Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

BATASI ANAK DARI TV DAN GADGET

Segala puji bagi ALLAH Sang Penguasa alam semesta. Semoga salawat serta keselamatan tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia. Berserta keluarga dan sahabat-sahabatnya, semuanya, amma ba'du.

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

🎀Bunda yang dirahmati Allah tentu kita sadari bahwa tidak mungkin sebagai orang tua kita melarang anak-anak kita berhubungan dengan 2 sarana Tehnologi Informasi khususnya Televisi ataupun Gadget atau juga bentuk-bentuk fasilitas Tehnologi Informasi yang lain karena memang zaman sekarang seperti orang bilang adalah Era Tehnology sehingga kita tidak mungkin melarang mereka untuk memanfaatkannya sepanjang tetap memperhatikan beberapa aspek pentingnya, yakni :

1. Aspek Tepat Guna
2. Aspek Tepat Waktu
3. Aspek Tepat Usia

Baik .. Sebelum kita bahas lebih detail tentang 3 aspek tersebut diatas. Mari kita diskusikan dahulu tentang hal apa yang menjadikan kita disarankan untuk membatasi anak-anak dari TV dan Gadget.

Pertama Televisi ( TV ) :

Televisi memang salah satu sumber informasi yang cukup murah dan banyak memberi informasi dari berbagai jenisnya. Tentu hal ini adalah hal positive sepanjang informasi-informasi yang disajikan benar-benar sesuai dengan tuntunan agama dan terkait dengan hal-hal yang kita perlukan. Sehingga memberi pengaruh peningkatan kwalitas diri kita baik secara perspektif Ukhrowi maupun Duniawi. 

Permasalahannya, jika tayangan yang tersaji pada TV lebih banyak memberi mudhorot kepada Pemirsanya daripada manfaat. Maka hal ini yang harus kita renungkan dan cermati. Kalau saja pengaruh negatif/mudharat itu menjangkit orang dewasa, yang notabene sudah memiliki daya filter yang  cukup baik, maka bagaimana jika pengaruh buruk itu menjangkit anak-anak kita.

Anak-anak kita tentu masih sangat labil dalam hal emosional dan juga belum bisa dikatakan sempurna dalam akalnya.  Sehingga kemampuan menilai tentang hal yang baik dan yang buruk, atau hal yang manfaat atau yang tidak bagi dirinya masih sangat minim. Inilah yang harus kita cermati hingga pada kesimpulan bahwa insyaAllah akan sangat bijak jika kita selaku orang tua membatasi hubungan anak-anak kita dengan TV. Walaupun kadang anak-anak kita hanya sekedar nonton film kartun yang menarik bagi anak seusianya.

Perhatikan bunda ... Ketika film kartun itu ditonton oleh anak-anak kita, tentu sudah lazim jika didalam selingan dari film-film tersebut terdapat tayangan-tayangan Iklan. Dimana pada hal tayangan Iklan inilah banyak sekali nilai negative yang masuk kedalam otak anak-anak kita. Karena hampir semua iklan menampilkan wanita-wanita tak berhijab. Atau bahkan kadang juga menampilkan ilustrasi yang membuat anak-anak kita menganggap hal yang biasa jika melihat lelaki dan wanita melakukan akitvitas bersama bahkan kadang tampak mesra.

Belum lagi materi tontonan kartun itu sendiri seperti interaksi antar spongs bob dan patrick atau juga misal jenis yang serupa, ada hal yang sangat bahaya yang disisipkan sebagai pesan bagi anak-anak kita yakni adanya fakta interaksi antara 2 mahluk yang bisa sangat akrab tanpa mereka perlu memperhatikan jenis kelaminnya. Ini pesan yang sangat bahaya. Sehingga membetuk pola pikir bahwa interkasi antar manusiapun tak ada masalah tentang hijab ; tak ada yang harus dijaga bagaimana adab interkasi Islami antara lelaki dan perempuan yang bukan Mahrom. Belum lagi jika kita perhatikan ada banyak adegan-adegan didalam tayangan sinetron yang menampilkan adegan percekcokkan antara suami istri, perceraian, pacaran, atau adegan-adegan yang lain.

Masih dari TV juga ...
Mari kita perhatikan, bagaimana antusiasnya wanita-wanita Muslimah baik yang sedang berada di studio maupun pemirsanya yang dirumah ketika menonton tayangan acara Idol Apalah itu namanya.., yang jelas jenisnya begitu banyak dan begitu menyedot perhatian masyarakat pemirsa TV. Ini semua adalah perangkap yang sangat berbahaya bagi kita yang dewasa apalagi anak-anak kita. Dan juga masih banyak hal yang merugikan anak-anak kita jika kita tidak membatasinya. Walau hanya sekedar nonton tayangan yang ringan, akan tetapi ternyata sungguh pengaruhnya sangat dahsyat dalam membentuk pola pikir dan kepribadian anak-anak kita.

Dari kondisi seperti inilah yang sedikit demi sedikit akan membentuk pola pikir yang semakin menjauh dari Islam. Dari celah ini salah satu pemicu sulitnya kita membendung pola pikir anak ke jalan-jalan Islami. Otak mereka sudah benar-benar disetting sedemikian rupa oleh tayangan-tayangan yang berakibat hilangnya kepekaan terhadap nilai-nilai Agama, karena mereka sudah dijejali dengan pola pikir sekular yang sangat merusak Aqidah.

Ini hal yang tidak bisa diremehkan ya bunda karena sungguh ini adalah bahaya laten yang jika kita tidak segera mengambil sikap dan langkah pencegahan dan penanggulangan maka Betapa disayangkan jika anak2 kita menjadi korban Media Informasi. Dan ini semua jelas merupakan ancaman yang sangat serius   yang jika kita diamkan akibatnya bisa membawa dampak kerapuhan mental anak2 kita. Na'udzubillahi mindzalik.

Yang Kedua Tentang Gadget dan alat komunikasi sejenisnya. 

Pembatasan ini tentu ditujukan untuk menghalau risiko-resiko yang mengerikan yang bisa terjadi kepada anak-anak kita. Jika alat komunikasi tersebut memang diperlukan, maka kita sebagai orang tua harus tetap mengawasi secara ketat, membatasi dan mengarahkan.
Betapa banyak anak-anak dibawah umur yang telah jadi korban mudharat dari alat telekomunikasi canggih ini. Saya sebutkan salah 1 pengaruh terburuknya saja, yakni ketergantungan emosional anak-anak terhadap alat komunikasi Gadget ini adalah salah 1 pintu dimana jin/syetan mudah masuk kedalam tubuhnya.

Fenomena ini sangat mudah dilihat dari sensitive nya perangai mereka, mudah marah jika dilarang bermain gadget dan tampak kelesuannya untuk melakukan hal aktivitas yang lain terutama ibadah. Ini jelas sudah kemasukan jin anak yang seperti ini. Otaknya sudah dikendalikan syetan dan diperbudak agar memgikuti seruan hawa nafsu nya yang mendesak. Sehingga luapan emosi akan segera meletup ketika apa yang menjadi dorongan kemauannya tidak dituruti atau dilarang. Karena sudah ada semacam ketagihan atau candu terhadap aktivitas gadgetnya.

Dan content pun biasanya syetan akan sangat laten menggiring anak melalui gadget. Syetan tahu orang tuanya mengawasi, sehingga biasanya awal-awal mereka cukup disibukkan dengan content biasa tak tampak bahayanya, seperti games ringan. Karena target syetan masih cukup membuat anak ini sibuk dan banyak membelanjakan waktunya bersama gadget. Melaikan aktivitas lainnya. Setelah itu baru pelan-pelan mereka (syetansyetan itu) menunggu lengahnya orang tua karena sudah merasa aman anaknya tidak bermain yang berbahaya. Tetapi setelah itu mereka tidak akan tinggal diam. Na'idzubillaahi mindzalik. Hal ini tentu tidak kita inginkan terjadi kepada anak2 kita. Oleh karena itu mari kita segera selamatkan anak-anak kita dari kehancuran besar hanya karena gadget. 

Sekarang saya ingin sedikit menjelaskan tentang 3 aspek yang harus menjadi dasar perhatian orang tua agar manfaat tehnologi informasi yang ada tetap bisa kita ambil manfaatnya bagi anak-anak kita, dan efek samping (risiko) nya bisa kita minimalisir atau bahkan bisa kita hindarkan.

Yakni dengan memperhatikan Aspek Tepat Guna.  Artinya, pastikan pemanfaatan alat-alat telekomunikasi kita arahkan untuk hal-hal yang membawa manfaat dalam urusan Akhirat dan Dunianya. Misal : 
>TV - ambil acara-acara yang benar-benar bisa memberikan tambahan ilmu Agama, Seperti acara Pengajian. 

>Gadget - manfaatkan untuk bisa mendengarkan murrottal setiap saat. Atau menuntut ilmu dari pengajian On Line. Atau untuk menyambung Silaturahim dlsb.

Hindari benar ... Tayangan-tayangan yang melalaikan. Terutama Acara Hiburan yang bermusik dan sinetron atau film-film yang bertentangan dengan Aqidah Islam. Karena saat ini banyak sinetron remaja yang sangat menyesatkan Aqidah anak-anak kita.

Kemudian Aspek Tepat Waktu. Aspek ini terkait dengan porsi penggunaannya, agar kita lebih memperhatikan kapan waktu-waktu yang tepat anak-anak kita memanfaatkan Alat komunikasi canggih itu. Hindarkan waktu-waktu ketika dia harus mempersiapkan dirinya untuk menghadapi aktivitas menuntut ilmu di sekolah atau ketika hendak belajar Al Qur'an (ngaji). Ini pengaruhnya sangat berat terhadap mereka. Terutama apabila anak-anak kita hendak belajar Qur'an. 

Jika beberapa saat sebelum belajar Qur'an (mengaji) anak-anak kita banyak menonton TV atau berinterkasi dengan gadget maka bisa kita perhatikan betapa sulitnya dia menerima pelajaran yang diberikan oleh pembimbingnya.  Mengapa ?Karena seolah-olah otomatic seperti ada gab/sekat antara dirinya dengan materi ilmu yang dia terima. Ruang pikir dan akalnya sudah penuh dan terkacaukan oleh tayangan-tayangan sebelumnya yang sifatnya lebih melalaikan, mengacaukan dan bahkan mermutuskan syaraf-syaraf sehat di jaringan otaknya daripada situasi yang menenangkan sehingga otak dan akalnya siap menerima pelajaran-pelajaran yang bermanfaat baginya. Oleh karena itulah perlunya kita sebagai orang tua untuk memperhatikan saat-saat yang tepat kita membolehkan anak-anak kita berinteraksi dengan alat/media tehnologi komunikasi diatas.

Yang terakhir adalah Aspek Usia. Yang dimaksud kita harus memperhatikan aspek usia adalah dengan mencermati muatan-muatan apakah yang tepat kita berikan untuk anak-anak kita. Perhatikan benar ... Usia anak kita dan content yang mana yang layak untuk lihat/didengar oleh anak. Hal ini sangat Penting karena dengannya anak-anak kita terhidar dari pemacuan pola pikir yang belum saatnya dia harus cerna. Anak-anak harus kita berikan bekal pendidikan sesuai dengan tahapan usianya.

Sebelum saya akhiri, berikut akan saya tayangkan sebuah artikel faktual yang bisa menjadi bahan telaah kita dan membuat kita semakin berfikir dan waspada .

Interview Channel Israel bersama seorang doktor berkebangsaan Israel, Dr. Malhom Akhnauf, penggagas program : Star Akademia atau ‘Star Academy’.

Pertemuan singkat ini sebagai berikut :

Pertanyaan: Bagaimana perasaan Anda saat ini, ketika obsesi terbesar Anda, yaitu ‘STAR ACADEMY’ benar-benar telah menjadi kenyataan di pusat negeri-negeri Islam?”
Jawab: Perasaan saya tidak bisa saya lukiskan, yang jelas kami telah menghabiskan sebagian besar umur kami – demi melangsungkan program tsb - hingga pada akhirnya, kami berhasil mewujudkan tujuan ini!

Pertanyaan: Apa yang Anda maksud bahwa itu telah menghabiskan sebagian besar umur kami?
Jawab: Iya benar. Kami memang telah menggarap program ini selama bertahun-tahun, hingga kemudian kami berhasil mengokohkan acara ini di negara-negara Barat, lalu meluas ke negeri-negeri Arab. Dan kami meyakini bahwa sesungguhnya program ini akan terus mengalami perkembangan dan kemajuan hingga sampai pada puncak keberhasilannya, seiring dengan perjalanan Negara Israel.

Pertanyaan: Kenapa Anda sangat yakin bahwa program ini pasti berhasil?
Jawab: Karena sungguh kami mengetahui bahwa umat Islam saat ini telah dijauhkan dari agamanya, tetapi pada saat yang sama para pemuda Muslim kini memiliki kecenderungan berpegang kepada Islam, yang sekiranya hal ini dibiarkan, niscaya suatu saat mereka akan menghancurkan negara kita!

Pertanyaan: Mengapa Anda begitu berhasrat unutk menjadikan program Star Academy ini sebagai sarana untuk menghancurkan umat Islam?
Jawab: Karena kami hendak menjauhkan mereka dari agama Islam.

Pertanyaan: Apa strategi Anda saat ini untuk menyerang umat Islam, khususnya setelah program Star Academy?
Jawab: Mengingat berbagai macam tantangan dan hambatan yang ada, maka kami merancang untuk secara khusus mentargetkan para generasi muda Muslimah!

Pertanyaan: Mengapa harus generasi muda perempuan Muslimah dan bukan yang kalangan laki-laki?
Jawab: Karena kami menyakini bahwa, apabila para generasi muda Muslimah mereka sudah mengalami penyimpangan, maka pasti seluruh generasi Muslim akan ikut tersimpangkan.

Pertanyaan sekali lagi: Bagaimana Anda menjelaskan peperangan Anda terhadap para perempuan Muslimah ini?
Jawab: Saat ini, kami sangat bernafsu untuk memerangi kaum Muslimah sekaligus merusak kehidupan mereka, baik secara mental, pemikiran, maupun secara fisik melebihi hasrat kami mempunyai peralatan tempur yang hebat seperti tank-tank, serta pesawat-peswat tempur. Dan kami gembira bahwa mereka pun telah tersibukkan dengan adanya smartphone Blackberry - dengan berbagai fasilitasnya – dan yang sejenis, dan ini merupakan bagian dari strategi tersebut.

Pertanyaan: Apakah Anda memiliki pengaruh dan kekuasaan terhadap program Star Academy yang saat ini tengah tayang di Lebanon?
Jawab: Kami yakinkan bahwa kami telah menggelontorkan sejumlah dana yang sangat besar dan hal tersebut senantiasa tidak lepas dari pengawasan kami.

Pertanyaan: Terakhir, apa yang Anda hendak katakan kepada bangsa kita,bangsa Israel,sebagai kabar gembira buat mereka?
Jawab: Sibukkanlah terus umat Islam yang kini masih tertidur lelap, karena sungguh mereka adalah umat yang jika mereka telah pulih dan bangkit, niscaya dalam hitungan beberapa tahun saja, mereka pasti dapat meraih kembali kemuliaannya, yang telah terenggut selama beberapa abad.

Demikian kiranya materi ini. Semoga ada yang bisa diambil mafaatnya dari materi diskusi.
Billaahi taufiq wa hidayah.
Walhamdulillahi Robbil 'aalamiin
Assalaamu'alaikum
Warohmatullahi
Wabarokaatuh

TANYA JAWAB

Pertanyaan M109

1. Bunda, anak kecil itu suka sama musik kalo dengar musik goyang-goyang bagaimana menghadapi kasus tersebut? Musiknya diganti atau musiknya yang mendidik?
Jawab
Bunda perlu kita ketahui bahwa apapun input yang masuk ke bawah sadar seseorang, maka akan 100% masuk tanpa saringan (ingat salah satu karakter utama bawah sadar adalah tidak kritis). Apalagi jika input itu masuk SECARA BERULANG dan TANPA SARINGAN PIKIRAN. Cocok sekali dengan keadaan yang tersedia lewat media TV.

Apapun yang dilihat dan didengar anak lewat televisi, maka 100% akan masuk ke otak bawah sadarnya. Tanpa saringan dari otak sadar sama sekali. Lihatlah mata anak anda ketika mereka nonton TV. Kedipan matanya lebih lama dan fokus melakukan SCANNING atas apapun yang sedang ia lihat/dengar. Ditambah lagi dengan bantuan musik/audio yang menggugah gelombang otak untuk terus merekam nya.

Jika acara televisi tsb bagus, tentu akan luar biasa dampaknya bagi pertumbuhan jiwa anak-anak kita. Namun sayangnya, CONTENT dan AKHLAK yang ditampilkan di TV saat ini cenderung negatif, terutama sebagian MUSIK dan FILM nya. Kita perlu berhati-hati, bahkan termasuk kategori film anak-anak. Sekalipun tontonan itu ditujukan khusus untuk pemirsa kanak-kanak, jika kita bersikap kritis, nyata sekali sesungguhnya KATA-KATA NEGATIF dan UNGKAPAN-UNGKAPAN NEGATIF banyak sekali. Dan pada akhirnya, kata-kata itulah yang MEREKA TIRU.

Belum lagi dari segi CONTENT nya atau ISI nya. Sungguh sangat mengkhawatirkan! Tanpa kita sadari dengan menonton TV yang didalamnya banyak sekali musiknya maka data-data negatif yang masuk ke “server database” otak bawah sadar mereka, adalah BAHAN BAKU JATI DIRI MEREKA, yang akan MEMBENTUK SIKAP, KEBIASAAN dan PERILAKU MEREKA. Tentu kita perlu melindungi JIWA dan OTAK anak-anak kita bukan?

INPUT-INPUT yang masuk ke OTAK adalah ibarat makanan dan nutrisi. Jika yang kita masukkan (walaupun tanpa sengaja) adalah input-input negatif, maka ia akan TERINSTALL ke dalam OTAK lalu berfungsi secara negatif. Hasilnya kita cenderung bereaksi menghadapi banyak hal secara negatif. Kita jadi mudah berpikir negatif, mudah putus asa, mudah stress, dan berbagai reaksi negatif lainnya.

Oleh sebab itu, alangkah lebih bijaksana jika kita MELINDUNGI OTAK KITA dari hal-hal negatif dan atau dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Adapun MAKANAN yang paling baik bagi OTAK kita adalah MAKANAN positif yang sesuai dengan fitrah nya. Isilah OTAK kita dan otak anak kita dengan PENGETAHUAN, misalnya dengan buku-buku yang lebih membangun JIWA kita. Jika pun akan kita akan isi dengan hiburan, toh sebenarnya saat ini ‘kan sudah banyak sekali film-film hiburan yang lebih sehat dan lebih mendidik ruhani kita sehingga diri kita dan anak-anak kita lebih mudah menerima input-input Robbani atau yang disebut Hidayah dari Allah subhanahu wa ta'alaa. Hingga ketaatan demi ketaatan dia jalani tanpa ada rintangan kemalasan dan keengganan akibat kotor dan letihnya hati katena sudah banyak diisi dengan info2/input/ masukan negative yang berasal baik dari TV , gadget maupun majalah yang sifatnya menghancurkan kecerdasan spiritual kita. Waallahu a'laam bishowwab.

Pertanyaan M113

1. Terus gimana kalo misalnya kerja d dunia pertelevisian, walau di belakang layar berarti kan turut andil bagian, gimana rejekinya? dilain pihak harus menafkahi keluarga. Mohon penjelasannya
Jawab :

Kebetulan saja saya sedikit memgetahui bagamana suasana dunia casting sehingga bisa menyimpulkan bagaimana kehidupan bagi para pekerja broadcast. Yang jelas jika dia tidak memiliki pemahaman Agama yang kuat dan terutama yang Wanita, dengan kondisi percampuran antara lelaki dan perempuan disana, maka sangat memungkinkan timbulnya mudhorot baginya. Saran saya sebaiknya berdoa agar Allah berikan tempat kerja yang lebih baik. Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah mengabulkan doa dan niat hambaNya. Jika memang belum mendapat tempat yang lebih baik maka sebaiknya tetap bersabar dan menguatkan iman dengan ilmu dan banyak melakukan amal-amal sholih dengan istiqomah dan memilih pergaulan yang baik dan aman bagi dirinya untuk menjaga Agamanya. Waallahu a'laam bishowwab.

Pertanyaan M115

1. Assalamualaikum bunda, bagaimana hukumnya seorang muslimah tampil di layar tv, dan ia menutup aurat nya, namun ia tampil di tv bukan untuk syiar islam. Bagaimana dengan ajang pencarian bakat muslimah? Sukron bunda atas jawabannya
Jawab :
Untuk tampil di TV bukan acara Syiar asal dia memakai Jilbab syar'i saya rasa mubah-mubah saja (boleh). Adapun untuk ajang pencarian bakat Muslimah, jika itu terkait dengan program TV saya berpendapat pribadi agar kita dan keluarga kita tidak ikut serta. Karena setahu saya hampir semua program TV orientasinya adalah Bisnis. Bisnis yang dikemas rapi dengan berkedok dakwah serta Muslimah menjadi sekedar komoditi dan alat untuk mencapai tujuan keuntungan bisnisnya, para pebisnis TV. Apalagi jika kita ingat bagaimana harusnya seorang Muslimah yang menjaga Kehormatan dan kesucian dirinya dengan tetap berada di rumahnya. Waallahu a'lam bishowwab.

2. Assalamualaikum bunda mau nanya bagaimana hukumnya jika kita memakai pakaian yang ada gambar bernyawanya misalkan photo sablonan boleh tidak??
Jawab :
Haram.

Pertanyaan M116

1. Saya memiliki keponakan usia 4 tahun, dia mulai mengikuti acara-acara idol di tv, saat dia mulai belajar joget  jujur saya sedih, namun kelucuan ini seakan di lampu hijaukan oleh orangtuanya, seakan menjadi idol di tv adalah hal yang membanggakan, bagaimana cara menyadarkan orangtua ini agar dapat mereset  ulang cara mendidik anaknya agar lebih islami?
Jawab
Orang tua yang begini inilah yang patut membuat kita prihatin. Karena secara tidak sadar dia telah mengantarkan anaknya ke jurang kehancuran secara sistematis namun tanpa dia sadari. Kirimkan artikel ini kepadanya agar tidak terkesan menggurui akan tetapi pesan yang kita maksud semoga masuk dan kemudian menjadi renungannya. Waallahu a'laam.

2. Berkaitan kecanduan gadget, saya punya sepupu baru berusia 4 tahun ia tidak bisa lepas dari gadget, bahkan ketika disuruh makan ataupun mandi selalu menolak (selalu bilang main dulu). Ketika gadgetnya diambil justru menangis dan orang tuanya lebih memilih membiarkan ankanya bermain gadget, bahkan sampai mau tidur pun tidak melepas gadgetnya..bagaimna cara mengubah perilaku anak yang masih kecil tapi sudah kecanduan gadget ustadzah?
Jawab
Saran saya agar anak tersebut segera diruqyah bunda. Bisa dicoba ruqyah mandiri.
Ibu atau ayahnya membacakan ayat-ayat suci Al Qur'an dalam keadaan berwudhu dan bacaan yang benar. Tiupkan ke segelas air atau cerek dan diminumkan kepada si anak secara rutin pagi dan sore. Bacaannya bisa :
a. Al Fatihah 1 x
b. Ayat Kursyi 1 x
c. Al Falaq 11 x

Ayah ibunya juga harus segera bertaubat kepada Allah dan segera memperbaiki suasana rumah  dan cara didik yang cerdas dan Islami. Waallahu a'laam bishowwab.

Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh..
Kita tutup dengan Doa Kafaratul majlis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Senin, 08 Juni 2015
Narasumber : Ustadzah Endria Sari Hastuti
Tema : Parenting
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala
Whatsapp (Link Nanda 2)