ADAB MENDENGAR

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, June 2, 2015

Selanjutnya sebagaimana janji saya pekan lalu melanjutkan materi terkait dengan adab berbicara dan mendengar. Mungkin serasa normatif tapi sesungguhnya ini adalah dasar dan akhlaq yang jika kita tidak memperhatikannya ternyata tanpa sadar adab itupun terlanggar sehingga tanpa sengaja ada hak saudara pula yang tak terpenuhi bahkan hingga tersakiti. Masuk kepada adab dalam mendengar

1. Diam dan mendengarkan sehingga ucapan tidak bercampur baur dan sulit dipahami
"Dan apabila dibacakan Al-Qur'an,maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kalian mendapat rahmat"(QS.7:204)
Jabir bin Abdullah ra. meriwayatkan sebuah hadits. Ia berkata bahwa Rasulullah Shollallohu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya di Haji Wada', "Perintahkan manusia untuk tenang." Kemudian beliau bersabda,"Janganlah kalian kembali sesudahku menjadi orang-orang kafir,sebagian kalian memenggal leher yang lain." (Muttafaq 'alaih)

Anas bin Malik ra meriwayatkan bahwa Rasulullah memberi wasiat kepada Abu Dzar ra. Beliau bersabda, "Hendaknya kamu berakhlaq mulia dan banyak diam karena demi Zat yang jiwaku ada di tanganNya tidak ada perhiasan bagi seluruh makhluk yang serupa dengan keduanya."(HR. Ibnu Abid Dunya,Bazzar,Thabrani,dan Abu Ya'la)

Abdullah bin Mas'ud ra.berkata bahwa beliau bersabda, "Demi Zat yang jiwaku ada di tanganNya, tidak ada sesuatu di atas bumi yang lebih perlu untuk ditahan lama selain lidah."( HR. Tirmidzi)

2. Tidak memenggal ucapan orang lain karena tergesa-gesa atau ingin menguasai kendali forum. Bahkan keinginan Rasulullah untuk segera menghafal Al-Qur'an dilarang oleh Allah dalam QS. Al-Qiyamah:16

لَا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ

Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.

3. Menghadapkan wajah kepada pembicara dan tidak berpaling darinya atau membuat orang lain berpaling darinya selama dalam rangka taat kepada Allah meskipun ucapannya kurang memiliki daya tarik ataupun bahasanya kurang indah dan kurang lancar.

Rasulullah bersabda,"Janganlah kamu meremehkan suatu kebaikan, meskipun berwajah berseri ketika engkau bertemu saudaramu."(HR.Muslim)

4.Tidak menampakkan sikap berbeda karena ucapan saudara kita,meskipun kita sudah lebih tahu, selama pembicara tidak salah dalam berbicara.

Dari Ibnu Mas'ud ra berkata: Berkata Rasulullah Shollallohu 'alaihi wasallam kepadaku: Bacakan kepada saya sebagian ayat Al-Qur'an, dia berkata: saya berkata kepadanya bukankah dari engkau aku belajar Al-Qur'an, maka dia berkata: Suatu hari saya mendatangi Nabi Shollallohu 'alaihi wasallam, maka dia berkata: aku berkata: wahai Rasulullah bukankah Al-Qur'an diturunkan kepada engkau dan dari engkau kami mempelajarinya. Nabi bersabda: betul, namun aku senang mendengarnya dari orang lain."(HR. Tirmidzi). Imam Ahmad bin Hambal pernah mendengarkan nasihat Al Muhasibi, sampai beliau memperhatikannya dengan tenang dan akhirnya beliau menangis sampai basah jenggotnya. 

5.Tidak menampakkan kepada para hadirin bahwa kamu adalah orang yang lebih 'alim dibandingkan si pembicara karena hal itu akan menyebabkan kamu bersikap sombong (takabbur)

Rasulullah bersabda, "Kesombongan adalah sikap angkuh kepada kebenaran dan meremehkan orang lain."

Dan semoga dapat dipraktekkan dalam keseharian dan dalam betinteraksi dengan siapapun terutama dalam sebuah majelis atau organisasi. Adab ini sangat perlu untuk diketahui agar dalam perjalanannya keberkahan dan kebaikan terus mengalir karena usaha kita untuk memperhatikan adab-adabnya.

TANYA JAWAB

1. Di point ke 2 itu, sering terjadi dalam syuro, umi. Nah, agar tidak terjadi bagaimana yah caranya? Kadang pertanyaan belum selesai dan akhirnya karenaa sudah dipenggal jadinya tidak melanjutkan bertanya. Apalagi kalo jawabnya hanya dari dilihat dari satu sisi saja, umi.
Jawab
Pembelajaran yang sesungguhnya ada di kehidupan nyata kita ya memang maka sebagai bagian dari proses pembelajaran itu sendiri penting pada akhirnya ketika dalam sebuah forum atau syuro butuh diberi atau diingatkan tentang peraturan yang harus dipatuhi selama syuro berlangsung. Judulnya manajemen syuro nih kemarin di kuliah dibahas tentang itu sehingga rule dan disiplin dapat berjalan and pada akhirnya ia jadi karakter.

2. Sedangkan kalo yang bersangkutan berkata tak bolehlah kita memotong pembicaraannya, umi?
Jawab
Iya karena itu perlu ada peraturan di awal. Kadang mah kita syuro syuro aja dibuka dst tapi adab tidak disampaikan bisa jadi karena dianggap "harusnya sudah paham",atau pastinya sudah tahu kalo ga boleh potong pembicaraan dst. Kalo ternyata terjadi memang perlu diingatkan, husnudzonnya mungkin karena masih ga tau adabnya or lupa. Dan lebih baik dilakukan tidak saat syuro berlangsung melainkan setelahnya dan pada next meeting perlu bikin tuh SOP

3. Nisfu sya'ban malam tadi saya lagi haid. Apa boleh di Qodo malam besok umi? bagaimana hukumnya umi ?
Jawab
Kemarin sempet juga dibahas di grup asatidz/ah dan jawaban lengkap disampaikan oleh ustadz Herman, saya share disini ya

Hadits-Hadits tentang Nisfu Sya'ban

a. "Sesungguhnya Allah 'Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nisfu sya'ban dan mengampuni lebih banyak dari jumlah bulu pada kambing Bani Kalb (salah satu kabilah yang punya banyak kambing). (HR At-Tabarani dan Ahmad) Al-Imam At-Tirmizy menyatakan bahwa riwayat ini didhaifkan oleh Al-Bukhari.

b. Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata bahwa Rasulullah SAW bangun pada malam dan melakukan shalat serta memperlama sujud, sehingga aku menyangka beliau telah diambil. Ketika beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan selesai dari shalatnya, beliau berkata, "Wahai Asiyah, (atau Wahai Humaira'), apakah kamu menyangka bahwa Rasulullah tidak memberikan hakmu kepadamu?" Aku menjawab, "Tidak ya Rasulullah, namun Aku menyangka bahwa Anda telah dipanggil Allah karena sujud Anda lama sekali." Rasulullah SAW bersabda, "Tahukah kamu malam apa ini?" Aku menjawab, "Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui." Beliau bersabda, "Ini adalah malam nisfu sya'ban (pertengahan bulan sya'ban). Dan Allah muncul kepada hamba-hamba-Nya di malam nisfu sya'ban dan mengampuni orang yang minta ampun, mengasihi orang yang minta dikasihi, namun menunda orang yang hasud sebagaimana perilaku mereka." (HR Al-Baihaqi). Al-Baihaqi meriwayatkan hadits ini lewat jalur Al-'Alaa' bin Al-Harits dan menyatakan bahwa hadits ini mursal jayyid. Hal itu karena Al-'Alaa' tidak mendengar langsung dari Aisyah ra.

c. Dari Usamah bin Zaid ra bahwa beliau bertanya kepada nabi SAW, "Saya tidak melihat Anda berpuasa (sunnah) lebih banyak dari bulan Sya'ban." Beliau menjawab, "Bulan sya'ban adalah bulan yang sering dilupakan orang dan terdapat di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada rabbul-alamin. Aku senang bila amalku diangkat sedangkan aku dalam keadaan berpuasa." (HR An-Nasai)

d. Dari Ali bin Abi Thalib secara marfu' bahwa Rasululah SAW bersabda, "Bila datang malam nisfu sya'ban, maka bangunlah pada malamnya dan berpuasa lah siangnya. Sesungguhnya Allah SWT turun pada malam itu sejak terbenamnya matahari kelangit dunia dan berkata, "Adakah orang yang minta ampun, Aku akan mengampuninya. Adakah yang minta rizki, Aku akan memberinya rizki. Adakah orang sakit, maka Aku akan menyembuhkannya, hingga terbit fajar. (HR Ibnu Majah dengan sanad yang dhaif)

Dari beberapa hadits yang dinyatakan dhaif oleh ulama ini maka tidak ada tuntunan secara khusus ibadah pada malam Nisfu Sya'ban. Tetapi boleh bila melakukan puasa sunah, sholat sunah sendiri/tidak berjamaah dan perbanyak ibadah sunah serta doa kepada Allah, tanpa mengkhususkan membaca Yasin sekian kali dll.

>Al-Imam An-Nawawi
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah, seorang ahli fiqih kondang bermazhab Syafi'i yang punya banyak karya besar dan kitabnya dibaca oleh seluruh pesantren di dunia Islam (di antaranya kitab Riyadhusshalihin, arba'in an-nawawiyah, al-majmu'), punya pendapat menarik tentang ritual khusus di malam nisfu sya'ban.

Beliau berkata bahwa shalat satu bentuk ritual yang bid'ah di malam itu adalah shalat 100 rakaat, hukumnya adalah bid'ah. Sama dengan shalat raghaib 12 rakaat yang banyak dilakukan di bulan Rajab, juga shalat bid'ah. Keduanya tidak ada dalilnya dari Rasulullah.

>Dr. Yusuf al-Qaradawi
Ulama yang sering dijadikan rujukan oleh para aktifis dakwah berpendapat tentang ritual di malam nasfu sya'ban bahwa tidak pernah diriwayatkan dari Nabi SAW dan para sahabat bahwa mereka berkumpul di masjid untuk menghidupkan malam nisfu Sya'ban, membaca doa tertentu dan shalat tertentu seperti yang kita lihat pada sebahagian negeri orang Islam. Juga tidak ada riwayat untuk membaca surah Yasin, shalat dua rakaat dengan niat panjang umur, dua rakaat yang lain pula dengan niat tidak bergantung kepada manusia, kemudian mereka membaca do`a yang tidak pernah dipetik dari golongan salaf (para sahabah, tabi`in dan tabi’ tabi`in)

In sya Allah malam Nisfu sya'ban pada Selasa malam/Rabu Malam. Semoga Allah mengampuni dosa kita dan mengabulkan doa-doa kita semua.aamiin

4. Temanku ada yang bekerja di bank konvensional, dia sebenarnya sudah tau hukumnya riba, namun setelah lama mencari kerja, bank ini yang akhirnya memanggilnya. Lalu dia menanyakan pendapatku, bagaimana apakah dia sekarang memakan riba? Lalu aku jawab gimana ya ummi ?
Jawab
Jika memungkinkan sambil bekerja yang sekarang sambil bisa coba cari kerja lagi yang lain. Ketika sudah mendapatkan yang jelas maka silahkan pindah paling tidak masih ada upaya untuk mencari yang lebih baik. Semoga kemudian Allah beri jalan rizki yang lebih dan lebih baik lagi

Mohon maaf atas segala kekurangan dan semoga Allah sampaikan kita pada Ramadhan yang mulia

Kita tutup dengan Doa Kafaratul majelis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa, 02 Juni 2015
Narasumber : Ustadzah Fina Filaily
Tema : Syakhsiyah Islamiyah
Notulen : Imas / Iis
Editor : Ana Trienta

Kajian Online Whatsapp Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Grup Nanda M114

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT