’ setiap muslim di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan ini. Amat merugilah kita bila tidak mendapat karunia agung ini.
Tanya :
ustd,  mohon penjelasan keshahihan hadist mengenai :
- Barang siapa yang berbahagia dengan datangnya Ramadhan maka diharamkan masuk ke neraka.

- Tidurnya orang puasa adalah ibadah (Naumush Shaim ‘Ibadah)
- Sepuluh hari pertama Ramadhan adalah rahmat, yang kedua adalah maghfirah, dan yang ketiga adalah dijauhkan dari api neraka.
- Keutamaan tarawih malam pertama adalah begini, malam kedua adalah begitu ..dst.
karena ada sumber yg menyatakan hadits-hadits ini adalah dhaif (lemah), bahkan ada yang munkar dan palsu. syukron jazakallah khair ustd
Jawab:
"Siapa yang bergembira karena menyambut datangnya bulan Ramadhan, niscaya Allah haramkan jasadnya dari neraka."
Riwayat tersebut hanya dapat dijumpai dalam kita Durratunnasihin, namun tanpa sanad. Sementara itu, untuk bisa menyatakan bahwa hadis tersebut sahih dari nabi Muhammad saw adalah dengan sanad tersebut. Siapa yang menyampaikan hadis tersebut menjadi penting untuk diketahui dan dikaji. Karena tidak juga ditemukan, maka para ulama menegaskan bahwa ungkapan tersebut bukan sebuah hadis
“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan.”

Perowi hadits ini adalah ‘Abdullah bin Aufi. Hadits ini dibawakan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 3/1437. Dalam hadits ini terdapat Ma’ruf bin Hasan dan dia adalah perowi yang dho’if (lemah). Juga dalam hadits ini terdapat Sulaiman bin ‘Amr yang lebih dho’if dari Ma’ruf bin Hasan.
Dalam riwayat lain, perowinya adalah ‘Abdullah bin ‘Amr. Haditsnya dibawakan oleh Al ‘Iroqi dalam Takhrijul Ihya’ (1/310) dengan sanad hadits yang dho’if (lemah).
Bulan Ramadhan, awalnya rahmah, tengah-tengahnya maghfirah & akhirnya adl pembebasan dari neraka.
Hadits ini diriwayatkan oleh Al-’Uqaili dalam kitab khusus tentang hadits dha’if yg berjudul Adh-Dhu’afa’. Juga diriwayatkan oleh Al-Khatib Al-Baghdadi dalam kitabnya Tarikh Baghdad. Serta diriwayatkan juga oleh Ibnu Adiy, Ad-Dailami, & Ibnu Asakir.
Kualitas hadits ini adalah hadis dha’if dimana hadis dhai’f tidak bisa dijadikan dasar landasan hukum, terlebih jika digunakan sebagai dasar dalam permasalahan-permasalahan akidah. Akan tetapi bagi sebagian ulama ada yang membolehkan hadis-hadis dha’if dijadikan sandaran jika hanya berupa “Fadha’ilul ‘a’mal” (keutamaan-keutamaan amalan) agar memotivasi orang lain untuk lebih giat beribadah.
Dari Ali bin Abi Thalib berkata: “Aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang keutamaan (shalat) Tarawih di bulan Ramadhan lalu beliau saw berkata:
Dosa-dosa orang yang beriman keluar darinya pada malam pertama seperti hari dilahirkan ibunya.
Di Malam Ke-2 : Dirinya diampuni juga (dosa) kedua orang tuannya jika keduanya beriman.
Di Malam Ke-3 : Malaikat memanggil dari bawah arsy ; mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang lalu.dst...
Al Lajnah ad Daimah menyebutkan bahwa hadits tersebut tidak memiliki landasan dan termasuk dalam hadits-hadits dusta terhadap Rasulullah saw. (al Lajnah ad Daimah Li al Buhuts al Ilmiyah wa al Ifta’ No. 8050)
Cukuplah tentang keutamaan shalat tarawih adalah apa yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang menunaikan shalat pada malam bulan Ramadlan (shalat tarawih) dengan penuh keimanan dan mengharap (pahala dari Allah), maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni.”

Tanya:
ustad saya mau bertanya tentang sholat di mesjid bagi wanita..bagusnya kami wanita ini ttp sholat di rmh ato di mesjid/mushola..apalagi di bentar lagi puasa..ingin merasakan asyik nya tarawih berjamaah...
Jawab:
wanita boleh solat di masjid sepanjang ada mahromnya. apalagi jika dg solat di masjid mereka mendapatkan kekhusyuan dan lebih tuma'ninah.  demikian kira2 fatwa Syaikh Qardhawy.
Namun, jikalau ke masjid hanya ikut2an, berghibah, riya', jgn lakukan!.

Tanya:
Ustadz klo kita puasa senin kamis niatny utk mengganti puasa tahun lalu boleh ga ustadz?
Jawab:
Boleh

Tanya:
Meneruskn no 5 ustad..jika mw shst dimasjid tp tdk dng mahrom dikarenakn masjidnya berbeda gmn ustd??klo dimasjid deket rmh tarawih 23 rakaat.super kilat..klo masjid tetangga dusun 11 rakaat tapi gerakn normal..tp suami gak mw diajak ke yg 11 rakaat ustd..gmn itu
Jawab:
Mahrom kan gak harus suami, anak yg sdh dewasa, ajak tetangga wanita  sambil silaturahmi Dan syiar.
Terburu buru tdk diperbolehkan, Sebaiknya sholat dg tuma'ninah, dg bacaan tartil,  syukur syukur ada ceramah agamanya bisa menambah ilmu.

Tanya:
Tapi ustdz..klo ke masjid aja sm mahrom..berarti kesana kemari yg lbh jauh hrs sm mahrom dong..tp unt hari gini..gampang2 susah tad..menyimpang pertanyaan ya tadz..klo haji ato umrah..wanita yg pergi sendiri di mahromkan sm laki2 lain entah itu siapa.gmn hukumnya itu tadz??
Jawab:
Harus nya seperti itu, tp kan islam mengenal keadaan daruroh. Seperti jika istri bekerja.
Tp kalo kasus dimahromkan laki laki yg bukan mahrom tdk boleh bunda.  Wallahu a'lam.

Tanya:
Assalamu'alaikum.. ustadz, menyangkut persiapan dana, biasanya ketika ramadhan, selain utk shadaqah dan ifthar, dana juga banyak terpakai utk hal2 yg kurang penting, seperti membeli makanan/minuman utk berbuka puasa yg kadang2 berlebihan. Sesungguhnya ingin sekali bisa berbuka dg makanan seadanya, tp suami dan anak2 biasanya lebih suka membeli ini itu. Bagaimana cara menghilangkan kebiasaan tsb ustadz?
Jawab:
Ya, bunda sdh paham , tinggalkan yg tdk penting jauhi mubazir, tp gimana dg anak dan suami
Dulu saya juga suka seperti itu bunda, menjelang magrib suka nanyain kok hanya ini , Dan klo byk makanan, ana Dan anak suka ngetek itu dulu, baru yg lain
Tp apa yg terjadi, sholat magrib tdk dpt jamaah, isya n tarawih ngantuk, bawaannya pengen cepat pulang, tilawah gak maksimal dst.  Hasilnya byk pahala yg trbuang sia sia, bahkan bisa jadi mudhorot.
Tipsnya bunda:
1-7 diatas dipahami dan dilaksanakan
Latih secara bertahap utk tdk berlebihan dlm hal apapun.
Tp klo utk anak yg baru belajar puasa atau blm baligh,  makanan utk buka Dan sahur  yg menarik juga diperlukan, tp tetap jgn berlebihan.
Krn memang salah satu kenikmatan puasa ya saat berbuka.

Tanya:
afwan ust..sy sk sedih klw sdh menjelang Shaum..krn sy g bs maximal dlm beribdh..sy hrs berjualan makanan dr sore-malam..terkdg g sempat sholat tarawih krn kecapekan..u saat ini suami blm dpt pekerjaan,jd biaya u mkn dlsbnya bergantung pd hsl berjualan..pertnyaanya..-bgmn cr mensiasati/membagi waktu,agar ibdh bs maximal djlnkn..?
-bgmn islam memandg hal yg spt ini ust...
Syukron atas jwbnya..
Jawab:
“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.” (QS. Al-Qashash/28: 73) 
Memang ketentuannya siang bekerja malam istirahat bunda.
Ada saatnya beribadah dan ada pula saatnya bekerja. Oleh karena itu Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya Rabbmu mempunyai hak atas dirimu. Jiwamu juga mempunyai hak atas dirimu. Begitu juga keluargamu/istrimu mempunyai hak atas dirimu. Tunaikanlah pada setiap pemilik hak dari haknya itu.” (HR. Bukhari, at-Tirrmidzi, Abu Ya’la, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan yang lainnya).
Namun bagaimana jika harus bekerja yg memang kerjaannya malam, seperti satpam, dokter jaga, dst  Atau bekerja  sore hingga malam seperti bunda, kita ambil ini daruroh tp dg syarat. Seperti pertanyaan berikut yg dijawab plug MUI makkah.
Kata orang itu: “Aku bekerja sebagai seorang koki dengan jam kerja malam hari, apakah hal ini terlarang? Apakah hal ini menyelisihi firman Allah SWT, yang artinya: ‘Dan Kami jadikan siang sebagai waktu untuk mencari penghidupan.’” (QS. An-Naba’/78: 11).
Maka dijawab oleh Lajnah Daimah sebagai berikut: “Tidaklah mengapa bekerja di malam ataupun siang hari selama hal tersebut tidak berdampak menimbulkan kemungkaran, tidak meninggalkan shalat berjama’ah atau mengerjakan shalat di luar waktunya.”
Nah masalahnya di bulan ramadhan yg mlm hari merupakan malam full ibadah:
1) bunda harus menabung 11 bulan sebelumnya agar pas romadhon bunda bisa membuka warung disesuaikan waktu berbuka atau sahur.
2) smg suami di waktu yg akan datang sdh bekerja dan bisa mencukupi kebutuhan keluarga agar waktu romadhan bunda bisa maksimal ibadah.  Aamiin.
Wallahu a'lam

Tanya:
Jujur sj tadz..sbnrnya sy berat mnjlnkn usaha yg skrg sy jlnkn..*kafe kecil2an*...bkn krn tdk bersyukur,tp sy pny niat ingin lbh mempeljri ilmu Din-Nya.. jg bl menjlg shaum,sy bs lbh baik dlm  beribadh..n sy ingin berhijab lbh baik lg...Apakah niat sy ini berlbhn tadz...? selain jualan dkafe,sy jg nyambi jualan krudung,pakaian,sandal..tp on line tadz...ada jg pembyrn dgn tempo sebln lunas...Adakah solusi yg jitu tadz dlm pemechn mslh ini..?
Jawab:
Niat bunda baik dan mulia, teruskan dg menambah ilmu, serta terus berusaha beramal ibadah.
Dagang yg islami mau pembayarab cash atau tempo harga sama, jgn menipu, atau jujur dlm memberikan info produk.

Tanya:
ustadz saya mau tanya lagi..saya pernah dengar n banyak juga yg melakukan sholat tarawih yg tdk dibarengi dgn sholat  witir..alasannya sih krn mlmnya mau tahajud n witirnya dia lakukan setelah tahajud..katanya klo mlmnya  sdh witir mlm itu ga boleh tahajud..apa bener ke gitu ustadz
Jawab:
Tahajud boleh berulang ulang, witirnya tetap 1 x,tdk ada 2x witir.
Setelh witir, tahajud lg boleh.

Tanya:
adakah tanda2 di pagi.hari.Jika malamnya lailatul qadar?
Jawab:
Diantara hadits-hadits yang menceritakan tentang tanda-tanda lailatul qodr adalah :
1. Sabda Rasulullah saw,”Lailatul qodr adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin, matahari pada hari itu bersinar kemerahan lemah.” Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah yang dishahihkan oleh Al Bani.
2. Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya aku diperlihatkan lailatul qodr lalu aku dilupakan, ia ada di sepuluh malam terakhir. Malam itu cerah, tidak panas dan tidak dingin bagaikan bulan menyingkap bintang-bintang. Tidaklah keluar setannya hingga terbit fajarnya.” (HR. Ibnu Hibban)
3. Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya para malaikat pada malam itu lebih banyak turun ke bumi daripada jumlah pepasiran.” (HR. Ibnu Khuzaimah yang sanadnya dihasankan oleh Al Bani)
4. Rasulullah saw berabda,”Tandanya adalah matahari terbit pada pagi harinya cerah tanpa sinar.” (HR. Muslim)

Tanya:
Mau tanya ustad.....spt pertanyaan d atas, masalahnya moshollanya py pribadi,tp imamnya tetangga sekitar. Dan pake 23rokaat,tp cm d ambil wajibnya saja dlm sholatnya,kdg sayapun sampe ga konsen saking ngebutnya. Ada mesjid tp sekitar 100m dr rumah,tp dsana pake 11 n nyantai.  Gmn seharusnya saya ustad, bingung.....masa saya k mesjid,pdhl ada musholla yg drmh, tp ngebutnya itu bikin kurang khusyuk . Terimakasih ustad....
Jawab:
Ibadah itu harus khusyu dan tuma'ninah bunda, klo bisa mendapatkan itu lakukan, tdk masalah berbeda spanjang kita bisa menjelaskan kpd mereka dg baik. Tetap santun, jgn mudah membid 'ahkan. Semua ada dalilnya hanya krg benar dlm pelaksanaannya.

Tanya:
Mau tanya ustad... apakah kumur2 ketika puasa hukumnya menjdi makruh, krna ada yg blg ktika berwudhu laksanakan aja yg wajibnya, jdi ga perlu kumur2 ma cuci hidung, pdhal klo mo sholat kan hrus bersiwak, gmna tu ustadz?
Jawab:
Tdk makruh jika hanya berkumur, yg makruh jika mmbersihkan hidung dg sedikit menghisap airnya. Krn khawatir tertelan. Bersiwak,sikat gigi, jumhur ulama membolehkan.

Tanya:
satu lgi ustad, msh berhubungan dgn pertanyaan diatas, bagaimna jga ktika sikat gigi dan cuci rambut ktika mandi di sore hari, apakah makruh jga?
Jawab
Sikat gigi boleh spanjang airnya tdk tertelan. Mandi sore keramas tdk apa2 kecuali dg sengaja Berkali kali mandi,niatnya supaya tdk panas krn haus, itu bisa makruh.

Tanya:
sy senangnya shalat di rumah.. sendirian.. 23 Rakaat.. kadang2  terpotong2'. 8 Rakaat Anak.sy.rewel Ajak.main dulu Lanjut 8 Rakaat Ajak main lagi Lanjut smp.selesai
Tapi kadamg2 Setelah 16 Rakaat sy ketiduran Krn ninabobokan Anak sy, Lanjut shalat tahajud pas siapkan Sahur plus witir.. jadi tarawih 16 Rakaat, tahajud 4 Rakaat, quite 3 rakaat
Boleh gak ya Ustadz?
Jawab:
Boleh bunda, masya Allah. Keep istiqomah bunda.

Kita tutup kajiannya bunda, ketemu lagi pekan depan.
Kita tutup.dengan Doa penutup majelis
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ
اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
ُ
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT