Home » , , » AMALAN DI MALAM NISFU SYA'BAN

AMALAN DI MALAM NISFU SYA'BAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, June 1, 2015

Tentang Nisfu Sya'ban
1. "Sesungguhnya Allah 'Azza Wajalla turun ke langit dunia pada malam nisfu sya'ban dan mengampuni lebih banyak dari jumlah bulu pada kambing Bani Kalb (salah satu kabilah yang punya banyak kambing). (HR At-Tabarani dan Ahmad)

Al-Imam At-Tirmizy menyatakan bahwa riwayat ini didhaifkan oleh Al-Bukhari.

2. Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata bahwa Rasulullah SAW bangun pada malam dan melakukan shalat serta memperlama sujud, sehingga aku menyangka beliau telah diambil. Ketika beliau mengangkat kepalanya dari sujud dan selesai dari shalatnya, beliau berkata, "Wahai Asiyah, (atau Wahai Humaira'), apakah kamu menyangka bahwa Rasulullah tidak memberikan hakmu kepadamu?" Aku menjawab, "Tidak ya Rasulallah, namun Aku menyangka bahwa Anda telah dipanggil Allah karena sujud Anda lama sekali." Rasulullah SAW bersabda, "Tahukah kamu malam apa ini?" Aku menjawab, "Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui." Beliau bersabda, "Ini adalah malam nisfu sya'ban (pertengahan bulan sya'ban). Dan Allah muncul kepada hamba-hamba-Nya di malam nisfu sya'ban dan mengampuni orang yang minta ampun, mengasihi orang yang minta dikasihi, namun menunda orang yang hasud sebagaimana perilaku mereka." (HR Al-Baihaqi)

Al-Baihaqi meriwayatkan hadits ini lewat jalur Al-'Alaa' bin Al-Harits dan menyatakan bahwa hadits ini mursal jayyid. Hal itu karena Al-'Alaa' tidak mendengar langsung dari Aisyah ra.

3. Dari Usamah bin Zaid ra bahwa beliau bertanya kepada nabi SAW, "Saya tidak melihat Anda berpuasa (sunnah) lebih banyak dari bulan Sya'ban." Beliau menjawab, "Bulan sya'ban adalah bulan yang sering dilupakan orang dan terdapat di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan itu adalah bulan diangkatnya amal-amal kepada rabbul-alamin. Aku senang bila amalku diangkat sedangkan aku dalam keadaan berpuasa." (HR An-Nasai)

4. Dari Ali bin Abi Thalib secara marfu' bahwa Rasululah SAW bersabda, "Bila datang malam nisfu sya'ban, maka bangunlah pada malamnya dan berpuasa lah siangnya. Sesungguhnya Allah SWT turunpada malam itu sejak terbenamnya matahari kelangit dunia dan berkata, "Adakah orang yang minta ampun, Aku akan mengampuninya. Adakah yang minta rizki, Aku akan memberinya riki.Adakah orang sakit, maka Aku akan menyembuhkannya, hingga terbit fajar. (HR Ibnu Majah dengan sanad yang dhaif)

Dari beberapa hadits yang dinyatakan dhaif oleh ulama ini maka tidak ada tuntunan secara khusus ibadah pada malam Nisfu Sya'ban. Tetapi boleh bila melakukan puasa sunah, sholat sunah sendiri/tidak berjamaah dan perbanyak ibadah sunah serta doa kepada Allah, tanpa mengkhususkan membaca Yasin sekian kali dll.

Al-Imam An-Nawawi
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah, seorang ahli fiqih kondang bermazhab Syafi'i yang punya banyak karya besar dan kitabnya dibaca oleh seluruh pesantren di dunia Islam (di antaranya kitab Riyadhusshalihin, arba'in an-nawawiyah, al-majmu'), punya pendapat menarik tentang ritual khusus di malam nisfu sya'ban.

Beliau berkata bahwa shalat satu bentuk ritual yang bid'ah di malam itu adalah shalat 100 rakaat, hukumnya adalah bid'ah. Sama dengan shalat raghaib 12 rakaat yang banyak dilakukan di bulan Rajab, juga shalat bid'ah. Keduanya tidak ada dalilnya dari Rasulullah.

Dr. Yusuf al-Qaradawi
Ulama yang sering dijadikan rujukan oleh para aktifis dakwah berpendapat tentang ritual di malam nasfu sya'ban bahwa tidak pernah diriwayatkan dari Nabi SAW dan para sahabat bahwa mereka berkumpul di masjid untuk menghidupkan malam nisfu Sya'ban, membaca doa tertentu dan shalat tertentu seperti yang kita lihat pada sebahagian negeri orang Islam.

Juga tidak ada riwayat untuk membaca surah Yasin, shalat dua rakaat dengan niat panjang umur, dua rakaat yang lain pula dengan niat tidak bergantung kepada manusia, kemudian mereka membaca do`a yang tidak pernah dipetik dari golongan salaf (para sahabah, tabi`in dan tabi’ tabi`in)

Insya Allah malam Nisfu sya'ban pada Selasa malam/Rabu Malam. Semoga Allaha mengampuni dosa kita dan mengabulkan doa-doa kita semua.aamiin

«« TANYA JAWAB »»

1. Pak ustadz, berarti doa yang mustajab di malam nisyu sya`ban juga ga ada ya?
Jawab
Berdoa tentu boleh tapi mengharap sesuatu yg khusus pada waktu khusus itu harus ada dalilnya. Kalau tdk menganggap khusus ya silakan berdoa kapan saja.

2. Ustadz ni mau tanya, mertua saya bilang tuh bagus puasa 3 hari diawal ditengah dan diakhir sya'ban, kira-kira tuh ada dalilnya tidak pak?
Jawab
Dalam hadits yang shohih tidak ada amalan khusus untuk malam nisfu sya'ban. Tapi beberapa ulama membolehkan untuk beramal dengan hadits dhoif untuk sekedar menyamangati ibadah. Sehingga silakan kalau ada yang mau puasa dan sholat serta doa. Tapi jangan membikin bidah dengan sholat jamaah, ditambah baca yasin sekian kali dll.

3. Tadi di kantor teman-teman kerja pada sibuk membicarakn malam nifsu sya'ban dan persiapan mau puasa dan sholat khusus untuk malam itu. bagaimana pak sebaiknya sikap kita melihat hal tersebut sedangkan kalau misalnya saya mengingatkan khawatir nanti mereka tidak mau terima karena katanya sudah dilakukan dari dulu, dan banyak juga yang BC tentang amalan dll tentang nifsu sya'ban ini. bagaimana menyikapinya pak?
Jawab
Untuk teman-teman yang seperti itu maka disampaikan saja bu bahwa ada penjelasan tentang nisfu syaban ini berdasarkan hadits.

4. Ditempat saya masih seperti itu pak ustadz, tidak melakukan shalat sunnah tapi membaca surat yaasin 3 kali. Tadi sebelum maghrib saya sambil guyon supaya tidak tersinggung bilang begini malam nishfu sya'ban itu katanya tidak ada hadist sohih yang menganjurkan membaca doa-doa, shalat sunnah, serta membaca yasin. Kalaupun ada itu hadist dhoif dan tergolong bid'ah. Tapi dijawab begini orang berdoa kok bid'ah begitu pak. Apa saya salah dengan ucapan saya?
Jawab
Berdoa tentu boleh tapi mengharap sesuatu yang khusus pada waktu khusus itu harus ada dalilnya. Kalau tidak menganggap khusus ya silakan berdoa kapan saja.

5. Kalo saya teman bilang itu bid' ah yang baik tidak apa-apa, kan daripada ke dugem. Lagi orang mau melakukan yang baik tidak boleh?
Jawab
Kalau untuk puasa, sholat dan doa sendiri-sendiri maka masih boleh bu karena ada haditsnya walau dhoif. Kalau hadits dhoif masih boleh tapi kalau tingkat hadits maudhu (palsu) maka dilarang. Tetapi bila diadakan jamaah maka menjadi bid'ah dholalah bukan hasanah lagi.

6. Punya/menggunakan HP bid'ah tidak ya?
Jawab:
Bidah itu terkait dalam ibadah bu, bukan dalam hal non ibadah.

7. Ustadz, kalau orang sudah terbiasa puasa senin kamis yang kebetulan bersamaan nifsu sya'ban seperti saat ini, itu niatnya tetap puasa senin kamis atau bagaimana? sedangkan yang bersangkutan tidak terbiasa melakukan puasa tengah bulan. Terimakasih.
Jawab
Niat puasa sunah boleh digabung dengan sesama puasa sunah bu.

8. Bagaimana kalau ayahnya meninggalkan anaknya dari bayi, sehingga anaknya tanpa disadari melupakan ayahnya. Apakah berdosa si anak tersebut? Jazakallah khoiron
Jawa
Kalau tidak sadar melupakan maka tidak dosa bu. Tapi kalau sengaja melupakan sebaiknya jangan, minimal kirim doa untuknya.

Baik ibu-ibu, saya ijin pamit ya karena ada kajian di grup lain
Mohon maaf kalau ada khilaf
Alhamdulillah sekian kajian hari ini.
Kita tutup dengan membaca istighfar dan do'a kafaratul majlis.
Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullahal adziim

KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH UMMI M3

Hari: Senin, 01 Juni 2015
Tema: Nisfu Sya'ban
Narasumber : Ustadz Herman Budianto
Admin: Dany
Notulen : Riyanti


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT