Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

EMPAT KELOMPOK YANG MENDAPAT NIKMAT

Assalamualaikum.. Semoga semuanya sehat selalu ya. Tiada kata seindah doa. Marilah saling mendoakan. Mari kita berdoa.... berdoa mulai. Sebelum nasi menjadi bubur kita share materinya pagi ini.

Hidup adalah proses saling pandang karena itu jangan terlalu sering memandang rumput apalagi rumput tetangga yg selalu nampak lebih hijau. Ituh!

Satu-satunya surah dalam Al-Qur’an yang selalu, bahkan yang paling banyak kita baca setiap harinya adalah al-Faatihaah. Pada surah ini, terdapat ayat Allah yang berbunyi,
”Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan-jalan orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) yang mereka murkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”(al-Faatihah 6-7)
Siapakah orang-orang yang telah Allah anugerahkan nikmat kepada mereka? Untuk menemukan jawabannya, kita perlu merujuk kepada firman Allah di dalam surah an-Nisaa: 69, ayat  tersebut adalah.
”Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan brersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”(an-Nisaa’: 69)
Empat kelompok yang perlu kita pahami dengan baik, yaitu sebagai berikut.

1. PARA NABI

Para Nabi adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah swt. Untuk menerima wahyu dan menyebarluaskan kepada umat manusia. Karenanya para Nabi harus bersikap benar, memiliki kesungguhan dalam perjuangan dan menegakkan nilai-nilai kebenaran itu dan siap menanggung risiko dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai kebenaran. Oleh karena itu, para Nabi harus kita teladani. Allah berfirman,
”Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah”(al-Ahzaab: 21)
2. SHIDDIQIN

Secara harfiyah, shiddiq artinya ‘benar’, ini berarti shiddiqin adalah orang yang selalu bersikap, berbicara, dan bertingkah laku yang benar, atau jujur. Para shiddiqin termasuk orang yang diberi nikmat oleh Allah karena dia selalu berorientasi pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan mengantarkan kepada surga. Rasulullah saw. Bersabda,
”Hendaklah kamu besikap jujur, karena kejujuran itu membwa kamu kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa kamu kepada surga.”(HR Bukhari)
Oleh karena itu, kita amat dianjurkan agar bergaul akrab dengan orang-orang yang shiddiq meskipun kita sudah menunjukan ketakwaan. Allah berfirman,
”Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.”(at-Taubah: 119)
3.  SYUHADA

Secara harfiyah, Syuhada artinya ‘orang yang menyaksiakan’. Syuhada adalah orang-orang yang mati syahid. Mereka disebut syahid karena berjuang menegakkan agama Allah hingga kematian mencapai mereka dalam perjuangan itu, mereka menjadi saksi atas kebenaran yang diperjuangkannya. Mereka memperoleh kenikmatan tersendiri disebabkan kematian mereka yang begitu mulia. Allah berfirman,
”Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.”(al-Baqarah: 154)
4. SHALIHIN

Orang yang saleh adalah orang yang selalu berusaha mewujudkan kebaikan, ini merupakan iman. Karena itu, iman harus dibuktikan dengan amal yang saleh dan amal yang saleh harus dilandasi pada iman. Ini berarti iman tidak ada artinya bila tidak dibuktikan dengan amal saleh dan sebaik apa pun amal seseorang tidak ada nilai apa-apa-Nya disisi Allah bila tidak dilandasi pada iman. Allah swt berfirman,
”Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia.”(al-Hajj: 50)

TANYA JAWAB

Tanya
Pak Ustadz gimana tips nya untuk menjaga iman yang kadang naik turun? Dan bagaimana supaya shalat bisa selalu khusyuk?
Jawab
1. Bersyukur 
2. Sabar dalam taat
3. Sabar dalam menjauhi maksiat
4. Sabar dalam ujian
5. Ingat maut
6. Baca quran dan artinya 

Dasarnya adalah senantiasa husnudzhon kepada Allah. In sya Allah nanti sholatnya khusu. Khusyuk adalah proses terus aja sholat nya nanti in syaAllah khusyuk...

2. Pak ustad, saya kemarin download aplikasi kisah para sahabat. Disalah satu kisah ada yang menyatakan bahwa ada seorang sahabat yang kaya (saya lupa namanya) yang dijamin masuk surga tapi dengan perlahan seperti halnya nabi sulaiman 'alaihi salam. Benarkah nabi sulaiman pun juga dihisab dengan kekayaannya ustad?
Jawab
Wallahu 'alam, namun terkait dengan harta ada dua pertanyaan buat kita:
a.dapatnya darimana?
b.digunakan untuk apa?

Kalau hartanya banyak mengitungnya pasti lama dibandingkan dengan yang sedikit. Jadi kita urusannya adalah diri kita sendiri terkait Nabi Sulaiman para Nabi pasti masuk syurga, sahabat itu juga masuk syurga karena pasti sedekah nya jauh lebih banyak dibandingkan kita. Apalagi perjuangannya membela agama Allah. Justru kita bagaimana toh?

Cukup ya
Kita tutup dengan Doa Kafaratul majelis

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

--------------------------------------------------
Hari / Tanggal : Selasa, 02 Juni 2015
Narasumber : Ustadz Kaspin Nur
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Kajian Online Telegram Hamba اَﻟﻠﱣﻪ Ta'ala